Memilih Jurusan dan Profesi Insting

Mesin Kecerdasan Insting.

SEKOLAH :

agama, jasa kemanusiaan, musik, culinery, perhotelan, jurnalistik, pengetahuan umum, performance, ilmu/keahlian yang perlu naluri, ilmu charity, dll

KARIR :

spiritualis, pelayan masyarakat, mediator, aktivis, LSM, artis/pemusik serba-bisa, chef, tangan kanan untuk semua posisi dan semua industri, wartawan, kolumnis, generalis, presenter serba-bisa, penjaga gawang bernaluri, penggiat kemanusiaan, dll


Insting

In adalah singkatan dari Insting. Menggunakan dua huruf supaya tidak sama dengan singkatan Intuiting. Jika dua huruf In bergandengan, merupakan identitas sebagai Mesin Kecerdasan (MK). Menurut Konsep STIFIn, ragam Mesin Kecerdasan  hanya ada lima, dan In adalah salah satu diantara 5 MK tersebut. Pada MK In tidak memiliki kemudi kecerdasan, baik i (introvert) ataupun e (extrovert). Hal ini disebabkan secara fisik otak tengah yang menjadi milik In memang tidak memiliki lapisan berwarna abu-abu dan putih. Dengan demikian, In selain berperan sebagai Mesin Kecerdasan, juga merupakan kepribadian genetik.

a. Sistem Operasi Otak

Pengertian sederhana dari Insting adalah jenis kecerdasan atau kepribadian genetik yang berbasiskan kecerdasan naluri atau indera ketujuh. Proses kerja otak dari tipe In dikemudikan secara otomatis karena tidak memiliki kemudi. Sistem operasi pada tipe In berada di belahan otak tengah. Otak tengah menyangga keempat belahan otak sama baiknya. Jika otak tengah kuat, maka pada tingkat tertentu dapat membantu memperkuat keempat belahan otak lainnya. Terutama karena otak tengah menjadi hubungan bagi keempat belahan otak lainnya sehingga proses koordinasi, harmonisasi, dan keseimbangan otak dapat berjalan secara baik.

Akibat tidak memiliki kemudi, otak tengah akan memberi reaksi spontan pada setiap stimulus yang masuk. Meski syaraf terlebih dahulu tiba di otak tengah sebelum menyebar kepada empat belahan otak lainnya, namun bukan berarti keempat belahan otak tersebut tidak dilibatkan ketika otak tengah ingin merespon sesuatu. Proses koordinasi respon holistik oleh seluruh otak terjadi walaupun tanpa kemudi. Hal tersebut ditunjukkan oleh kemampuan otak tengah yang merespon secara holistik pada setiap respon yang datang.

b. Tipologi Fisik

Mesin Kecerdasan Insting sesungguhnya identik dengan reflek. Mereka memiliki reflek yang cepat. Reflek yang bersumber dari hasil pengolahan yang holistik ini membuat tipe In dalam kesehariannya mudah beradaptasi. Tipe ini seperti dapat mengakses sama baiknya kepada empat belahan otak yang lain.

Bahkan secara fisik pun, tipe Insting memiliki kemampuan adaptasi fisik yang baik terhadap lingkungan. Pada cuaca lingkungan dan mental seperti tipe Sensing, ia akan menyesuaikan seperti tipe Sensing juga. Demikian seterusnya dengan ketiga belahan otak lainnya.

Tipe Insting umumnya memiliki bentuk badan yang datar (stenis), ditandai dengan garis bahu yang lurus rata ke samping. Dengan bentuk badan yang datar, ditambah leher yang pendek dengan posisi otak tengah yang paling dekat dengan tulang belakang, serta pada saat yang sama otak tengah tersebut menyangga keempat belahan otak sama baiknya, maka hal tersebut menjadikan tipe ini mempunyai fungsi tubuh yang serba bisa. Fungsi keserba-bisaan dari tipe ini yang digabung dengan kekuatan reflek, membuat tipe Insting seolah-olah akan survive diletakkan di lingkungan seperti apapun atau diterjunkan pada profesi apapun.

c. Sifat Khas

Jika menggunakan sudut pandang dunia psikologi (aliran perilaku), kepribadian dari Insting mesti memiliki sifat perilaku khas yang dapat dibuktikan dan diukur yang berbeda dari delapan kepribadian lain. Terdapat sepuluh item yang bisa dibuktikan keberadaannya dan bisa diukur secara psikometrik.

Menurut Konsep STIFIn, kesepuluh item tersebut menjadi kepribadian yang tidak akan berubah dan akan selalu eksis seiring dengan penambahan umurnya. Sepuluh (10) sifat tersebut adalah:

  • emphaty,
  • tolerant,
  • communicative,
  • listener,
  • sympathy,
  • affectionate,
  • persuasive,
  • enable,
  • considerate,
  • guiding

Sebagai pribadi yang utuh, tipe Insting memiliki sisi-sisi diametral sebagai berikut: spiritualis yang hebat namun juga individu yang galak dan temperamental, nalurinya tajam dan pandai meramal namun peragu dan tidak punya prinsip, isi kepala lengkap sebagai generalis namun membuatnya tanggung tidak tuntas, selalu ingin tenang dan bahagia tapi kurang assertive.

Selain itu, tipe Insting sangat responsif, cepat, dan komprehensif, akan tetapi dalam kontektualitas sebatas ad hock dan kurang jangka panjang, jujur dan polos namun seringkali naif. Oleh karena itu, tipe ini perlu waspada dengan kelemahannya dan berusaha mengekploitasi kelebihannya. Biasanya jika kelebihannya bergerak membaik maka secara otomatis kelemahan dari tipe ini tertutup dengan sendirinya.

d. Kelebihan

Kepribadian dari tipe Insting memiliki kekhasan yaitu dalam hal kemampuan berkorban bagi kepentingan yang lebih besar melebihi delapan jenis kepribadian yang lain. Kelebihan ini dapat disepadankan dengan kecerdasan berkorban atau disebut AQ (Altruist Quotient).

Jika tipe ini bisa bekerja secara tenang dan damai, maka salah satu kemampuannya yang lain akan perform, yaitu memiliki mata ketiga dalam melihat terhadap setiap peristiwa. Hasil pengamatan mata ketiga tersebut antara lain: dapat melihat hikmah yang tersembunyi di balik setiap kejadian, dapat memaknai secara spiritual terhadap setiap kejadian, atau memperoleh informasi penting dari indera ketujuh (naluri) tipe ini.

Dalam hal pengelolaan uang, tipe Insting merasa sedih jika tidak bisa menolong orang lain yang memerlukannya. Tabiat tipe ini terhadap uang adalah selalu ingin menolong orang. Akibatnya, uang habis bukan untuk diri sendiri melainkan untuk menolong orang lain.

e. Kemistri

Kemistri alamiah dari tipe Insting adalah selalu bahagia. Ia hanya merasa nyaman hidup dalam suasana yang penuh kebahagiaan dan jauh dari masalah-masalah. Jika kebahagiaan itu berhasil didapatkannya, maka tipe ini mulai berperan untuk memultitaskingkan pengabdiannya.

Namun sebaliknya, tipe Insting tidak akan bahagia jika ia tidak memiliki peran apa-apa. Keberhasilan hidup dari tipe ini ditandai dengan keberperanan yang bermakna bagi sesama. Hal itu jugalah yang menjadi sumber kebahagiaan dari tipe ini. Semakin besar keberperanan, semakin banyak ‘kepake’, maka tipe In semakin bahagia.

f. Peranan

Faktor serba bisa dan daya adaptasi fisik serta adaptasi kecerdasan yang tinggi menyebabkan panggilan jiwa dari tipe In selalu ingin berperan sebagai mitra (partner) bagi tipe lainnya. Meskipun harus menjadi orang nomor dua dalam kemitraan tersebut, tipe ini tidak terlalu mempermasalahkan.

Yang penting bagi tipe Insting yaitu dapat menjadi mitra bagi tipe lainnya di level yang lebih baik. Hal tersebut tidak akan terjadi pada tipe kepribadian yang lain. Keempat tipe lainnya selalu ingin menjadi nomor satu dalam setiap kemitraan.

g. Target & Harapan

Dalam menjalankan fungsi kemitraan tipe Insting memasang target menghasilkan pertumbuhan dari masa ke masa, meskipun kecil atau sedikit yang penting ada pertumbuhan. Sebenarnya tipe ini tidak suka dengan langkah-langkah revolusioner karena hanya akan meningkatkan suhu kerja yang akan membuat suasana tegang.

Tipe Insting menyukai suasana damai dan tenteram tanpa konflik. Termasuk alasan tipe ini terpanggil untuk menjadi orang kedua adalah: ia tidak ingin menjadi sasaran tembak jika menjadi orang nomor satu.

Harapan terbesar dari tipe Insting yaitu ingin selalu memberikan kontribusi pada lingkungan sosial. Tipe ini merasa hampa jika tidak menolong atau berkontribusi terhadap lingkungannya. Hal yang paling menyakitkan bagi tipe In adalah ketika ia ditolak oleh lingkungannya. Kemampuan adaptasi dari tipe ini membawanya untuk berkontribusi lebih banyak kepada lingkungan.

h. Arah Merek

Ketulusan dari tipe Insting untuk selalu menolong dan berkontribusi, membuat pihak lain secara cepat memberikan merek sesuai dengan tingkat keberperannya yang tinggi. Tipe ini menyadari bahwa jika tidak berperan dimana-mana, ia akan kehilangan makna hidupnya. Kuantitas keberperanan dari tipe ini cukup tinggi. Tipe ini seolah-olah tertarik kesana kemari
oleh lingkungannya.

Dibalik kuantitas keberperanan yang tinggi, tantangan bagi tipe Insting agar semua peranan tersebut dapat ditangani dengan baik, sehingga kualitas keberperanannya juga tinggi. Merek diri tipe In akan terangkat jika kuantitas dan kualitas keberperanan semuanya tinggi.

i. Cara Belajar

Proses belajar pada tipe Insting sangat berbeda dengan kedelapan kepribadian yang lain. Tipe kepribadian yang lain cenderung induktif proses belajanya, berangkat dari detail kemudian disimpulkan secara umum. Sedangkan tipe In cenderung menggunakan pola belajar deduktif: ketahui dulu kesimpulan baru kemudian diteruskan pada rincian.

Oleh karena itu, pada setiap buku yang dibaca, tipe ini selalu merangkai dulu mencari kesimpulan, baru kemudian diuraikan detailnya. Sambil belajar, tipe In dapat dibantu dengan suasana yang damai dan tenteram dengan dukungan musik latar yang lembut.

Cara membangkitkan motivasi dari tipe Insting adalah dengan jalan menghilangkan segala macam tekanan yang menimpanya. Selesaikan satu per satu hingga akhirnya tipe ini merasa lega dan tidak lagi punya trauma masa lalu. Setelah itu, baru membimbing tipe ini dengan pendekatan scaffolding : dibimbing dari dekat supaya bisa naik tangga satu per satu.

j. Pilihan Sekolah/Profesi

Prioritas utama jika ingin memilih jurusan atau profesi yang sesuai untuk tipe Insting sebaiknya diarahkan pada satu diantara lima pilihan industri berikut ini, yaitu musik/performance, jasa, kulinary, agama/budaya/charity.

Selanjutnya pilihan lain dari jurusan atau profesi yang sesuai untuk tipe Insting sebagai berikut : pembalap, entertainer, agamawan, aktivis, musik, chef, jurnalis, pengetahuan umum, performance, birokrat, pelayan masyarakat, mediator, tangan kanan semua posisi dan semua industri, kolumnis, generalis, presenter serba-bisa, atlit serba-bisa, dll.

Di masa depan pilihan profesi akan semakin beragam. Namun jika memilih jurusan ataupun profesi patokan bagi tipe Insting adalah mempertimbangkan empat kata kuncinya, yaitu: merangkai, reflek, berkorban, dan otomatis.

Artinya, jurusan atau profesi yang dipilih tipe Insting didominasi oleh hal-hal yang bersifat umum hasil rangkaian atau gabungan dari berbagai disiplin ilmu dan profesi, memerlukan reaksi spontan hasil reflek yang cepat, mengandung unsur-unsur berkorban untuk kepentingan yang lebih besar, serta bekerja secara otomatis tanpa perlu dipikir ulang. Dengan demikian, tipe ini lebih cenderung sesuai dalam bidang-bidang kemanusiaan.


Memilih Jurusan Dan Profesi Feeling

Mesin Kecerdasan Feeling.

SEKOLAH :

komunikasi, public speaking, psikologi, psikiatrik, administrasi negara, politik, hukum, budaya, hubungan internasional, kehumasan, salesmanship, seni, dll

KARIR :

politisi, trainer/inspirator, motivator, psikolog, psikiater, counselor, ideolog, negarawan, personalia, lawyer, budayawan, diplomat, humas, salesman, seniman, dll


Ciri Kepribadian Feeling

Dalam keseharian profil kepribadian orang Feeling, sebagai berikut

  • Lebih menggunakan perasaan
  • Ingin menyenangkan orang lain
  • Mencari keharmonisan
  • Ingin selalu memimpin
  • Petimbangannya berdasarkan kasih sayang
  • Menghargai perasaan orang lain
  • Mengambil keputusan dengan mempertimbangkan akibatnya terhadap orang lain
  • Hangat dan ramah kepada orang lain
  • Pandai berempati
  • Bekerjasama di komunitas sosial yang baik
  • Menghindari argumen, konflik dan konfrontasi
  • Perasaan mereka mudah sakit dan dendam
  • Memulai dengan pembicaraan kecil
  • Bertanya jika memungkinkan
  • Mampu menunjukkan kekaguman dan emosional
  • Kurang memiliki ketegasan menuntut hak
  • Menggunakan banyak kata-kata berharga
  • Sering menggunakan nama orang lain
  • Jika ia Pria, Lebih seperti sikap wanita (peluangnya 65%)

 

Ciri kepribadian Feeling introvert (Fi) :

Kepribadian jenis ini adalah kepribadian libido. Hasrat dan nafsunya selalu bergelora. Meskipun libidonya tinggi, namun di sebalik itu mereka ingin dimanja dan diperhatikan. Kepribadiannya halus dan lembut namun begitu diusik meraka akan menyengat seperti lebah. Kemampuan organisatorisnya hebat seperti seorang pemimpin yang berkharisma. Namun kebiasaaan buruknya adalah begitu sensitif dan mudah tersinggung yang membawa kepada dendam. Mereka seorang pemberi dan penolong, namun di balik pemberiannya mereka menaruh sikap curiga dan berhitung nilai balas budi orang lain. Mereka jenis komunikator yang hebat dan pandai menyampaikan rencananya mempengaruhi orang lain. Bahkan tergolong memiliki banyak rencana, lucunya mereka seringkali lupa dengan rencana-rencananya karena saking banyaknya. Atau lebih disebabkan karena ingatan jangka panjangnya lemah, ditambah komitmen terhadap rencananya longgar. ‘Hangat-hangat tahi ayam’. Kehebatannya adalah kemampuannya berempati sehingga mereka seolah-olah bisa masuk lebih dalam pada diri orang lain. Sehingga mereka sangat mahir dalam menakar orang, melihat niat baik-buruknya orang lain. Kemampuan menakar orang ini seringkali terganggu oleh sifatnya yang mencerna semua informasi yang masuk tanpa olah fikiran terlebih dahulu dan mudah percaya orang. Akibatnya sering rugi besar di saat-saat kritis yang sepatutnya beruntung jika mereka hati-hati. Mereka dadanya lebar sebagai pertanda jenis pengayom yang hebat walaupun mereka paling tidak senang digurui. Obsesi mereka tinggi dan akan bisa dicapainya jika mereka tidak malas beraksi. Malas beraksi inilah justru yang menjadi kendalanya dalam banyak hal. Sehingga orang menyebut mereka lamban.

Ciri Kepribadian Feeling extrovert (Fe) :

Kepribadian ini adalah kepribadian ‘sponge’, semua pembicaraan orang diserap mentah-mentah. Mereka seperti pendengar yang baik, namun sebenarnya mereka tidak mau dibantah. Meski secara fisik mereka terlihat berdialog dan mendengar pembicaraan, sebenarnya mereka ‘keras-hati’ dengan kemauannya. Artinya di dalam hatinya sesungguhnya mereka anti dialog. Mereka memiliki mata yang kuat sayangnya mata lebih banyak digunakan untuk konsumtif dan malas berfikir. Mereka memiliki kepedulian yang tinggi terhadap orang lain meskipun terkadang abai terhadap satu persatu persoalan orang lain. Selalu memiliki misi pribadi namun terlalu cepat menyerah ketika menghadapi halangan. Gagal di satu tempat segera mereka membuat misi baru, sehingga terkesan angin-anginan. Hal yang paling hebat pada mereka adalah mendapatkan karunia ilmu laduni ketika diri mereka sedang bersih. Ilmu laduni inilah yang lambat laun menjadikannya sebagai begawan ilmu tertentu. Namun jika diri mereka tidak pernah bersih, mereka terjebak menjadi penyalur nafsunya. Meskipun mereka mudah mendapatkan ilmu laduni, bukan berarti mudah bagi mereka untuk berhubungan dengan Tuhannya. Justru mereka susah khusyuk dalam beribadah. Perhatian mereka mudah terpecah. Kepribadian mereka cengeng, lebih mudah menangis, namun sebenarnya mereka tahan banting. Memiliki kepasrahan yang tinggi kepada Tuhannya, karenanyalah mereka seringkali menjadi penyembuh, penyadar, atau pencuci dosa. Meskipun mereka malas berpikir biasanya secara given diberi kepala yang lebih besar sehingga sumberdayanya cukup baik. Termasuk orang pintar. Kelemahannya adalah kurang percaya diri dengan ilmu-ilmunya yang kurang logis atau bukan dari hasil karya ‘peras otak’ sendiri, makanya mereka paling senang menyebut ‘kata orang’.


Memilih Profesi Intuiting

Mesin Kecerdasan Intuiting.

SEKOLAH :

kewirausahaan, disain, aneka seni, perfileman, fisika quantum, reengineering, proyeksi, peramalan, future trading, investasi, filsafat, perancang pendidikan, dll

KARIR :

pengusaha, produsen, disainer, ahli kreatif berbagai bidang, periklanan, marketing, grafis, arsitektur, penemu keilmuan, sutradara, pencipta lagu, seniman, pelukis abstrak, pesulap, peramal, pialang saham, investor, filosof, pakar pembelajaran/ pemodul, event organizer, dll


Ciri Kepribadian Intuiting

Dalam keseharian profil kepribadian orang Intuiting, sebagai berikut

  • Perhatiannya pada gambaran umum
  • Mengolah informasi berdasarkan intuisi
  • Lebih berminat pada pemahaman imaginatif
  • Abstrak dan teoritis
  • Melihat pola & makna
  • Orientasi pada masa depan
  • Mulai dari mana saja
  • Menyukai kemungkinan untuk berdaya cipta
  • Mengandalkan inpirasi
  • Pola bicara beragam, menggunakan banyak kalimat perbandingan
  • Memiliki pikiran yang berputar namun terpola
  • Figuratif, menggunakan analogi dan metafora
  • Menggunakan bahasa untuk mengekspresikan diri sendiri
  • Memberi ruang, alternatif, dan tidak cepat menyimpulkan
  • Tertarik pada pekerjaan yang melibatkan kreatifitas
  • Menyukai cerita fiksi
  • Berbicara hanya hal-hal besar dan strategis
  • Memiliki visi ke depan
  • Cenderung untuk menyelesaikan kalimat orang lain
  • Tampak intelek atau berkelas

Ciri Kepribadian Intuiting introvert (Ii) :

Kepribadian yang selalu mempersepsi keadaan secara positif. Meskipun mereka positivis anehnya mereka seperti memiliki mesin ‘time tunnel’ yang seolah-olah kemanapun mereka mau pergi tinggal pencet tombol, sesuatu yang berlawanan dengan positivismenya mereka. Memiliki privasi yang kuat, ‘tidak ember’, mampu menyimpan rahasia pribadinya rapat-rapat namun mereka juga menyenangkan dijadikan sebagai mitra bisnis, walau bukan untuk bicara privasinya. Bahkan mereka sangat pandai mencari mitra bisnis tanpa harus masuk ke wilayah privasi. Keyakinannya yang kuat terhadap dirinya kerapkali mendudukkan dirinya sebagai pahlawan bagi sekitarnya. Keyakinannya sering berlebihan meskipun sebenarnya mereka punya kemampuan untuk sadar diri terutama ketika berinteraksi dengan orang lain. Jika diibaratkan sebagai kendaraan, mereka adalah jenis kendaraan tanpa rem. Hantam terus. Melaju terus. Hanya ketika sudah mentok tidak berhasil mencapai tujuannya mereka langsung jatuh down. Untuk memulihkan dari down-nya ini tidak mudah, karena mereka baru menabrakkan kendaraannya tanpa rem. Mereka pandai membuat intisari selain itu juga menyukai hal-hal detil-detil yang estetik. Bahkan dirinya pandai menampilkan diri secara atraktif. Letak kehebatannya adalah pada kemampuannya membuat konsep dan begitu perfeksionis ketika mereka menjalani konsepnya. Kalau perlu mereka bersedia untuk turun tangan meskipun mereka konseptornya. Akhirnya orang lain menganggap mereka ini lengkap mulai dari mengonsep hingga detil pelaksanaan. Jenis kepribadian yang super keras kepala, meskipun demikian mereka terbuka untuk berbeda pendapat. Mereka sangat romantis, lucunya mereka juga ‘anak mami’.

Ciri Kepribadian Intuiting extrovert (Ie) :

Kepribadian layaknya seorang detektif. Menemukan mana rangkaian peristiwa yang terputus dan mereka pandai merangkainya secara imaginer. Sebagai seorang detektif, oleh karenanya mereka tidak mau terlalu jauh berkenalan dengan orang lain. Cukup sebatas kenal saja, karena mereka takut terbebani dengan hubungan yang lebih mendalam. Mereka memberikan standar yang tinggi bagi dirinya untuk menjalani misi pribadinya meskipun kerap kali di beberapa area masih ada bolong-bolong kurang seksama penanganannya. Kepribadiannya aktif dan tidak ketinggalan jaman, meskipun juga terkadang mereka kerap kali lari dari dunia realitas dan menjadi orang yang asketis. Kehebatannya adalah kepada penjelajahan intuisinya dan ruang kreativitasnya yang begitu luas, namun tetaplah mereka bukan manusia langka yang terpisah. Mereka juga memerlukan pesta pelampiasan dengan berhura-hura bersama teman-teman semisinya. Cara kerjanya seperti seorang assembler ide. Ide-ide besar mereka rangkai dengan idenya sendiri untuk menjadi sesuatu yang lebih berguna. Sayangnya kepribadian sang assembler ide ini tergantung dengan orang lain, kurang mandiri. Sebenarnya mereka bukanlah orang yang minderan tetapi mereka perlu mendapatkan pengesahan dari orang lain. Jika sudah menjalankan mesinnya untuk mengejar misi, mereka mampu hidup terasing berpisah dari entitasnya sendiri. Pemikirannya sistemik, walaupun secara pribadi mereka mengabaikan orang lain. Sungguh pandai membuat alligning masalah ataupun program namun pada saat yang sama tidak betah berlama-lama dalam status quo. Mereka selalu menghendaki perubahan. Senantiasa berubah.


Memilih Profesi Thinking

Mesin Kecerdasan Thinking

SEKOLAH :    
teknik, ekonomi, matematika, sains, statistika, manajemen, pendidikan, penelitian, elektronika, mesin, manufacturing,  pabrik, produksi, transportasi, perminyakan, pengeboran, pertambangan, sistem korporasi, property, computer programming, kedokteran, dll

KARIR :

insinyur, ekonom, dosen, peneliti, fisikawan,  kimiawan, konsultan managemen, manager, dosen/guru, teknokrat, birokrat, produsen pabrik, quality control, ahli strategi, pelatih bola, pembuat kebijakan, system analyst, ahli rekayasa, developer, programmer, dokter/preskriptor dll


Thinking extrovert

Te adalah singkatan dari Thinking extrovert. Jika huruf T berdiri sendiri merupakan identitas sebagai Mesin Kecerdasan (MK). Menurut Konsep STIFIn, ragam Mesin Kecerdasan hanya ada lima, dan T adalah salah satu diantara 5MK tersebut. Identitas Mesin Kecerdasan berubah menjadi kepribadian ketika MK digandengkan dengan jenis kemudi dibelakangnya. Jenis kemudi kecerdasan hanya ada dua, yaitu i (introvert) dan e (extrovert). Dengan demikian, Te sudah menjadi identitas kepribadian. T ditulis dengan huruf besar karena pengaruhnya sebagai MK lebih besar dari e yang ditulis dengan huruf kecil yang berperan hanya sebagai kemudi kecerdasan.

a. Sistem Operasi Otak

Pengertian sederhana dari Thinking extrovert adalah jenis kepribadian yang berbasiskan kecerdasan logika yang proses kerjanya dikemudikan dari luar dirinya menuju ke dalam dirinya. Sistem operasi pada tipe Te berada di belahan otak bagian atas di sebelah kiri atau disebut sebagai otak besar kiri atau diringkas otak kiri. Pada otak kiri tersebut yang menjadi kemudi kecerdasan dari tipe ini, berada di lapisan abu-abu yang letaknya di bagian luar atau permukaan otak. Otak kiri abu-abu itulah yang menjadi sistem operasi tipe Te.

Lapisan yang berwarna abu-abu dari tipe Thinking extrovert memiliki tekstur otak yang lebih longgar karena mengandung sel otak lebih sedikit. Kerapatan yang lebih dibandingkan dengan lapisan bagian dalam tersebut membuat kemudi kecerdasan bergerak dari luar ke dalam.

Hal ini menyebabkan ‘tuan yang punya badan’ menjadi lebih beradaptasi dengan lingkungan luar, karena dari lingkuangan luar itulah tipe Te mendapatkan energi untuk memutar kepalanya. Energi yang datang untuk mengolah otak kiri tipe ini berasal dari luar dirinya.

b. Tipologi Fisik

Mesin kecerdasan Thinking (T) sesungguhnya identik dengan tulang. Mereka memiliki tulang yang besar dan kuat. Dengan bentuk tubuh (konstitusi) yang piknis terlihat unsur tulang secara proporsional menjadi dominan. Disebut piknis karena ukuran badan dari tipe ini volumenya lebih kecil dibanding tipe lain, sementara volume tulangnya paling dominan dibanding tipe lain.

Akibatnya, tulang kerangka menyangga beban yang lebih ringan sehingga mudah bergerak kesana-kemari. Itulah mengapa disebut piknis. Tipe Thinking extrovert tidak memiliki baterai (charger) di dalam dirinya dan justru ia menghadirkan dari luar. Hal inilah yang menyebabkan Te seperti memiliki tulang yang kurang tenaga.

Meskipun proporsi tulang lebih dominan dibanding ukuran badannya, namun secara umum Mesin Kecerdasan T malas bergerak. Padahal seharusnya MK ini mudah bergerak. Hal ini disebabkan tenaga yang tersedia cenderung disedot oleh kepala. Penggunaan energi oleh kepala dapat memakan energi yang besar sehingga menjadikan MK ini malas bergerak.

c. Sifat Khas

Jika menggunakan sudut pandang dunia psikologi (aliran perilaku) kepribadian dari tipe Thinking extrovert mesti memiliki sifat perilaku khas yang dapat dibuktikan dan diukur yang berbeda dari delapan kepribadian yang lain. Terdapat sepuluh item yang bisa dibuktikan keberadaannya dan bisa diukur secara psikometrik. Menurut konsep STIFIn, kesepuluh item tersebut menjadi kepribadian tetap yang tidak akan berubah dan akan selalu eksis seiring dengan penambahan umurnya.

Sepuluh (10) sifat yang tetap tersebut adalah:

  • thoughtful,
  • analytical,
  • competitive,
  • reserved,
  • planner,
  • positive,
  • argumentative,
  • forceful,
  • formal,
  • justice

Sebagai pribadi yang utuh, tipe Thinking extrovert memiliki sisi-sisi diametral sebagai berikut: menyukai kemenangan, seperti seorang penakluk namun kurang stamina untuk terus menerus bertanding, kebenaran empirik hanya datang dari pengalaman dirinya namun tidak suka kebenaran dari nasihat orang lain, pandai mengakumulasi keuntungan dengan coverage yang luas, namun kurang mahir dalam membuat prioritas jangka panjang.

Selain itu, peranan dari tipe Thinking extrovert sangat sirkulatif di semua entitasnya, hanya sayang kurang pandai membaca aspirasi, memiliki siklus hidup yang dinamis namun terlalu normatif. Oleh karena itu, tipe ini perlu waspada dengan kelemahannya dan berusaha mengeksploitasi kelebihannya. Biasanya jika kelebihannya bergerak membaik, maka secara otomatis kelemahan dari tipe ini akan tertutup dengan sendirinya.

d. Kelebihan

Kepribadian dari tipe Thinking extrovert memiliki kekhasan karena memiliki kemampuan menalar secara meluas dalam bentuk pengendalian manajemen dan logika yang lebih efektif yang melebihi delapan (8) jenis kepribadian yang lain. Kelebihan ini dapat disepadankan dengan kecerdasan logika atau disebut LQ (Logical Quotient).

Tipe Te pandai mengumpulkan kekuatan untuk menghasilkan kemenangan bagi diri dan organisasinya. Bagi tipe ini, organisasi akan dikelola seperti pabrik, tentara, birokrat, atau atasan-bawahan karena otoritas sepenuhnya berada di tangannya. Cara organisasi yang seperti inilah yang kemudian membuatnya berhasil dalam melipatgandakan hasil atau produksi.

Pendek kata, tipe Thinking extrovert memiliki secara alamiah yang tercermin dari cara kerjanya yang selalu mencari peluang untuk melipatgandakan. Tipe ini memperlakukan pekerjaannya dengan mengendalikan proses secara tepat, yaitu proses yang menimbulkan produktivitas pelipatgandaan.

Hal tersebut sejalan dengan tabiatnya terhadap uang. Tipe Thinking extrovert adalah tipe yang paling mampu mengelola keuangan dengan cara mengakumulasi atau mengumpulkan. Bagi tipe ini, cara membelanjakan pengeluaran sebenarnya sangat rasional namun punya kemampuan taktis jika ia melihat ada peluang untuk mengakumulasi keuntungan.

e. Kemistri

Dengan kemampuan pengendalian terhadap span of control yang besar, kemampuan logika umum, kemampuan dalam melipatgandakan hasil, karakter yang seperti tulang (atau ibarat besi yang kokoh), dan keberadaan tulang yang lebih dominan dibanding ukuran badan, menjadikan tipe Te akan jauh lebih sukses jika ia memiliki pabrik untuk menjalankan ‘mesinnya’. Tipe Te perlu lebih mengkonkritkan usahanya dalam wujud yang nyata, misalnya berbentuk pabrik, sehingga mesin pelipatgandaannya dapat berjalan dengan baik.

Tipe Thinking extrovert memiliki kemampuan untuk meraih tahta dimanapun jika segala macam unsur sumberdaya yang ada di bawah kekuasaannya dikelola secara mekanistik seolah-olah seperti pabrik. Jika memiliki pabrik (dalam pengertian yang sesungguhnya), maka tipe ini akan memiliki kedudukan di masyarakat sebagai tokoh yang layak diberi tahta yang lebih tinggi.

Kebesaran pabrik tersebut akan sejalan dengan kebesaran tahta atau kekuasaan dari tipe Te. Pada dasarnya tipe Te memang menjadi orang yang paling dicari tahta. Hal ini disebabkan pada diri tipe ini, melekat kharisma pemegang otoritas. Jika diberi amanah, tipe ini akan menjalankannya dengan baik.

f. Peranan

Dengan fungsi kepala yang dominan, MK Thinking (T) lebih senang dengan jenis pekerjaan yang memerlukan berpikir keras sehingga dapat menyelesaikan masalah hingga tuntas. Tipe ini dapat menyusun serangkaian logika sebagai metode untuk menyelesaikan masalah.

Hal itulah yang menjadikan tipe T dianggap bertangan dingin. Setiap masalah yang menjadi tanggungjawabnya, dapat diselesaikan dengan baik. Jika kemampuan kepala tersebut digabungkan dengan karakter tulang yang kokoh, maka akan melahirkan tipe T dengan kepribadian yang teguh dan keras kepala.

Jika tipe ini dikemudikan dari luar ke dalam – menjadi tipe Te- akan muncul sifat-sifat utama yang adil, objektif, dan  menerima argumentasi logika. Hal itu membuat tipe Te menyukai peran layaknya seorang komandan yang memimpin dengan otoritas penuh untuk memastikan keadilan dan logika dapat berjalan secara efektif. Peranan tersebut diikuti dengan kemampuan pengelolaan dan pengendalian organisasi yang baik dari tipe Te.

g. Target & Harapan

Bagi tipe Thinking extrovert, kemampuan mengendalikan proses produksi menjadi jalan sukses untuk memperoleh kekuasaan. Ia akan menjadi sangat terpukul jika pada akhirnya tidak diberi otoritas untuk mengambil keputusan. Target dari tipe ini adalah mendapatkan otoritas penuh. Dengan otoritas tersebut ia dapat mengendalikan secara penuh jalannya organisasi. Tipe ini akan mengendalikan organisasi dengan memberikan instruksi, pengarahan, dan briefing-briefing.

h. Arah Merek

Tipe Thinking extrovert memiliki kemampuan kepemimpinan melalui managerialship yang sangat bagus. Bahkan tipe ini diberi merek karena kemampuan managerialship-nya efektif. Jika ada pertarungan untuk menunjukkan kemampuan pengelolaan dan pengendalian organisasi, agar organisasinya dapat selalu naik kelas karena selalu menciptakan produksi yang berlipat ganda, maka tipe Te merupakan sosok yang akan memenangkannya. Selain tipe Te memang memiliki kemampuan managerial yang sistematis dan efektif, secara alamiah tipe ini juga haus kekuasaan.

i. Cara Belajar

Pada umumnya, tipe Thinking extrovert tidak mengalami masalah dalam hal belajar. Materi pelajaran memerlukan cara kerja otak yang menalar, berhitung, dan menstrukturkan. Pada tipe Te, ia sudah terbiasa menalar bacaan untuk mendapatkan logika dengan membuat struktur dan skema yang memudahkan. Hal ini disebabkan tipe Te sebenarnya tidak ingin terlalu jelimet.

Otak kiri dari tipe Te selalu memerlukan ‘fooding’ dengan cara berpikir atau pada dasarnya ia suka berpikir, baik diminta ataupun tidak diminta. Hasil akhirnya menyebabkan tipe Te menjadi orang yang paling berwawasan karena kumpulan buku yang dibacanya cukup lengkap. Meskipun penguasaan setiap topik dari buku tersebut tidak terlalu mendalam, namun tipe ini sudah mendapat struktur berpikir dari setiap bacaannya.

Dengan demikian, tipe Thinking extrovert memiliki kemampuan menguasai pelajaran bukan berasal dari detail mikroskopiknya, melainkan dari pengembangan wawasannya. Cara yang paling efektif untuk memotivasi seorang tipe Te adalah dengan diberi kesempatan berkompetisi untuk mengalahkan yang lainnya. Tipe ini merasa dibantu jika selalu dibukakan jalur kemenangan untuk lawan lawannya di berbagai peringkat. Sebaliknya, ini merasa hampa dan geregetan jika ia tidak dapat bertarung, karena ia merasa memiliki kapasitas untuk mengalahkan lawan-lawannya.

j. Pilihan Sekolah/Profesi

Prioritas utama jika ingin memilih jurusan atau profesi untuk tipe Thinking extrovert sebaiknya diarahkan pada satu diantara empat (4) pilihan industri berikut ini, yaitu manajemen/kepemerintahan, manufacturing, properti, peternakan.

Selanjutnya pilihan lain dari jurusan atau profesi yang untuk tipe Te sebagai berikut: ristek, IT, bisnis pertambangan, ahli konstruksi, bisnis kesehatan, garmen, peneliti, fabrikan, perminyakan, pengeboran, programmer, dokter, apoteker, ekonomi, manajer, dosen/guru, property, insinyur, fisikawan, kimiawan, konsultan managemen, teknokrat, birokrat, pajak, produsen, quality control, auditor, ahli strategi, pelatih bola, pembuat kebijakan, system analyst, ahli rekayasa, developer, atlit (pertandingan), dll

Di masa depan, pilihan profesi akan semakin beragam. Namun jika ingin memilih jurusan ataupun profesi patokan bagi tipe Thinking extrovert adalah mempertimbangkan empat kata kuncinya, yaitu: menalar, tulang, mandiri, dan meluas.

Artinya, jurusan atau profesi yang dipilihnya didominasi oleh unsur-unsur yang memerlukan daya nalar, mengandalkan pendirian yang kuat atau bahkan profesi betul-betul mengandalkan tulang dalam pengertian sesungguhnya (seperti atlit balap sepeda, tae kwon do, lari, renang khusus gaya dada, dsb) dan dapat memanfaatkan kemandiriannya dalam bekerja, serta bidang-bidang yang memerlukan logika umum yang meluas seperti manajemen, menjadi komandan, atau birokrat.


Memilih Profesi Sensing

Mesin Kecerdasan Sensing

SEKOLAH :
kedokteran, keuangan, perbankan, jasa, sejarah, bahasa, administrasi, komputer, kesekretariatan, perpustakaan, kemiliteran, jurnalistik, ketatausahaan, perhotelan, perdagangan, pertanian, kehutanan, biologi, olahraga, keartisan, manufacturing, pilot, pramugari, fotografi, performance, pelayaran, salesmanship, animasi, dll

KARIR :

dokter, bankir, sejarawan, administratur, birokrat, operator, sekretaris, polisi, tentara, wartawan, pegawai swasta, pedagang, agribisnisman, peneliti, atlit, penyanyi, aktor/aktris, staf umum, pekerja pabrik, security, pilot/driver, pramugari, pelukis naturalis, fotografer, cameraman, presenter, model, penari, peladang, petani, peternak, pelaut, salesman, animator, pekerja lapangan dalam berbagai sektor.


Ciri Kepribadian Sensing

Dalam Keseharian Kepribadian Profil Orang Sensing, sebagai berikut :

  • Berpijak pada yang nyata dan aktual
  • Mengolah informasi berdasarkan panca indera
  • Lebih berminat pada aplikasi praktis
  • Faktual dan memperhatikan detil
  • Menguraikan peristiwa secara urut
  • Orientasi pada masa kini
  • Menyerap gagasan secara bertahap
  • Menyukai kesempatan untuk praktek
  • Mengandalkan pengalaman
  • Pola bicara yang jelas dan teratur
  • Pikiran yang terangkai – satu diikuti yang lainnya
  • Berpikir linear, menggunakan fakta dan contoh yang jelas
  • Menggunakan bahasa sebagai alat komunikasi
  • Lebih memahami tubuhnya
  • Tertarik pada pekerjaan yang membutuhkan kepraktisan
  • Menyukai cerita non fiksi
  • Memasukan detail dan fakta
  • Mengingat masa lalu dengan akurat
  • Cenderung mendengar sampai lengkap
  • Langsung menuju sasaran

Ciri kepribadian Sensing introvert (Si) :

Kepribadian yang penuh dengan ambisi namun mudah patah, seperti barang getas. Mesti didekati dengan rendah hati. Kepribadian yang sepertinya sukar ditaklukkan dan selalu ingin bersaing dengan orang lain namun pada saat yang sama menjadi pribadi yang penurut. Semua orang dijadikan sebagai sparring namun berjiwa pesiar yang senang jalan-jalan. Dan sepertinya tanpa sadar teman perjalanannya diposisikan sebagai pesaing. Sebenarnya jenis ini sangat pandai menyelesaikan problematika sayangnya orangnya cepat berubah dan mudah gelisah. Kehebatan utamanya adalah kemampuannya untuk merangkum, cuma saja lucunya terkadang ia ‘blank’ atau kosong. Ada masa-masa dimana ia seperti kosong menatap benda tanpa makna. Memiliki kemampuan untuk mengenali benda-benda fisik yang nyata disamping anehnya ia memiliki kemampuan telepatis pada hal yang tidak nyata. Sangat berbakat untuk menjadi aktor atau aktris karena kemampuannya untuk unjuk kebolehan, dan seringkali tanpa sadar ia sedang menghalalkan segala macam cara untuk unjuk kebolehannya tadi. Wah orang tipe ini uletnya bukan main, tapi aduh bawelnya minta ampun.

Ciri kepribadian Sensing extrovert (Se) :

Kepribadian yang seperti berkelamin ganda. Terkadang kokoh seperti laki-laki dan terkadang sangat manja seperti perempuan. Perempuan jenis ini kalau sudah menjanda akan cenderung menjadi single parent karena merasa tidak perlu orang lain, kewanitaannya dan kelaki-lakiannya seperti sama-sama ia miliki. Berjiwa petualang yang ingin pergi menjelajah semua dunia namun hatinya kerdil sering minder. Hebat dalam hal bersilat lidah namun punya kekuatan sebagai pendamping yang menyenangkan. Pembawaan sehari-harinya kalem, lembut, seperti seorang pemalas namun sesekali ia akan menjadi petir yang sangat kuat. Sosok yang begitu dermawan namun ia tidak akan menghabiskan semua hartanya karena ia selalu mau menyiapkan belanja untuk bersenang-senang. Mereka jenis penikmat yang tiada tandingannya. Dalam hal kemampuan mengingat keadan secara kronologis mereka ahlinya dan itulah yang menjadi kekuatan dia untuk berdialog bahkan hingga debat kusir dengan lawan bicaranya. Kepribadian pekerja yang tangguh, namun mereka tidak suka bekerja dalam suasana ketidakpastian. Mereka termotivasi dengan adanya kepastian. Meski ia jenis pendamping yang setia namun jika sudah dilukai adalah jenis kepribadian yang segera memutuskan untuk minggat. Jika dicederai akan mudah kabur.