METAPERSPEKTIF

Sekarang kita bahas tentang Intuiting introvert. Mesin Kecerdasan nya intuition atau Intuiting dengan drive introvert. Jadi Intuitingnya, yang dibawa dari dalam keluar. Karena ciri khas orang Intuiting itu adalah vertikal, itu mengapa orang Intuiting introvert itu, membawa dari dalam keluarnya, keluarnya itu ketempat yang lebih tinggi. Itu mengapa orang Intuiting introvert punya kecenderungan ingin mentransformasikan dirinya, fikirannya ataupun idenya kepada level yang lebih tinggi, kepada perspektif yang lebih tinggi, orang menyebutnya metaperspektif.

TRANSFORMASI IDE

Nah, orang Intuiting introvert menyukai sesuatu, yang bermimpi dengan hayalan diatas realitas yang bisa dia jangkau. Orang yang sangat vertikal (melangit), di drive dari dalam keluar, keluarnya itu kearah yang lebih tinggi, itu mengapa orang Intuiting introvert memiliki kemampuan mentransformasi kepada metaperspektif.

Yang dimaksud dengan mentransformasi itu adalah: dia bukanlah jenis orang yang bertransaksi, hitung-hitungan, mentransformasi itu adalah memindahkan dari satu ide menjadi ide yang lebih cemerlang, dari sebuah gagasan menjadi gagasan baru yang lebih dahsyat, dari sebuah produk menjadi produk baru yang memiliki value added (nilai tambah) yang lebih tinggi, itulah yang disebut mentransformasikan.

TERTANTANG HAL BARU

Dan secara unik pada orang Intuiting introvert ini, dia punya kegemaran untuk tertantang menangani masalah-masalah baru, masalah-masalah yang asing, dia bukanlah jenis orang yang terstatus quo dengan persoalan-persoalan lama, persoalan-persoalan lokal. Dan orang Intuiting introvert ini cenderung bukan orang lokal. Dia memiliki sesuatu, yang sesuatu itu menjelajah kesana kemari begitu tingginya, orang langit yang terbang setinggi-tingginya, dan ketika dia pergi ke level yang lebih tinggi itupun, dia kerap mencari masalah-masalah baru, dia mencari masalah-masalah asing.

Bagaimana terjemahannya dalam kehidupan sehari-hari, yaitu misalnya : wajar kalau orang Intuiting introvert ini dia akan menyukai kawin dengan orang yang bukan satu suku, bukan dari daerahnya, karena dia menggunakan metaperspektif tadi, menggunakan perspektif yang lebih tinggi.

Seseorang yang berasal dari, katakanlah Semarang, kemudian dia memiliki pertimbangan bahwa Jakarta itu lebih tinggi dari pada Semarang budayanya, maka dia dari Semarang lebih senang dikawini oleh orang Jakarta, atau orang Jakarta menganggap bahwa Singapore lebih tinggi, New York lebih tinggi, maka dia lebih senang dikawini oleh orang Singapore dan orang New York.

ANTI KEMAPANAN

Nah, orang Intuiting introvert pergi lebih jauh melampaui situasi lokal dan dia menyukai hal-hal yang asing. Karena menyukai hal-hal yang asing inilah, itu mengapa orang Intuiting introvert ini seperti anti kemapanan, begitu reformis, menyukai perubahan dan kerap dia berubah dari satu topik ke topik yang lain, dari satu ide ke ide yang lain, dari satu masalah ke masalah yang lain, sepanjang keseluruhannya itu adalah membuat dia, ditarik keatas. Intuiting introvert selalu ingin pergi naik terbang tinggi keatas, dan apapun yang menjadi pencetus untuk dia naik keatas itu adalah menjadi makanannya.

HOLISTIK YANG TERKONSEP

Sesungguhnya cara kerja otaknya orang Intuiting introvert ini bukanlah jenis orang yang terspesialisasi kepada satu jenis fikiran tertentu, dia lebih merupakan hole brain, keseluruhan yang sedang mempolakan sesuatu. Jadi Intuiting introvert ini punya kemampuan berfikir lebih komprehensif, meskipun pasti akan kalah dengan orang Insting, dia bisa berfikir holistik, meskipun akan kalah dengan orang Insting.

Tetapi holistiknya dan komprehensifnya orang Intuiting introvert ini menggunakan konsep, menggunakan standar dilevel yang lebih tinggi, menggunakan metaperspektif tadi, sehingga dia bergerak di level yang lebih atas, bukan terspesialisasi, tetapi dia menggunakan hole brain yang mentransformasi dan mempolakan fikiran kepada peringkat tertentu.

PERCAYA DIRI YANG TINGGI

Jadi, wajar kalau orang Intuiting introvert itu, kalau wajahnya skornya tujuh, maka dia merasa dirinya sepuluh. Dia over pede, atau kepedean, bahkan dalam hal punya kemampuan managerialship, kepemimpinan, orang Intuiting introvert selalu mengukur dirinya lebih tinggi dari orang lain. Jadi ketika dia memilih pasangan, maka dia bukan memilih pasangan yang skornya tujuh sesuai dengan realitas wajahnya dia. Tidak! Dia akan memilih yang skornya sepuluh dan dia pede untuk mengejar itu. Boleh jadi pasangannya setuju juga karena kemampuan berfikir dia itu adalah beyond (melewati) dari realitas yang ada.

MENCIPTA UNTUK KEPUASAN

Orang Intuiting introvert ketika dia memproduksi sesuatu, maka keluar produksi seni untuk seni, bukan seni untuk pasar (seperti Intuiting extrovert), yang paling penting buat dia adalah memuaskan mimpinya, memuaskan hayalannya, memuaskan imajinasinya, tidak peduli apakah orang lain suka atau tidak suka, yang penting dia merasa bahwa dia telah mencapai sebuah tingkat kesenian pada level tertentu, yang dari hari kehari menjadi lebih tinggi.

Karena itulah Intuiting introvert seperti ini bagusnya diberikan peran yang sangat memerlukan daya artistik dengan daya jelajah yang kuat, pada level yang lebih tinggi, ini trendsetter dikelas atas. Orang Intuiting introvert yang paling jago dalam hal ini.

DISORIENTASI

Kebiasaan dia karena menyukai persoalan-persoalan baru yang masih asing itulah yang membuat orang Intuiting introvert sepertinya cenderung bosanan terhadap situasi kekinian, berbeda sekali dengan orang Sensing extrovert, yang memanfaatkan momen kekinian.

Ini juga yang kerap kali menjadi penyebab, mengapa orang Intuiting introvert itu kerap kali terpapar oleh disorientasi kerja, disorientasi fikiran, termasuk kepada disorientasi seksual, yang bagusnya dia berpasangan laki dengan perempuan menjadi laki-laki dengan laki-laki tidak ada masalah, perempuan dengan perempuan tidak ada masalah. Sudah diberikan tempat didepan sudah bagus, dia cari lagi dibelakang, karena disorientasi tadi, dia menyukai masalah-masalah asing.

Memang, kebetulan faktanya sering kali terjadi, kita perhatikan kalau orang Intuiting introvert yang laki-laki, tindak tanduk gerakan badannya seperti kemayu, yang perempuan seperti macho, tomboy, ini terjadi pada Intuiting introvert. Jadi masa kecil dari kita, anak kita yang Intuiting introvert ditandai dengan seperti ada disorientasi yang berbeda.

AGEN PERUBAHAN

Dimana kehebatan yang sesungguhnya pada orang Intuiting introvert ini yang tidak bisa dilampaui oleh orang lain yaitu adalah dia menanjak naik keatas begitu cepatnya, sering kali malah orang yang dibawa itu agak ketinggalan dan keteteran, maka kalau dia menjadi CEO, CEO nya sudah pergi kemana, bawahannya masih dimana, ini sering kali terjadi.

Bagaimana caranya orang Intuiting introvert ini untuk berkembang jauh, dia memang sangat bagus diletakkan di kalau perusahaannya itu atau bisnisnya itu sangat kuat di riset, sangat kuat di pengembangan produk, karena riset dan pengembangan produk ini cocok sekali ditarok orang Intuiting introvert yang dengan metaperspektifnya itu dia melampaui zamannya, melampaui realitasnya yang ada saat ini. Nah, Intuiting introvert  itu adalah agen perubahan.


ASSEMBLY IDEA

Mari kita bicarakan tentang Intuiting extrovert. Mesin Kecerdasan nya Intuiting, drive nya adalah extrovert, yang membawa dari luar ke dalam. Sebetulnya dirinya sendiri sudah introvert, introvert itu artinya sudah kreatif, tetapi dia masih membawa lagi kreatifitas-kreatifitas dari luar untuk masuk kepada dirinya, nah karena itulah kemudian orang Intuiting extrovert ini tidak bisa tidak, dia memang harus mengexplorasi dari berbagai macam kreatifitas, di polakan dengan cara tertentu, untuk melahirkan sebuah kreatifitas baru. Itu mengapa saya menyebutnya orang itu intuiting extrovert seperti seorang assembler ide, bukan assembler teknis.

Intuiting extrovert adalah assembler idea (perakit ide). Ide dirinya punya, dari luar masih di invite oleh dia, masuk pada dirinya, kemudian dari sekian banyak ide yang ada itu, dia polakan, dia compile, dia peras-peras, dia kocok-kocok sampai kemudian keluar ide baru yang hasil assembling, hasil merging dari beberapa ide yang ada.

ABSORB IDEA

Karena drivenya extrovert, itulah mengapa orang intuiting extrovert, masih punya daya untuk meng-absorb (menyerap) ide dari luar. Dia seperti mangkok yang terbuka, yang setiap saat bisa menerima “koin” masuk dan “koin” itu adalah koin ide, yang di tampung oleh dia.

Ide itu tidak pernah di sekat dengan pintu yang tebal, justru malah orang Intuiting extrovert adalah open untuk memasukkan banyak ide. Sehingga memiliki banyak kemungkinan, itu juga yang membuat salah satunya mengapa orang Intuiting itu kebanyakan alternatif, kebanyakan pilihan, kebanyakan ide.

SULIT MENENTUKAN ARAH

Karena kebanyakan alternatif, kebanyakan ide, kebanyakan pilihan inilah yang membuat Intuiting extrovert punya kelemahan di dalam direction (arah) yaitu sulit menentukan kemana arah perginya, sulit menentukan ide yang mana yang akan dipakai.

Itulah yang menjadi alasan kenapa orang Intuiting di taklukan oleh orang Thinking. Dimana orang Thinking kelebihannya adalah menentukan direction. Sementara orang Intuiting selalu mempersepsi secara terbuka dari segala kemungkinan ide yang masuk, sehingga menjadi banyak alternatif, banyak pilihan, dan dia tidak kunjung bisa menetapkan arah mana yang dia akan tuju. Itulah kelemahan Intuiting extrovert.

MENYEBRANG LAUTAN IDE

Kalau Intuiting introvert, dia adalah seni untuk seni, sehingga pasti unik, pasti asing.

Orang Intuiting extrovert punya sisi ekstrim yang lain yaitu adalah karena di dalam otaknya dia memiliki intensitas energi yang besar. Dan intensitas energi yang besar itu, tentu saja di gunakan menjadi pemimpin di dalam kepalanya, ketika yang menjadi pemimpin itu adalah Intuiting, Intuiting itulah yang kemudian akan di beri energi oleh dia sehingga orang intuiting extrovert sangat ekstrim dalam hal punya kemampuan menyebrang lautan ide yang seluas-luasnya, lautan seluas apa pun bisa di seberangi olehnya kalau di situ dia menemukan ide yang akan di tempuh. Nah, jadi dengan adanya otak yang bekerja dengan intensitas energi yang besar, membuat orang Intuiting extrovert itu mampu menyebrangi lautan ide, mampu menyebrangi konteks kekinian, mampu menyebrangi anti kemapanan yang begitu tebal.

KAWIN LARI

Maka dalam urusan percintaan secara gampangnya, orang Intuiting extrovert ini bisa juga mudah untuk kawin lari, kalau dia sudah ketemu sama pasangannya yang cocok, orang tuanya enggak setuju, karena bagi dia, itu adalah bagian dari penyebrangan ide, ya dia kawin lari saja, dan dia tidak peduli dengan sekitarnya, karena dia bersedia menyebrang melintasi budaya yang eksis pada saat itu, melintasi momen kekinian. Itulah yang terjadi pada orang Intuiting extrovert.

Jadi orang Intuiting extrovert memiliki energi yang tinggi untuk mengexpresikan idenya, mencari ide yang lebih brillian, kalau pun dia harus menyeberang lautan, meninggalkan orang tuanya, maka akan di lakukan oleh orang Intuiting extrovert, ini dari segi ide.

ANAK MAMI

Orang Intuiting extrovert itu adalah di antara semua personality genetik, dia yang paling anak mami. Jadi, dia mungkin boleh bersedia bersebrangan dengan bapaknya, tetapi dia sulit untuk bersebrangan dengan ibu nya, karena dia anak mami. Dia home seek kalau lama tidak bertemu dengan ibunya. Jadi penyebrangan itu mungkin dalam banyak hal, kecuali ketika dia harus bersebrangan dengan ibunya, sulit baginya untuk berseberangan dengan ibunya.

PENCIPTA PASAR (TREND)

Menariknya orang Intuiting extrovert ini adalah dia menciptakan seni untuk pasar, karena dia menciptakan seni untuk pasar, maka cenderung produk dan isi pikirannya itu kepake, yang jadi masalah adalah ketika sebetulnya menurut sudut pandang orang lain sudah ketemu idenya yang bisa di terima pasar tetapi lebih banyak persiapan, lebih banyak mencari alternatif yang lain, “betul gak ya yang ini, atau yang ini, atau ini”.

Ini lah yang membuat begitu masuk berpikirnya cara Thingking, itu akan menyempurnakan orang Intuiting extrovert yang kebanyakan persiapan dan kebanyakan alternatif. Karena sebetulnya di antara sekian banyak pilihan ide dia pun, sebetulnya sudah berorientasi pasar, sehingga kemungkinan untuk berhasilnya kuat, karena dia sudah mampu mempelajari situasi sekitarnya karena drivenya yang extrovert  (dari luar menuju ke dalam),. Jadi apa yang berkembang ide di masyarakat itu, dia bisa invite masuk ke dalam dirinya, di olah menjadi pertimbangan bagi dia.

INTENSIFIKASI BISNIS

Mudah bagi Intuiting extrovert untuk menambah keberhasilannya di dalam dunia bisnis, yaitu adalah dengan jalan intensifikasi, bukan ekstensifikasi (pada orang Intuiting introvert). Kenapa? Karena dari sekian banyak alternatif, menemukan satu saja dia kebanyakan pertimbangan, begitu satu udah ketemu, udah fokus aja. Maka intensifikasi lah disitu, perbesar skalanya disitu, dengan jalan menaikkan volume, tetapi sekaligus yang paling penting, karena dia Intuiting extrovert yaitu adalah meningkatkan margin, menjaga margin yang besar tadi, di perbesar volumenya atau skalanya, itu caranya orang Intuiting extrovert dalam menaikan level bisnisnya.

JANGAN SELINGKUH PROFESI

Jadi, dia memperbesar skala artinya jangan berselingkuh kepada profesi yang lain, maka wajar kalau orang intuiting suka bisnis dia akan enggan kepada politik, itu sudah betul cara pertimbangan seperti itu. Bahkan bukan hanya itu. Pakemnya adalah kalau dia sudah berbisnis produk A maka jauhilah dia berpikir untuk berbisnis produk B sebelum A nya ini mapan, sebelum A nya ini jadi, sudah di exploitasi atau di optimasi secara maksimal. Kecuali kalau dia mengatakan : “oke yang A ini sudah jenuh dia harus men develope sebuah produk baru”, maka produk baru B itu harus dengan “mainan baru” yang di persiapkan sebagaimana yang pertama tadi, di siapkan secara matang, di telateni sampai jadi dan akhirnya teroptimasi sampai mentok juga bisnisnya.

SUKA PERUBAHAN

Nah, Intuiting extrovert meskipun dia adalah agen perubahan yaitu perubahan yang berorientasi kepada pasar, perubahan yang di lakukan  oleh orang Intuiting extrovert ini duduknya lebih nyaman, bisa lebih perubahan yang dilakukan dengan situasi yang lebih empuk, meskipun begitu, tetapi sejatinya yang namanya orang intuiting selalu berorientasi vertical. Dimana anak buahnya sering kali menjadi musuh dan tantangan yang paling besar karena mereka tidak mengerti bahasa pimpinan yang intuiting tadi, sehingga kemudian menjadi masalah. Anak buahnya merasa tidak terlibat dan tidak memiliki sense of bilonging.


Tulisan ini terinspirasi dari curhatan seorang teman Sensing yang memiliki masalah Asam Lambung. Asam lambung merupakan senyawa yang memiliki rumus kimia HCl atau asam klorida. Senyawa ini bersifat asam. Kadar HCl dalam asam lambung adalah sekitar 0,5 persen dari total getah lambung. HCl berfungsi sebagai disinfektan atau pembunuh kuman dan mengubah pepsinogen menjadi pepsin. HCl juga merangsang usus, hati, dan pankreas untuk mencerna makanan.

Asam lambung berfungsi membunuh bibit penyakit yang masuk ke dalam tubuh bersama-sama dengan bahan makanan. Pada dinding lambung terdapat lendir yang disebut mukus yang berfungsi melindungi lambung. Namun, apabila jumlah lendir terlalu sedikit, atau sebaliknya asam lambung terlalu banyak, maka dapat terjadi luka pada dinding lambung.

Mereka yang Mesin Kecerdasan nya Sensing, organ tubuhnya Lambung, memiliki Kehebatan pada PANCA INDERA yaitu Penglihatan, Pendengaran, Penciuman, Peraba, dan Pengecap. Dari lima panca indera tersebut saya akan bahas Indra Pengecap yang bertempat di Lidah dan hubungannya dengan asam lambung/lambung.

Ciri orang Sensing suka bersenang-senang, suka dengan kepraktisan, inilah yang mendorong mereka senang makan junk food, atau cemilan, makan di restoran. Pengecapnya, Lidahnya orang Sensing itu sensitif, sehingga senang makanan yang Gurih-Gurih, yang bumbunya berasa, atau pakai penyedap, tidak hambar, praktis cepat siap (junk food). Ada kalanya juga orang Sensing yang pengecap dan penciumannya sangat peka, sensitifitasnya tinggi, menjadi tidak suka dengan makanan yang tajam aroma makanannya atau bumbunya atau penyedapnya. Bahkan pada wanita Sensing yang sedang hamil, mencium aroma makanan/bumbu bisa merangsang rasa mual dan ingin muntah, karena tajamnya indera penciumannya. Kesenangan akan yang gurih-gurih membuat orang Sensing tidak begitu suka makan sayur, karena sayur gak ada rasanya (hambar). Membuat orang Sensing jadi pemilih kalau soal makanan. Ciri lainnya orang Sensing senang yang pritilan, yang kecil-kecil tapi volumenya banyak, sehingga dia lebih memilih cemilan, makanan yang praktis, dibandingkan makan nasi dengan lauknya, karena penyedap cemilan sangat berasa enak di lidahnya dibandingkan nasi putih dan kawan-kawan.

Tapi masalahnya, cemilan tidak memberi manfaat bagus pada lambung. Cemilan tidak memberi manfaat kenyang pada lambung, sehingga lama berhenti ngemilnya. Akibatnya asam lambung orang Sensing yang seharusnya dikeluarkan untuk memproses makanan dilambung tidak tergunakan sepenuhnya.

Asam lambung yang tidak tergunakan tadi menyerang dinding lambung, dalam jangka panjang, lambung menjadi luka, sehingga berasa perih ketika makan sesuatu yang asam-asam seperti mangga, nenas, cabai, durian, dll. Kebiasaan ini berakibat buruk pada organ Lambungnya.

[quote_box_center]Orang Sensing kebanyakan punya masalah pada lambung yakni Asam Lambung, dan Masuk Angin karena perutnya kosong sebab tak mau makan, maunya cemilan terus.[/quote_box_center]

Ciri lain dari Sensing adalah rasa cemas. Orang Sensing mudah cemas ketika ada masalah baru, yang belum pernah dialami, rasa cemas ini menjadikan mereka jadi tidak selera makan, akhirnya asam lambung naik dan ujungnya kena maag.

Anak sensing yang gak mau makan dirumah, bukan karena susah makan, orang tua acapkali mengatakan “anak saya gak mau makan”, bukan tidak mau makan, tapi masakan emaknya gak enak di lidahnya si anak. Suami yang sensing gak mau makan dirumah, senangnya beli nasi bungkus, senangnya makan di kedai/restoran, bisa jadi karena masakan istrinya gak enak di lidahnya suami. Istri yang Sensing malas masak dan makan dirumah, bisa jadi karena sadar masakannya kurang enak. Kurang kreatif dalam menciptakan makanan yang enak. Tapi pengen makan yang enak.

Solusinya bagaimana.

Latih diri untuk Bersyukur. Makan saja apa yang ada, yang penting menyehatkan, gak usah banyak milih. Sebab, banyak orang yang sulit untuk mendapatkan makan, sementara anda sulit memilih makanan. Agar datang rasa syukur di hati sehingga mau makan karena kebutuhan untuk hidup, karena kebutuhan untuk lambung, bukan karena rasa nya yang enak di lidah. Makanlah untuk kebutuhan Lambung anda, bukan untuk kebutuhan Lidah anda. Sayangi lambung anda. Karena makanan itu lebih lama dilambung dibandingkan di lidah.

[quote_center]Makanlah untuk kebutuhan Lambung, bukan untuk menyenangkan Lidah[/quote_center]

Semoga tips ringan ini bermanfaat bagi orang Sensing yang memiliki masalah asam lambung.

Bagi anda yang belum tau Apa Mesin Kecerdasannya, ayo Tes Sidik Jari STIFIn – Tes Minat Bakat


Intisari Aplikasi 5 Mesin Kecerdasan STIFIn

STIFIn ini sangat aplikatif dan bisa di implementasikan dalam semua bidang. Ambil contoh manfaat Tes STIFIn ini berkaitan dengan pendidikan. Kalau kita punya anak, anak kita ini mau di sekolahin. Maka yang pertama kali kita harus memutuskan anak ini mau di sekolahkan di sekolah umum, sekolah alam, ataupun di sekolah khusus.

SEKOLAH

Maka kalau menggunakan kerangka STIFIn menjadi lebih mudah. Kalau dia Mesin Kecerdasannya Insting, yang serba bisa, generalis, yang berpikirnya holistik, berpikirnya komprehensif, masukkan di sekolah umum saja. Karena memang semua yang dipelajari itu akan bisa di terima dengan baik karena dia seorang yang generalis, cara berfikirnya deduktif yang dimulai dari pangkal dulu.

Sedangkan kalau yang lainnya diluar Insting. Terutama mereka yang Mesin Kecerdasannya sebelah kanan yaitu orang Feeling dan Intuiting, dia ada di sekolah alam lebih bagus, karena dia memerlukan ruangan kelas yang justru tidak ada batasnya, merupakan hamparan, sehingga dia bisa langsung berinteraksi dengan sesuatu yang tanpa batas berada diluar, dan itu adalah cara berfikir cara kanan, maka Mesin Kecerdasan Intuiting dan Feeling bagus kalau dia masuk disekolah alam. Karena alamlah tempat dia belajar.

Sementara untuk orang yang Mesin Kecerdasannya berada di Kiri, yaitu Sensing dan Thinking, ketika ia masuk di sekolah khusus, sekolah unggulan itu akan lebih bagus. Karena dia, orang Sensing kuat dengan memorinya dan orang Thinking memang dia senang membaca, kedua duanya ketika di berikan PR yang banyak, ditantang untuk juara kelas, maka memang makanan mereka sehari-hari. Ini sebagai contoh.

PROFESI

Demikian juga ketika kita berbicara tentang pemilihan profesi. Ada jenis orang yang memang profesinya bagus memilih sebuah profesi tertentu yang memerlukan kedalaman, cocok untuk Mesin Kecerdasan Thinking introvert. Personality genetiknya Thinking introvert karena ia seorang pakar, seorang expert, dia bisa sangat mendalam menguasai sesuatu. Mengapa kalau menjadi engineering, konstruksi, riset yang begitu mendalam bahkan menjadi  dokter bedah yang sangat spesialis, ini sangat cocok untuk Mesin Kecerdasan Thinking dan Sensing. Pendek kata profesipun menjadi lebih mudah di tata, dikelola dan dicapai, diraih ketika kita mengenali STIFIn.

Mesin Kecerdasan Sensing berdagang bagus sebetulnya untuk dia, karena dia jenis orang yang menggunakan ototnya, keringatnya, kerajinannya, keuletannya, daya jelajahnya yang luas, untuk mempermudah dia menghidupkan networkingnya menjadi jaringan perdagangannya. Dia membeli dengan modal tertentu, menjual dengan untung yang sedikit, yang penting volumenya banyak.

Mesin Kecerdasan Intuiting, perdagangan mungkin kurang menarik, dia lebih senang dengan jenis usaha. enterprise yang jauh lebih besar, dia berbicara mengenai margin, value, dia seperti butik. Maka kalau ia pergi ketanah abang, barang dari tanah abang itu musti di upgrade terlebih dahulu, diberi nilai tambah dulu baru kemudian masuk ke butiknya dia. Itulah cara kerjanya orang Intuiting. Orang Intuiting akan perduli dengan margin, dia memilih segala sesuatu yang ada kelasnya.

Orang yang Mesin Kecerdasan Thinking bagus di dunia manufacturing. Orang yang Mesin Kecerdasan Feeling bagus memilih profesi yang selalu berkaitan dengan orang, dia berada dipersonalia, humas, marketing, bahkan politisi karena dia punya bakat sebagai seorang pemimpin. Orang yang Mesin Kecerdasannya Insting, dia adalah jenis orang yang kemampuan berkorbannya, charitynya, tolong menolongnya kuat, mengapa dia sangat cocok menjadi aktifis. Dia bersedia keberadaan dirinya itu berguna bagi orang lain, merupakan peranannya dia, rule nya dia, merasa eksistensinya kepake kalau justru dia merasa digunakan, terpake oleh orang lain.

MENGENAL DIRI

Jadi, mengenali diri sendiri menggunakan sudut pandang STIFIn ini sungguh-sungguh akan membuat amat sangat simple. Mengapa kemudian Sayidina Ali mengatakan :

“Memang sangat sukar orang untuk mengetahui jati dirinya, tapi begitu dia tahu tentang jati dirinya, ada tiga hal yang didapat , yaitu dia akan mengenal Allah, dia akan dirahmati Allah, perjalanannya diberkahi Allah, dan dia pasti survive, dia tidak akan binasa” kata Sayidina Ali.

Mengetahui tentang siapa diri anda sesungguhnya itu adalah merupakan kewajiban, supaya anda tahu bagaimana caranya bersyukur kepada Allah dan mengetahui kelemahannya kita jadi tahu bagaimana caranya bersabar dengan Allah.

Menggunakan ilmu yang benar ketika bersyukur dan bersabar itu merupakan ilmu yang baik. Dan STIFIn bisa menjadi salah satu referensi anda untuk bisa menggunakan ilmu yang tepat sehingga bisa tahu caranya bersyukur dan bersabar.

HUMAN RESOURCE

Berkaitan dengan birokrasi, anda tahu bagaimana cara merekrut orang, orang yang seperti apa yang dipilih. Sekarang orang berbicara menggunakan ijazah, kemudian menggunakan pengalaman kerja, kemudian menggunakan tes-tes yang sekarang ada. Tetapi, siapa yang cocok untuk posisi ini, siapa yang cocok di posisi ini, saya kira STIFIn bisa membarikan masukan yang sangat telak dalam proses rekruitmen, proses placement, proses retensi, proses imbal jasa, proses bagaimana menata karir mereka, proses bagaimana mempersiapkan orang akhirnya menjadi pemimpin, lewat jalur mana, dengan cara mana. Kalau kita tahu mengenai jenis Kecerdasannya akan menjadi lebih mudah.

Misalkan contoh dalam dunia karir.

Peluang untuk menjadi CEO memang lebih banyak ada pada orang yang Mesin Kecerdasan Thingking, tapi semua tipe yang lain boleh. Sama juga peluang untuk menjadi pengusaha, lebih bagus orang yang Mesin Kecerdasan Intuiting. Tapi semua orang boleh. Jadi politisi paling berpeluang adalah Mesin Kecerdasan Feeling, tapi semua boleh. Demikian juga bidang yang lain.

CEO paling bagus orang Thingking, tapi orang Sensing juga boleh, yaitu dengan kerajinannya dia, ke detailannya dia, kemampuan dia untuk bergerak kesana kemari mengeluarkan keringat untuk tidak lelah menghubungi ini, mengkontak ini, mempersiapkan ini, memastikan ini, memanage ini, itu adalah bagian dari cara orang Sensing untuk menjadi seorang Retail Leader, seorang pemimpin retail, detail, sehingga kemudian tidak ada area, wilayah yang kosong yang dia tidak pastikan. Bisa orang Sensing jadi CEO, tapi harus menggunakan caranya yang sesuai dengan Mesin Kecerdasan nya. Demikian juga dengan Mesin Kecerdasan yang lain.

POLITIK

Jadi ini adalah sebuah konsep yang memang sangat anda perlukan. Sebuah Tes yang memang sangat anda perlukan. Ambil contoh di bidang Politik, seorang Jokowi berhasil, diantaranya, salah satu faktornya karena wakilnya Ahok. Jokowi orang Thinking, Ahok orang Sensing. Sensing dalam Teori Hubungan Segi Lima STIFIn atau Teori Sirkulasi STIFIn (lihat Gambar), orang Sensing mendukung Thinking. Sehingga Ahok menemukan jati dirinya, karena dia memberi, mengabdi, mendukung orang Thinking, Thinking menjadi besar. Nah satu kesatuan ini bersinergi dengan cara yang baik. Sehingga kemudian tanpa sadar masyarakat memilih sebuah paket yang duduknya sudah betul.

Nah, ini terjadi bukan saja pada bidang politik, demikian juga di birokrasi, bisnis. Anda mau cari tangan kanan yang seperti apa? Nah, belajarlah hubungan Segi Lima STIFIn ini.

MEMILIH JODOH

Bahkan dalam urusan rumah tangga. Bagi anda yang belum berumah tangga, bagaimana caranya memilih pasangan yang baik, ikutlah hubungan segi lima STIFIn ini. Karena anda bisa mencari pasangan : mendapatkan cinta yang tinggi tetapi konfliktik, atau ada caranya mendapatkan rasa hubungan sayang yang tingggi tetapi tidak konfliktik. Jadi tinggal di pilih mau pakai konsep yang mana, yang anda mau pakai. Mau makan cinta, hiduplah dengan orang Feeling. atau Mau harmonis, atau mau banyak dinamikanya di dalam hubungan itu, anda tinggal pilih mau yang mana.

PASANGAN SUAMI ISTRI

Nah, termasuk di dalam STIFIn Couple (Pasutri), kita bisa membantu bagi suami istri yang sudah terlanjur hubungannya kurang pas, maka bagaimana cara mengatasinya ikut kepada bagaimana Mesin Kecerdasan nya.

Demikian juga dengan Parenting, ibu dengan ayah bagaimana mendevelop anaknya, membimbing anaknya, menggembleng anaknya supaya sesuai, maka STIFIn adalah cara yang paling baik untuk bisa membesarkan anaknya. Adakalanya anak tertentu bagus di support oleh ayahnya. Adakalanya anak tertentu bagus di support oleh ibunya. Maka STIFIn bisa ikut membantu di dalam menyelesaikan masalah ini.

Kesimpulan

Terakhir adalah, dari apa yang telah di uraikan ini. Karena manfaatnya sangat besar. Era kedepan ini akan menjadi Eranya STIFIn. Paradigma masyarakat ke depan akan ditentukan oleh adanya kontribusi besar dari Konsep STIFIn ini. Maka saya menghimbau anda Jangan Ketinggalan Zaman, Era STIFIn sudah mulai terbuka dan sudah mulai digunakan, dibincangkan, dipake, dirujuk oleh banyak orang, maka saya menghimbau untuk anda segera Tes STIFIn. Dan bacalah berbagai buku buku yang berhubungan dengan Konsep STIFIn.


Tes STIFIn apakah perlu ? Apakah kita memerlukan Tes IQ ? Pasti jawabannya adalah perlu. Tapi, sesungguhnya ada yang terlebih dahulu perlu dilakukan sebelum Tes IQ yaitu Tes STIFIn. Kenapa? Karena Tes IQ adalah Mengukur Kapasitas untuk mengetahui seseorang berada di peringkat yang mana, peringkat buruk, menengah ataupun baik, maka itu di ukur menggunakan Tes IQ. Sedangkan untuk mengetahui Jenis Kecerdasan seseorang maka itu diukur menggunakan Tes STIFIn. Jadi sesungguhnya adalah melakukan Tes STIFIn terlebih dahulu itu lebih diperlukan sebelum Tes IQ. Setelah mengetahui apa Jenis Kecerdasannya, maka baru kemudian bisa diikuti dengan Tes IQ untuk mengukur kapasitasnya.

Tes STIFIn sebagai sebuah alat tes memilki tiga keunggulan, yaitu  1. Simple, 2. Akurat dan 3. Aplikatif.

1. SIMPLE

Tes STIFIn simple karena hasil Tes STIFIn ini kesimpulannya clear, dia jelas, dia menentukan satu jenis kecerdasan tunggal yang direkomendasikan untuk menjadi panduan di dalam pembinaan. Yang satu itu adalah tingal melihat dari hasil tesnya, satu diantara 5 Mesin Kecerdasan atau satu diantara 9 Personality Genetic. Tidak ada Mesin Kecerdasan (MK) yang keenam dan tidak ada Personality Genetic (PG) yang kesepuluh.

[pull_quote_center]Jadi simple, setiap orang tinggal ditentukan apa salah satu diantara 5 Mesin Kecerdasan atau 9 Personality Genetic nya. [/pull_quote_center]

Mengapa disebut Personality Genetic ? Karena ini adalah jenis personality yang tidak akan berubah mulai dari lahir sampai kemudian meninggal, meskipun jenis genetiknya adalah genetik non hereditary, tapi dia permanen, menetap sebagai sebuah personality.  Personality Genetik ada 9 menurut Konsep STIFIn.

2. AKURAT

Tes STIFIn mengapa disebut akurat ? Kita bisa melihat dari hasil risetnya bahwa validitasnya sangat baik, realibilitasnya juga sangat tinggi. Ketika tes ini diulang, maka kecenderungan hasilnya adalah sama, diantara 343 orang yang di tes ulang setelah sebulan hanya ada 4 orang yang berubah. Jadi, itu artinya persentasinya kecil sekali. Sejelek-jelek atau seburuk-buruknya adalah pada angka 5% yang kemungkinan bisa berubah.

Tes STIFIn mengapa disebut validitasnya tinggi ?

Karena rata-rata orang yang di Tes STIFIn, kebanyakan orang yang di tes merasa bahwa “kesimpulan dari hasil Tes STIFIn nya ini “ Gue Banget ”. Mereka merasa cocok sekali dengan penjelasan hasil Tes STIFIn ini. Bahkan mereka terkadang melihat ada hal-hal yang tersembunyi selama ini, yang dirinya belum tahu, hasil Tes STIFIn ini bisa mengungkapkan bahwa sesungguhnya seseorang memiliki potensi-potensi tertentu yang tersembunyi.

3. APLIKATIF

Tes STIFIn mengapa di sebut Aplikatif ? Karena kalau sudah mengikuti Tes STIFIn, Insya Allah dia akan menjadi lebih mudah untuk menemukan jati dirinya, men set-up arah tujuannya atau goal settingnya. Sehingga kemudian dia dapat membuat program yang sesuai, program 10 tahunanlah, 5 tahunanlah, tahunanlah, bulananlah, menjadi lebih mudah, karena dengan STIFIn menjadi amat sangat jelas, dia mesti pergi kemana tanpa harus bingung, tanpa harus galau. Jadi itulah yang menjadi keunggulan Tes STIFIn.

Tes STIFIn Sebagai Sebuah Konsep

Jika diatas dijelaskan STIFIn sebagai Alat Tes. Maka sebagai sebuah konsep, STIFIn adalah sistematis bahkan solutif. Berbagai macam persoalan sangat mudah dianalisa menggunakan pisau skema STIFIn, kalau ini sebagai pisau bedah maka Skema STIFIn pisau bedah yang tajam, sistematis yang kemudian solutif. Sehingga setiap perkara bisa dilihat dengan mudah menggunakan kaca mata STIFIn.

Sebagai contoh misalnya dalam bidang pendidikan, ekonomi, sosial dan politik, parenting, pasutri, skema STIFIn bisa berbicara untuk banyak hal dan menjadi mudah menyelesaikan setiap persoalan dengan menggunakan sudut pandang ataupun menggunakan STIFIn.

Tes STIFIn Sebagai Riset

Tes STIFIn sebagai riset ini sudah dilakukan sejak 13 tahun yang lalu, yaitu sejalan dengan berdirinya company Kubik Trainning & Consultancy, sebagai sebuah company training yang didirikan bersama kawan-kawan. Setiap client yang menjadi client training Kubik, maka dia akan selalu di awali dengan melakukan Tes STIFIn. Dulu awal-awalnya menggunakan pensil dan paper tet, sekarang sudah menggunakan finger print.

Jadi sebagai sebuah riset, ini berkembang dari awal mulanya ditemukan empat Mesin Kecerdasan (STIF) dan kemudian berkembang menjadi lima Mesin Kecerdasan menjadi STIFIn. Dan ini sudah final.

Bagaimana Intisari dari Implementasi 5 Mesin Kecerdasan tersebut bisa di baca pada artikel Intisari Implementasi Mesin Kecerdasan

*Dikutip dari Video Farid Poniman berjudul Intisari STIFIn – Tes STIFIn dahulu baru Tes IQ

 


Sensing ekstrovert, mesin kecerdasannya Sensing, drive nya ekstrovert yang berarti membawa dari luar ke dalam. Orang sensing ekstrovert drivenya menggunakan lapisan berwarna kelabu atau abu-abu, yang mana sel otaknya lebih renggang, lebih jarang sehingga dia lebih terbuka menerima pengaruh dari luar.

Sensing ekstrovert memiliki daya adaptasi yang lebih tinggi dibanding dengan sensing introvert, karena itulah sensing ekstrovert ini cenderung seperti barang cetakan, kalau dia punya kepribadian itu seperti karet yang bisa di cetak, bisa kotak, bisa segitiga, bisa bulat. Ini sangat tergantung dari cetakan, terutama dari lingkungan terdekat. Di antara semua personality genetic, yang paling mudah di cetak ini adalah sensing ekstrovert, tetapi yang dimaksud paling mudah dicetak karena tadi sensing itu adalah sensorik dan ekstrovert itu dari luar. Jadi mudah dicetak, tapi sesungguhnya tidak mudah untuk ditaklukkan betul betul orang sensing extrovert ini. Otak dia cenderung (bahkan ketika mengalami krisis sekalipun) dialiri oleh energi yang intensitasnya rendah.

Sehingga orang Sensing secara umum eksitasinya tinggi, mudah dia distimuli, mudah dia terangsang, mudah dia tercetus oleh pengaruh-pengaruh dari luar, karena eksitasinya tinggi. Begitu dia berpengaruh secara langsung, responnya cenderung agak lebih lambat atau lebih lembut karena tadi otaknya yang dialiri energi yang intensitasnya rendah, bahkan ketika krisis sekalipun. Itu mengapa seringkali kita melihat orang sensing extrovert  cenderung kayak kelemar-kelemer, terlalu lembut,  apalagi kalau dibandingkan dengan sensing introvert yang kelihatan sangat sibuk, sangat aktif.

Mengapa sensing extrovert begitu ? Karena tadi ekstrovertnya dan kemudian otaknya yang dialiri oleh  intensitas energi yang rendah.

Karena itulah orang sensing ekstrovert ini seperti orang yang paling menikmati suasana, orang yang senang dengan situasi yang kekinian, orang yang memanfaatkan momen, dia menciptakan momentum, dia juga memanfaatkan momentum, dia menyukai momen. Orang sensing extrovert ini menerima situasi dimana dia berada, orang yang paling sangat peduli atau paling menyukai momen kekinian dia.

Sensing ekstrovert ini dia bertindak atau berbuat seolah-olah sangat beradaptasi dengan lingkungan dimana dia ada. Maka menjadi mudah bagi orang sensing extrovert, misal : ditempatkan di kondisi seperti apapun, orang lain melihat dia, kok sabar banget orang ini, sesungguhnya karena dia adalah orang yang paling memanfaatkan momen kekinian tersebut.

Jadi, ketika dia ingin melakukan aksi-aksi nyata sekalipun, tindakan-tindakan yang konkrit sekalipun, maka sepertinya yang konkrit tadi itu bukanlah mengerjakan sesuatu yang aneh, yang asing, tetapi dia mengerjakan sesuatu yang sedang In saat itu, yang lagi momentumnya ada, momennya ada, karena kebahagiaan dia itu sangat tergantung dari seberapa jauh dia berada di momen itu, menguasai momen itu.

Memang kelihatan seperti tidak lugas kalau merespon sesuatu, meskipun orang sensing mau introvert atau sensing ekstrovert dia dieksitasi mudah sekali, eksitasinya tinggi, artinya dipengaruhinya mudah, tetapi pada orang sensing ekstrovert seperti sudah dieksitasi, cukup dia sudah terpengaruhi tetapi dia bereaksinya agak lambat dan agak lembut.

Sensing ekstrovert sama-sama menggunakan otot merah, dibandingkan dengan sensing introvert, tetapi orang sensing extrovert dia memiliki otot yang lebih lembut karena syaraf motoriknya itu  syaraf motorik halus. Sehingga dia kekuatannya bukan pada tenaga tetapi kekuatannya seperti tarian, sendinya bisa menari, kakinya bisa menggocek bola dengan cepatnya, karena fleksibilitas dari syaraf motorik halus itu membuat orang sensing extrovert itu menjadi mudah melakukan hal-hal yang membutuhkan fleksibilitas terhadap ototnya, maka olahraga yang memerlukan kehalusan seperti ping pong itu akan sangat bagus bagi orang sensing extrovert.

Dibalik kelembutan dia, dibalik ketidak lugasannya ada sesuatu yang stabil pada dia. Kalau sensing introvert itu stabilnya mengejar keperluan yang standart, kalau sensing ekstrovert itu stabil dalam hal mengeluarkan energi dengan determinasi yang kuat dan kita sering menyebutnya sebagai stamina yang stabil. Kalau dia kecepatan 10, periode berikutnya 10 lagi,  10 lagi, 10 lagi, dan ini berjalan dalam therm yang lebih lama, itulah yang disebut dengan stamina ataupun determinasi yang sangat kuat. Bukan melakukan percepatan dari 10 menjadi 11. dari 11 menjadi 12, itu namanya adalah percepatan.

Determinasinya orang sensing ekstrovert ini dia kuat, karena itu kalau dia berlatih tentang sesuatu, maka begitu dia sudah mulai berlatih dia bisa berlatih dalam durasi yang lebih lama karena dia memilki kekuatan determinasi tadi.

Dalam bahasa karakter sering kali orang menyebut orang sensing ekstrovert ini memilki kesabaran, memiliki ketelatenan, karena dia posisinya selain menggunakan syaraf motorik halus, otaknya digerakkan oleh energy dengan intensitas yang rendah tetapi durasinya panjang, melahirkan stamina yang lebih lama .

Sensing extrovert dalam urusan percintaan, jika dia memiliki expektasi belanja dalam rumah tangga itu katakanlah 10 juta, calon suaminya datang dengan membawa income 5 juta, kalau bagi orang sensing introvert itu tidak sesuai dengan standart keperluan dia. Bagi orang sensing extrovert bagaimana? Karena dia masih ada memanfaatkan momen, memanfaatkan kekinian, boleh jadi yang seperti itu masih bisa diterima, yang penting kekiniannya itu sesuai dengan harapan dia. Kekiniannya seperti apa, boleh jadi katakanlah suaminya belum bisa memenuhi keperluan keluarga tetapi ternyata mertuanya ngasih fasilitas, sudah disediakan rumah, orang tuanya sudah sediakan mobil, bagi orang sensing extrovert yang seperti itu asik asik saja, karena dia lebih peduli pada momen kekinian tadi.

Sensing extrovert ini orang yang paling jago dalam urusan momen. Karena itulah orang sensing extrovert dia mau naik pada leverage yang lebih tinggi, saya beri contoh misalnya dalam masalah bisnis, memang dia harus paling pandai memanfaatkan oppurtunity yang datang dari momen momen dimana dia bertemu dengan para relasinya, jadi makin punya waktu dia untuk bersilaturahim, berkenalan, datang, mengunjungi, berbagai lapisan partner networknya dia, itu akan menciptakan oppurtunity baru-opportunity baru, momen baru momen baru.

Sensing extrovert dalam setiap momen dia ketemu ada peluang untuk berbisnis, dia tangkapin, dia jalani dengan serius, bahkan boleh jadi yang menjalankannya adalah orang lain, dia nangkapin momennya pun, sebetulnya sudah jadi contoh profile yang siap untuk maju. Jadi ada perkembangan, tangkapin. Ada momentum tangkapin, ada opportunity tangkapin, dan itulah orang sensing extrovert yang sangat jago dalam urusan momen.


SI JEMPOL KANAN

Mesin Kecerdasan Sensing, dengan drive introvert ketika digabungkan menjadi Personality Sensing introvert. Sensing Introvert disimbolisasikan dengan jempol kanan. Orang sensing introvert secara fisik memiliki postur paling besar dibandingkan dengan jenis personality yang lain, paling bongsor karena dia sensing introvert diibaratkan seperti jempol kanan. Bukan hanya sekadar badannya yang bongsor, tetapi dia memiliki otot yang kuat, terutama otot motorik kasar. Sehingga kalau dia pemain bola, orang sensing introvert tendangannya pasti kecepatannya sangat dahsyat, karena dia memiliki syaraf motorik kasar.

AKTIF, DINAMIS

Kekhasan terutama dari segi otak. EEG memberi informasi, karena introvert itu sel otaknya lebih kerap, itu mengapa kemudian dia memilki frekuensi gelombang otak yang lebih rapat, lebih kerap dibandingkan dengan ekstrovert.

Sensing introvert karena drivenya menggunakan yang berwarna putih (lapisan otak dalam), yang sel otaknya lebih banyak, yang dideteksi EEG memilki gelombang yang lebih kerap, itu mengapa kemudian sensing introvert ini menjadi orang yang lebih aktif, lebih dinamis, lebih banyak menggerakkan badannya, karena itu dari segi pekerjaan otak, dia seperti selalu dikejar-kejar oleh sebuah keperluan tertentu, oleh sebuah tugas tertentu.

SEKSI – “MAK REMPONG” – SIBUK

Sensing introvert otaknya bekerja lebih aktif dan badannya juga bekerja lebih aktif, mengeluarkan tenaga lebih banyak, dan dari situlah kemudian dia seperti orang yang kelihatan sangat sibuk. Ini memang pekerjaan otak yang nyambung dengan energi yang dikeluarkan oleh tubuhnya tadi, membuat orang sensing introvert menjadi lebih detail, menjadi lebih terperinci, karena sensoriknya di drive dengan secara kuat oleh drive yang introvert tadi, yang chargingnya dari dalam. Itu mengapa sensorik (panca inderanya) tadi membuat dia bergerak lebih aktif dan lebih terperinci.

PENGEJAR STANDART

Sensing introvert sebagai sebuah personality (kepribadian), maka kita akan melihat, orang itu cenderung seperti memiliki standart keperluan tertentu, tingkatan tertentu yang dia mesti capai, yang dia mesti kejar. Orang sensing introvert kalau misalnya dia mengabaikan atau tidak mengejar keperluannya yang standart tadi, dia merasa bahwa dirinya itu tidak kompetitif, dirinya tidak eksis, ada yang kurang dengan dirinya, membuat dia tidak PD. Itulah yang membuat dia stabil dalam rangka mengejar keperluan yang standart tadi.

EFISIEN

Saya ambil contoh, misalnya begini, gampangnya ya, sehari seorang teller katakanlah memerlukan 100 bahan cetakan. Di beri tanggal, bagusnya tanggalnya langsung di cetak saja. Tapi kalau dia orang sensing introvert, dia mengatakan, ” jangan di cetak, biar nanti saya stempel saja dari pada nanti ada kelebihan, yang mestinya pakai 100 ternyata cuma 95 yang kepake. Kan yang 5 nya sayang, mending saya stempel saja menggunakan tanggal pada hari itu”. Itulah yang dimaksud dengan orang sensing introvert bersedia lebih lelah sedikit, lebih telaten sedikit untuk mengejar sesuatu, misal untuk mencapai efesiensi tertentu, penghematan tertentu dan terkadang dia merasa lebih eksis karena itu. Karena ada standart tertentu yang berhasil ia capai.

SUKA NAWAR

Demikian juga kalau dia nawar dagangan, orang sensing introvert, sepanjang masih bisa di tawar,  meskipun berbeda seperak dua perak maka ia akan lakukan, karena itu bagian dari mengejar keperluan yang standart tadi.

Sensing introvert sering kali memang dia selalu berbicara memperbandingkan antara fakta dan kejadian secara detail, jadi kalau dia satu kali pergi ke luar kota, disitu dia berbelanja harganya berbeda, jadi persoalan bagi orang sensing introvert, dan persoalannya itu menjadi lebih signifikan karena dia sensing introvert, karena dia perduli pada detail, karena dia menyukai sesuatu yang hemat, dan yang paling penting adalah karena dia mengejar keperluan yang standart tadi.

MEMILIH SESUAI STANDART

Termasuk bukan hanya dalam urusan karakter, termasuk dalam urusan cinta, orang sensing introvert begitu bicara cinta, maka  cintanya itu mengejar standart, mengejar keperluan tertentu. Misalnya dia sudah tahu dalam keluarga memerlukan belanja rumah tangga katakanlah 20 juta, yang melamarnya cuma bawa penghasilan 10 juta, dia katakan tidak selevel, itu lah orang sensing introvert, dia mengejar keperluan yang standart tadi.

Ada keinginan yang besar pada dirinya, ketika dia mengejar keperluan yang standart tadi, dia bersedia untuk melatih dirinya, mempersiapkan dirinya, mendidik dirinya, menggembleng dirinya untuk memenuhi keperluan yang standart tadi.

BERSEDIA ALL OUT

Sensing introvert, dia bersedia all out, dia menjadi amat sangat rajin, dia mengejar sesuatu, yang sesuatu itu dipandang oleh dia mencukupi keperluannya, dan itu lah standart dia. Standart ini pada orang sensing introvert cenderung stabil, dia seperti menjadi regulasi (aturan) di dalam dirinya. Cenderung menjadi seperti harga yang harus dibayar. Ketika berhadapan dengan orang sensing introvert tinggal dilihat saja itulah standart dia, itulah leverage dia, itulah posisi dia. Jadi mudah berhubungan dengan orang sensing introvert karena dia predictable, dia bisa di duga, dia bisa di terka di mana standartnya, disitulah harga dia, disitulah level dia.

BUTUH PENGALAMAN

Sensing introvert untuk naik level, dia memerlukan proses. Proses yang paling diperlukan adalah pengalaman. Dengan dia memiliki pengalaman, dia memiliki akar yang kokoh dan dengan pengalaman yang semakin menjulang itu membuat sensing introvert naik ke level kepada yang lebih tinggi. Orang sensing introvert, misal sebagai contoh ketika ia berbisnis, berbisnislah dia dengan cara yang ulet, rajin, tidak ada ruang yang kosong, dia detail, dia kuasai semua, sehingga kemudian tidak ada perusahaan, tidak ada team yang bisa seefisien teamnya dia. Dan itu memerlukan team yang rajin, memerlukan team yang ulet.

Sensing introvert sebagai seorang pimpinan perusahaan, dia akan mampu melakukan penghematan yang dilakukan dengan jalan melakukan strategi menambah energi dengan lebih rajin.


Minat Pada Kamus Besar Bahasa Indonesia  (KBBI), artinya kecenderungan hati yang tinggi terhadap sesuatu, bisa juga diartikan sebagai gairah atau keinginan. Bahas Inggris, minat sering digambarkan dengan kata “interets” atau “passion””. Interest, bermakna suatu perasaan ingin memperhatikan dan penasaran akan sesuatu hal. Passion, bermakna minat yang kuat atau gairah atau perasaan yang kuat atau antusiasme terhadap objek.

Minat merupakan ketertarikan akan sesuatu yang berasal dari dorongan dalam hati atau bakat, dorongan dalam diri sendiri bukan karena paksaan orang lain. Minat yang di miliki seseorang adalah hasil dari proses pemikirian, perasaan (emosi), dan pembelajaran, sehingga menimbulkan suatu keinginan untuk lebih menguasai objek atau kegiatan tertentu.

Minat anak akan terlihat pada usia pra sekolah sampai dengan usia sekolah. Pada usia prasekolah anak mulai mengeksplorasi hal-hal baru disekitarnya dan memiliki inisiatif untuk mempelajari hal baru tersebut. Sedangkan pada usia sekolah, anak telah berfokus pada penyelesaian tugas sekolah (PR). Terkadang hal ini juga akan membangun ketertarikan anak pada suatu objek atau tugas yang diselesaikannya.

DATANGNYA MINAT

Minat bisa lahir dari dalam diri si anak dan juga karena pengaruh lingkungan.

1. Minat yang lahir karena dorongan dari dalam diri si anak. Dorongan ini dipengaruhi dari bakat alami yang telah diberikan Allah (given) kepada anak. Biasanya minat yang tumbuh dari dalam diri anak, sulit baginya menjelaskan mengapa ia menyukai sesuatu. “kenapa ya? yaa. suka aja, demikian jawabnya jika ditanya. Minat ini kadang juga disebut Minat “bawaan lahir”, minat karena adanya dorongan dari bawaan bakat alami si anak.

2. Minat yang lahir karena pengaruh lingkungan. Lingkungan keluarga, dorongan dari orang tua, tempat tinggal atau teman sepermainan. Misalnya seorang anak yang minat berjualan (berdagang), karena ia lahir di lingkungan pedagang, ayah ibunya pedagang, dan tinggalnya dekat dari pasar (pajak). Oleh karena itu diperlukan Tes Bakat untuk mengetahui apakah ia memiliki bakat alami (genetik) berdagang atau tidak. Jika dari hasil tes bakat anak memiliki bakat dagang, maka minat anak bisa diteruskan.

Minat anak yang terbaik adalah jika berasal dari Bakat Alaminya anak. Sebab ini akan menjadikan anak lebih mampu untuk konsisten dalam melakukannya. Lebih senang tanpa ada beban.  Jika anda ingin mengetahui minat sejati anak anda maka lakukanlah Tes Bakat dengan menggunakan Fingerprint Tes STIFIn.