1. Di Indonesia ibadah di “lebay-lebay” kan. Orang meninggal di wirit (we read) Yasin kan 3 hari, 7 hari, 40 hari, 100 hari. Yaah..namanya juga Feeling, suka mengiris-iris kesedihan, mengingat-ingat kesedihan. Kuburan pake dikeramik, dikasih nama, tanah ditinggikan, diziarahi, padahal gak disuruh demikian, sekali lagi “lebaay”. Celana gantung, bawa siwak, jenggot lebat, ini termasuk “lebaaay” apa Sunnah ya ? Au ah gelap.

2. India juga Feeling bangeet, makanya Film India laris manis di Indonesia. Telenovela, kalau di kita sinetron, laris manis. Liat aja semua sinetron, “lebaaay”. Banyak wajah India bertebaran di TV nasional kita. Kalau anda sesekali nonton TV, bisa salah duga, kirain pake TV Berlangganan, (kok ada TV India), rupanya TV nasional.

3. China itu Sensing, makanya rada Pelit, pedagang profesinya, jual dengan volume banyak untung sedikit. Orang Feeling agak boros, ketemu yang murah, langsung di serbu. Lakulah dagangannya Sensing. Ketika Sensing kaya, Feeling sakit hati. Jadi mudah disulut api cemburu saat kerusuhan mei.

4. Feeling mendukung Sensing. Betahlah Sensing di Indonesia, karena si Feeling jadi pendukungnya. Lama kelamaan Feeling berubah menjadi Sensing, segala hal dipandang Materi, sense of sosialnya, rasa sayang kemanusiaannya menjadi terkikis. Buktinya, Gak ada uang abang ditendang. Ada uang abang di sayang. Udah seperti orang Sensing, empati dan simpati sudah dinilai dengan materi.

5. Unsur Alamnya Feeling adalah Api, gak heran di Indonesia banyak yang berteman dengan Jin dalam kedok pengobatan alternatif yang menggunakan Jin (diciptakan dari Api). Gunung berapi, di Indonesia paling banyak jumlahnya. Sehingga jumlah Jin yang betah tinggal di Indonesia juga banyak.

6. Provokator dan Motivator sama banyaknya (mungkin). Tukang “kompor” dan tukang semangat banyak disini. Sehingga kadang mudah di sulut kadang mudah empati. Gembong narkoba di beri “Garasi Mobil”. Sekarang ragu mau hukum mati “kawannya” yang dari Australia, (takut) nanti dibilang gak punya rasa kemanusiaan (HAM). Orientasi ke orang bangeet kan, inilah Feeling. Kalau mahasiswa Demo, itu yang ngomporin/provokatornya pasti Feeling.

7. Feeling kalau belanja (APBD/APBN) suka gak jelas itungannya, akhirnya banyak proyek yang gak jelas manfaatnya, gak jelas kapan selesainya. Secara personal, gelap mata kala belanja di mall/supermarket, sampe rumah, gak ke pake apa yang dibeli.

8. Semua produk yang ada unsur lebaaay nya di Iklan, akan laris manis di Indonesia, karena pangsa pasarnya Feeling. Orang Korea pake Sandal Jepit Swallow aja, remaja feeling heboh, lebaay minta ampun. Cape deeeh.

10. Yang “ngomporin” pemimpin se ASIA, untuk jadi ASEAN itu gagasannya Feeling, Soekarno Hatta. Kehebatan Feeling sebagai pemimpin, dalam merangkul dan meyakinkan pemimpin se ASIA.

Just Opini tentang Feeling. Jangan masukin Ke Hati. Kecuali kamu Feeling.

Sumber Gbr Ilustrasi - http://www.feelingfacescards.com/

Fakta menarik tentang otak serta Perbedaan Wanita dan Pria

Seminar yang diadakan komite SDIT Darul Quran Mulia Serpong itu bertajuk
“Mengenal dan memahami perbedaan otak wanita dan pria .”

Dalam benak saya sudah terbayang cerebrum, otak kecil, amygdala atau istilah biologis lainnya. Dan wow…ternyata saya salah besar! dr. Aisyah Dahlan membungkus apik materi dan menyuguhkan fakta baru yang unik. Cerdas dan humoris, tak heran para peserta betah berlama-lama duduk hingga akhir acara. Karena saya datang agak terlambat mungkin banyak materi pembuka yang terlewat. Sambil momong si kecil, kurang lebih seperti ini beberapa point yang bisa saya sampaikan.

1. Anatomi cerdas

Di dalam cerdas ada banyak pintar yang saling terhubung. Maka tak bisa dikatakan cerdas jika seseorang bisa dengan mudah menyelesaikan soal trigonometri tetapi tak bisa membuat telor ceplok atau mie instan (Lhoh??). Tenang, cerdas ini bisa dilatih kok, misalnya dengan banyak belajar sering latihan, jalan-jalan dan silaturahim.

2. Otak Kiri dan Otak Kanan

Otak kiri mengatur bagian tubuh sebelah kanan, bekerja untuk mengingat kata-kata, matematika, verbal, logis, fakta, analisa, syair, nyanyian, lineal, detail dan lebih teratur. Sedang otak kanan cenderung kepada kreatif, warna,artistik, visualisasi, intuisi, gagasan, khayalan, holistik, music, bentuk dan ruang.

3. Otak kiri pada wanita berkembang lebih cepat daripada pria

Perbedaan Otak Wanita dan Pria dalam perkembangannya di masa balita.

Pada usia 0-6 tahun otak kanan dan kiri wanita tumbuh dengan kecepatan yang berimbang. Sedangkan pada pria otak kanan berkembang lebih cepat daripada wanita. Meski demikian, otak kanan pria berkembang lebih cepat daripada otak kiri wanita. Tak heran jika pada usia sekolah banyak wanita mendapat ranking di kelasnya, lebih cepat kemampuan membaca dan menulisnya. Anak pria yang mungkin merasa kurang dalam lisan, kesenian dan matematika merasa terintimidasi dan akhirnya lebih senang membuat kekacauan dan keributan. Semoga dengan mengetahui fakta ini bunda lebih bisa memahami anak laki-lakinya dan tidak membedakan dengan saudara perempuannya.

Perbedaan Otak Wanita dan Pria dalam perkembangannya di masa dewasa.

Pada usia 6-12 tahun otak kanan dan kiri pria akan mulai berkembang dan baru berkembang beriringan menginjak usia 18 tahun. Pada usia itulah pria akan menduduki posisi penting semisal ketua senat, ketua BEM, memimpin orasi dan lain sebagainya. Sedang wanita akan kembali ke fitrah yakni menjadi seksi konsumsi, bendahara, sekretaris, dan sebagainya. Mungkin inilah yang menjadi alasan mengapa di beberapa negara di luar negeri anak laki-laki dan perempuan belajar di tempat terpisah. Anak laki-laki akan belajar dengan praktik secara langsung menggunakan komputer, robotic, dll sedang anak perempuan akan cukup meski belajar hanya dengan kertas dan buku.

4. Otak perempuan terhubung lebih baik dan otak pria dibuat untuk pekerjaan khusus.

DR. Rober Groski, ahli neurologi dari Universitas California, Los Angeles menemukan bahwa corpus collosum pada otak wanita lebih tebal daripada pria sehingga wanita mampu mengerjakan berbagai pekerjaan yang tidak saling berhubungan dalam satu waktu. Kita sering menyebutnya multitasking. Maka wajar jika seorang ibu bisa saja menggoreng tempe sambil menyuapi si kecil dan menemani kakak belajar sembali sesekali melirik smart phonenya. Berbeda dengan pria yang hanya bisa menekuni satu hal. Dan ketika ia sedang berkonsentrasi, tanpa disadari pendengaranya akan menurun. Menurun ya, bukan berkurang. Jika anak laki-laki atau suami bunda tak menyahut panggilan ketika ia sedang serius maka saatnya bunda bilang, “Wow…laki banget!” hehe. Stop memanggil berulang-ulang karena hanya akan menghabiskan energi. Datangi dan colek bahunya saja mungkin lebih efektif. Mungkin hal ini berkaitan pula dengan sudut pandang. Wanita memliki sudut pandang yang lebar sedang pria bersudut pandang lurus namun panjang.

5. Letak emosi

Pada pria umumnya terletak di sebelah kanan yang berarti perasaan dapat bekerja secara terpisah dari fungsi-fungsi otak yang lain. Contoh pria berdebat dengan kata-kata di otak kiri tanpa emosional. Pada wanita, titik emosi tersebar pada kedua belahan otak. Perasaannya menjadi lebih aktif serempak bersama dengan fungsi otak lain. Contoh : wanita bisa menangis ketika mengganti ban yang kempes

6. Reaksi Otak

Perbedaan Otak Wanita dan Pria dalam hal reaksi otaknya. Otak kanan wanita tersusun untuk bereaksi dengan orang dan wajah-wajah sedang otak pria pada benda dan bentuknya. Jika suami lebih senang mengotak-atik laptopnya ketimbang melihat wajah anda, bukan berarti wajah anda tidak cantik bund! (menghibur diri dan curhat, hehe).

7. Cara Menyimak

Perbedaan Otak Wanita dan Pria ketika menyimak. Di sepuluh menit pertama, wanita bisa berkali-kali berubah ekkspresi. Contoh ketika secara tak sengaja bertemu dengan teman sekolahnya di pusat perbelanjaan. Pasti sangat hebring dengan ucapan semisal “Ehh Apa kabar??” “Ah Masa sih??”” Iya gitu??” “Hihi bisa aja jeng” dan ucapan yang senada diikuti dengan mimik serta gestur yang berubah-ubah pula. Pria cenderung datar dan kurang ekspresif. Maka lebih bijak bagi para bunda untuk menunggu selama 10 menit sebelum mengajak suami mengobrol sepulang kerja.

8. Keinginan

Wanita menginginkan hubungan dan kerjasama. Pria menginginkan kekuasaaan, kedudukan dan bersaing. Pernahkan anda melihat seorang pria dalam suatu seminar berkata pada temannya, “Ke kamar mandi yuk..!” hoho pasti tidak. Pria akan fokus, ke kamar mandi ya ke kamar mandi. Wanita yang memang menyukai hubungan biasanya mengajak temannya pergi ke toilet. Belum kalau sedang mengantri, melihat teman sebaya yang juga sedang mengantri di sebelah pasti tak tahan untuk bilang, “dari mana mbak?”

9. Apa Yang Di Hargai ?

Wanita menghargai hubungan dan pria menghargai pekerjaan. Jika wanita tidak bahagia dalam hubungan keluarga maka ia tak dapat berkonsentrasi pada pekerjaannya, sebaliknya laki-laki tidak dapat memusatkan perhatiannya pada keluarganya jika ia tak bahagia dalam pekerjaannya

10. Beberapa Perbedaan Wanita dan Pria

  • Pria lebih suka berterus terang sedang wanita tidak. Contoh : “Bunda marah ya?” “Enggak!”
  • Pria bicara apa adanya, wanita dengan perasaan
  • Bila curhat, wanita hanya ingin di dengar, pria menawarkan solusi.
  • Wanita mungkin kesulitan membaca peta atau petunjuk jalan, pria tahu arah dengan pasti
  • Berbelanja adalah kegembiraan bagi wanita namun sebuah teror bagi pria.
  • Wanita butuh bicara jika tertekan sedang pria tidak

Itulah Perbedaan Otak Wanita dan Pria yang mendasar. Allah jadikan berbeda untuk saling melengkapi agar tercipta sakinah mawaddah warahmah.

“Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri, agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan di antaramu rasa kasih dan sayang. Sungguh pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berfikir.” (QS 30:21)

Perbedaan Otak Wanita dan Pria ini di Kutip dari Seminar di SDIT Darul Qur’an mulia

Nara sumber : Dr Aisyah dahlan.


Yayan Hadiyat seorang Trainer sekaligus Penulis Buku Manajemen STIFIn HR mengatakan : SEMUA SISTIM HR ( HUMAN RESOURCES ) yang ada pada saat ini, ketika diterapkan di perusahaan, semuanya mentok manakala dihadapkan pada beberapa hal berikut : 1. Karyawan yang bermasalah,2. Salah penempatan karyawan, 3. Kesulitan mendongkrak potensi karyawannya. Dan Insya Allah Manajemen HR STIFIn bisa menyelesaikan semua itu dengan jitu.

Salah satu pendapat dan analisa Bapak Anthony : Workshop HR Expertise STIFIn ini merupakan salah satu pintu gerbang agar STIFIn bisa dikenal di seluruh dunia. Logikanya, kalo ada satu saja perusahaan multi nasional yang ada di Indonesia mau memakai Manajemen HR STIFIn, dan berhasil meningkatkan produktifitas, maka berita ini akan cepat menyebar di luar negeri. Maka ini peluang besar STIFIn agar bisa dikenal di seluruh dunia. Beberapa waktu yang lalu saya diskusi dengan 2 orang teman , yang satu GM HR di suatu perusahaan dan yg lain GM Engineering di perusahaan yg berbeda (keduanya perusahaan Multi Nasional), mengatakan hal yang sama seperti yang diucapkan Bapak Yayan Hadiyat yaitu mereka mentok kalau dihadapkan pada karyawan bermasalah, salah penempatan karyawan dan kesulitan mendongkrak potensi karyawannya.


Thinking introvert

Ti adalah singkatan dari Thinking introvert. Jika huruf T berdiri sendiri merupakan identitas sebagai Mesin Kecerdasan (MK). Menurut Konsep STIFIn, ragam Mesin Kecerdasan hanya ada lima, dan T adalah salah satu diantara 5 MK tersebut. Identitas Mesin Kecerdasan berubah menjadi kepribadian ketika MK digandengkan dengan enis kemudi di belakangnya. Jenis kemudi kecerdasan hanya ada dua, yaitu i (introvert) dan e (extrovert). Dengan demikian, Ti sudah menjadi identitas kepribadian. T ditulis dengan huruf besar karena pengaruhnya sebagai MK lebih besar dari i yang ditulis dengan huruf kecil yang berperan hanya sebagai kemudi kecerdasan.

a. Sistem Operasi Otak

Pengertian sederhana dari Thinking introvert adalah jenis kepribadian yang berbasiskan kecerdasan logika yang proses kerjanya dikemudikan dari dalam dirinya menuju ke luar dirinya. Sistem operasi pada tipe Ti berada di belahan otak bagian atas di sebelah kiri atau disebut sebagai otak besar kiri atau diringkas otak kiri. Pada otak kiri tersebut yang menjadi kemudi kecerdasan dari tipe ini berada di lapisan putih yang letaknya di bagian dalam.

Otak kiri putih itulah yang menjadi sistem operasi tipe Ti. Lapisan yang berwarna putih memiliki tekstur otak yang lebih padat karena mengandung sel otak lebih banyak. Kerapatan yang lebih tinggi dibandingkan dengan lapisan bagian luar tersebut membuat kemudi kecerdasan bergerak dari dalam ke luar. Hal ini menyebabkan ‘tuan yang punya badan’ menjadi membiayai sendiri keperluan untuk memutar kepalanya. Energi yang datang untuk mengolah otak kiri datang dalam diri tipe Ti sendiri.

b. Tipologi Fisik

Mesin kecerdasan Thinking (T) sesungguhnya identik dengan tulang. Mereka memiliki tulang yang besar dan kuat. Dengan bentuk tubuh (konstitusi) yang piknis, terlihat unsur tulang secara proporsional menjadi dominan. Disebut piknis karena ukuran badan volumenya lebih kecil dibanding tipe lain sementara volume tulangnya paling dominan dibanding tipe lain.

Akibatnya, tulang kerangka menyangga beban yang lebih ringan sehingga mudah bergerak kesanakemari. Itulah mengapa disebut piknis. Terlebih lagi tipe Thinking introvert ditunjang oleh ketersediaan baterai (charger) yang ada di dalam dirinya, sehingga menyebabkan tipe Ti ini seperti memiliki tulang yang bertenaga. Meskipun proporsi tulang lebih dominan dibanding ukuran badannya, namun secara umum Mesin Kecerdasan T malas bergerak. Padahal seharusnya MK ini mudah bergerak. Hal ini disebabkan tenaga yang tersedia dari MK ini cenderung disedot oleh kepala. Penggunaan energi dapat memakan energi yang besar sehingga MK ini malas bergerak.

c. Sifat Khas

Jika menggunakan sudut pandang dunia psikologi (aliran perilaku), kepribadian dari Thinking introvert mesti memiliki sifat perilaku khas yang dapat dibuktikan dan diukur yang berbeda dari delapan kepribadian yang lain. Terdapat sepuluh item yang bisa dibuktikan keberadaannya dan bisa diukur secara psikometrik.

Menurut konsep STIFIn, kesepuluh item tersebut menjadi kepribadian tetap yang tidak akan berubah dan akan selalu eksis seiring dengan penambahan umurnya. Sepuluh (10) sifat yang tetap tersebut adalah:

  • expert,
  • on time,
  • scheduled,
  • independent,
  • focus,
  • thorough,
  • mechanistic,
  • prudent,
  • responsible,
  • scheme

Sebagai pribadi yang utuh, tipe Thinking introvert memiliki sisi-sisi diametral sebagai berikut: sangat logis namun jika mentok malah bergantung pada faktor x, mengelola secara hebat namun penakut untuk keluar dari zonanya, di balik kemandiriannya tipe ini menyimpan rahasia dan ‘masking’, sebenarnya ia agresif tapi juga ingin ‘diladeni’.

Selain itu, tipe Ti mengadili secara hitam-putih, namun mudah diprovokasi, jeli dan objektif namun terkadang gagal menangkap kontekstualitas gambaran besarnya, menjadi mesin profit yang mahir namur sering terjebak oleh hal-hal sepele. Oleh karena itu, tipe ini perlu waspada dengan kelemahannya dan berusaha mengekploitasi kelebihannya. Biasanya jika kelebihannya bergerak membaik, maka secara otomatis kelemahan dari tipe ini akan tertutup dengan sendirinya.

d. Kelebihan

Kepribadian dari tipe Thinking introvert memiliki kekhasan karena memiliki kemampuan menalar secara mendalam dalam wujud penguasaan teknologi, mesin, dan mekanika yang melebihi jenis kepribadian yang lain. Kelebihan ini dapat disepadankan dengan kecerdasan teknik atau disebut TQ (Technical Quotient).

Tipe Ti memiliki kelebihan yang otomatis berfungsi dalam cara kerjanya yang terbiasa efektif. Tipe ini memperlakukan pekerjaannya dengan output per standar yang harus tinggi. Pekerjaan tipe ini mesti efektif dan menghasilkan kepastian yang tinggi pula. Pada akhirnya tipe Ti akan mengelola proses dan menata sistem sehingga pada akhirnya aktivitas berjalan dengan cara yang penuh kepastian.

Cara membelanjakan pengeluaran dari tipe Ti juga harus efektif. Termasuk dalam berbagi pun, tipe ini sangat berhitung. Tipe ini lebih suka diminta menyumbang pikiran dibandingkan mengeluarkan uang jika dalam pertimbangannya dianggap tidak efektif.

e. Kemistri

Dengan kekuatan pada spesialisasi, kepakaran, kemampuan otak kiri, kemandirian, karakter yang seperti tulang (atau ibarat besi yang kokoh), bahkan keberadaan tulang yang lebih dominan dibanding ukuran badan, menjadikan orang Ti akan jauh lebih sukses kalau ia memiliki tapak untuk menekuni aktivitasnya.

Tipe Thinking introvert jangan menjalankan usaha yang tidak memiliki tapak/markas/kantor/bengkel permanen. Hal tersebut akan menyebabkan usahanya tidak stabil dan tidak terstruktur. Tipe ini harus memulai dari lokasi tertentu dan menumbuhkembangkan hingga besar.

Lokasi itulah tapak yang akan membuat tipe Ti meraih tahta sebagai kekuasaannya. Kebesaran tapaknya akan sejalan dengan kebesaran tahtanya atau kekuasaannya. Pada dasarnya, tipe ini memang menjadi orang yang paling bertahta, sepanjang ia berusaha mencari dimulai dari tapaknya.

f. Peranan

Dengan fungsi kepala yang dominan, tipe T lebih senang jenis pekerjaan yang memerlukan berpikir keras sehingga dapat menyelesaikan masalah hingga tuntas. Ia dapat menyusun serangkaian logika sebagai metode untuk menyelesaikan masalah.

Hal inilah yang membuat tipe T dianggap bertangan dingin. Setiap masalah yang menjadi tanggung jawabnya dapat  diselesaikan dengan baik. Kemudian jika kemampuan kepala tersebut digabungkan dengan karakter tulang yang kokoh maka akan melahirkan kepribadian yang teguh dan keras kepala.

Jika tipe T -dikemudikan dari dalam ke luar- menjadi tipe Ti – akan muncul sifat yang lebih mandiri. Hal itu membuat tipe ini menyukai peranan sebagai orang yang menguasai masalah dan dapat bekerja sendiri seperti seorang pakar.

Kepakaran dari tipe ini menjadi lebih spesifik, misalnya seperti seorang spesialis. Hal ini disebabkan cara kerja kemudinya yang datang dari dalam ke luar dirinya sehingga ia memiliki mesin pendorong sendiri untuk menekuni atau menggali masalah secara khusus dan mendalam.

g. Target & Harapan

Target kerja dari tipe Thinking introvert adalah menghasilkan kestabilan dalam penuh kepastian. Kemampuan pengelolaan tipe Ti sangat bagus. Ia mampu mengkalkulasi segala macam unsur yang akan menimbulkan kesalahan yang diperkirakan mengganggu kerjanya. Dan mencari jalan keluar setiap masalah dengan belajar kepada informasi yang direkamnya. Pengharapan dari  tipe ini terletak pada kemampuan pengelolaannya yang efektif, menjalankan tugas sehingga ia semakin layak diberi otoritas yang lebih besar.

h. Arah Merek

Bagi tipe Thinking introvert, kepakaran (expertise) menjadi merek dirinya. Dengan kepakarannya, tipe ini akan ‘kepake’ kemana-mana. Tarif per jam dari tipe ini akan menjadi semakin mahal karena kepakaran tersebut. Masyarakat luas atau pasar pada umumnya akan menyebut nama tipe ini ketika mencari pakar di bidang tertentu.

i. Cara Belajar

Pada umumnya, tipe Thinking introvert tidak mengalami masalah dalam hal belajar. Pada umumnya, materi pelajaran memerlukan cara kerja otak yang menalar, berhitung, dan menstrukturkan. Pada tipe ini, ia sudah terbiasa bacaan untuk mendapatkan dan intisari bacaannya.

Otak kiri dari tipe Ti selalu memerlukan ‘fooding’ dengan cara berpikir, atau pada dasarnya ia suka berpikir, baik diminta ataupun tidak diminta. Hasil akhir-nya menyebabkan tipe Ti menjadi orang yang paling lahap  membaca buku pelajaran dan sekaligus menjadi orang yang tingkat penguasaannya paling tinggi terhadap isi pelajaran.

Meskipun tidak dimotivasi, tipe Thinking introvert sudah dengan sendirinya memiliki kemandirian untuk belajar. Tetapi untuk meningkatkan atau memelihara motivasinya, tipe ini dapat didorong dengan cara memberikan rekognisi dari orang yang dihormatinya. Rekognisi berbeda dengan pujian.

Rekognisi lebih menyerupai sebagai penghargaan atau pengakuan bahwa pada dirinya ada kemajuan dan diberikan oleh orang yang dihormatinya, seperti ibu-bapaknya atau gurunya atau seniornya atau bahkan dari lawan yang diseganinya.

j. Pilihan Sekolah/Profesi

Prioritas utama jika ingin memilih jurusan atau profesi untuk tipe Thinking introvert sebaiknya diarahkan pada satu diantara lima pilihan industri berikut ini, yaitu riset dan teknologi, informasi teknologi, pertambangan, konstruksi, kesehatan, garmen.

Selanjutnya pilihan lain dari jurusan atau profesi yang manufactur, bisnis properti, peternakan, peneliti, fabrikan, perminyakan, pengeboran, programmer, dokter, apoteker, kimiawan, konsultan managemen, teknokrat, birokrat, pajak, produsen, quality control, auditor, ahli strategi, pelatih bola, pembuat kebijakan, system analyst, ahli rekayasa, developer, atlit (pertandingan), dll.

Di masa depan, pilihan profesi akan semakin beragam. Namun jika ingin memilih jurusan ataupun profesi patokan bagi tipe Thinking introvert adalah mempertimbangkan empat kata kuncinya, yaitu: menalar, tulang, mandiri, dan mendalam. Artinya, jurusan atau profesi yang dipilihnya didominasi oleh unsur-unsur yang memerlukan daya nalar, mengandalkan pendirian yang kuat atau bahkan profesi yang betul-betul mengandalkan tulang dalam pengertian sesungguhnya (seperti atlit balap sepeda, taekwon do, lari, renang khusus gaya dada, dsb) dan dapat memanfaatkan kemandiriannya dalam bekerja, serta  bidang bidang yang memerlukan kedalaman atau spesialisasi seperti insinyur atau teknokrat.


Feeling introvert

Fi adalah singkatan dari Feeling introvert. Jika huruf F berdiri sendiri merupakan identitas sebagai Mesin Kecerdasan (MK). Menurut Konsep STIFIn, ragam Mesin Kecerdasan hanya ada lima, dan F adalah salah satu diantara 5 MK tersebut.  Identitas Mesin Kecerdasan berubah menjadi kepribadian ketika MK digandengkan dengan jenis kemudi di belakangnya. Jenis kemudi kecerdasan hanya ada dua, yaitu i (introvert) dan e (extrovert). Dengan demikian, Fi sudah menjadi identitas kepribadian. F ditulis dengan huruf besar karena pengaruhnya sebagai MK lebih besar dari i yang ditulis dengan huruf kecil yang berperan hanya sebagai kemudi kecerdasan.

a. Sistem Operasi Otak

Pengertian sederhana dari Feeling introvert adalah jenis kepribadian yang berbasiskan kecerdasan emosi atau perasaan yang proses kerjanya dikemudikan dari dalam dirinya menuju ke luar dirinya. Sistem operasi pada tipe Fi berada di belahan otak bagian bawah di sebelah kanan atau disebut sebagai limbik kanan. Pada limbik kanan tersebut yang menjadi kemudi kecerdasan dari tipe ini berada di lapisan putih yang letaknya di bagian dalam. Limbik kanan putih itulah yang menjadi sistem operasi tipe Feeling introvert.

Lapisan yang berwarna putih memiliki tekstur otak yang lebih padat karena mengandung sel otak lebih banyak. Kerapatan yang lebih tinggi dibandingkan dengan lapisan bagian luar tersebut membuat kemudi kecerdasan bergerak dari dalam ke luar. Hal ini menyebabkan ‘tuan yang punya badan’ menjadi seolah tidak berhenti untuk tebar pesona atau memancarkan kharismanya sebagai pemimpin.

b. Tipologi Fisik

Mesin Kecerdasan Feeling (F) sesungguhnya identik dengan pernafasan. Tipe ini memiliki kapasitas pernafasan yang besar. Kapasitas pernafasan yang kuat tersebut disebabkan tipe F memiliki mesin yang besar, yaitu berupa jantung dan paru-paru yang besar. Dengan mesin yang besar, tipe ini dapat memompa oksigen yang lebih banyak ke dalam darah, terlebih lagi tipe F dengan kemudi introvert (i).

Tipe Fi ditunjang oleh ketersediaan baterai (charger) yang ada di dalam dirinya, sehingga menyebabkan tipe ini seperti memiliki kekuatan emosi yang lebih kuat. Bentuk (konstitusi) fisik tipe F secara umum disebut sebagai displastik, karena mesin yang besar tersebut didukung oleh tulang yang kecil sehingga bawaannya terasa berat.

Dengan mesin besar, maka bentuk badan dari tipe Feeling introvert terlihat lebar dan tebal. Akibatnya, bagian punggung dari tipe ini seperti lebih sulit digerakkan (disebut displastik). Pada tipe Fi yang memiliki charger baterai di dalam, maka daya pancar emosi tipe ini pun lebih kuat. Secara fisik tipe ini dapat menggunakan pernafasan dalam yang bersumber dari paru-parunya.

Oleh karena itu, kekuatan pernafasan dari mesin yang besar tersebut dapat digunakan untuk jenis olahraga yang memerlukan stamina jarak jauh dan jangka panjang seperti lari marathon.

c. Sifat Khas

Jika menggunakan sudut pandang dunia psikologi (aliran perilaku) kepribadian Feeling introvert mesti memiliki sifat perilaku khas yang  dapat dibuktikan dan diukur yang berbeda dari delapan kepribadian yang lain. Terdapat sepuluh item yang bisa dibuktikan keberadaannya dan bisa diukur secara psikometrik.

Menurut konsep STIFIn, kesepuluh item tersebut menjadi kepribadian tetap yang tidak akan berubah dan akan selalu eksis seiring dengan penambahan umurnya. Sepuluh (10) sifat yang tetap tersebut adalah:

  • influencing,
  • idealistic,
  • leader,
  • kindful,
  • reflective,
  • popular,
  • convincing,
  • promoter,
  • diplomatic,
  • friendship-appeal

Sebagai pribadi yang utuh, tipe Feeling introvert memiliki sisi-sisi diametral sebagai berikut: semangat tinggi namun dibalik itu ingin dimanja dan diperhatikan, perkataannya halus dan lembut namun terkadang bisa juga menyengat, pemimpin yang berkharisma namun kebiasaaan buruknya mudah tersinggung.

Selain itu, tipe Feeling introvert suka menolong namun menghitung nilai balas budi, komunikator yang mempengaruhi orang lain namun komitmen terhadap ajarannya lemah, mampu berempati namun terkadang lamban beraksi. Oleh karena itu, tipe Fi perlu waspada dengan kelemahannya dan berusaha mengekploitasi kelebihannya. Biasanya jika kelebihannya bergerak membaik maka secara otomatis kelemahan dari tipe ini akan tertutup dengan sendirinya.

d. Kepribadian

Kepribadian dari tipe Feeling introvert memiliki kekhasan karena memiliki kemampuan emosi yang melebihi delapan jenis kepribadian yang lain. Kelebihan ini dapat disepadankan dengan kecerdasan emosi atau disebut EQ (Emotional Quotient).

Dengan kekuatan pernafasan yang panjang, tipe ini memiliki potensi kekuatan mental yang lebih baik, mampu mendengar bahasa hati orang lain lebih lama. Tipe ini bahkan mampu menjaga perasaan dan berempati lebih baik dari orang lain. Selain itu, tipe F umumnya seperti memiliki kadar cinta yang lebih banyak, baik untuk mencintai ataupun dicintai. Pancaran kekuatan emosinya menjadikan tipe ini disukai oleh banyak orang (populer). Kepopuleran merupakan kelebihannya.

Dalam hal pengelolaan keuangan, tipe Feeling introvert terlihat sangat bossy (seperti juragan). Ia mudah menolong orang lain dengan harapan itu akan memperkuat posisinya sebagai pemimpin.

e. Kemistri

Jalan keberhasilan dari tipe Feeling introvert ditentukan oleh kemampuannya membuat platform untuk memperkuat pengaruh. Dengan platform itulah sosok bertipe Fi akan memiliki posisi tawar yang tinggi. Penting untuk digaris bawahi bahwa platform yang dibentuk oleh tipe ini seringkali platform yang diikat secara emosional.

Oleh karena itu, sejak awal setup platform dari tipe Feeling introvert tersebut harus didisain secara masak-masak agar dapat mewadahi visi yang diperjuangkannya. Tentu saja platform ini akan mudah runtuh jika tidak diberi energi positif yang maksimal. Apalagi jika platform tersebut senantiasa berubah-ubah demi kepentingan pragmatis.

Padahal, membangun platform visioner itu memakan masa yang panjang. Meskipun tipe Feeling introvert memiliki kemistri cinta, ia mesti mengikat kemistri cinta itu dengan sesuatu yang berdampak jangka panjang. Dalam menggunakan kekuatan kharismanya, tipe ini menebarkan pengaruh terutama dalam hal visi- untuk mendapatkan cinta dari pengikutnya. Oleh karena itu, visi tersebut mesti diberi jiwa (sentuhan emosi) supaya lebih banyak orang yang terikat dengan kepemimpinannya.

f. Peranan

Kecerdasan emosi dari tipe Feeling introvert menjadikannya matang secara emosional dan menjadi kaya hati sehingga mudah berbagi kasih sayang dengan orang lain. Faktor kekuatan emosional inilah yang membuat tipe ini merasa terpanggil untuk menjadi pemimpin. Dengan pancaran energi yang datang dari dalam untuk menyebarkan kekuatan emosi, tipe Fi memang layak menjadi pemimpin.

Jika tipe F dikemudikan dari dalam-menjadi tipe Feeling introvert – akan muncul sifat lebih percaya diri dan seolah bekal kekuatan emosinya tidak habis karena didorong dari dalam dirinya. Hal itu mengakibatkan tipe Fi merasa nyaman menjalankan fungsi kepemimpinannya.

g. Target & Harapan

Dengan modal kepemimpinan tipe Feeling introvert yang kharismatik dan terpancar dari dalam, keseharian dari tipe ini selalu menebarkan pesona. Ketika kepemimpinan tipe Fi diterima oleh lingkungan sekitar, maka hal tersebut sesuai dengan pengharapannya. Aktualisasi diri dari tipe ini terjadi jika ia memiliki fungsi kepemimpinan. Bahkan jika tidak mendapatkannya, tipe ini akan terus akan mencari jalan untuk kemudian dikukuhkan sebagai pemimpin.

Dengan modal kepemimpinan inilah tipe Feeling introvert menawarkan idealisme baru. Biasanya tipe Fi memang merupakan seorang ideolog yang memiliki pandangan visioner. Sumber ideologi tipe ini datang dari kematangan emosinya yang sejalan dengan jiwa perjuangannya. Kekuatan emosi dari tipe ini yaitu memahami kedalaman jiwa dari masyarakat, yang perlu diperjuangkan oleh dirinya. Hal inilah yang membuat tipe Fi menargetkan visi tertentu untuk diperjuangkan bersama.

Salah satu jalan untuk memelihara pengaruh dari tipe Fi ialah dengan berkontribusi pada pengikutnya. Sebagai konsekuensi dari kasih sayang kepada pengikutnya, tipe ini kerap kali mengulurkan tangannya untuk membantu pengikutnya.

h. Arak Merek

Kekuatan kepemimpinan dari tipe Feeling introvert sekaligus menjadi merek bagi dirinya. Tipe ini diberi merek sebagai sosok yang memiliki kepemimpinan yang baik. Untuk memiliki merek seperti ini, tipe Fi tidak harus secara formal memimpin suatu organisasi tertentu, namun secara informal pun, merek kepemimpinan tersebut melekat pada dirinya.

Jika tipe Feeling introvert tidak memiliki merek kepemimpinan, maka ia seperti tercerabut dari akar. Hal ini dapat diartikan bahwa sumber kekuatan utama dari tipe ini dalam memancarkan emosi kasih sayang ke masyarakatnya, macet

i. Cara Belajar

Proses belajar yang baik bagi tipe Feeling introvert adalah menjadi pendengar yang baik meskipun begitu tergoda untuk berbicara. Tipe Fi suka ngomong dan menebar pesona dengan omongannya. Namun tipe ini akan belajar lebih banyak jika ia mendengar. Maka ketika hadir di dalam kelas, ia cukup berkonsentrasi mendengarkan penjelasan dari gurunya.

Jika perlu, penjelasan tersebut direkam dengan MP3 dan didengarkan berulangulang, sampai tipe ini mendapatkan ‘feel’-nya. Bagi tipe Feeling introvert, memang sulit berkonsentrasi dalam durasi yang lama. Tipe ini sering terbawa pada suasana emosinya. Hasil rekaman yang didengarkan ulang itu membuat tipe ini mendapatkan gambaran secara keseluruhan. Pendek kata, tipe F pada umumnya memang harus belajar menggunakan telinganya.

Motivasi belajar dari tipe Feeling introvert akan naik seiring dengan mood. Namun begitu, jika tipe ini sedang mood, maka seperti tidak ada yang dapat menghentikannya. Jika sedang semangat akan terlihat sekali, namun jika sedang malas, maka tipe ini akan susah untuk memulai kembali. Oleh karena itu, perlu ditempelkan sentuhan emosi setiap kali tipe ini merasa sedang kehilangan mood. Motivasi yang naik turun tergantung kondisi emosi sesaat. Permainan perasaan untuk memelihara tingkat motivasi dari tipe F memang membutuhkan kesabaran yang luar biasa.

j. Pilihan Sekolah/Profesi

Prioritas utama jika ingin memilih jurusan atau profesi untuk tipe Feeling introvert sebaiknya diarahkan pada satu diantara empat pilihan industri berikut ini, yaitu : politik, kepemerintahan, hukum, kesenian.

Selanjutnya pilihan lain dari jurusan atau profesi yang sesuai tipe Feeling introvert sebagai berikut: psikolog, komunikasi, diplomat, humas, promotor, investor, negarawan, trainer/publicspeaker, administrasi negara, seniman, budayawan, hubungan internasional, salesman, inspirator, motivator, psikiater, counselor, ideolog, personalia, lawyer, birokrat, aktivis, atlit maraton, dll.

Di masa depan, pilihan profesi akan semakin beragam. Namun jika ingin memilih jurusan ataupun profesi patokan bagi tipe Feeling introvert adalah mempertimbangkan empat kata kuncinya, yaitu: merasakan, pernafasan, memimpin, dan dicintai. 

Artinya, jurusan atau profesi yang dipilih oleh tipe ini perlu didominasi oleh unsur-unsur yang membutuhkan keterlibatan emosi (termasuk kemampuan berkomunikasi dari hati ke hati) secara fisik memerlukan nafas yang panjang atau semangat yang tinggi sehingga bisa bekerja atau bertanding secara marathon, serta jurusan/profesi yang melibatkan kharisma kepemimpinan, serta dapat mengeluarkan jurus-jurus tebar pesona supaya tipe ini dicintai lebih banyak orang.


Ada beberapa penyebab anak lama bicara, mengalami lambat bicara, cadel/pelo, bahkan tidak bisa bicara sama sekali ;

PRA NATAL (masa kandungan) : Ortu stress berat, konsumsi obat berlebihan, pola hidup tidak sehat, dan sebagainya

NATAL (masa kelahiran) : caesar/vacum/tang, keracunan ketuban, ketika lahir tidak langsung menangis.

Itulah sebabnya bayi diupayakan berbagai cara oleh dokter/bidan/perawat agar menangis ketika lahir, seperti dipukul pantatnya. Jadi bukan mereka jahat ya guys.

Semakin lama jeda si bayi tidak menangis maka semakin tinggi tingkat komplikasi permasalahannya kalau dari konteks ranah bicara ya.

PASCA NATAL (Setelah lahir).

Nah ini yang biasanya jauh lebih complicated. Tidak boleh panas tinggi lebih dari 37 derajat atau step. Atau juga tidak sampe step tapi panasnya 3 hari 2 malam di angka 27 derajat celcius karena bisa merusak sistem operasi otak di pusat yang bernama BROCA (itu pusat bicara)

Nah, penyebab anak lama bicara brikutnya;

1. Pola Asuh.

Hal ini terjadi biasanya bilingual, kurang dikasih stimulus, ngajarin anaknya pake bahasa anak-anak (makan dibilangnya maem, minum dibilangnya mimi, susu dibilangnya cucu, dsb). Buat sebagian orang ini lucu & menggemaskan padahal proses pembelajaran bahasa jadi agak terganggu

2. Pola Makan.

Orang tua atau khadimat (pengasuh anak) inginnya simple/terlalu nurutin kemauan anak. Anak dikasih makan yang lembek-lembek secara berlebihan. Seperti hampir tiap hari makannya bubur, mie, dan sebagainya. Hal ini menyebabkan organ motorik mulut & rahangnya kurang teruji. Itulah sebabnya buat sebagian orang tua sebagai proses transisi bayi biasanya dikasih makan pisang ambon.

Atau anak hanya mau makan menunya itu-itu saja padahal anak perlu dikenalkan varian yang lain. Bukan masalah porsinya tapi proses pengenalannya sehingga metabolisme tubuhnya tidak defensif.

3. IQ-nya dibawah/kurang dari 90, juga bisa menjadi sebab anak lama bicara.

4. Dinding langit-langit mulut terlalu tinggi ke atas sehingga lidahnya tidak bisa menekuk/bibirnya pecah (sumbing).

5. Adanya gangguan pendengaran / tuli (tuli parah 50-100 db).Tapi bisa juga ketulian dibawah/kurang dari 50 db tapi tidak ditangani secara cepat seperti pemakaian alat bantu.

Nah, biasanya ketika saya dapat kasus anak lama bicara, dianalisis dulu pra natal, natal, & pasca natal

Tapi dari sekian puluh klien yang saya tangani rata-rata karena anak lama bicara, pas usia 2 tahun pernah sakit panas/kejang.

Untuk penanganan/treatment biasa, standar terapi wicara. Hanya aja ada beberapa yang saya modifikasi dengan pendekatan murah meriah tapi Insya Allah efektif. Orang tua ngak perlu keluar banyak uang ke terapis, kalo lidah gak bisa ditekuk/dilipat atau gak bisa nempel di gigi >> sikat lidah saja.

Oleh : Benny Al Farisi

Pakar Terapis Anak dan Konselor STIFIn


LES SESUAI BAKAT

Les menjadi solusi bagi orang tua, kala prestasi belajar anak disekolah tidak membanggakan. Sehingga berjamurlah les-les dimana-mana. Menjadi Bisnis yang sangat menguntungkan. Benarkah les menjadi solusi meningkatkan prestasi sekolah anak ? Karna Fakta dilapangan, banyak kasus saya temui dan saya tangani sebagai Konselor Berbasis STIFIn, orang tua mengeluhkan “udah di leskan matematika, kok nilainya gak naik juga”.

Hal ini saya temui pada kasus terbaru yang saya tangani. Anak yang ber Mesin Kecerdasan Feeling, sudah di leskan matematika selama 13  bulan, tapi orang tuanya mengatakan, nilainya gak ada perubahan. Setelah saya konsultasikan bersama ke dua orang tua, ketika tahu hasil Tes STIFIn anaknya Feeling, maka saya sarankan agar orang tua mencoba untuk meleskan anaknya yang sesuai dengan Mesin Kecerdasan Feeling nya. Kalau kita tanya langsung pada si anak, biasanya anak akan cenderung memilih les yang sesuai dengan bakat nya. Setelah ditanyakan, anaknya ingin les PIANO. Maka saya katakan ke orang tuanya, itu cocok untuk anak ibu, karena bakat nya ada. Maka orang tua memutuskan untuk menghentikan les matematikanya, diganti dengan les PIANO.

Alhamdulillah, setelah enam bulan berselang, ibu si anak BBMan dengan istri saya, karena kebetulan berteman dengan istri saya. Mengatakan bahwa sejak les PIANO anaknya semangat belajar, dan ini menjadikan nilai matematikanya menjadi lebih bagus. Dan bakat si anak kelihatan dengan dia mudah memahami piano dan malah mengajari gurunya. Pengalaman ini saya tuliskan pada artikel Bakat Anak Menaikkan Prestasi Sekolah.

Sekarang saya dapatkan sebuah testimoni yang di kirimkan oleh rekan kami sesama penggiat STIFIn di Group WSLP. Testimoni nya bisa anda lihat pada gambar percakapan via BBM diatas. Anak yang Mesin Kecerdasan Insting, yang memiliki Kecerdasan Al Truist, generalis, yang meminta les alat musik DRUM. Orang tua si anak mengakui setelah Les DRUM, anaknya menjadi bagus prestasinya di sekolah.

Mengapa Hal Ini Bisa Terjadi ?

Mengapa kita meleskan anak kita ? Seringkali les tersebut adalah les pada kelemahan anak. Bukan les pada kehebatan anak. Anak yang nilai matematikanya lemah, maka di leskan matematika. Karena kalau udah bagus nilai matematikanya, pasti orang tua gak mau meleskan si anak matematika, pertimbangannya, rugi uangnya.

Setiap anak punya kehebatan dan kelemahan, begitu juga dengan kita orang tuanya. Meleskan anak pada kelemahannya inilah yang menjadikan anak tidak nyaman menjalani sekolah, menjalani hari-harinya. Ibaratnya, meleskan kelemahan anak, sama dengan menghina atau menyebut-nyebut terus menerus kelemahannya. ” Matematika kamu gak bagus, ayo sana les matematika “. Setiap datang guru les nya ke rumah.

Bayangkan, kalau ibu sebagai orang tua, di sebut-sebut terus kelemahannya sama suami di rumah, misal gak pandai masak rendang. Bagaimana perasaan ibu, pasti akan mempengaruhi mood ibu dalam menjalankan aktivitas sebagai seorang istri. Bisa-bisa ibu menjadi benci sama suami, karena kekurangannya terus-terusan disebutin. Apalagi disebutin di depan keluarga, ” istri saya kalau masak rendang asiin, gak ada enak-enaknya.” Haha..ini misalnya  looh bu.. Kok serius amat siih.. Gak pandai masak rendang ya…

Nah, apa bedanya dengan anak kita. Ketidaknyamanannya itu bisa ditunjukkan dengan berbagai cara, bisa dengan menentang perintah orang tuanya, ngambekkan, rewel, dan tingkah laku lainnya, yang membuat orang tua jengkel, yang membuat orang tua musti memperhatikan dia. Padahal kejengkelan si anak, bisa jadi karena ulah kita orang tua, tanpa kita sadari.

Jadi sebaiknya orang tua harus bijak memilih les untuk anak-anaknya. Agar jangan sampai, solusi yang diharapkan, malah bencana yang datang. Les dianggap bisa jadi solusi, malah bencana yang datang dengan sikap anak yang tidak mau di atur.

Nah, Les apa yang cocok untuk anak kita ? Yang cocok dengan Bakatnya ?
Segera Tes STIFIn dan Konsultasikan dengan Penggiat STIFIn di Seluruh Indonesia.