1. Di Indonesia ibadah di “lebay-lebay” kan. Orang meninggal di wirit (we read) Yasin kan 3 hari, 7 hari, 40 hari, 100 hari. Yaah..namanya juga Feeling, suka mengiris-iris kesedihan, mengingat-ingat kesedihan. Kuburan pake dikeramik, dikasih nama, tanah ditinggikan, diziarahi, padahal gak disuruh demikian, sekali lagi “lebaay”. Celana gantung, bawa siwak, jenggot lebat, ini termasuk “lebaaay” apa Sunnah ya ? Au ah gelap.

2. India juga Feeling bangeet, makanya Film India laris manis di Indonesia. Telenovela, kalau di kita sinetron, laris manis. Liat aja semua sinetron, “lebaaay”. Banyak wajah India bertebaran di TV nasional kita. Kalau anda sesekali nonton TV, bisa salah duga, kirain pake TV Berlangganan, (kok ada TV India), rupanya TV nasional.

3. China itu Sensing, makanya rada Pelit, pedagang profesinya, jual dengan volume banyak untung sedikit. Orang Feeling agak boros, ketemu yang murah, langsung di serbu. Lakulah dagangannya Sensing. Ketika Sensing kaya, Feeling sakit hati. Jadi mudah disulut api cemburu saat kerusuhan mei.

4. Feeling mendukung Sensing. Betahlah Sensing di Indonesia, karena si Feeling jadi pendukungnya. Lama kelamaan Feeling berubah menjadi Sensing, segala hal dipandang Materi, sense of sosialnya, rasa sayang kemanusiaannya menjadi terkikis. Buktinya, Gak ada uang abang ditendang. Ada uang abang di sayang. Udah seperti orang Sensing, empati dan simpati sudah dinilai dengan materi.

5. Unsur Alamnya Feeling adalah Api, gak heran di Indonesia banyak yang berteman dengan Jin dalam kedok pengobatan alternatif yang menggunakan Jin (diciptakan dari Api). Gunung berapi, di Indonesia paling banyak jumlahnya. Sehingga jumlah Jin yang betah tinggal di Indonesia juga banyak.

6. Provokator dan Motivator sama banyaknya (mungkin). Tukang “kompor” dan tukang semangat banyak disini. Sehingga kadang mudah di sulut kadang mudah empati. Gembong narkoba di beri “Garasi Mobil”. Sekarang ragu mau hukum mati “kawannya” yang dari Australia, (takut) nanti dibilang gak punya rasa kemanusiaan (HAM). Orientasi ke orang bangeet kan, inilah Feeling. Kalau mahasiswa Demo, itu yang ngomporin/provokatornya pasti Feeling.

7. Feeling kalau belanja (APBD/APBN) suka gak jelas itungannya, akhirnya banyak proyek yang gak jelas manfaatnya, gak jelas kapan selesainya. Secara personal, gelap mata kala belanja di mall/supermarket, sampe rumah, gak ke pake apa yang dibeli.

8. Semua produk yang ada unsur lebaaay nya di Iklan, akan laris manis di Indonesia, karena pangsa pasarnya Feeling. Orang Korea pake Sandal Jepit Swallow aja, remaja feeling heboh, lebaay minta ampun. Cape deeeh.

10. Yang “ngomporin” pemimpin se ASIA, untuk jadi ASEAN itu gagasannya Feeling, Soekarno Hatta. Kehebatan Feeling sebagai pemimpin, dalam merangkul dan meyakinkan pemimpin se ASIA.

Just Opini tentang Feeling. Jangan masukin Ke Hati. Kecuali kamu Feeling.

Sumber Gbr Ilustrasi - http://www.feelingfacescards.com/

Ketentuan penyelenggaraan Training STIFIn :

1. Hanya Trainer STIFIn yang boleh menjadi pemateri event berbayar untuk publik (selain WSL1 yang boleh diisi oleh lulusan WSLP),

2. Event berbayar tersebut cukup dalam bentuk seminar, sehingga tidak perlu workbook dan ujian.

3. Peserta seminar tidak harus mengikuti WSL1 dan atau WSLP, berlaku bebas untuk umum,

4. Pada seminar tersebut, tidak boleh membagikan workbook atau dikonversi dalam bentuk lain seperti makalah dan sejenisnya, yang diizinkan dibagikan adalah hard copy dari materi powerpoint saja,

5. Event dalam bentuk Workshop yang mewajibkan ada workbook dan ujian, hanya boleh dilakukan Kantor Pusat dan Cabang, dan pesertanya wajib lulus ujian WSLP STIFIn,

6. Bagi yang sudah lulus tematik diperbolehkan memberikan seminar, namun belum diperbolehkan berbayar, menunggu sampai yang bersangkutan sah menjadi Trainer STIFIn.


Fakta menarik tentang otak serta Perbedaan Wanita dan Pria

Seminar yang diadakan komite SDIT Darul Quran Mulia Serpong itu bertajuk
“Mengenal dan memahami perbedaan otak wanita dan pria .”

Dalam benak saya sudah terbayang cerebrum, otak kecil, amygdala atau istilah biologis lainnya. Dan wow…ternyata saya salah besar! dr. Aisyah Dahlan membungkus apik materi dan menyuguhkan fakta baru yang unik. Cerdas dan humoris, tak heran para peserta betah berlama-lama duduk hingga akhir acara. Karena saya datang agak terlambat mungkin banyak materi pembuka yang terlewat. Sambil momong si kecil, kurang lebih seperti ini beberapa point yang bisa saya sampaikan.

1. Anatomi cerdas

Di dalam cerdas ada banyak pintar yang saling terhubung. Maka tak bisa dikatakan cerdas jika seseorang bisa dengan mudah menyelesaikan soal trigonometri tetapi tak bisa membuat telor ceplok atau mie instan (Lhoh??). Tenang, cerdas ini bisa dilatih kok, misalnya dengan banyak belajar sering latihan, jalan-jalan dan silaturahim.

2. Otak Kiri dan Otak Kanan

Otak kiri mengatur bagian tubuh sebelah kanan, bekerja untuk mengingat kata-kata, matematika, verbal, logis, fakta, analisa, syair, nyanyian, lineal, detail dan lebih teratur. Sedang otak kanan cenderung kepada kreatif, warna,artistik, visualisasi, intuisi, gagasan, khayalan, holistik, music, bentuk dan ruang.

3. Otak kiri pada wanita berkembang lebih cepat daripada pria

Perbedaan Otak Wanita dan Pria dalam perkembangannya di masa balita.

Pada usia 0-6 tahun otak kanan dan kiri wanita tumbuh dengan kecepatan yang berimbang. Sedangkan pada pria otak kanan berkembang lebih cepat daripada wanita. Meski demikian, otak kanan pria berkembang lebih cepat daripada otak kiri wanita. Tak heran jika pada usia sekolah banyak wanita mendapat ranking di kelasnya, lebih cepat kemampuan membaca dan menulisnya. Anak pria yang mungkin merasa kurang dalam lisan, kesenian dan matematika merasa terintimidasi dan akhirnya lebih senang membuat kekacauan dan keributan. Semoga dengan mengetahui fakta ini bunda lebih bisa memahami anak laki-lakinya dan tidak membedakan dengan saudara perempuannya.

Perbedaan Otak Wanita dan Pria dalam perkembangannya di masa dewasa.

Pada usia 6-12 tahun otak kanan dan kiri pria akan mulai berkembang dan baru berkembang beriringan menginjak usia 18 tahun. Pada usia itulah pria akan menduduki posisi penting semisal ketua senat, ketua BEM, memimpin orasi dan lain sebagainya. Sedang wanita akan kembali ke fitrah yakni menjadi seksi konsumsi, bendahara, sekretaris, dan sebagainya. Mungkin inilah yang menjadi alasan mengapa di beberapa negara di luar negeri anak laki-laki dan perempuan belajar di tempat terpisah. Anak laki-laki akan belajar dengan praktik secara langsung menggunakan komputer, robotic, dll sedang anak perempuan akan cukup meski belajar hanya dengan kertas dan buku.

4. Otak perempuan terhubung lebih baik dan otak pria dibuat untuk pekerjaan khusus.

DR. Rober Groski, ahli neurologi dari Universitas California, Los Angeles menemukan bahwa corpus collosum pada otak wanita lebih tebal daripada pria sehingga wanita mampu mengerjakan berbagai pekerjaan yang tidak saling berhubungan dalam satu waktu. Kita sering menyebutnya multitasking. Maka wajar jika seorang ibu bisa saja menggoreng tempe sambil menyuapi si kecil dan menemani kakak belajar sembali sesekali melirik smart phonenya. Berbeda dengan pria yang hanya bisa menekuni satu hal. Dan ketika ia sedang berkonsentrasi, tanpa disadari pendengaranya akan menurun. Menurun ya, bukan berkurang. Jika anak laki-laki atau suami bunda tak menyahut panggilan ketika ia sedang serius maka saatnya bunda bilang, “Wow…laki banget!” hehe. Stop memanggil berulang-ulang karena hanya akan menghabiskan energi. Datangi dan colek bahunya saja mungkin lebih efektif. Mungkin hal ini berkaitan pula dengan sudut pandang. Wanita memliki sudut pandang yang lebar sedang pria bersudut pandang lurus namun panjang.

5. Letak emosi

Pada pria umumnya terletak di sebelah kanan yang berarti perasaan dapat bekerja secara terpisah dari fungsi-fungsi otak yang lain. Contoh pria berdebat dengan kata-kata di otak kiri tanpa emosional. Pada wanita, titik emosi tersebar pada kedua belahan otak. Perasaannya menjadi lebih aktif serempak bersama dengan fungsi otak lain. Contoh : wanita bisa menangis ketika mengganti ban yang kempes

6. Reaksi Otak

Perbedaan Otak Wanita dan Pria dalam hal reaksi otaknya. Otak kanan wanita tersusun untuk bereaksi dengan orang dan wajah-wajah sedang otak pria pada benda dan bentuknya. Jika suami lebih senang mengotak-atik laptopnya ketimbang melihat wajah anda, bukan berarti wajah anda tidak cantik bund! (menghibur diri dan curhat, hehe).

7. Cara Menyimak

Perbedaan Otak Wanita dan Pria ketika menyimak. Di sepuluh menit pertama, wanita bisa berkali-kali berubah ekkspresi. Contoh ketika secara tak sengaja bertemu dengan teman sekolahnya di pusat perbelanjaan. Pasti sangat hebring dengan ucapan semisal “Ehh Apa kabar??” “Ah Masa sih??”” Iya gitu??” “Hihi bisa aja jeng” dan ucapan yang senada diikuti dengan mimik serta gestur yang berubah-ubah pula. Pria cenderung datar dan kurang ekspresif. Maka lebih bijak bagi para bunda untuk menunggu selama 10 menit sebelum mengajak suami mengobrol sepulang kerja.

8. Keinginan

Wanita menginginkan hubungan dan kerjasama. Pria menginginkan kekuasaaan, kedudukan dan bersaing. Pernahkan anda melihat seorang pria dalam suatu seminar berkata pada temannya, “Ke kamar mandi yuk..!” hoho pasti tidak. Pria akan fokus, ke kamar mandi ya ke kamar mandi. Wanita yang memang menyukai hubungan biasanya mengajak temannya pergi ke toilet. Belum kalau sedang mengantri, melihat teman sebaya yang juga sedang mengantri di sebelah pasti tak tahan untuk bilang, “dari mana mbak?”

9. Apa Yang Di Hargai ?

Wanita menghargai hubungan dan pria menghargai pekerjaan. Jika wanita tidak bahagia dalam hubungan keluarga maka ia tak dapat berkonsentrasi pada pekerjaannya, sebaliknya laki-laki tidak dapat memusatkan perhatiannya pada keluarganya jika ia tak bahagia dalam pekerjaannya

10. Beberapa Perbedaan Wanita dan Pria

  • Pria lebih suka berterus terang sedang wanita tidak. Contoh : “Bunda marah ya?” “Enggak!”
  • Pria bicara apa adanya, wanita dengan perasaan
  • Bila curhat, wanita hanya ingin di dengar, pria menawarkan solusi.
  • Wanita mungkin kesulitan membaca peta atau petunjuk jalan, pria tahu arah dengan pasti
  • Berbelanja adalah kegembiraan bagi wanita namun sebuah teror bagi pria.
  • Wanita butuh bicara jika tertekan sedang pria tidak

Itulah Perbedaan Otak Wanita dan Pria yang mendasar. Allah jadikan berbeda untuk saling melengkapi agar tercipta sakinah mawaddah warahmah.

“Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri, agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan di antaramu rasa kasih dan sayang. Sungguh pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berfikir.” (QS 30:21)

Perbedaan Otak Wanita dan Pria ini di Kutip dari Seminar di SDIT Darul Qur’an mulia

Nara sumber : Dr Aisyah dahlan.


Yayan Hadiyat seorang Trainer sekaligus Penulis Buku Manajemen STIFIn HR mengatakan : SEMUA SISTIM HR ( HUMAN RESOURCES ) yang ada pada saat ini, ketika diterapkan di perusahaan, semuanya mentok manakala dihadapkan pada beberapa hal berikut : 1. Karyawan yang bermasalah,2. Salah penempatan karyawan, 3. Kesulitan mendongkrak potensi karyawannya. Dan Insya Allah Manajemen HR STIFIn bisa menyelesaikan semua itu dengan jitu.

Salah satu pendapat dan analisa Bapak Anthony : Workshop HR Expertise STIFIn ini merupakan salah satu pintu gerbang agar STIFIn bisa dikenal di seluruh dunia. Logikanya, kalo ada satu saja perusahaan multi nasional yang ada di Indonesia mau memakai Manajemen HR STIFIn, dan berhasil meningkatkan produktifitas, maka berita ini akan cepat menyebar di luar negeri. Maka ini peluang besar STIFIn agar bisa dikenal di seluruh dunia. Beberapa waktu yang lalu saya diskusi dengan 2 orang teman , yang satu GM HR di suatu perusahaan dan yg lain GM Engineering di perusahaan yg berbeda (keduanya perusahaan Multi Nasional), mengatakan hal yang sama seperti yang diucapkan Bapak Yayan Hadiyat yaitu mereka mentok kalau dihadapkan pada karyawan bermasalah, salah penempatan karyawan dan kesulitan mendongkrak potensi karyawannya.


Mesin Kecerdasan nya Thinking yang di drive dengan introvertnya, sehingga dari dalam menuju keluar, Thinkingnya yang di bawa dari dalam menuju keluar, sama dengan yang lain-lainya, yang disebut dengan  introvert. Introvert ini bukan membawa seluruh Mesin Kecerdasan, introvert disini hanya terkait dengan Mesin Kecerdasan yang menjadi Mesin Kecerdasan yang bersangkutan. Jadi, kalau Thinking introvert, introvertnya itu hanya pada Thinking saja, bukan kepada semua Mesin Kecerdasan.

SOTOY “SOK TAHU”

Jenis orang Thinking introvert, Thinkingnya dibawa dari dalam dalam keluar, karena itulah orang Thinking introvert ini, sepertinya dia orang yang banyak tahu . Karena dia Thinking, dia berfikir, dia punya ilmu otomatis dari hasil kerja fikirannya, dan karena itulah dari banyak tahunya itu kemudian dibawa keluar. Maka orang Thinking introvert ini memiliki banyak referensi, banyak pustaka, banyak pengetahuan, banyak memory yang dia bisa uraikan kepada orang lain. Sering kali kalau dalam bahasa pergaulannya, konotasi yang negativenya itu dia disebut “sotoy”, ini orang sok tahu, ini adalah orang Thinking introvert

SISTEMATIS

Sesungguhnya orang Thinking introvert ini, di dalam kerja otaknya, dia adalah mengangkat kerja otak itu, kepada kompleksitas yang tinggi. Jadi, diantara semua type Personality Genetic, dimana otaknya bersedia menangani persoalan-persoalan yang komplek itu adalah Thinking introvert . Tetapi dia memiliki tools, memiliki alat, memiliki cara, bagaimana situasi yang kompleks itu dikendalikan, yaitu dengan frame work, dengan kerangka kerja. Orang Thinking introvert sangat mahir di dalam membuat kerangka kerja, di dalam membuat sistematika, sehingga pikiran yang kompleks itu menjadi sistematis, jika di tangani oleh orang Thinking introvert.

SPESIALIS

Nah, karena itulah mengapa orang Thinking introvert ini, dia bersedia untuk menjadi orang yang begitu spesialistik profesinya, karena dia punya ketajaman mikroskopik, dia berfikir sampai mentok, sedalam-dalamnya, itu dimiliki oleh dia kemampuannya. Karena orang Thinking introvert berfikir, kalau ke atas dia kompleks, kalau ke bawah dia mendalam sangat mikroskopik . Itulah kemampuan yang membuat orang Thinking introvert itu sanggup untuk menjadi seorang spesialis pada profesinya.

EFEKTIFITAS

Kerangka kerja menjadi keutamaan dimana dia berfikir, dan tentu saja, ketika dia menganalisa sesuatu, analisanya selalu diposisikan untuk mendapat sesuatu yang lebih baik, kita menyebutnya adalah efektifitas. Dia selalu akan berfikir, bagaimana kerangka kerja tadi bila dipraktekkan, bila di implementasikan, bila dijadikan sebagai rencana untuk melahirkan perbaikan, melahirkan efektifitas, terutama yang paling penting bagi dia, melahirkan berganning posision yang lebih bagus buat dia, meningkatkan jabatan dia, meningkat tahta dia, itu adalah orang Thinking introvert.

MULTIPLYING

Ketika dia sudah mulai bisa membuat kerangka kerja dari sesuatu yang kompleks, maka, karena dia berfikir tentang efektifitas tadi, mengapa orang Thinking introvert di dalam tugasnya, di dalam pekerjaannya, dia menyukai, dengan sendirinya cenderung akan mendapatkan pelipat gandaan hasil (Multiplying). Ini adalah sesuatu yang memang orang Thinking introvert menyukai melipat gandakan hasil. Proses pelipat gandaan yang dilakukan orang Thinking introvert tadi, bisa dikawal dengan akurasi yang tinggi, karena dia memiliki rentang yang sangat bagus, mau mendalam secara mikroskopik dia mampu, mau naik ke atas menjadi lebih kompleks dia mampu, sehingga pengawalan terhadap pelipat gandaan itu memiliki ciri khas yang sangat menempel pada orang Thinking introvert yaitu itu adalah akurasi.

CINTANYA LOGIS

Bagaimana cara orang Thinking introvert dalam urusan bercinta? “Ya” memang sesungguhnya orang Thinking mau yang introvert ataupun extrovert, dia bercinta menggunakan kerangka-kerangka kerja, dengan logika-logika, maka orang Thinking khususnya yang introvert itu adalah dia berani mempertimbangkan iya dan tidak, memutuskan seseorang itu diterima atau tidak, setelah dia menimbang-nimbang dengan timbangan logika apa baik buruknya buat dia, apa untung ruginya buat dia, apa manfaatnya buat dia. Segala sesuatunya ditakar menggunakan kerangka logika.

Karena itulah di dalam rumah tangga, bagi orang Thinking introvert, dia akan menata, bagaimana pasangan suami istri itu, bukanlah hanya semata-mata hubungan emosional, tetapi ia adalah seolah-olah, “meskipun ini urusan percintaan”, seolah-olah seperti hubungan kerja, semua ada kerangka, semua ada sistematikanya, semua ada pembagian tugas yang jelas. Orang Thinking introvert itu memastikan segala sesuatunya itu tertangani dengan baik.

C.E.O

Mampukah orang Thinking introvert menjadi seorang CEO? Justru memang inilah yang menjadi keunggulan Thinking introvert, ketika ia berada pada midle-midle managemen, untuk dia merangsak naik ke atas, dia memiliki keunggulan. Dimana keunggulannya? Dia memutuskan dengan logika yang dalam, yang kompleks, yang kemudian dia berfikir dikaitkan dengan hasil, dia bisa memimpin akurasinya. Jadi segala macam yang berbau kehebatan logika ini, dimiliki secara tajam oleh orang Thinking introvert, tidak dimiliki oleh Personality Genetic yang lain .

Jadi, ketika beradu tentang direction, tentang target, auto achive, tentang planning, tentang membuat taktik-taktik yang sistematis, menuju kepada tercapainya target, orang Thinking introvert adalah jagonya . Maka dia sangat berpeluang untuk menjadi seorang CEO.

MANAGERIALSHIP

Dia memang punya kemampuan mengelola tahta, mengelola kekuasaan dengan managerialshipnya, dengan aturan main yang dia buat, dengan system yang dia kendalikan, dengan kedalaman, dengan kekomplekan, dengan sistematika, dengan kerangka kerja sebagaimana yang di jelaskan diatas. Disitulah menajdi selling pointnya seorang Thinking introvert.

Thinking introvert adalah  orang yang memiliki banyak pengetahuan, dan dari banyak pengetahuannya itu, kemudian orang Thinking introvert itu, yang kaya dengan database, yang kaya dengan pengalaman-pengalaman yang sudah diolah, di sistematikakan oleh orang Thinking introvert menjadi kekuatan tertentu. Sehingga orang Thinking introvert bisa berkompetensi dengan orang lain, karena memiliki kemampuan mengelola proses lebih handal . Itulah yang disebut dengan managerialship.


PEMIMPIN (LEADER)

Mesin Kecerdasan nya Feeling dengan drive introvert yang membawa dari dalam keluar. Orang Feeling introvert dia adalah diantara 9 Personality Genetik memang yang paling berpeluang untuk menjadi seorang pemimpin, karena dia menggunakan keyakinannya, menggunakan shoul-nya, menggunakan emosinya, untuk bisa meyakinkan orang lain, dia punya kekuatan melakukan perombakan besar-besaran di dalam dirinya, dengan menyerap aspirasi dari luar. Tetapi, meskipun begitu, dia tetap fokus kepada apa yang kongruen (sebangun) dengan suara hatinya, dia memilih sesuatu yang cocok, yang compatible, yang tidak bertentangan dengan jati dirinya.

IDEALISME

Cara kerja otaknya orang Feeling introvert memang dia adalah, mampu mempromosikan, mampu mengangkat nilai-nilai yang terdengar oleh suara hatinya. Karena itulah, bagi orang Feeling introvert, karena chargingnya dari dalam keluar, Feeling yang dari dalam keluar itulah yang keluar berbentuk ideologi, idealisme dia, sesuatu yang sangat futuristic yang akan dikejar, dan itu semuanya berangkat dari keyakinan dia tentang sesuatu, sehingga keyakinan yang di olah dari bahasa emosi, bahasa jiwa inilah yang kerap kali bisa dalam perdebatan itu mengalahkan pandangan-pandangan yang hanya semata-mata berhenti pada tahap logika.

Tentu saja Indonesia, sebagai contoh katakanlah, mungkin tidak akan merdeka, kalau semata-mata hanya berpacu kepada sudut pandang rasionalisasi saja, karena begitu lamanya kita di jajah. Tetapi karena ada orang Feeling introvert yang meyakinkan bahwa kita memang layak merdeka, sudah tidak tahu bagaimana logikanya, yang penting kemerdekaan sudah merupakan idealismenya, mimpinya, maka itulah yang menciptakan momentum kemerdekaan itu sendiri.

KHARISMA PEMIMPIN

Nah, jadi disinilah orang Feeling memulai, ketika dia berbicara tentang jiwa, tentang keyakinan, tentang emosi, tentang perasaan, tentang aspirasi, tentang arus bawah, disinilah orang Feeling punya kekuatan, tapi secara khusus orang Feeling introvert, karena dia punya kemampuan untuk meyakinkan orang lain, karena dia mampu terutama untuk berbicara dengan dirinya sendiri, dan dia mencari sesuatu yang memiliki kecocokan dengan jati dirinya, dengan suara hatinya, disitulah orang Feeling introvert dipandang memiliki kharisma alamiah, sebagai seorang pemimpin .

LEADERSHIP

Kalau orang Thinking adalah managerialship, orang Feeling itu adalah Leadership. Leadership yang paling kuat itu adalah dimiliki oleh orang Feeling introvert. Jadi orang Feeling introvert mampu meng convinsing orang, justru berangkat dari sesuatu yang diyakininya, dari hati nuraninya, dari dalam.

FEELING MENGALAHKAN THINKING

Sementara kalau berbicaranya adalah : keyakinan yang datang dari dalam yang sumbernya dari dalam, itu dia memiliki rentang pengaruh yang justru lebih kuat dibandingkan dengan semata-mata logika. Dan ini juga yang menjadi alasan mengapa orang Thingking yang bisa mengalahkan orang Intuiting,  dalam konteks ini, orang Thinking bisa dikalahkan orang Feeling. Dimana logikanya ?

Logikanya, karena keyakinan itu memiliki daya pengaruh yang lebih kuat dari pada rasionalisasi, kehangatan yang diberikan orang Feeling, itu bisa lebih kuat dari dinginnya orang Thingking. Suara aspirasi yang melibatkan banyak orang itu, itu adalah pertanda menjadi kekuatan yang lebih besar dari otoritasnya orang Thinking .

BAKAT ALAMI SEBAGAI PEMIMPIN

Nah, inilah yang disebut dengan kemampuan leadership pada orang Feeling menjadi sebuah bakat alami, terutama adalah pada orang Feeling introvert yang kerap melakukan otokritik pada dirinya, mencari kebenaran di dalam suara hatinya, mencari yang congruen dengan nilai-nilai yang dibangun di dalam dirinya, otaknya pun bekerja hanya bila mana dia mendengar nilai-nilai yang sesuai dengan suara hatinya. Kekuatan nurani, keyakinan jiwa yang dimiliki oleh orang Feeling introvert ini yang mampu menaklukkan dunia, menaklukkan sekitarnya, menjadi seorang pemimpin yang baik.

“KUTUNGGU JANDAMU”

Tetapi dalam urusan percintaan. Secara gampangnya Feeling introvert ini, lebih mirip seperti cintanya seorang perempuan. Jadi kalau dia cinta kepada seseorang, maka cintanya itu merasuk di dalam kalbunya, yang kalau tidak terpenuhi itu bisa membuat dia gila. Kalau dia senang dengan seseorang, cinta pada seseorang, barang kali sudah sempat mereka saling bersambut gayung, sempat menjadi seorang kekasih, tapi karena faktor tertentu orang tuanya memisahkan mereka .

Maka kalau dia Feeling introvert, dia akan tulis “ku tunggu jandamu”, karena dia gak mau berpaling ke orang lain, karena cintanya mendalam pada orang itu. Seperti cintanya seorang perempuan, demikian juga kalau dia sudah menyukai sesuatu, maka kesukaannya itu, secara agak berlebihan, dia pegang kuat-kuat, dia fanatik dengannya. Nah itu adalah ciri dari seorang Feeling introvert.

OWNER/INVESTOR BISNIS

Bisakah seorang Feeling introvert berbisnis? Bisa. Tetapi dia bagusnya jadi owner, dia bagusnya jadi investor. Kenapa? Karena kalau dia menjalankannya, bisnis tadi, yang selalu jadi fokus dia itu adalah semata-mata membangun winning team, team yang solid, team yang hebat. Betul bahwa winning team ini, team yang menang, team yang hebat itu, merupakan faktor utama dalam keberhasilan sebuah bisnis. Tetapi tidak satu-satunya, jadi begitu dia terlalu sibuk dengan membangun winning team, mungkin dia sudah keteteran dengan produk yang ketinggalan zaman, pergerakan pesaing yang sudah begitu cepat, perkembangan teknologi yang tidak bisa terkejar oleh dia. Sementara dia masih terus berkutat kepada masalah bagaimana membangun SDM yang kompetitif, yang sehat, dan segala macamnya. Sehingga yang paling bagus bagi orang Feeling, ketika ia berbisnis jadilah seorang investor, pelakunya serahkan kepada orang lain, delegasikan ke pada orang lain.

MALAS BERFIKIR

Dan terutama yang paling penting pada orang Feeling itu, kodrat yang sedikit mengganjal keberhasilan prestasinya, yaitu adalah karena dia malas berfikir. Sehingga perkara-perkara yang rumit, diambil gampangnya saja, diputuskan secara cepat, dan terkadang agak sembrono, tanpa harus mengkalkulasi secara tajam, secara mikroskopik, tidak secara akurat dan akhirnya keluarlah keputusan yang mengedepankan nyali dan keberanian semata, tetapi minim dalam kalkulasi dan akurasi.

TRANSFORMASI ORANG

Namun demikian Feeling introvert inilah yang bisa melakukan sebuah perubahan yang besar melintasi zaman, karena kalau orang Intuiting itu adalah perubahan, perubahannya itu berangkat dari ide. Tapi kalau orang Feeling itu adalah perubahan yang perubahannya itu adalah orang, mentransformasi orang, dan itu memang memerlukan energi yang besar, dan orang Feeling memiliki itu. Itulah yang disebut bakat alaminya, terutama orang Feeling introvert yang muncul kharisma kepemimpinan yang kuat, kalau orang Thingking itu adalah kharisma adalah kharisma wewenang, kharisma kekuasaan, tapi kalau orang Feeling intovert itu adalah kharisma sejati, sebagai seorang pemimpin yang alami, memang punya kemampuan dengan komunikasi meng convinsing people (memahami orang).


Ada beberapa penyebab anak lama bicara, mengalami lambat bicara, cadel/pelo, bahkan tidak bisa bicara sama sekali ;

PRA NATAL (masa kandungan) : Ortu stress berat, konsumsi obat berlebihan, pola hidup tidak sehat, dan sebagainya

NATAL (masa kelahiran) : caesar/vacum/tang, keracunan ketuban, ketika lahir tidak langsung menangis.

Itulah sebabnya bayi diupayakan berbagai cara oleh dokter/bidan/perawat agar menangis ketika lahir, seperti dipukul pantatnya. Jadi bukan mereka jahat ya guys.

Semakin lama jeda si bayi tidak menangis maka semakin tinggi tingkat komplikasi permasalahannya kalau dari konteks ranah bicara ya.

PASCA NATAL (Setelah lahir).

Nah ini yang biasanya jauh lebih complicated. Tidak boleh panas tinggi lebih dari 37 derajat atau step. Atau juga tidak sampe step tapi panasnya 3 hari 2 malam di angka 27 derajat celcius karena bisa merusak sistem operasi otak di pusat yang bernama BROCA (itu pusat bicara)

Nah, penyebab anak lama bicara brikutnya;

1. Pola Asuh.

Hal ini terjadi biasanya bilingual, kurang dikasih stimulus, ngajarin anaknya pake bahasa anak-anak (makan dibilangnya maem, minum dibilangnya mimi, susu dibilangnya cucu, dsb). Buat sebagian orang ini lucu & menggemaskan padahal proses pembelajaran bahasa jadi agak terganggu

2. Pola Makan.

Orang tua atau khadimat (pengasuh anak) inginnya simple/terlalu nurutin kemauan anak. Anak dikasih makan yang lembek-lembek secara berlebihan. Seperti hampir tiap hari makannya bubur, mie, dan sebagainya. Hal ini menyebabkan organ motorik mulut & rahangnya kurang teruji. Itulah sebabnya buat sebagian orang tua sebagai proses transisi bayi biasanya dikasih makan pisang ambon.

Atau anak hanya mau makan menunya itu-itu saja padahal anak perlu dikenalkan varian yang lain. Bukan masalah porsinya tapi proses pengenalannya sehingga metabolisme tubuhnya tidak defensif.

3. IQ-nya dibawah/kurang dari 90, juga bisa menjadi sebab anak lama bicara.

4. Dinding langit-langit mulut terlalu tinggi ke atas sehingga lidahnya tidak bisa menekuk/bibirnya pecah (sumbing).

5. Adanya gangguan pendengaran / tuli (tuli parah 50-100 db).Tapi bisa juga ketulian dibawah/kurang dari 50 db tapi tidak ditangani secara cepat seperti pemakaian alat bantu.

Nah, biasanya ketika saya dapat kasus anak lama bicara, dianalisis dulu pra natal, natal, & pasca natal

Tapi dari sekian puluh klien yang saya tangani rata-rata karena anak lama bicara, pas usia 2 tahun pernah sakit panas/kejang.

Untuk penanganan/treatment biasa, standar terapi wicara. Hanya aja ada beberapa yang saya modifikasi dengan pendekatan murah meriah tapi Insya Allah efektif. Orang tua ngak perlu keluar banyak uang ke terapis, kalo lidah gak bisa ditekuk/dilipat atau gak bisa nempel di gigi >> sikat lidah saja.

Oleh : Benny Al Farisi

Pakar Terapis Anak dan Konselor STIFIn


LESKANLAH SESUAI BAKAT

Les menjadi solusi bagi orang tua, kala prestasi belajar anak disekolah tidak membanggakan. Sehingga berjamurlah les-les dimana-mana. Menjadi Bisnis yang sangat menguntungkan. Benarkah les menjadi solusi meningkatkan prestasi sekolah anak ? Karna Fakta dilapangan, banyak kasus saya temui dan saya tangani sebagai Konselor Berbasis STIFIn, orang tua mengeluhkan “udah di leskan matematika, kok nilainya gak naik juga”.

Hal ini saya temui pada kasus terbaru yang saya tangani. Anak yang ber Mesin Kecerdasan Feeling, sudah di leskan matematika selama 13  bulan, tapi orang tuanya mengatakan, nilainya gak ada perubahan. Setelah saya konsultasikan bersama ke dua orang tua, ketika tahu hasil Tes STIFIn anaknya Feeling, maka saya sarankan agar orang tua mencoba untuk meleskan anaknya yang sesuai dengan Mesin Kecerdasan Feeling nya. Kalau kita tanya langsung pada si anak, biasanya anak akan cenderung memilih les yang sesuai dengan bakat nya. Setelah ditanyakan, anaknya ingin les PIANO. Maka saya katakan ke orang tuanya, itu cocok untuk anak ibu, karena bakat nya ada. Maka orang tua memutuskan untuk menghentikan les matematikanya, diganti dengan les PIANO.

Alhamdulillah, setelah enam bulan berselang, ibu si anak BBMan dengan istri saya, karena kebetulan berteman dengan istri saya. Mengatakan bahwa sejak les PIANO anaknya semangat belajar, dan ini menjadikan nilai matematikanya menjadi lebih bagus. Dan bakat si anak kelihatan dengan dia mudah memahami piano dan malah mengajari gurunya. Pengalaman ini saya tuliskan pada artikel Bakat Anak Menaikkan Prestasi Sekolah.

Sekarang saya dapatkan sebuah testimoni yang di kirimkan oleh rekan kami sesama penggiat STIFIn di Group WSLP. Testimoni nya bisa anda lihat pada gambar percakapan via BBM diatas. Anak yang Mesin Kecerdasan Insting, yang memiliki Kecerdasan Al Truist, generalis, yang meminta les alat musik DRUM. Orang tua si anak mengakui setelah Les DRUM, anaknya menjadi bagus prestasinya di sekolah.

Mengapa Hal Ini Bisa Terjadi ?

Mengapa kita meleskan anak kita ? Seringkali les tersebut adalah les pada kelemahan anak. Bukan les pada kehebatan anak. Anak yang nilai matematikanya lemah, maka di leskan matematika. Karena kalau udah bagus nilai matematikanya, pasti orang tua gak mau meleskan si anak matematika, pertimbangannya, rugi uangnya.

Setiap anak punya kehebatan dan kelemahan, begitu juga dengan kita orang tuanya. Meleskan anak pada kelemahannya inilah yang menjadikan anak tidak nyaman menjalani sekolah, menjalani hari-harinya. Ibaratnya, meleskan kelemahan anak, sama dengan menghina atau menyebut-nyebut terus menerus kelemahannya. ” Matematika kamu gak bagus, ayo sana les matematika “. Setiap datang guru les nya ke rumah.

Bayangkan, kalau ibu sebagai orang tua, di sebut-sebut terus kelemahannya sama suami di rumah, misal gak pandai masak rendang. Bagaimana perasaan ibu, pasti akan mempengaruhi mood ibu dalam menjalankan aktivitas sebagai seorang istri. Bisa-bisa ibu menjadi benci sama suami, karena kekurangannya terus-terusan disebutin. Apalagi disebutin di depan keluarga, ” istri saya kalau masak rendang asiin, gak ada enak-enaknya.” Haha..ini misalnya  looh bu.. Kok serius amat siih.. Gak pandai masak rendang ya…

Nah, apa bedanya dengan anak kita. Ketidaknyamanannya itu bisa ditunjukkan dengan berbagai cara, bisa dengan menentang perintah orang tuanya, ngambekkan, rewel, dan tingkah laku lainnya, yang membuat orang tua jengkel, yang membuat orang tua musti memperhatikan dia. Padahal kejengkelan si anak, bisa jadi karena ulah kita orang tua, tanpa kita sadari.

Jadi sebaiknya orang tua harus bijak memilih les untuk anak-anaknya. Agar jangan sampai, solusi yang diharapkan, malah bencana yang datang. Les dianggap bisa jadi solusi, malah bencana yang datang dengan sikap anak yang tidak mau di atur.

Nah, Les apa yang cocok untuk anak kita ? Yang cocok dengan Bakatnya ?
Segera Tes STIFIn dan Konsultasikan dengan Penggiat STIFIn di Seluruh Indonesia.