Dalam sebuah seminar, seorang ayah bertanya “Apa maksudnya dengan Kunci Sukses Feeling adalah MEMIMPIN DIRI ??” Nah..Kunci sukses Feeling introvert dan Feeling extrovet akan dijabarkan pada artikel berikut.

Tipe Mesin Kecerdasan Feeling berfikir dan merasa menggunakan HATI, hati hubungannya dengan EMOSI dan PERASAAN. Mereka yang Personality Genetik Feeling introvert, akan fokus pada Kecerdasan Emosi (emotional quotient), artinya orang Feeling introvert akan fokus pada emosi yang digerakkan oleh dirinya sendiri.

Maka bilamana dia sudah mampu menggembleng dirinya, akan menjadi pribadi yang RAMAH, BIJAKSANA, PEMIMPIN SEJATI, ngangenin, kehadirannya di rindukan orang lain. Tapi bilamana dia “belum cerdas” dalam menggembleng dirinya, akan tampak pendiam, judes, kata-katanya menyengat, mudah tersinggung dan akhirnya dendam.

Mereka yang Personality Genetik Feeling extrovert, akan fokus pada Kecerdasan Sosial (Social Quotient), artinya tipe Feeling extrovert akan lebih fokus pada masalah emosi yang berhubungan dengan orang lain di sekitarnya.

Maka, jika Personality Genetik Feeling extrovert yang sudah tergembleng, akan lebih senang menjadi MENTOR bagi orang lain, lebih senang menjalin persahabatan lalu MEMOTIVASI sahabatnya agar maju menjadi orang sukses, sementara, dia sendiri akan menikmati kesuksesannya di belakang layar. Untuk itu, dia tampak BIJAKSANA dan SABAR.

Namun, bila tipe Feeling extrovert belum cerdas dalam menggembleng dirinya. Yang nampak adalah dia tak disukai lingkungannya karena menebar aura negatif, senang menyalahkan, suka nyuruh-nyuruh orang, lalu gak bertanggung jawab, malas bergerak, senang dengan hasil instant.

Kunci sukses Feeling adalah MEMIMPIN DIRI nya, sebelum memimpin orang lain

Dia harus mengusahakan sekuat tenaga mengolah emosi hatinya menjadi aura positif yang menebar cinta dan kasih sayang kepada lingkungannya. Dia harus mampu mendengar dan mengolah kata menjadi motivasi dan inspirasi bagi banyak orang. Dia harus mampu menahan rasa dengki, marah, kesal, sakit hati, cemburu, dan lain-lain yang semuanya justru akan menjadi petaka baginya.

Kesimpulannya, orang Feeling, Pimpin diri untuk BIJAKSINI sehingga bisa menjadi BIJAKSANA.

Dari : misshiday
Singspirer SuksesMulia


Analisa Pilkada Jakarta Dengan Konsep STIFIn Politik ini bukan untuk jadi ajang perdebatan dan pertanyaan panjang. Jadi cukuplah sebagai bahan bacaan saja. Awalnya saya berat untuk memposting artikel ini karena masih berupa analisa yang belum terbukti faktanya.

Tapi, ketika melihat fakta yang terjadi saat ini, setelah Ahok terkena kasus Al Maidah 51, membuat saya teringat akan satu kalimat dalam analisanya Pak Farid Poniman tentang Pilkada Jakarta 2017 yaitu : jika suhu politik dinaikkan terutama oleh Ahok sendiri.

Analisa Pak Farid Poniman saya ketahui dari Group Alumni WSLP. Awalnya muncul dari pertanyaan Mis Hiday, beliau bertanya begini : GM (Grand Master) Farid Poniman, mohon pandangannya secara STIFIn Politik terhadap pencalonan Agus Harimukti.

Inilah jawaban Pak Farid Poniman yang di posting di Group Telegram Alumni WSLP pada tanggal 26 September 2016 sebelum peristiwa Ahok menista AL Qur’an di kepulauan seribu.

Analisis saya pribadi menggunakan Skema STIFIn.

Pasangan Ahok dan Djarot.

Pasangan kerja yang mengedepankan prestasi. Ahok memimpin dengan mengawal proses secara dominan. Sehingga kerangka kerjanya terlihat nyata di jangka pendek.

Pasangan Anies dan Sandiaga.

Pasangan flamboyan yang berorientasi pada soliditas organisasi. Anies mengandalkan logika dan sistem dalam mengejar targetnya. Sehingga kerangka kerjanya baru terlihat di jangka menengah.

Pasangan Agus dan Sylvi.

Merupakan pasangan yang akan kuat dalam strategi dan taktik. Agus memiliki kepemimpinan visioner, sebagai seorang tentara yang mirip seperti Prabowo. Kerangka kerjanya kuat di jangka panjang. Membawa masyarakat untuk bervisi ke depan.

Dalam keadaan normal karena lebih sesuai dengan karakter masyarakat Jakarta, akan dimenangkan oleh Pasangan Ahok dan Djarot.

Jika suhu politik dinaikkan terutama oleh Ahok sendiri, maka peluang terbesar akan dimenangkan oleh Pasangan Agus dan Sylvi.

Anies akan menang jika Islam bersatu. Dan Anies tidak memiliki kharisma ketokohan untuk mempersatukan Islam. Kecuali para ulama yang proaktif membangkitkan peralihan suara muslim dari yang kentel ke cair.

Mesin Kecerdasan masing-masing Calon Gubernur menurut analisa Pak Farid Poniman :