Analisa Pilkada Jakarta Dengan Konsep STIFIn Politik

Analisa Pilkada Jakarta Dengan Konsep STIFIn Politik ini bukan untuk jadi ajang perdebatan dan pertanyaan panjang. Jadi cukuplah

Analisa Pilkada Jakarta Dengan Konsep STIFIn Politik ini bukan untuk jadi ajang perdebatan dan pertanyaan panjang. Jadi cukuplah sebagai bahan bacaan saja. Awalnya saya berat untuk memposting artikel ini karena masih berupa analisa yang belum terbukti faktanya.

Tapi, ketika melihat fakta yang terjadi saat ini, setelah Ahok terkena kasus Al Maidah 51, membuat saya teringat akan satu kalimat dalam analisanya Pak Farid Poniman tentang Pilkada Jakarta 2017 yaitu : jika suhu politik dinaikkan terutama oleh Ahok sendiri.

Analisa Pak Farid Poniman saya ketahui dari Group Alumni WSLP. Awalnya muncul dari pertanyaan Mis Hiday, beliau bertanya begini : GM (Grand Master) Farid Poniman, mohon pandangannya secara STIFIn Politik terhadap pencalonan Agus Harimukti.

Inilah jawaban Pak Farid Poniman yang di posting di Group Telegram Alumni WSLP pada tanggal 26 September 2016 sebelum peristiwa Ahok menista AL Qur’an di kepulauan seribu.

Analisis saya pribadi menggunakan Skema STIFIn.

Pasangan Ahok dan Djarot.

Pasangan kerja yang mengedepankan prestasi. Ahok memimpin dengan mengawal proses secara dominan. Sehingga kerangka kerjanya terlihat nyata di jangka pendek.

Pasangan Anies dan Sandiaga.

Pasangan flamboyan yang berorientasi pada soliditas organisasi. Anies mengandalkan logika dan sistem dalam mengejar targetnya. Sehingga kerangka kerjanya baru terlihat di jangka menengah.

Pasangan Agus dan Sylvi.

Merupakan pasangan yang akan kuat dalam strategi dan taktik. Agus memiliki kepemimpinan visioner, sebagai seorang tentara yang mirip seperti Prabowo. Kerangka kerjanya kuat di jangka panjang. Membawa masyarakat untuk bervisi ke depan.

Dalam keadaan normal karena lebih sesuai dengan karakter masyarakat Jakarta, akan dimenangkan oleh Pasangan Ahok dan Djarot.

Jika suhu politik dinaikkan terutama oleh Ahok sendiri, maka peluang terbesar akan dimenangkan oleh Pasangan Agus dan Sylvi.

Anies akan menang jika Islam bersatu. Dan Anies tidak memiliki kharisma ketokohan untuk mempersatukan Islam. Kecuali para ulama yang proaktif membangkitkan peralihan suara muslim dari yang kentel ke cair.

Mesin Kecerdasan masing-masing Calon Gubernur menurut analisa Pak Farid Poniman :

Pin It

Leave a Comment