Lalu kenapa disebut aplikatif? Jawabannya: konsep STIFIn bercirikan multy-angle field yang kurang lebih artinya, STIFIn dapat dipakai untuk menjelaskan bidang apa saja. STIFIn dapat diaplikasikan pada bidang learning, profession, parenting, couple, politic, human resources, dan bidang-bidang lainnya. Kenapa pasangan suami istri tidak harmonis? Kenapa Pak JK kalah dalam pemilu presiden? Kita dapat memakai STIFin sebagai pisau untuk membedah dua pertanyaan itu. Tidak itu saja. STIFIn sudah menyiapkan modul-modul training secara tematik dari masing-masing topik tadi. Ketika konsep lain masih berkutat pada masalah-masalah umum, STIFIn sudah jauh di depan dengan menyiapkan training untuk masalah spesifik.

STIFIn bukan ramalan

Konsepnya dibangun berdasarkaan teori-teori para ahli di bidangnya yang kemudian dielaborasi. Terdapat tiga terori yang menjadi dasar pijakan konsep STIFIn, masing-masing:

  • Teori Fungsi Dasar dari perintis psikologi analitik berkebangsaan Swiss bernama Carl Gustav Jung yang mengatakan bahwa terdapat empat fungsi dasar manusia yakni fungsi pengindraan (sensing), fungsi berpikir (thinking), fungsi merasa (feeling), dan fungsi intuisi (intuition). Dari empat fungsi dasar itu, hanya salah
    satu diantaranya ada yang dominan.
  • Teori Belahan Otak dari seorang neurosaintis Ned Hermann yang membagi otak menjadi empat kuadran yakni limbik kiri dan kanan, serta cerebral kiri dan kanan.
  • Teori Strata Otak Triune (tiga kepala menyatu) dari neurosaintis lain yang berkebangsaan Amerika, Paul MacLean yang membagi otak manusia berdasarkan hasil evolusinya: otak insani, mamalia, dan reptilia.

Di atas segalanya, perlu digarisbawahi, konsep STIFIn bukan sekedar mengubah dari 3 kotak (MacLean) menjadi 4 kotak (Jung dan Hermann) kemudian menambahkan satu lagi kotak menjadi 5 (STIFIn). Jika hanya begitu adanya, STIFIn tidak lebih dari hanya
sebuah rangkuman dan berhenti di situ. Fakta bahwa STIFIn bisa menjelaskan banyak hal, membuktikan bahwa konsep ini memiliki hal-hal baru hasil sintesa.

STIFIn memiliki hal-hal berikut ini:

  1. Teori menyilang sebagai superior dan inferior dalam satu paket,
  2. Teori irisan persamaan (diantara kutub perbedaan pada kuadran dan diagonal)
  3. Teori hubungan sosial segi lima yang unik dan logis (kami menyebutnya dengan Teori Sirkulasi STIFIn),
  4. Teori keselarasan metabolisme tubuh berdasarkan mesin kecerdasannya,
  5. Teori kalibrasi berdasarkan mesin kecerdasannya,
  6. Teori genetika sesuai mesin kecerdasannya,
  7. Teori strata genetik mulai dari Mesin Kecerdasan-Drive Kecerdasan-Kapasitas Hardware-Golongan Darah.

Kelak di kemudian hari, berpeluang muncul banyak teoriteori lain, sekadar untuk menunjukkan betapa universalnya konsep STIFIn. Ini bisa dibilang teori palugada, apa lu mau gua ada.


Lantas kenapa konsep STIFIn disebut akurat? Semua itu karena STIFIn menguraikan cara kerja otak berdasarkan sistem operasinya, bukan kapasitas hardware-nya. Bayangkanlah satu komputer. Ok sudah? Yang dimaksud hardware adalah perangkat keras, sedangkan sistem operasi adalah yang berfungsi menghubungkan antara perangkat keras dengan aplikasi, seperti Microsoft Windows, Linux, Android, dan Macintosh.

Nah, IQ itu adalah perangkat keras. Dengan demikian, mengukur IQ sama dengan mengukur kapasitas hardware. Makanya jika Anda tidak punya uang untuk melakukan
tes IQ, tidak usah sedih, tinggal cari meteran, lalu ukur lingkar kepala, meski ini sangat kasar, tetapi kapasitas otak bisa diketahui. Kalau hasil pengukuran lingkar kepala Anda 60 cm, itu artinya IQ Anda kurang lebih 110. Mengapa dibilang sangat kasar karena dengan mengukur lingkar kepala semata-mata mengukur volume sel otak, sedangkan
jumlah sambungan denrit antar sel otak tidak diperhitungkan. Berbeda dengan konsep yang lain, STIFIn menggunakan sistem operasi yang berbicara tentang jenis watak kecerdasan. Tiap jenis kecerdasan punya wataknya sendiri-sendiri. Jenis watak kecerdasan itulah yang kemudian disebut sebagai Mesin Kecerdasan.

Jadi, STIFIn memetakan otak bukan berdasarkan belahan otak yang paling besar
volumenya, melainkan berdasarkan belahan otak yang paling kerap digunakan. Itulah yang disebut sebagai sistem operasi. Membagi otak berdasarkan belahan otak yang berperan sebagai sistem operasi inilah yang membuat STIFIn akurat.

Dalam sistem operasi tidak ada wilayah abu-abu, setiap jenis kecerdasan, seaneh apapun itu, dapat digolongkan ke dalam salah satu diantara 5 Mesin Kecerdasan yang
ada dengan garis pemisah yang tegas.


Sejarah perjalanan konsep STIFIn dimulai tahun 1999 – yang lalu – ketika Farid Poniman bersama partnernya, Indrawan Nugroho, yang kemudian diikuti oleh Jamil Azzaini mendirikan lembaga training Kubik Leadership. Lembaga training tersebut setiap memulai program trainingnya terlebih dahulu memetakan peserta training sesuai dengan jenis kecerdasannya.

Sebagai konsep, STIFIn kala itu bisa dibilang masih embrio. Perbaikan konsep dilakukan disana-sini seiring dengan berkembangnya penyelenggaraan training Kubik Leadership. Namun, kala itu, tesis atau hipotesisnya sudah matang dan kukuh bahwa manusia memiliki kecerdasan genetik. Berapa persisnya, itulah yang saya sebut terus berkembang.

Pada awalnya, Farid Poniman menggunakan empat kecerdasan yakni S, T, I, dan F seperti kita bisa baca dalam buku best seller Kubik Leadership. Pergulatan intelektual dan penyempurnaan terus dilakukan oleh Farid Poniman, sebelum terbitnya buku ke DNA SuksesMulia yang akhirnya berujung pada penemuan kecerdasan ke lima, yakni
Insting.

Sekarang STIFIn sudah final dengan 5 mesin kecerdasan dan 9 personaliti genetik. Artinya tidak akan ada jenis kecerdasan ke-6 dan tidak akan ada personaliti genetik yang ke-10.

Setelah dilakukan riset untuk sekian lama, kini konsep STIFIn sudah sangat kokoh. Kekuatan utamanya terletak pada konsep yang simpel, akurat, serta aplikatif.


Mulai dari simpel. Kenapa disebut simpel? Penjelasannya sederhana karena dari miliaran manusia, oleh STIFIn dikelompokkan hanya dalam 5 mesin kecerdasan dan 9 personaliti genetik. Kita tidak pusing dengan pengelompokan manusia dalam banyak kotak, seperti MBTI dan Socionics yang mengelompokkan dalam 16 kotak.

Jika berkaitan dengan kecerdasan, STIFIn cukup 5 kotak, yaitu:…S,….T,…..I,…..F,…..In. 5 mesin kecerdasan itu mencakup seluruh jenis kecerdasan yang ada yang dimiliki manusia di muka bumi ini. Bahkan alien pun, andaikan alien itu memang ada, bisa dimasukkan satu diantara 5 mesin kecerdasan. Kalau dilihat dari bentuk kepalanya, berdasarkan foto yang beredar yang umum dipercayai sebagai makhluk luar angkasa, alien lebih menyerupai mesin kecerdasan Intuition.

Masih ada penjelasan lain kenapa konsep STIFIn disebut simpel karena bersifat multy-angle theory. Artinya, STIFIn dapat dipakai untuk menjelaskan teori kecerdasan dan personaliti dari disiplin ilmu yang lain.

Seperti konsep otak kiri dan otak kanan (Roger W. Sperry) atau pembagian neokortek sebagai otak atas dan limbik sebagai otak bawah (Paul Broca) atau pembagian 6 Hexagonal Holland (John Holland) juga konsep DISC (Thomas International) atau bahkan teori lama Hippocrates Galenus dapat dengan mudah dibedah menggunakan STIFIn.

Uraian persamaannya sebagai berikut:

  1. Otak kiri dan otak kanan sama dengan S + T dan I + F pada
    STIFIn.
  2. Neokortek dan limbik sama dengan T + I dan S + F pada STIFIn.
  3. 6 Hexagonal Holland, Artistic-Realistic, identik dengan Kanan-Kiri STIFIn,
  4. 6 Hexagonal Holland, Investigative-Social identik dengan Atas-Bawah STIFIn,
  5. 6 Hexagonal Holland, Conventional-Enterprising identik dengan diagonal Organisasi-Produksi STIFIn.
  6. D-I-S-C pada Thomas International identik dengan S-F-I-T pada STIFIn.
  7. Kholeris, Flegmatis, Melancolis, dan Sanguinis sama dengan S, T,I, dan F pada STIFIn.

Perbandingan lebih lengkap dengan berbagai konsep lama yang lain dapat dilihat pada tabel halaman 20 pada buku STIFIn Personality.

STIFIn dengan mudah dapat diaplikasikan untuk anak berkebutuhan khusus serta terapi masalah-masalah kejiwaan dan kesehatan fisik. Jangan terkejut jika kami mengatakan bahwa dunia kedokteran bisa menggunakan konsep STIFIn untuk mendiagnosis penyakit secara akurat.

Namun, aplikasi yang paling jitu adalah ketika konsep STIFIn digunakan untuk praktik penggemblengan diri dengan prinsip fokus-satu-hebat. Konsep kecerdasan tunggal yang dianut STIFIn lebih mampu menjelaskan realitas otak dalam keseharian. Itulah
penjelasan kenapa konsep STIFIn yang menganut kecerdasan tunggal lebih aplikatif ketimbang, sebutlah, konsep kecerdasan majemuk atau Multiple Intelligence (MI) yang bisa digambarkan dengan menggunakan metafora sederhana: kepemimpinan ayah dalam keluarga.

Menurut konsep STIFIn setiap orang memiliki seluruh otak, namun hanya ada satu yang memimpin (sebaliknya menurut MI ada dua,tiga, atau empat yang dominan). “A specialist in the construction of the whole” kata Daoed Joesoef.

Dalam satu keluarga yang terdiri atas bapak-ibu-anak, posisi pemimpin dipercayakan kepada bapak. Jika sang bapak maju, maka semua keluarga maju. Sehingga konsentrasi perhatian keluarga diprioritaskan pada sang bapak. Konsep kecerdasan tunggal yang dipakai STIFIn lebih aplikatif karena ternyata kecerdasan dominan (seperti sang bapak) mampu memiliki daya jalar yang lebih baik. Sementara kalau menurut konsep MI investasi yang dimiliki keluarga disebar kepada semuanya, sehingga postur investasi dalam keluarga terpolarisasi. Ingat bahwa kecerdasan yang lemah (dimetaforkan ibu anak) tidak memiliki daya jalar sebagaimana kecerdasan dominan (dimetaforkan bapak).


Agar Anak Sensing Mudah Tidur Siang.

By : Dodi Rustandi – STIFInMan – Personal Mastery Expert

Sepertinya hal ini adalah fakta yang paling sering ditemukan saat sesi konsultasi tentang tipe anak yang Sensing. Yakni, anaknya susah di kondisikan untuk tidur di siang hari.

Padahal, sang ibu sudah mengeluarkan jurus andalannya. Yaitu:

  • Langkah pertama, menggiring anak masuk ke kamar.
  • Kedua, mematikan lampu kamar.
  • Ketiga, menemani anak tiduran di kasur.
  • Keempat, ibunya yang ketiduran .. anaknya keluar kamar lagi

Oalahhh.. ternyata jurus ampuh ajah ga mampu membuat anak Sensing tidur siang. Yang ada malah ibunya yang tidur siang. Klo gitu coba deh jurus yang belum dikatakan ampuh ini, namun banyak teruji hasilnya.

Kita berpegang pada informasi dasar dahulu yah. Dasarannya adalah anak Sensing baterainya besar, maka jika waktu yang ditentukan untuk tidur sudah tiba namun baterainya masih full, dijamin bakal ga mau tidur deh. Untuk itu perlu diadakan aktivitas bergerak yang menyenangkan terlebih dahulu sebelum dikondisikan untuk tidur siang.

Klo anak Sensing sudah banyak bergerak, coba deh perhatikan ketika ada waktu jeda antara kegiatan yang satu dengan yang berikutnya, anak Sensing bisa tiba-tiba hilang dari peredaran alias ketiduran karena capek. Tidurnya bisa dimana saja. Bisa pas naik ke mobil dan ga beberapa lama kemudian diajak ngobrol, eh udah tidur. Naik motor juga bisa begitu. Sedang menunggu makanan yang akan datang juga sama.

Oke, Untuk mudahnya, kira-kira beginilah tipsnya :

  1. Lakukanlah aktivitas yang berkeringat atau bergerak lebih banyak sebelum waktu tidur siang.
  2. Waktu tidur siang jangan kaku di satu waktu, misal jam 12 siang adalah waktu tidur siang, bisa disesuaikan dengan kondisi.
  3. Kenali kondisi jeda dari aktivitas yang satu ke yang berikutnya.
  4. Manfaatkan kondisi jeda tersebut, untuk merecharge baterainya anak Sensing.
  5. Saat kondisi jeda datang, arahkan ke situasi yang nyaman dan aman untuk tidur.

Selamat menidurkan yang sudah waktunya tidur yah ..
Tetaplah sabar dalam mendampingi anak-anak dan terus bersyukur atas segala anugerah yang Seruu ini.

 


Dalam sebuah seminar, seorang ayah bertanya “Apa maksudnya dengan Kunci Sukses Feeling adalah MEMIMPIN DIRI ??” Nah..Kunci sukses Feeling introvert dan Feeling extrovet akan dijabarkan pada artikel berikut.

Tipe Mesin Kecerdasan Feeling berfikir dan merasa menggunakan HATI, hati hubungannya dengan EMOSI dan PERASAAN. Mereka yang Personality Genetik Feeling introvert, akan fokus pada Kecerdasan Emosi (emotional quotient), artinya orang Feeling introvert akan fokus pada emosi yang digerakkan oleh dirinya sendiri.

Maka bilamana dia sudah mampu menggembleng dirinya, akan menjadi pribadi yang RAMAH, BIJAKSANA, PEMIMPIN SEJATI, ngangenin, kehadirannya di rindukan orang lain. Tapi bilamana dia “belum cerdas” dalam menggembleng dirinya, akan tampak pendiam, judes, kata-katanya menyengat, mudah tersinggung dan akhirnya dendam.

Mereka yang Personality Genetik Feeling extrovert, akan fokus pada Kecerdasan Sosial (Social Quotient), artinya tipe Feeling extrovert akan lebih fokus pada masalah emosi yang berhubungan dengan orang lain di sekitarnya.

Maka, jika Personality Genetik Feeling extrovert yang sudah tergembleng, akan lebih senang menjadi MENTOR bagi orang lain, lebih senang menjalin persahabatan lalu MEMOTIVASI sahabatnya agar maju menjadi orang sukses, sementara, dia sendiri akan menikmati kesuksesannya di belakang layar. Untuk itu, dia tampak BIJAKSANA dan SABAR.

Namun, bila tipe Feeling extrovert belum cerdas dalam menggembleng dirinya. Yang nampak adalah dia tak disukai lingkungannya karena menebar aura negatif, senang menyalahkan, suka nyuruh-nyuruh orang, lalu gak bertanggung jawab, malas bergerak, senang dengan hasil instant.

Kunci sukses Feeling adalah MEMIMPIN DIRI nya, sebelum memimpin orang lain

Dia harus mengusahakan sekuat tenaga mengolah emosi hatinya menjadi aura positif yang menebar cinta dan kasih sayang kepada lingkungannya. Dia harus mampu mendengar dan mengolah kata menjadi motivasi dan inspirasi bagi banyak orang. Dia harus mampu menahan rasa dengki, marah, kesal, sakit hati, cemburu, dan lain-lain yang semuanya justru akan menjadi petaka baginya.

Kesimpulannya, orang Feeling, Pimpin diri untuk BIJAKSINI sehingga bisa menjadi BIJAKSANA.

Dari : misshiday
Singspirer SuksesMulia


Tentang Grup Telegram SupervisSI

Member grup telegram supervisSI ini adalah :

  1. Solver, trainer, licensed promotor, dan certified promotor STIFIn yang menjadikan penjualan tes STIFIn dan produk-produk lanjutannya (sesi privat, training, jasa konsultasi, dll) menjadi salah satu dan/atau satu-satunya penghasilan utama
  2. Para peserta tes STIFIn yang telah merasakan manfaat luar biasa STIFIn dan ingin berbagi manfaat seluas mungkin

Tujuan Dibentuknya Grup supervisSI :

  1. Menjadi wadah produktif dan proaktif bagi para pegiat STIFIn yang all out bersemangat menyebarluaskan konsep STIFIn sebagai sebuah amal kebaikan dan pada saat yang sama menjadi sumber penghasilan yang sangat bagus
  2. Memudahkan komunikasi dan koordinasi antar pegiat STIFIn sebagaimana dimaksud pada poin 2.a untuk menghindari miskomunikasi di lapangan, terutama di depan calon customer/klien yang bisa berdampak kurang baik terhadap STIFIn, cabang, maupun promotor.
  3. Sarana pembelajaran, berbagi ilmu dan pengalaman, berbagi tips dan trik dalam menyebarluaskan konsep STIFIn ke seluruh Indonesia.
  4. Sarana berbagi informasi peluang yang bisa dikerjasamakan dan disinergikan

Grup supervisSI adalah workgroup atau grup kerja, sehingga :

  1. WAJIB proaktif posting pengalaman, informasi, dan pertanyaan yang bermanfaat untuk menyebarluaskan virus STIFIn ke seluruh Indonesia
  2. WAJIB berinteraksi. Keaktifan interaksi akan dievaluasi berkala. Jika tidak aktif maka akan dikeluarkan dari grup
  3. WAJIB menjadi produsen ilmu. Jangan ragu bertanya dan jangan ragu pula untuk menjawab
  4. WAJIB menjaga prinsip utama dalam STIFIn yaitu mengakui keberagaman. HINDARI debat kusir dan/atau merasa paling benar.
  5. WAJIB meluangkan waktu minimal sebulan sekali untuk kopdar atau bertemu tatap muka langsung dengan sesama member supervisSI jika memungkinkan secara jarak dan waktu.
  6. DILARANG posting apapun yang mengandung SARA, ujaran kebencian (hate speech), dan dilarang oleh peraturan di Indonesia
  7. DILARANG memancing, memulai, dan terlibat dalam diskusi perdebatan panjang yang tidak produktif (debat kusir)
  8. DILARANG posting iklan apapun
  9. DILARANG posting foto copas dan/atau copas broadcast yang beredar di grup2 mesaging lain
  10. DILARANG membocorkan informasi penting, informasi pribadi, atau informasi apapun yang bersifat rahasia/personal kepada selain anggota grup supervisSI
  11. TIDAK ADA batasan waktu posting. Waktu posting bebas 24 jam tidak ada larangan.
  12. DIPERBOLEHKAN bercanda, senda gurau, dan hal-hal yang ringan dan tidak ada hubungan langsung dengan STIFIn hanya jika tidak ada pembahasan serius di group.
  13. DILARANG menggunakan BAHASA DAERAH yang membuat Roaming member yang beda daerah. Apalagi Bahasa Asing. Gunakanlah Bahasa Indonesia dalam Group.

ETIKA GROUP SUPERVISSI :

  1. Memperkenalkan diri dan saling mengenal antar anggota supervisSI
  2. Jangan menyela pembicaraan/percakapan yang sedang terjadi tanpa memohon ijin dan persetujuan dari pihak-pihak yang sedang berdiskusi
  3. Tidak berpanjang lebar ketika mengucapkan simpati atas kabar baik maupun kabar buruk dari salah satu member. 3x ucapan sudah cukup mewakili. Panjatkan doa dalam sholat dan ibadah sesuai agama masing2, tanpa harus memenuhi lalu lintas informasi di grup.
  4. Tidak menyebarluaskan informasi dari grup ini tanpa pemberitahuan dan persetujuan

Nilai-nilai yang dijunjung tinggi dalam Group SupervisSI ini adalah :

POSITIVE THINKING

Semua dinamika di grup sebaiknya dilandasi dengan mentalitas positif. Mari melatih diri untuk menghindari negative thinking, prasangka buruk, kecurigaan berlebihan, pesimisme, apatis, dan aneka pemikiran negatif yang lain.

JUJUR dan TERBUKA

Sampaikan apa yang anda rasakan secara terbuka dan apa adanya. Hindari pembicaraan di belakang punggung. Tuntaskan terbuka di grup hal-hal yang menjadi ganjalan. Jika dirasa perlu, akan lebih baik lagi jika dilakukan secara langsung (kopdar, offline, tatap muka, dll)

SHARING

Semua member supervisSI ini siap untuk berbagi informasi yang bermanfaat bagi sesama pegiat STIFIn

CARING

Peduli kepada masyarakat Indonesia yang belum merasakan manfaat STIFIn. Peduli kepada sesama member supervisSI dengan saling mengingatkan dan saling menguatkan.

ENERGI POSITIF

Meyakini bahwa semua perbuatan di dunia ini tercatat dan terhitung serta akan menghasilkan energi dalam 2 (dua) kategori besar yaitu energi positif dan energi negatif. Maka selain diniatkan sebagai sebuah ikhtiar bisnis, semua hal yang dibagikan di grup ini juga diniatkan sebagai penambah tabungan energi positif.

BAGI HASIL

Sebagai pegiat STIFIn yang menjalankan usaha perdagangan/bisnis tes STIFIn, maka sudah selayaknya memberikan bagi hasil kepada pihak-pihak yang terlibat dan berkontribusi

PROFESIONAL

Sebagai pelaku bisnis, maka member supervisSI menjunjung tinggi etika yang berlaku umum di dunia bisnis. Sebagai pembelajar, member supervisSI menjunjung tinggi etika yang berlaku umum di dunia pendidikan.

PROPORSIONAL

Menganut prinsip keseimbangan dan/atau takaran yang pas. Jangan terlalu serius namun juga jangan kebanyakan bercanda, boleh sangat bersemangat mengejar keuntungan bisnis namun jangan lupakan sedekah, boleh menghargai mahal ilmu dan pengalaman yang sudah dimiliki namun jangan lupa untuk berbagi, dll.

Penegakan Aturan

  1. Seluruh poin yang sudah disampaikan di atas bertujuan untuk menjaga dan mengawal tujuan dibentuknya grup telegram ini yaitu untuk menyebarluaskan konsep STIFIn ke seluruh Indonesia secara masif, terstruktur, dan sistematis
  2. Seluruh poin yang sudah disampaikan di atas akan ditegakkan oleh para admin
  3. Pelanggaran dari salah satu aturan akan dikenakan sanki teguran secara japri dan secara terbuka di grup. Jika telah mendapat teguran 3x maka pada teguran yang keempat otomatis yang bersangkutan akan dikeluarkan dari grup telegram. Teguran akan hangus setelah jangka waktu 1 (satu) bulan.
  4. Member supervisSI yang sudah dikeluarkan dari grup berhak mengajukan permohonan untuk masuk lagi setelah minimal 6 (enam) bulan terhitung dari tanggal dikeluarkan

Terima kasih sudah bergabung di grup telegram supervisSI. Pastikan anda membaca seluruh penjelasan berkaitan dengan grup ini.

Terima kasih. Happy Selling! Happy EPOS!


Wacanda Bisnis adalah program Radio SmartFM 95,9 FM Jakarta. Dengan format acara yang santai, program ini tetap berbobot dalam menampilkan sisi bisnis. Host program ini adalah Abrar Din Ilyas, Gunawan Lukito dan Ola Nurlija. Bintang tamu pada edisi Jumat 22 januari 2016 jam 20.00 WIB adalah Bapak Farid Poniman, beliau adalah Penemu Konsep dan Tes STIFIn. Dalam acara Wacanda Bisnis Bapak Farid Poniman menjelaskan tentang STIFIn Personality. Secara singkat berikut resumenya :

Konsep STIFIn berdasarkan 5 Belahan Otak, setiap orang mempunyai 1 belahan otak yang dominan, dalam STIFIn disebut dengan Mesin Kecerdasan, sehingga ada 5 Mesin Kecerdasan yaitu Sensing, Thinking, Intuiting, Feeling dan Insting.

Mesin Kecerdasan Sensing

Sensing memiliki dominan belahan otak limbik kiri bawah. Orang Sensing gampangnya orang yang ngikut kepada FAKTA, apa yang terlihat, sehingga dia bicara hal-hal yang sensorik banget, faktual banget, konkrit banget. Kalau menyuruh orang Sensing ini bekerja , kita gak bisa berikan janji muluk-muluk yang tidak keliatan, langsung down to earth, duitnya segini, insentifnya segini, kamu kalau kerja ini dapetnya segini, buat orang Sensing begitu yang ia senangi karena ia jenis orang yang Tangible.

Mesin Kecerdasan Thinking

Thinking memiliki dominan belahan otak neokortek kiri atas. Orang Thinking menggunakan LOGIKA, apa-apa dilogikan oleh dia, itu mengapa kalau duit sudah masuk ke kantongnya, sulit untuk keluar karena penuh pertimbangan, buat apa, gunanya apa, analitis banget. Orang Bankers, auditor, bagus untuk orang Thinking, tapi secara umum orang-orang Eksekutif, Corporate bagus untuk orang Thinking.

Mesin Kecerdasan Intuiting

Intuiting memiliki dominan belahan otak neokortek kanan atas. Intuiting adalah orang yang kreatif, konseptor, abstrak, dia kebalikan dari orang Sensing, dia justru adalah Intangible, dia kualitatif. Jika orang Sensing mengejar Volume, dia ngejar margin, dia mau ada kualitas yang jauh lebih tinggi.

Mesin Kecerdasan Feeling

Feeling memiliki dominan belahan otak limbik kanan bawah. Orang yang pakai PERASAAN, faktor-faktor perasaan sangat dominan pada orang feeling, dia akan menjadi hebat ketika perasaannya terpicu, tersentuh, muncul mood, bangkit semangatnya, bangkit spiritnya. Profesi yang cocok untuk orang Feeling yang paling umum adalah Public Speaker, Sales, P.R, tapi yang paling spesifik adalah yang pandai berjanji belum tentu ditepati itu adalah Politisi. Termasuk orang ini memiliki kecenderungan banyak korban pasangan lawan jenisnya, pemberi harapan palsu, play boy cap kodok, tipe perayu.

Mesin Kecerdasan Insting

Insting memiliki dominan belahan otak tengah. Orang yang cenderung serba bisa, kita liat dia musik bisa, nari dia bisa, masak dia bisa, olah raga dia bisa, inilah orang tipe Generalis, dia akan sulit ditarik untuk menjadi Spesialis, sementara 4 tipe yang lainnya itu tipe Spesialis, yang akan sulit di tarik ke Generalis.

Lebih jelas tentang Konsep STIFIn anda bisa hadir dan mengikuti Workshop STIFIn Level 1 yang akan mengupas tuntas tentang Konsep STIFIn, sehingga anda akan mengatakan STIFIn Gue Banget setelah mengikuti Workshop STIFIn Level 1, karena anda sudah sangat-sangat paham dan telah mengenal tentang Jati Diri anda yang sebenarnya setelah mengikuti Workshop STIFIn Level 1 ini.

STIFIn juga pernah di undang untuk menjadi pembicara dalam acara Smart FM lainnya, yang membahas tentang Profesi dan Pekerjaan oleh Direktur STIFIn Institute Bapak Andhikaharya, anda bisa mendengarkan rekaman audionya dalam topik Menekuni Profesi atau Pekerjaan.


Menekuni Profesi atau Pekerjaan ?

Bro, cariin pekerjaan donk. ?
Pekerjaan ada, tapi gak da duitnya, mau ?
Ya..gak lah..,
Nah loh, tapi cari pekerjaan ?

Ada lagi kasus..
Kerja disini enak, gaji tinggi dan fasilitas lengkap.
Tapi aku ngerasa seperti ada yang kurang.

Nah..apa sebenarnya perbedaan antara Pekerjaan dan Profesi ?

Profesi menurut STIFIn, jika di dalamnya ada 3 hal berikut :
1. Profesi merupakan Pilihan Peran
2. Profesi menjadi Penggilan Hidup
3. Profesi pastinya Mendapatkan penghasilan.

Jadi jika anda fokusnya untuk mendapatkan penghasilan, bisa dikatakan anda sedang menekuni Pekerjaan bukan Profesi. Karena Profesi berada di level atas dari pekerjaan. Mereka yang menekuni Profesi pastilah menekuni Pekerjaannya. Tapi yang bekerja belum tentu menekuni Profesinya.

Apa pekerjaan anda dan apa profesi anda ? Pertanyaan ini layak untuk dijawab, karena keduanya sangatlah berbeda.

Nah, seperti apa penjelasan pekerjaan dan profesi, bisa disimak rekaman On Air dari abang Andhikaharya selaku Direktur STIFIn Institute, di Radio Smart FM, beliau akan menjelaskan secara gamblang, sehingga kita bisa melek membedakan pekerjaan dan profesi.

Selamat mencari tahu, apakah anda menekuni Pekerjaan atau Profesi.

1 2 3 7