Memilih Jurusan Sekolah/Kuliah/Profesi Yang Tepat

Mesin Kecerdasan Intuiting.

SEKOLAH :

kewirausahaan, disain, aneka seni, perfileman, fisika quantum, reengineering, proyeksi, peramalan, future trading, investasi, filsafat, perancang pendidikan, dll

KARIR :

pengusaha, produsen, disainer, ahli kreatif berbagai bidang, periklanan, marketing, grafis, arsitektur, penemu keilmuan, sutradara, pencipta lagu, seniman, pelukis abstrak, pesulap, peramal, pialang saham, investor, filosof, pakar pembelajaran/ pemodul, event organizer, dll


Ciri Kepribadian Intuiting

Dalam keseharian profil kepribadian orang Intuiting, sebagai berikut

  • Perhatiannya pada gambaran umum
  • Mengolah informasi berdasarkan intuisi
  • Lebih berminat pada pemahaman imaginatif
  • Abstrak dan teoritis
  • Melihat pola & makna
  • Orientasi pada masa depan
  • Mulai dari mana saja
  • Menyukai kemungkinan untuk berdaya cipta
  • Mengandalkan inpirasi
  • Pola bicara beragam, menggunakan banyak kalimat perbandingan
  • Memiliki pikiran yang berputar namun terpola
  • Figuratif, menggunakan analogi dan metafora
  • Menggunakan bahasa untuk mengekspresikan diri sendiri
  • Memberi ruang, alternatif, dan tidak cepat menyimpulkan
  • Tertarik pada pekerjaan yang melibatkan kreatifitas
  • Menyukai cerita fiksi
  • Berbicara hanya hal-hal besar dan strategis
  • Memiliki visi ke depan
  • Cenderung untuk menyelesaikan kalimat orang lain
  • Tampak intelek atau berkelas

Ciri Kepribadian Intuiting introvert (Ii) :

Kepribadian yang selalu mempersepsi keadaan secara positif. Meskipun mereka positivis anehnya mereka seperti memiliki mesin ‘time tunnel’ yang seolah-olah kemanapun mereka mau pergi tinggal pencet tombol, sesuatu yang berlawanan dengan positivismenya mereka. Memiliki privasi yang kuat, ‘tidak ember’, mampu menyimpan rahasia pribadinya rapat-rapat namun mereka juga menyenangkan dijadikan sebagai mitra bisnis, walau bukan untuk bicara privasinya. Bahkan mereka sangat pandai mencari mitra bisnis tanpa harus masuk ke wilayah privasi. Keyakinannya yang kuat terhadap dirinya kerapkali mendudukkan dirinya sebagai pahlawan bagi sekitarnya. Keyakinannya sering berlebihan meskipun sebenarnya mereka punya kemampuan untuk sadar diri terutama ketika berinteraksi dengan orang lain. Jika diibaratkan sebagai kendaraan, mereka adalah jenis kendaraan tanpa rem. Hantam terus. Melaju terus. Hanya ketika sudah mentok tidak berhasil mencapai tujuannya mereka langsung jatuh down. Untuk memulihkan dari down-nya ini tidak mudah, karena mereka baru menabrakkan kendaraannya tanpa rem. Mereka pandai membuat intisari selain itu juga menyukai hal-hal detil-detil yang estetik. Bahkan dirinya pandai menampilkan diri secara atraktif. Letak kehebatannya adalah pada kemampuannya membuat konsep dan begitu perfeksionis ketika mereka menjalani konsepnya. Kalau perlu mereka bersedia untuk turun tangan meskipun mereka konseptornya. Akhirnya orang lain menganggap mereka ini lengkap mulai dari mengonsep hingga detil pelaksanaan. Jenis kepribadian yang super keras kepala, meskipun demikian mereka terbuka untuk berbeda pendapat. Mereka sangat romantis, lucunya mereka juga ‘anak mami’.

Ciri Kepribadian Intuiting extrovert (Ie) :

Kepribadian layaknya seorang detektif. Menemukan mana rangkaian peristiwa yang terputus dan mereka pandai merangkainya secara imaginer. Sebagai seorang detektif, oleh karenanya mereka tidak mau terlalu jauh berkenalan dengan orang lain. Cukup sebatas kenal saja, karena mereka takut terbebani dengan hubungan yang lebih mendalam. Mereka memberikan standar yang tinggi bagi dirinya untuk menjalani misi pribadinya meskipun kerap kali di beberapa area masih ada bolong-bolong kurang seksama penanganannya. Kepribadiannya aktif dan tidak ketinggalan jaman, meskipun juga terkadang mereka kerap kali lari dari dunia realitas dan menjadi orang yang asketis. Kehebatannya adalah kepada penjelajahan intuisinya dan ruang kreativitasnya yang begitu luas, namun tetaplah mereka bukan manusia langka yang terpisah. Mereka juga memerlukan pesta pelampiasan dengan berhura-hura bersama teman-teman semisinya. Cara kerjanya seperti seorang assembler ide. Ide-ide besar mereka rangkai dengan idenya sendiri untuk menjadi sesuatu yang lebih berguna. Sayangnya kepribadian sang assembler ide ini tergantung dengan orang lain, kurang mandiri. Sebenarnya mereka bukanlah orang yang minderan tetapi mereka perlu mendapatkan pengesahan dari orang lain. Jika sudah menjalankan mesinnya untuk mengejar misi, mereka mampu hidup terasing berpisah dari entitasnya sendiri. Pemikirannya sistemik, walaupun secara pribadi mereka mengabaikan orang lain. Sungguh pandai membuat alligning masalah ataupun program namun pada saat yang sama tidak betah berlama-lama dalam status quo. Mereka selalu menghendaki perubahan. Senantiasa berubah.


Memilih Jurusan Sekolah/Kuliah/Profesi Yang Tepat

Mesin Kecerdasan Thinking

SEKOLAH :    
teknik, ekonomi, matematika, sains, statistika, manajemen, pendidikan, penelitian, elektronika, mesin, manufacturing,  pabrik, produksi, transportasi, perminyakan, pengeboran, pertambangan, sistem korporasi, property, computer programming, kedokteran, dll

KARIR :

insinyur, ekonom, dosen, peneliti, fisikawan,  kimiawan, konsultan managemen, manager, dosen/guru, teknokrat, birokrat, produsen pabrik, quality control, ahli strategi, pelatih bola, pembuat kebijakan, system analyst, ahli rekayasa, developer, programmer, dokter/preskriptor dll


Ciri Kepribadian Thinking

Dalam keseharian profil kepribadian orang Thinking, sebagai berikut

  • Lebih menggunakan pikiran
  • Memecahkan masalah secara logis
  • ‘Though minded’
  • Menggunakan hubungan sebab akibat
  • Melakukan analisa tanpa mempertimbangkan pribadi
  • Menghargai sesuatu yang masuk akal
  • Adil, keputusannya didasarkan pada kriteria yang obyektif
  • Dingin, menjaga jarak dengan orang lain
  • Tampak seperti tidak peka
  • Berargumen dan berdebat sebagai panggilan kritis
  • Jarang bertanya bila waktu tidak memungkinkan
  • Menunjukkan data
  • Memberikan pujian yang formal
  • Memiliki ketegasan menuntut hak
  • Menggunakan bahasa yang tidak pribadi
  • Percaya diri mengatasnamakan diri sendiri
  • Lebih kritis membenahi pekerjaan
  • Jika wanita, Lebih seperti sikap pria (tomboy) (peluangnya 65%)

Ciri Kepribadian Thinking introvert (Ti) :

Kepribadian jenis ini dipenuhi dengan logika. Apa-apa dilogikakan. Tetapi anehnya makhluk yang paling logis ini secara tanpa sadar jika sudah sampai pada titik tidak mampu menjangkau logikanya mereka malah kemudian bergantung pada faktor x, mengharapkan sejenis keberuntungan. Dalam hal mengelola mereka hebat namun menggunakan cara yang menghindari konflik karena jauh di lubuk hatinya mereka sebenarnya penakut. Meski mereka begitu mandiri namun ketakutannya diantisipasi dengan penampilan yang seolah-olah mau “ganti wajah”. Mereka pandai melakukan ‘masking’. Mereka sebenarnya memiliki kepribadian yang agresif namun pada saat yang sama seperti orang menyusui yang ingin diistimewakan. Di balik hitam-putihnya kehidupan sehari-hari mereka terdapat misteri pribadinya yang tak terungkap. Terlihat sangat egois entah untuk apa karena mereka sebenarnya tidak bermaksud ingin memiliki semuanya, hanya secukupnya. Orangnya begitu sederhana apa adanya. Letak kehebatannya pada kejeliannya seolah-olah mereka tidak kenal lelah, sayangnya kejelian itu tidak dibarengi dengan pemahaman atas kontekstualitas gambar besarnya. Mereka mesin profit yang mahir namun sering terjebak oleh hal-hal sepele.

Ciri Kepribadian Thinking extrovert (Te) :

Kepribadian yang menyukai kemenangan. Semua orang di hadapannya dianggap lawan yang perlu dikalahkan. Mereka haus kemenangan, oleh karenanya mereka terkesan ganas, seperti seorang penakluk. Cara berpikirnya sangat empirik merujuk kepada pengalaman logis yang telah dilaluinya. Namun mereka juga suka melakukan kontemplasi bentuk kutub diametral dari kelogisannya. Orangnya punya prinsip yang kokoh dan sekaligus anti dinasehati. Dalam hal mengelola keuangan mereka memiliki kepandaian untuk mengakumulasi bahkan dengan coverage yang meluas. Kehebatannya terletak kepada perannya yang sangat sirkulatif, dimana-mana memerlukan mereka namun sayangnya mereka seringkali tiba-tiba terputus konsentrasi seperti listrik korslait. Pandai melakukan pemilahan secara kategoris namun orangnya terlalu normatif. Mereka memiliki siklus hidup yang dinamis dan pandai mencari kekuasaan. Ambisi kekuasaannya begitu kuat. Orangnya sangat cerdik sayangnya kurang pandai membaca aspirasi.

 


Memilih Jurusan Sekolah/Kuliah/Profesi Yang Tepat

Mesin Kecerdasan Sensing

SEKOLAH :
kedokteran, keuangan, perbankan, jasa, sejarah, bahasa, administrasi, komputer, kesekretariatan, perpustakaan, kemiliteran, jurnalistik, ketatausahaan, perhotelan, perdagangan, pertanian, kehutanan, biologi, olahraga, keartisan, manufacturing, pilot, pramugari, fotografi, performance, pelayaran, salesmanship, animasi, dll

KARIR :

dokter, bankir, sejarawan, administratur, birokrat, operator, sekretaris, polisi, tentara, wartawan, pegawai swasta, pedagang, agribisnisman, peneliti, atlit, penyanyi, aktor/aktris, staf umum, pekerja pabrik, security, pilot/driver, pramugari, pelukis naturalis, fotografer, cameraman, presenter, model, penari, peladang, petani, peternak, pelaut, salesman, animator, pekerja lapangan dalam berbagai sektor.


Ciri Kepribadian Sensing

Dalam Keseharian Kepribadian Profil Orang Sensing, sebagai berikut :

  • Berpijak pada yang nyata dan aktual
  • Mengolah informasi berdasarkan panca indera
  • Lebih berminat pada aplikasi praktis
  • Faktual dan memperhatikan detil
  • Menguraikan peristiwa secara urut
  • Orientasi pada masa kini
  • Menyerap gagasan secara bertahap
  • Menyukai kesempatan untuk praktek
  • Mengandalkan pengalaman
  • Pola bicara yang jelas dan teratur
  • Pikiran yang terangkai – satu diikuti yang lainnya
  • Berpikir linear, menggunakan fakta dan contoh yang jelas
  • Menggunakan bahasa sebagai alat komunikasi
  • Lebih memahami tubuhnya
  • Tertarik pada pekerjaan yang membutuhkan kepraktisan
  • Menyukai cerita non fiksi
  • Memasukan detail dan fakta
  • Mengingat masa lalu dengan akurat
  • Cenderung mendengar sampai lengkap
  • Langsung menuju sasaran

Ciri kepribadian Sensing introvert (Si) :

Kepribadian yang penuh dengan ambisi namun mudah patah, seperti barang getas. Mesti didekati dengan rendah hati. Kepribadian yang sepertinya sukar ditaklukkan dan selalu ingin bersaing dengan orang lain namun pada saat yang sama menjadi pribadi yang penurut. Semua orang dijadikan sebagai sparring namun berjiwa pesiar yang senang jalan-jalan. Dan sepertinya tanpa sadar teman perjalanannya diposisikan sebagai pesaing. Sebenarnya jenis ini sangat pandai menyelesaikan problematika sayangnya orangnya cepat berubah dan mudah gelisah. Kehebatan utamanya adalah kemampuannya untuk merangkum, cuma saja lucunya terkadang ia ‘blank’ atau kosong. Ada masa-masa dimana ia seperti kosong menatap benda tanpa makna. Memiliki kemampuan untuk mengenali benda-benda fisik yang nyata disamping anehnya ia memiliki kemampuan telepatis pada hal yang tidak nyata. Sangat berbakat untuk menjadi aktor atau aktris karena kemampuannya untuk unjuk kebolehan, dan seringkali tanpa sadar ia sedang menghalalkan segala macam cara untuk unjuk kebolehannya tadi. Wah orang tipe ini uletnya bukan main, tapi aduh bawelnya minta ampun.

Ciri kepribadian Sensing extrovert (Se) :

Kepribadian yang seperti berkelamin ganda. Terkadang kokoh seperti laki-laki dan terkadang sangat manja seperti perempuan. Perempuan jenis ini kalau sudah menjanda akan cenderung menjadi single parent karena merasa tidak perlu orang lain, kewanitaannya dan kelaki-lakiannya seperti sama-sama ia miliki. Berjiwa petualang yang ingin pergi menjelajah semua dunia namun hatinya kerdil sering minder. Hebat dalam hal bersilat lidah namun punya kekuatan sebagai pendamping yang menyenangkan. Pembawaan sehari-harinya kalem, lembut, seperti seorang pemalas namun sesekali ia akan menjadi petir yang sangat kuat. Sosok yang begitu dermawan namun ia tidak akan menghabiskan semua hartanya karena ia selalu mau menyiapkan belanja untuk bersenang-senang. Mereka jenis penikmat yang tiada tandingannya. Dalam hal kemampuan mengingat keadan secara kronologis mereka ahlinya dan itulah yang menjadi kekuatan dia untuk berdialog bahkan hingga debat kusir dengan lawan bicaranya. Kepribadian pekerja yang tangguh, namun mereka tidak suka bekerja dalam suasana ketidakpastian. Mereka termotivasi dengan adanya kepastian. Meski ia jenis pendamping yang setia namun jika sudah dilukai adalah jenis kepribadian yang segera memutuskan untuk minggat. Jika dicederai akan mudah kabur.


Workshop STIFIn Lisensi Promotor

Tentang Loe, Gue Ahlinya

Workshop STIFIn Lisensi Promotor selama tiga hari ini akan membuat anda begitu “ngelotok” jika berbicara  tentang Konsep STIFIn. Karena penguasaan anda terhadap Konsep STIFIn akan menjamin anda menguasai ilmu seluk beluk tentang diri manusia selengkap-lengkapnya dan sedalam-dalamnya. Setelah lulus Workshop STIFIn Lisensi Promotor anda diberi lisensi diizinkan mengisi “Sesi Privat” memenuhi permintaan klien mendalami diri dan keluarganya.

Jika lulus WSLP anda akan mendapatkan gelar Licensed STIFIn Promotor agar bisa segera membuka sesi privat secara komersil bersama klien Anda. Berkesempatan mengikuti Workshop Tematik STIFIn lainnya. Dan bisa bergabung di grup Telegram khusus Alumni WSLP se Indonesia, bisa sharing ilmu dengan GM Farid Poniman selaku Penemu STIFIn & para penggiat STIFIn se-Indonesia.

Materi Workshop STIFIn Lisensi Promotor

Hari I

  1. Bagian otak & fungsinya
  2. Fenotip dan strata genetik
  3. Sintesa STIFIn
  4. Strategi naik matra
  5. Tanya jawab dengan Farid Poniman

Hari II

  1. Pemetaan Dario Nardi, PhD
  2. Etika konseling
  3. Profesi & social roles
  4. Tanya jawab dengan Farid Poniman

Hari III

  1. Al-Ghazali
  2. Konsep dasar tematik
  3. Tanya jawab dengan Farid Poniman

Apa Itu Konsep STIFIn ?

Tes STIFIn sesungguhnya hanya menjawab dua pertanyaan, yaitu ‘Dimana belahan otak yang dominan? dan 2, Pada belahan otak yang dominan tersebut dimana lapisan otak yang dominan? Tes STIFIn, tidak memberikan informasi lain se-lain menjawab dua pertanyaan tersebut. Jika informasi yang diberikan menjadi lengkap dengan uraian panjang lebar yang memerlukan lebih banyak halaman tidak lain karena konsep STIFIn tentang belahan dan lapisan otak tersebut memang bagus.

Antara lima ragam kecerdasan dapat dibedakan secara telak (distinctive). Antara dua ragam kemudi kecerdasan sebagai penentu kepribadian juga dapat dibedakan secara telak. Demikian juga perbedaan antara kecerdasan dan kepribadian juga dapat dibedakan secara telak. Bahkan menggambarkan pola hubungan diantara lima kecerdasan dan sembilan kepribadian dapat distrukturkan secara tepat sehingga mudah dimengerti. Cara kerja dalam kepala ala kecerdasan tunggal dapat digambarkan dengan tepat mengikuti fakta keseharian cara kerja kepala yang berulang dan konsisten.

Ringkasnya Konsep STIFIn dapat menggambarkan seseorang secara utuh sebagai individu berikut hubungan sosialnya, meski hanya bermodalkan informasi belahan otak dan lapisan otak yang dominan.

Menentukan konsep dominasi otak antara konsep STIFIn dengan konsep kecerdasan yang lain juga berbeda. Konsep yang lain menggunakan pendekatan mengukur kapasitas perangkat keras otak. Menurut mereka jika terdapat belahan otak yang memiliki kapasitas paling besar maka belahan itu dianggap sebagai dominan.

Sedangkan, Konsep STIFIn bukan yang memiliki kapasitas paling besar yang dianggap dominan, melainkan yang paling kerap digunakan, paling aktif berfungsi, paling otomatis digunakan, dan menjadi bawah sadar manusia. Konsep STIFIn menyebutnya sebagai Sistem Operasi Otak.

Sistem Operasi Otak

Sistem Operasi Otak adalah : Otak yang paling paling kerap digunakan, paling aktif berfungsi, paling otomatis digunakan, dan menjadi bawah sadar manusia.

Diantara lima otak terdapat satu belahan yang berperan sebagai sistem operasi. Ada kalanya belahan otak yang berfungsi sebagai sistem operasi juga sekaligus memiliki kapasitas paling besar. Namun tidak selalu begitu. Maka jika konsep kecerdasan mendasarkan pada sistem operasi otak akan selamat karena akan menemukan jalan hidup yang ’gua banget’.

Otak dalam kepala bekerja secara komprehensif. Kelima-lima belahan otak semuanya bekerja secara bersamaan dan harmonis. Harmoni kebersamaan seluruh komponen otak dipimpin oleh sistem operasi yang berperan secara aktif sebagai pemimpin. Ketika salah satu otak berperan sebagai pemimpin dan aktif maka belahan otak lainnya akan berperan sebagai kabinet eksekutif yang pasif karena hanya bekerja setelah diperintah pemimpin. Meskipun kabinet eksekutif dari belahan otak yang lain kemudian bekerja namun pengambilan keputusan akhir tetap dilakukan oleh belahan otak yang berperan sebagai pemimpin yang aktif. Begitulah cara kerja sistem operasi otak, sebagai harmoni kebersamaan.

Begitu mengetahui belahan dan lapisan otak yang dominan, ternyata banyak sekali paket informasi yang bisa di kuak, mulai dari metabolisme tubuh, struktur tubuh, kekuatan dan kelemahan diri, pasangan kemistri unsur alam, cara belajar, kesesuaian profesi, cara bekerja, cara berhubungan, dan cara sukses menjalani hidup.

Pendek kata, setelah Tes STIFIn akan terbentang karpet merah seseorang yang terlihat terang benderang menuju kehidupan terbaik. Tuhan telah menghadiahkan jalan terindah untuk dilalui.


Apa Itu Tes STIFIn ?

Jika tes IQ mengukur skor kecerdasan secara umum, maka Tes STIFIn mengukur jenis kecerdasan secara spesifik (disebut Mesin Kecerdasan). Caranya Tes STIFIn adalah dengan Scan 10 sidik jari, kirim ke server STIFIn Pusat, diolah oleh aplikasi, keluar hasil lebih kurang 5 menit (membutuhkan koneksi internet).

Mesin Kecerdasan hasil Tes STIFIn ibarat menemukan “sistem operasi” (istilah dalam bidang komputer) otak seseorang, sementara tes sidik jari lain hanya mampu mengukur perangkat keras otak (hardware). Jika Mesin Kecerdasan diketahui maka diketahui pula Cara Kerja Tubuhnya. Dengan mengetahui kedua-duanya maka dapat diprediksi segala kecenderungan (bukan ramalan) dalam urusan sekolah, pekerjaan, pasangan, karakter, jalur sukses, dll.

Mesin Kecerdasan hasil Tes STIFIn nantinya ada 5 : Sensing, Thinking, Intuiting, Feeling dan Insting disingkat dengan STIFIn.

Tiap Mesin Kecerdasan punya drive (pilot). Drive ini ada 2 : introvert dan extrovert. Mesin Kecerdasan yang sudah ada pilotnya (drive) disebut sebagai karakter. Karena Mesin Kecerdasan dan pilotnya bersumber dari genetik, maka karakterpun menjadi karakter permanen atau Personality Genetik.

Personality Genetik dalam Konsep STIFIn ada 9 : Sensing introvert, Sensing extrovert, Thinking introvert, Thinking extrovert, Intuiting introvert, Intuiting extrovert, Feeling introvert, Feeling extrovert, dan Insting


3 Alasan Kenapa Tes STIFIn

Mengenali cara belajar.

Mesin kecerdasan Sensing (S) bagus dalam menghafal, Thinking (T ) hebat dalam menghitung, Intuiting (I) jago dalam kretifitas, Feeling (F) senang jika berdiskusi, dan Insting (In) pembelajar serba bisa namun memerlukan ketenagan untuk mengoptimalkan fungsi otak tengahnya (naluri).

Memilih Profesi Yang Tepat

Memilih profesi secara jitu, sampai anda berkomentar ” ahaa…profesi yang ini gua banget””. Jika pilihan profesi sudah ‘ngeklik’ dengan anda maka proses penggemblengan profesi menjadimudah dan menyenangkan meskipun digembleng dengan cara yang sangat berat (masif). Pendek kata, Konsep STIFIn adalah cara paling tepat untuk melakukan Tobat-Profesi.

Menghindari Spekulasi

Memilih Tes STIFIn sama dengan menghindari spekulasi. Bukan pe-label-an dan bukan peramalan. Pada setiap mesin kecerdasan dan personaliti terdapat kelebihan dan kelemahan dalam satu paket. Tes STIFIn bukan me-labelkan seeorang, karena paket kelebihan dan kelemahan seseorang itu ditemukan kesejatiannya secara meyakinkan, tidak semu dan tidak meraba-raba (sehingga tidak menjadi label palsu). Hasil tes STIFIn juga bukanlah ramalan, nujum, atau tilikan. Kesuksesan yang diraih dengan berusaha di jalan yang tepat menggunakan jalur mesin kecerdasan, bukanlah ramalan sukses yang datang dari garis tangan seperti (palmistry).