Memilih Jurusan Sekolah/Kuliah/Profesi Yang Tepat

Mesin Kecerdasan Intuiting.

SEKOLAH :

kewirausahaan, disain, aneka seni, perfileman, fisika quantum, reengineering, proyeksi, peramalan, future trading, investasi, filsafat, perancang pendidikan, dll

KARIR :

pengusaha, produsen, disainer, ahli kreatif berbagai bidang, periklanan, marketing, grafis, arsitektur, penemu keilmuan, sutradara, pencipta lagu, seniman, pelukis abstrak, pesulap, peramal, pialang saham, investor, filosof, pakar pembelajaran/ pemodul, event organizer, dll


Ciri Kepribadian Intuiting

Dalam keseharian profil kepribadian orang Intuiting, sebagai berikut

  • Perhatiannya pada gambaran umum
  • Mengolah informasi berdasarkan intuisi
  • Lebih berminat pada pemahaman imaginatif
  • Abstrak dan teoritis
  • Melihat pola & makna
  • Orientasi pada masa depan
  • Mulai dari mana saja
  • Menyukai kemungkinan untuk berdaya cipta
  • Mengandalkan inpirasi
  • Pola bicara beragam, menggunakan banyak kalimat perbandingan
  • Memiliki pikiran yang berputar namun terpola
  • Figuratif, menggunakan analogi dan metafora
  • Menggunakan bahasa untuk mengekspresikan diri sendiri
  • Memberi ruang, alternatif, dan tidak cepat menyimpulkan
  • Tertarik pada pekerjaan yang melibatkan kreatifitas
  • Menyukai cerita fiksi
  • Berbicara hanya hal-hal besar dan strategis
  • Memiliki visi ke depan
  • Cenderung untuk menyelesaikan kalimat orang lain
  • Tampak intelek atau berkelas

Ciri Kepribadian Intuiting introvert (Ii) :

Kepribadian yang selalu mempersepsi keadaan secara positif. Meskipun mereka positivis anehnya mereka seperti memiliki mesin ‘time tunnel’ yang seolah-olah kemanapun mereka mau pergi tinggal pencet tombol, sesuatu yang berlawanan dengan positivismenya mereka. Memiliki privasi yang kuat, ‘tidak ember’, mampu menyimpan rahasia pribadinya rapat-rapat namun mereka juga menyenangkan dijadikan sebagai mitra bisnis, walau bukan untuk bicara privasinya. Bahkan mereka sangat pandai mencari mitra bisnis tanpa harus masuk ke wilayah privasi. Keyakinannya yang kuat terhadap dirinya kerapkali mendudukkan dirinya sebagai pahlawan bagi sekitarnya. Keyakinannya sering berlebihan meskipun sebenarnya mereka punya kemampuan untuk sadar diri terutama ketika berinteraksi dengan orang lain. Jika diibaratkan sebagai kendaraan, mereka adalah jenis kendaraan tanpa rem. Hantam terus. Melaju terus. Hanya ketika sudah mentok tidak berhasil mencapai tujuannya mereka langsung jatuh down. Untuk memulihkan dari down-nya ini tidak mudah, karena mereka baru menabrakkan kendaraannya tanpa rem. Mereka pandai membuat intisari selain itu juga menyukai hal-hal detil-detil yang estetik. Bahkan dirinya pandai menampilkan diri secara atraktif. Letak kehebatannya adalah pada kemampuannya membuat konsep dan begitu perfeksionis ketika mereka menjalani konsepnya. Kalau perlu mereka bersedia untuk turun tangan meskipun mereka konseptornya. Akhirnya orang lain menganggap mereka ini lengkap mulai dari mengonsep hingga detil pelaksanaan. Jenis kepribadian yang super keras kepala, meskipun demikian mereka terbuka untuk berbeda pendapat. Mereka sangat romantis, lucunya mereka juga ‘anak mami’.

Ciri Kepribadian Intuiting extrovert (Ie) :

Kepribadian layaknya seorang detektif. Menemukan mana rangkaian peristiwa yang terputus dan mereka pandai merangkainya secara imaginer. Sebagai seorang detektif, oleh karenanya mereka tidak mau terlalu jauh berkenalan dengan orang lain. Cukup sebatas kenal saja, karena mereka takut terbebani dengan hubungan yang lebih mendalam. Mereka memberikan standar yang tinggi bagi dirinya untuk menjalani misi pribadinya meskipun kerap kali di beberapa area masih ada bolong-bolong kurang seksama penanganannya. Kepribadiannya aktif dan tidak ketinggalan jaman, meskipun juga terkadang mereka kerap kali lari dari dunia realitas dan menjadi orang yang asketis. Kehebatannya adalah kepada penjelajahan intuisinya dan ruang kreativitasnya yang begitu luas, namun tetaplah mereka bukan manusia langka yang terpisah. Mereka juga memerlukan pesta pelampiasan dengan berhura-hura bersama teman-teman semisinya. Cara kerjanya seperti seorang assembler ide. Ide-ide besar mereka rangkai dengan idenya sendiri untuk menjadi sesuatu yang lebih berguna. Sayangnya kepribadian sang assembler ide ini tergantung dengan orang lain, kurang mandiri. Sebenarnya mereka bukanlah orang yang minderan tetapi mereka perlu mendapatkan pengesahan dari orang lain. Jika sudah menjalankan mesinnya untuk mengejar misi, mereka mampu hidup terasing berpisah dari entitasnya sendiri. Pemikirannya sistemik, walaupun secara pribadi mereka mengabaikan orang lain. Sungguh pandai membuat alligning masalah ataupun program namun pada saat yang sama tidak betah berlama-lama dalam status quo. Mereka selalu menghendaki perubahan. Senantiasa berubah.


Memilih Jurusan Sekolah/Kuliah/Profesi Yang Tepat

Mesin Kecerdasan Thinking

SEKOLAH :    
teknik, ekonomi, matematika, sains, statistika, manajemen, pendidikan, penelitian, elektronika, mesin, manufacturing,  pabrik, produksi, transportasi, perminyakan, pengeboran, pertambangan, sistem korporasi, property, computer programming, kedokteran, dll

KARIR :

insinyur, ekonom, dosen, peneliti, fisikawan,  kimiawan, konsultan managemen, manager, dosen/guru, teknokrat, birokrat, produsen pabrik, quality control, ahli strategi, pelatih bola, pembuat kebijakan, system analyst, ahli rekayasa, developer, programmer, dokter/preskriptor dll


Thinking extrovert

Te adalah singkatan dari Thinking extrovert. Jika huruf T berdiri sendiri merupakan identitas sebagai Mesin Kecerdasan (MK). Menurut Konsep STIFIn, ragam Mesin Kecerdasan hanya ada lima, dan T adalah salah satu diantara 5MK tersebut. Identitas Mesin Kecerdasan berubah menjadi kepribadian ketika MK digandengkan dengan jenis kemudi dibelakangnya. Jenis kemudi kecerdasan hanya ada dua, yaitu i (introvert) dan e (extrovert). Dengan demikian, Te sudah menjadi identitas kepribadian. T ditulis dengan huruf besar karena pengaruhnya sebagai MK lebih besar dari e yang ditulis dengan huruf kecil yang berperan hanya sebagai kemudi kecerdasan.

a. Sistem Operasi Otak

Pengertian sederhana dari Thinking extrovert adalah jenis kepribadian yang berbasiskan kecerdasan logika yang proses kerjanya dikemudikan dari luar dirinya menuju ke dalam dirinya. Sistem operasi pada tipe Te berada di belahan otak bagian atas di sebelah kiri atau disebut sebagai otak besar kiri atau diringkas otak kiri. Pada otak kiri tersebut yang menjadi kemudi kecerdasan dari tipe ini, berada di lapisan abu-abu yang letaknya di bagian luar atau permukaan otak. Otak kiri abu-abu itulah yang menjadi sistem operasi tipe Te.

Lapisan yang berwarna abu-abu dari tipe Thinking extrovert memiliki tekstur otak yang lebih longgar karena mengandung sel otak lebih sedikit. Kerapatan yang lebih dibandingkan dengan lapisan bagian dalam tersebut membuat kemudi kecerdasan bergerak dari luar ke dalam.

Hal ini menyebabkan ‘tuan yang punya badan’ menjadi lebih beradaptasi dengan lingkungan luar, karena dari lingkuangan luar itulah tipe Te mendapatkan energi untuk memutar kepalanya. Energi yang datang untuk mengolah otak kiri tipe ini berasal dari luar dirinya.

b. Tipologi Fisik

Mesin kecerdasan Thinking (T) sesungguhnya identik dengan tulang. Mereka memiliki tulang yang besar dan kuat. Dengan bentuk tubuh (konstitusi) yang piknis terlihat unsur tulang secara proporsional menjadi dominan. Disebut piknis karena ukuran badan dari tipe ini volumenya lebih kecil dibanding tipe lain, sementara volume tulangnya paling dominan dibanding tipe lain.

Akibatnya, tulang kerangka menyangga beban yang lebih ringan sehingga mudah bergerak kesana-kemari. Itulah mengapa disebut piknis. Tipe Thinking extrovert tidak memiliki baterai (charger) di dalam dirinya dan justru ia menghadirkan dari luar. Hal inilah yang menyebabkan Te seperti memiliki tulang yang kurang tenaga.

Meskipun proporsi tulang lebih dominan dibanding ukuran badannya, namun secara umum Mesin Kecerdasan T malas bergerak. Padahal seharusnya MK ini mudah bergerak. Hal ini disebabkan tenaga yang tersedia cenderung disedot oleh kepala. Penggunaan energi oleh kepala dapat memakan energi yang besar sehingga menjadikan MK ini malas bergerak.

c. Sifat Khas

Jika menggunakan sudut pandang dunia psikologi (aliran perilaku) kepribadian dari tipe Thinking extrovert mesti memiliki sifat perilaku khas yang dapat dibuktikan dan diukur yang berbeda dari delapan kepribadian yang lain. Terdapat sepuluh item yang bisa dibuktikan keberadaannya dan bisa diukur secara psikometrik. Menurut konsep STIFIn, kesepuluh item tersebut menjadi kepribadian tetap yang tidak akan berubah dan akan selalu eksis seiring dengan penambahan umurnya.

Sepuluh (10) sifat yang tetap tersebut adalah:

  • thoughtful,
  • analytical,
  • competitive,
  • reserved,
  • planner,
  • positive,
  • argumentative,
  • forceful,
  • formal,
  • justice

Sebagai pribadi yang utuh, tipe Thinking extrovert memiliki sisi-sisi diametral sebagai berikut: menyukai kemenangan, seperti seorang penakluk namun kurang stamina untuk terus menerus bertanding, kebenaran empirik hanya datang dari pengalaman dirinya namun tidak suka kebenaran dari nasihat orang lain, pandai mengakumulasi keuntungan dengan coverage yang luas, namun kurang mahir dalam membuat prioritas jangka panjang.

Selain itu, peranan dari tipe Thinking extrovert sangat sirkulatif di semua entitasnya, hanya sayang kurang pandai membaca aspirasi, memiliki siklus hidup yang dinamis namun terlalu normatif. Oleh karena itu, tipe ini perlu waspada dengan kelemahannya dan berusaha mengeksploitasi kelebihannya. Biasanya jika kelebihannya bergerak membaik, maka secara otomatis kelemahan dari tipe ini akan tertutup dengan sendirinya.

d. Kelebihan

Kepribadian dari tipe Thinking extrovert memiliki kekhasan karena memiliki kemampuan menalar secara meluas dalam bentuk pengendalian manajemen dan logika yang lebih efektif yang melebihi delapan (8) jenis kepribadian yang lain. Kelebihan ini dapat disepadankan dengan kecerdasan logika atau disebut LQ (Logical Quotient).

Tipe Te pandai mengumpulkan kekuatan untuk menghasilkan kemenangan bagi diri dan organisasinya. Bagi tipe ini, organisasi akan dikelola seperti pabrik, tentara, birokrat, atau atasan-bawahan karena otoritas sepenuhnya berada di tangannya. Cara organisasi yang seperti inilah yang kemudian membuatnya berhasil dalam melipatgandakan hasil atau produksi.

Pendek kata, tipe Thinking extrovert memiliki secara alamiah yang tercermin dari cara kerjanya yang selalu mencari peluang untuk melipatgandakan. Tipe ini memperlakukan pekerjaannya dengan mengendalikan proses secara tepat, yaitu proses yang menimbulkan produktivitas pelipatgandaan.

Hal tersebut sejalan dengan tabiatnya terhadap uang. Tipe Thinking extrovert adalah tipe yang paling mampu mengelola keuangan dengan cara mengakumulasi atau mengumpulkan. Bagi tipe ini, cara membelanjakan pengeluaran sebenarnya sangat rasional namun punya kemampuan taktis jika ia melihat ada peluang untuk mengakumulasi keuntungan.

e. Kemistri

Dengan kemampuan pengendalian terhadap span of control yang besar, kemampuan logika umum, kemampuan dalam melipatgandakan hasil, karakter yang seperti tulang (atau ibarat besi yang kokoh), dan keberadaan tulang yang lebih dominan dibanding ukuran badan, menjadikan tipe Te akan jauh lebih sukses jika ia memiliki pabrik untuk menjalankan ‘mesinnya’. Tipe Te perlu lebih mengkonkritkan usahanya dalam wujud yang nyata, misalnya berbentuk pabrik, sehingga mesin pelipatgandaannya dapat berjalan dengan baik.

Tipe Thinking extrovert memiliki kemampuan untuk meraih tahta dimanapun jika segala macam unsur sumberdaya yang ada di bawah kekuasaannya dikelola secara mekanistik seolah-olah seperti pabrik. Jika memiliki pabrik (dalam pengertian yang sesungguhnya), maka tipe ini akan memiliki kedudukan di masyarakat sebagai tokoh yang layak diberi tahta yang lebih tinggi.

Kebesaran pabrik tersebut akan sejalan dengan kebesaran tahta atau kekuasaan dari tipe Te. Pada dasarnya tipe Te memang menjadi orang yang paling dicari tahta. Hal ini disebabkan pada diri tipe ini, melekat kharisma pemegang otoritas. Jika diberi amanah, tipe ini akan menjalankannya dengan baik.

f. Peranan

Dengan fungsi kepala yang dominan, MK Thinking (T) lebih senang dengan jenis pekerjaan yang memerlukan berpikir keras sehingga dapat menyelesaikan masalah hingga tuntas. Tipe ini dapat menyusun serangkaian logika sebagai metode untuk menyelesaikan masalah.

Hal itulah yang menjadikan tipe T dianggap bertangan dingin. Setiap masalah yang menjadi tanggungjawabnya, dapat diselesaikan dengan baik. Jika kemampuan kepala tersebut digabungkan dengan karakter tulang yang kokoh, maka akan melahirkan tipe T dengan kepribadian yang teguh dan keras kepala.

Jika tipe ini dikemudikan dari luar ke dalam – menjadi tipe Te- akan muncul sifat-sifat utama yang adil, objektif, dan  menerima argumentasi logika. Hal itu membuat tipe Te menyukai peran layaknya seorang komandan yang memimpin dengan otoritas penuh untuk memastikan keadilan dan logika dapat berjalan secara efektif. Peranan tersebut diikuti dengan kemampuan pengelolaan dan pengendalian organisasi yang baik dari tipe Te.

g. Target & Harapan

Bagi tipe Thinking extrovert, kemampuan mengendalikan proses produksi menjadi jalan sukses untuk memperoleh kekuasaan. Ia akan menjadi sangat terpukul jika pada akhirnya tidak diberi otoritas untuk mengambil keputusan. Target dari tipe ini adalah mendapatkan otoritas penuh. Dengan otoritas tersebut ia dapat mengendalikan secara penuh jalannya organisasi. Tipe ini akan mengendalikan organisasi dengan memberikan instruksi, pengarahan, dan briefing-briefing.

h. Arah Merek

Tipe Thinking extrovert memiliki kemampuan kepemimpinan melalui managerialship yang sangat bagus. Bahkan tipe ini diberi merek karena kemampuan managerialship-nya efektif. Jika ada pertarungan untuk menunjukkan kemampuan pengelolaan dan pengendalian organisasi, agar organisasinya dapat selalu naik kelas karena selalu menciptakan produksi yang berlipat ganda, maka tipe Te merupakan sosok yang akan memenangkannya. Selain tipe Te memang memiliki kemampuan managerial yang sistematis dan efektif, secara alamiah tipe ini juga haus kekuasaan.

i. Cara Belajar

Pada umumnya, tipe Thinking extrovert tidak mengalami masalah dalam hal belajar. Materi pelajaran memerlukan cara kerja otak yang menalar, berhitung, dan menstrukturkan. Pada tipe Te, ia sudah terbiasa menalar bacaan untuk mendapatkan logika dengan membuat struktur dan skema yang memudahkan. Hal ini disebabkan tipe Te sebenarnya tidak ingin terlalu jelimet.

Otak kiri dari tipe Te selalu memerlukan ‘fooding’ dengan cara berpikir atau pada dasarnya ia suka berpikir, baik diminta ataupun tidak diminta. Hasil akhirnya menyebabkan tipe Te menjadi orang yang paling berwawasan karena kumpulan buku yang dibacanya cukup lengkap. Meskipun penguasaan setiap topik dari buku tersebut tidak terlalu mendalam, namun tipe ini sudah mendapat struktur berpikir dari setiap bacaannya.

Dengan demikian, tipe Thinking extrovert memiliki kemampuan menguasai pelajaran bukan berasal dari detail mikroskopiknya, melainkan dari pengembangan wawasannya. Cara yang paling efektif untuk memotivasi seorang tipe Te adalah dengan diberi kesempatan berkompetisi untuk mengalahkan yang lainnya. Tipe ini merasa dibantu jika selalu dibukakan jalur kemenangan untuk lawan lawannya di berbagai peringkat. Sebaliknya, ini merasa hampa dan geregetan jika ia tidak dapat bertarung, karena ia merasa memiliki kapasitas untuk mengalahkan lawan-lawannya.

j. Pilihan Sekolah/Profesi

Prioritas utama jika ingin memilih jurusan atau profesi untuk tipe Thinking extrovert sebaiknya diarahkan pada satu diantara empat (4) pilihan industri berikut ini, yaitu manajemen/kepemerintahan, manufacturing, properti, peternakan.

Selanjutnya pilihan lain dari jurusan atau profesi yang untuk tipe Te sebagai berikut: ristek, IT, bisnis pertambangan, ahli konstruksi, bisnis kesehatan, garmen, peneliti, fabrikan, perminyakan, pengeboran, programmer, dokter, apoteker, ekonomi, manajer, dosen/guru, property, insinyur, fisikawan, kimiawan, konsultan managemen, teknokrat, birokrat, pajak, produsen, quality control, auditor, ahli strategi, pelatih bola, pembuat kebijakan, system analyst, ahli rekayasa, developer, atlit (pertandingan), dll

Di masa depan, pilihan profesi akan semakin beragam. Namun jika ingin memilih jurusan ataupun profesi patokan bagi tipe Thinking extrovert adalah mempertimbangkan empat kata kuncinya, yaitu: menalar, tulang, mandiri, dan meluas.

Artinya, jurusan atau profesi yang dipilihnya didominasi oleh unsur-unsur yang memerlukan daya nalar, mengandalkan pendirian yang kuat atau bahkan profesi betul-betul mengandalkan tulang dalam pengertian sesungguhnya (seperti atlit balap sepeda, tae kwon do, lari, renang khusus gaya dada, dsb) dan dapat memanfaatkan kemandiriannya dalam bekerja, serta bidang-bidang yang memerlukan logika umum yang meluas seperti manajemen, menjadi komandan, atau birokrat.


Memilih Jurusan Sekolah/Kuliah/Profesi Yang Tepat

Mesin Kecerdasan Sensing

SEKOLAH :
kedokteran, keuangan, perbankan, jasa, sejarah, bahasa, administrasi, komputer, kesekretariatan, perpustakaan, kemiliteran, jurnalistik, ketatausahaan, perhotelan, perdagangan, pertanian, kehutanan, biologi, olahraga, keartisan, manufacturing, pilot, pramugari, fotografi, performance, pelayaran, salesmanship, animasi, dll

KARIR :

dokter, bankir, sejarawan, administratur, birokrat, operator, sekretaris, polisi, tentara, wartawan, pegawai swasta, pedagang, agribisnisman, peneliti, atlit, penyanyi, aktor/aktris, staf umum, pekerja pabrik, security, pilot/driver, pramugari, pelukis naturalis, fotografer, cameraman, presenter, model, penari, peladang, petani, peternak, pelaut, salesman, animator, pekerja lapangan dalam berbagai sektor.


Ciri Kepribadian Sensing

Dalam Keseharian Kepribadian Profil Orang Sensing, sebagai berikut :

  • Berpijak pada yang nyata dan aktual
  • Mengolah informasi berdasarkan panca indera
  • Lebih berminat pada aplikasi praktis
  • Faktual dan memperhatikan detil
  • Menguraikan peristiwa secara urut
  • Orientasi pada masa kini
  • Menyerap gagasan secara bertahap
  • Menyukai kesempatan untuk praktek
  • Mengandalkan pengalaman
  • Pola bicara yang jelas dan teratur
  • Pikiran yang terangkai – satu diikuti yang lainnya
  • Berpikir linear, menggunakan fakta dan contoh yang jelas
  • Menggunakan bahasa sebagai alat komunikasi
  • Lebih memahami tubuhnya
  • Tertarik pada pekerjaan yang membutuhkan kepraktisan
  • Menyukai cerita non fiksi
  • Memasukan detail dan fakta
  • Mengingat masa lalu dengan akurat
  • Cenderung mendengar sampai lengkap
  • Langsung menuju sasaran

Ciri kepribadian Sensing introvert (Si) :

Kepribadian yang penuh dengan ambisi namun mudah patah, seperti barang getas. Mesti didekati dengan rendah hati. Kepribadian yang sepertinya sukar ditaklukkan dan selalu ingin bersaing dengan orang lain namun pada saat yang sama menjadi pribadi yang penurut. Semua orang dijadikan sebagai sparring namun berjiwa pesiar yang senang jalan-jalan. Dan sepertinya tanpa sadar teman perjalanannya diposisikan sebagai pesaing. Sebenarnya jenis ini sangat pandai menyelesaikan problematika sayangnya orangnya cepat berubah dan mudah gelisah. Kehebatan utamanya adalah kemampuannya untuk merangkum, cuma saja lucunya terkadang ia ‘blank’ atau kosong. Ada masa-masa dimana ia seperti kosong menatap benda tanpa makna. Memiliki kemampuan untuk mengenali benda-benda fisik yang nyata disamping anehnya ia memiliki kemampuan telepatis pada hal yang tidak nyata. Sangat berbakat untuk menjadi aktor atau aktris karena kemampuannya untuk unjuk kebolehan, dan seringkali tanpa sadar ia sedang menghalalkan segala macam cara untuk unjuk kebolehannya tadi. Wah orang tipe ini uletnya bukan main, tapi aduh bawelnya minta ampun.

Ciri kepribadian Sensing extrovert (Se) :

Kepribadian yang seperti berkelamin ganda. Terkadang kokoh seperti laki-laki dan terkadang sangat manja seperti perempuan. Perempuan jenis ini kalau sudah menjanda akan cenderung menjadi single parent karena merasa tidak perlu orang lain, kewanitaannya dan kelaki-lakiannya seperti sama-sama ia miliki. Berjiwa petualang yang ingin pergi menjelajah semua dunia namun hatinya kerdil sering minder. Hebat dalam hal bersilat lidah namun punya kekuatan sebagai pendamping yang menyenangkan. Pembawaan sehari-harinya kalem, lembut, seperti seorang pemalas namun sesekali ia akan menjadi petir yang sangat kuat. Sosok yang begitu dermawan namun ia tidak akan menghabiskan semua hartanya karena ia selalu mau menyiapkan belanja untuk bersenang-senang. Mereka jenis penikmat yang tiada tandingannya. Dalam hal kemampuan mengingat keadan secara kronologis mereka ahlinya dan itulah yang menjadi kekuatan dia untuk berdialog bahkan hingga debat kusir dengan lawan bicaranya. Kepribadian pekerja yang tangguh, namun mereka tidak suka bekerja dalam suasana ketidakpastian. Mereka termotivasi dengan adanya kepastian. Meski ia jenis pendamping yang setia namun jika sudah dilukai adalah jenis kepribadian yang segera memutuskan untuk minggat. Jika dicederai akan mudah kabur.


Workshop STIFIn Lisensi Promotor

Tentang Loe, Gue Ahlinya

Workshop STIFIn Lisensi Promotor selama tiga hari ini akan membuat anda begitu “ngelotok” jika berbicara  tentang Konsep STIFIn. Karena penguasaan anda terhadap Konsep STIFIn akan menjamin anda menguasai ilmu seluk beluk tentang diri manusia selengkap-lengkapnya dan sedalam-dalamnya. Setelah lulus Workshop STIFIn Lisensi Promotor anda diberi lisensi diizinkan mengisi “Sesi Privat” memenuhi permintaan klien mendalami diri dan keluarganya.

Jika lulus WSLP anda akan mendapatkan gelar Licensed STIFIn Promotor agar bisa segera membuka sesi privat secara komersil bersama klien Anda. Berkesempatan mengikuti Workshop Tematik STIFIn lainnya. Dan bisa bergabung di grup Telegram khusus Alumni WSLP se Indonesia, bisa sharing ilmu dengan GM Farid Poniman selaku Penemu STIFIn & para penggiat STIFIn se-Indonesia.

Materi Workshop STIFIn Lisensi Promotor

Hari I

  1. Bagian otak & fungsinya
  2. Fenotip dan strata genetik
  3. Sintesa STIFIn
  4. Strategi naik matra
  5. Tanya jawab dengan Farid Poniman

Hari II

  1. Pemetaan Dario Nardi, PhD
  2. Etika konseling
  3. Profesi & social roles
  4. Tanya jawab dengan Farid Poniman

Hari III

  1. Al-Ghazali
  2. Konsep dasar tematik
  3. Tanya jawab dengan Farid Poniman

Apa Itu Konsep STIFIn ?

Tes STIFIn sesungguhnya hanya menjawab dua pertanyaan, yaitu ‘Dimana belahan otak yang dominan? dan 2, Pada belahan otak yang dominan tersebut dimana lapisan otak yang dominan? Tes STIFIn, tidak memberikan informasi lain se-lain menjawab dua pertanyaan tersebut. Jika informasi yang diberikan menjadi lengkap dengan uraian panjang lebar yang memerlukan lebih banyak halaman tidak lain karena konsep STIFIn tentang belahan dan lapisan otak tersebut memang bagus.

Antara lima ragam kecerdasan dapat dibedakan secara telak (distinctive). Antara dua ragam kemudi kecerdasan sebagai penentu kepribadian juga dapat dibedakan secara telak. Demikian juga perbedaan antara kecerdasan dan kepribadian juga dapat dibedakan secara telak. Bahkan menggambarkan pola hubungan diantara lima kecerdasan dan sembilan kepribadian dapat distrukturkan secara tepat sehingga mudah dimengerti. Cara kerja dalam kepala ala kecerdasan tunggal dapat digambarkan dengan tepat mengikuti fakta keseharian cara kerja kepala yang berulang dan konsisten.

Ringkasnya Konsep STIFIn dapat menggambarkan seseorang secara utuh sebagai individu berikut hubungan sosialnya, meski hanya bermodalkan informasi belahan otak dan lapisan otak yang dominan.

Menentukan konsep dominasi otak antara konsep STIFIn dengan konsep kecerdasan yang lain juga berbeda. Konsep yang lain menggunakan pendekatan mengukur kapasitas perangkat keras otak. Menurut mereka jika terdapat belahan otak yang memiliki kapasitas paling besar maka belahan itu dianggap sebagai dominan.

Sedangkan, Konsep STIFIn bukan yang memiliki kapasitas paling besar yang dianggap dominan, melainkan yang paling kerap digunakan, paling aktif berfungsi, paling otomatis digunakan, dan menjadi bawah sadar manusia. Konsep STIFIn menyebutnya sebagai Sistem Operasi Otak.

Sistem Operasi Otak

Sistem Operasi Otak adalah : Otak yang paling paling kerap digunakan, paling aktif berfungsi, paling otomatis digunakan, dan menjadi bawah sadar manusia.

Diantara lima otak terdapat satu belahan yang berperan sebagai sistem operasi. Ada kalanya belahan otak yang berfungsi sebagai sistem operasi juga sekaligus memiliki kapasitas paling besar. Namun tidak selalu begitu. Maka jika konsep kecerdasan mendasarkan pada sistem operasi otak akan selamat karena akan menemukan jalan hidup yang ’gua banget’.

Otak dalam kepala bekerja secara komprehensif. Kelima-lima belahan otak semuanya bekerja secara bersamaan dan harmonis. Harmoni kebersamaan seluruh komponen otak dipimpin oleh sistem operasi yang berperan secara aktif sebagai pemimpin. Ketika salah satu otak berperan sebagai pemimpin dan aktif maka belahan otak lainnya akan berperan sebagai kabinet eksekutif yang pasif karena hanya bekerja setelah diperintah pemimpin. Meskipun kabinet eksekutif dari belahan otak yang lain kemudian bekerja namun pengambilan keputusan akhir tetap dilakukan oleh belahan otak yang berperan sebagai pemimpin yang aktif. Begitulah cara kerja sistem operasi otak, sebagai harmoni kebersamaan.

Begitu mengetahui belahan dan lapisan otak yang dominan, ternyata banyak sekali paket informasi yang bisa di kuak, mulai dari metabolisme tubuh, struktur tubuh, kekuatan dan kelemahan diri, pasangan kemistri unsur alam, cara belajar, kesesuaian profesi, cara bekerja, cara berhubungan, dan cara sukses menjalani hidup.

Pendek kata, setelah Tes STIFIn akan terbentang karpet merah seseorang yang terlihat terang benderang menuju kehidupan terbaik. Tuhan telah menghadiahkan jalan terindah untuk dilalui.


Apa Itu Tes STIFIn ?

Jika tes IQ mengukur skor kecerdasan secara umum, maka Tes STIFIn mengukur jenis kecerdasan secara spesifik (disebut Mesin Kecerdasan). Caranya Tes STIFIn adalah dengan Scan 10 sidik jari, kirim ke server STIFIn Pusat, diolah oleh aplikasi, keluar hasil lebih kurang 5 menit (membutuhkan koneksi internet).

Mesin Kecerdasan hasil Tes STIFIn ibarat menemukan “sistem operasi” (istilah dalam bidang komputer) otak seseorang, sementara tes sidik jari lain hanya mampu mengukur perangkat keras otak (hardware). Jika Mesin Kecerdasan diketahui maka diketahui pula Cara Kerja Tubuhnya. Dengan mengetahui kedua-duanya maka dapat diprediksi segala kecenderungan (bukan ramalan) dalam urusan sekolah, pekerjaan, pasangan, karakter, jalur sukses, dll.

Mesin Kecerdasan hasil Tes STIFIn nantinya ada 5 : Sensing, Thinking, Intuiting, Feeling dan Insting disingkat dengan STIFIn.

Tiap Mesin Kecerdasan punya drive (pilot). Drive ini ada 2 : introvert dan extrovert. Mesin Kecerdasan yang sudah ada pilotnya (drive) disebut sebagai karakter. Karena Mesin Kecerdasan dan pilotnya bersumber dari genetik, maka karakterpun menjadi karakter permanen atau Personality Genetik.

Personality Genetik dalam Konsep STIFIn ada 9 : Sensing introvert, Sensing extrovert, Thinking introvert, Thinking extrovert, Intuiting introvert, Intuiting extrovert, Feeling introvert, Feeling extrovert, dan Insting


3 Alasan Kenapa Tes STIFIn

Mengenali cara belajar.

Mesin kecerdasan Sensing (S) bagus dalam menghafal, Thinking (T ) hebat dalam menghitung, Intuiting (I) jago dalam kretifitas, Feeling (F) senang jika berdiskusi, dan Insting (In) pembelajar serba bisa namun memerlukan ketenagan untuk mengoptimalkan fungsi otak tengahnya (naluri).

Memilih Profesi Yang Tepat

Memilih profesi secara jitu, sampai anda berkomentar ” ahaa…profesi yang ini gua banget””. Jika pilihan profesi sudah ‘ngeklik’ dengan anda maka proses penggemblengan profesi menjadimudah dan menyenangkan meskipun digembleng dengan cara yang sangat berat (masif). Pendek kata, Konsep STIFIn adalah cara paling tepat untuk melakukan Tobat-Profesi.

Menghindari Spekulasi

Memilih Tes STIFIn sama dengan menghindari spekulasi. Bukan pe-label-an dan bukan peramalan. Pada setiap mesin kecerdasan dan personaliti terdapat kelebihan dan kelemahan dalam satu paket. Tes STIFIn bukan me-labelkan seeorang, karena paket kelebihan dan kelemahan seseorang itu ditemukan kesejatiannya secara meyakinkan, tidak semu dan tidak meraba-raba (sehingga tidak menjadi label palsu). Hasil tes STIFIn juga bukanlah ramalan, nujum, atau tilikan. Kesuksesan yang diraih dengan berusaha di jalan yang tepat menggunakan jalur mesin kecerdasan, bukanlah ramalan sukses yang datang dari garis tangan seperti (palmistry).