Menghafal Al Quran dengan metode STIFIn kutip dari Penemu STIFIn Bapak Farid Poniman dengan Menggunakan Formula 15

Gunakan ‘Formula 15’

Oleh: Farid Poniman (Penemu Konsep STIFIn)

Menghafal Al Quran Gaya SENSING

  • 5x baca rekam (perbendaharaan kata),
  • 5x hafal sambil menandai (warna dan letak),
  • 5x pengendapan tanpa lihat (letak sudah tercetak)

Baca sebanyak 5x sekaligus di rekam dalam memori. Bacanya sambil ngelihat tulisan. Ini bertujuan untuk menambah perbendaharaan kata. Setelah baca 5x dengan melihat tulisannya, lanjutin baca 5x dengan gaya belajarnya Sensing, yaitu dengan menunjuk tulisan sambil membacanya, menandai letaknya, atau memberi warna tulisannya. Terakhir baca 5x dengan menutup tulisan/Al Qur’an. Tujuannya agar perbendaharaan kata yang sudah masuk ke dalam memori semakin mengendap dalam ingatan orang Sensing. Letak huruf atau bacaan pastu sudah tercetak dalam memorinya.

Menghafal Al Quran  Gaya THINKING

  • 5x baca rekam (nomor, awal, dan akhir ayat),
  • 5x strukturkan dan sambungkan,
  • 5x pengendapan tanpa lihat (kerangka sambungan sudah jadi)

Baca 5x dengan melihat tulisan. Rekam nomor ayat, awal dan akhir ayat. Lalu, baca 5x sambil menemukan struktur bacaan, pola kata, kalimat, lalu sambungkan. Setelah itu baca lagi 5x dengan menutup Al Qur’an, dibagian ini kerangka sambungan udah jadi.

Menghafal Al Quran Gaya INTUITING

sebelum baca, diterjemahkan, dipolakan;

  • 5x baca rekam (sebagai kalimat),
  • 5x hafal dikaitkan cerita serta visual tangan atau muka,
  • 5x pengendapan tanpa lihat sambil mengekspresikan pesan.

Sebelum baca ayat Al Qur’an, baca terlebih dahulu terjemahannya, kemudian polakan. Baca 5x, rekam sebagai kalimat. Kemudian, baca ayatnya 5x (dihafal), lalu dikaitkan dengan cerita yang disertai visual tangan atau muka. Terakhir, baca 5x dengan menutup Al Qur’an sambil mengekspresikan pesan.

Menghafal Al Quran Gaya FEELING

  • 5x baca rekam (hidupkan tokoh),
  • 5x murajaah (cari pantulan),
  • 5x pengendapan tanpa lihat sambil penghayatan tokoh.

Baca 5x, baca, rekam, dan hidupkan tokoh. Lalu, baca 5x. Terakhir, baca 5x untuk pengendapan tanpa melihat Al Qur’an tapi sambil penghayatan tokoh.

Menghafal Al Quran Gaya INSTING

  • 5x baca pake murattal (rekam keindahan nada),
  • 5x rekam kaitkandengan cengkok nada,
  • 5x pengendapan tanpa lihat sesuai murattal.

Baca 5x sambil dengarkan murattalnya , rekam keindahan nadanya. Lalu, baca 5x sambil mengaitkannya dengan cengkok nada. Baca 5x dihafal dengan menutup AL Qur’an dan sesuaikan dengan murattal.


Video iklan yang berasal dari Thailand ini bisa menjadi pelajaran bagi orang tua yang memiliki anak dengan Mesin Kecerdasan Sensing atau anda yang memiliki Mesin Kecerdasan Sensing. Anak Sensing memiliki potensi menjadi Pedagang. Karena Sensing memiliki 3 potensi kehebatan, yakni : Memori, Panca Indra dan Fisik yang tiada mudah letih dan kuat.

Dengan panca indranya ia menjadi anak yang hebat dalam mencontoh, tukang tiru. Ketika sang anak dalam video ini tidak tahu cara memotong nenas, sang ibu tampil dengan memberi contoh. Sensing dengan panca indra matanya melihat contoh dari ibunya langsung kerekam ke memorynya dan dia praktekkan langsung dalam memotong nenas.

Dengan panca indranya dia melihat penjual es krim, sang ibu melihat dan membuatkannya es krim dari nenas. Karena pernah melihat penjual es, si anak Sensing lalu kepikiran untuk menjualnya, meniru menjadi pedagang es. Dijuallah sama anaknya kepasar, tapi ternyata tidak menghasilkan pembeli. Es nya tidak laku. Ia mengadu pada ibunya, nah si ibu menyarankan agar si anak melihat bagaimana cara pedagang di pasar dalam berjualan.

Sensing dengan kehebatan panca indra dan memorinya mampu merekam setiap kejadian yang ia lihat dan ia dengar, dengan fisiknya ia tanpa letih mampu berkeliling pasar mengumpulkan informasi, bagaimana caranya berjualan. Dengan hal inilah ia mendapatkan cara berjualan yang benar.


SALAH ASUH DALAM BELAJAR

Setiap kita sebenarnya mudah untuk belajar, masalahnya cara belajar yang dipake itu masih secara umum, tidak khusus kepada setiap anak yang notabene berbeda. Akibatnya, anak ada yang berprestasi karena cara belajar itu tepat untuk dia, nah yang tidak tepat untuk anak tertentu, jadinya tak berprestasi, lalu yang disalahkan anak. Apa iya seperti itu.?

Setiap anak unik, sebagaimana setiap orang tua, sebagai suami atau istri unik juga. Karena coba aja samakan pasangan anda dengan istri atau suami tetangga, kalau gak mau tidurnya di sofa.

Dari milyaran anak manusia, cuma 5 masalah yang akan ditemukan jika di framming dengan Konsep STIFIn.

INSTING

Anak Insting biarkan belajar sambil nonton TV atau dengar musik. Anak Insting kebanyakannya belajar sambil melakukan aktifitas lainnya, kemampuan otaknya yang serba bisa, membuat dia merasa nyaman dan enjoy saat belajar sambil nonton tv/dengar musik.

Nah, logika kebanyakan orang tua, masa belajar sambil nonton tv/dengar musik. Maka dilaranglah si anak Insting tadi nonton tv, suruh masuk kamar, belajar sendiri, alhasil ketika anak tak mau belajar yang disalahkan anaknya. Padahal…hmm..orang tua yang tak tahu dimana letak kehebatan anak Instingnya dalam belajar.

Pernah, anak Insting minta dibeliin alat musik Drum, setelah dibeliin, eh jadi bagus nilainya..apa coba hubungannya, kalau pake logika pemahaman kita selama ini. Tapi kalau pake STIFIn itu erat hubungannya.

FEELING

Anak Feeling biarkan belajar kelompok, bersama teman temannya atau anda yang menjadi temannya belajar, ya..ngobrol dulu, ngalur ngidul kesana kemari, curhat curhatan, jangan langsung main hajar aja, buka buku untuk belajar. Saat udah enak moodnya, baru buka bukunya dan belajar.

Jangan disuruh belajar sendiri dikamar, tidur dia nanti. Menjauhkan anak feeling dari komunitas teman temannya, sama dengan mematikan kehebatannya.

Kenapa Anak Feeling malas belajar, karena orang tuanya melarang dia belajar kelompok bersama teman temannya. Belajar kelompok dengan diskusi sambil ngobrol adalah cara termudah anak Feeling menyerap ilmu.

Ada pengalaman unik, seorang ibu bercerita, setelah saya jelaskan tentang gaya belajar anak Feeling.

Pantas pak (waduh, kok dipanggil bapak siih, mba, padahal saya masih muda, dalam hati saya, hehe..), sebelum saya masukin ke TK ini, dulunya di TK “itu”, udah 1 bulan tak ada yang hapal dia Juz Amma satu surahpun. Nah saya masukkan lah ke TK “ini”, disini awalnya saya liat apa bisa, karena belajar disini rame rame, gak seperti di TK “itu”, eh ternyata 1 minggu saja belajar disini dia udah banyak yang hapal surah juz amma.

Nah, loh..ada testimoninya langsung.

SENSING

Anak Sensing, biarkan bermain terlebih dahulu sepulang sekolah, berkeringat, baru lah belajar. Anak Sensing inilah yang cocoknya senam dulu sebelum belajar, tapi tidak untuk anak Intuiting, karena waktu SD sehabis senam, pernah saya beralasan sakit, supaya bisa tidur di ruang P3K. Hehe..Anak Sensing, please jangan dipaksa Tidur Siang kalau ia tidak mau, ntar kasihan jadinya OON, pelupa ‘bin’ gendut ‘binti’ pemalas. Kalau dia belajar dirumah badannya gak bisa diam, mulutnya gak bisa diam, ya mbok dibiarin aja. Emang gitu gaya belajarnya. Anak Sensing kudu ngabisin baterenya dengan banyak bergerak, kalo ndak malamnya dia gentayangan kayak cacing kepanasan dikamar, susah gak mau tidur.

Kenapa Anak Sensing jadi malas belajar, bisa jadi karena dia tidak diberikan waktu bermain atau berkeringat. Alasan orang tua, kasihan nanti kecapekan. Padahal mainnya anak Sensing itulah cara paling ampuh merefresh otaknya yang udah penat belajar. Justru anda harus buat anak Sensing berkeringat agar potensinya meningkat.

INTUITING

Kalau mau suruh tidur, suruh aja Anak Intuiting tidur siang dulu (sepulang sekolah) sebelum belajar, itupun jangan lama-lama, cukup 15 menit saja. Setelah itu bangunkan, suruh nonton kartun dulu 10 menit di youtube, baru belajar.

Sebelum belajar anak Intuiting baiknya jangan makan dulu..hehe..ntar kalau udah makan, ngantuk dia, tidurnya bisa panjang. Intuiting kebanyakan makan oon, kurangi makannya, belajarnya jadi OK.

Tapi jangan anak Sensing yang dikurangi makannya, dia butuh banyak makan buat energi gerak tubuhnya. Tapi biasanya anak Sensing malas makan, karena gak enak makanannya. Anak Intuiting cenderung malas berkeringat, sehingga energi dari apa yang dimakannya jadi pemberat Mata.

Kenapa Anak Intuiting malas belajar, bisa jadi karena orang tua tidak memberi ruang bagi si anak untuk mengerjakan dengan caranya sendiri, belajar dengan gayanya sendiri, pernah ada orang tua yang bilang, udah dibeliin meja belajar, belajarnya malah diteras. Haha..meja belajar ampuh untuk anak Thinking bu, saya bilang, anak Intuiting yang meruang, alam terkembang, langit bergantung menjadi tempat belajarnya, apa ibu bisa beliin meja selebar jagat raya.

THINKING

Anak Thinking biarkan belajar sendiri, anda beruntung punya anak Thinking, bisa mandiri, tapi kalau terlalu anda dikte dan ajari yang dia udah tau, berulang ulang, bersiaplah, hilang motivasi belajarnya. Anak Thinking siapkan suasana hening saat belajar, jauhkan dari anak Sensing yang belajarnya gak bisa diam, bisa pecah konsentrasi Anak Thinking.

Gimana bisa tau pak, anak saya ada yang Sensing? Nah, makanya perlu di Tes STIFIn anak kita semua. Eh..BTW Basway…udah dites STIFIn belum semua anak ayah dan bunda. Kalau belum jangan lanjutin bacanya, gak kan ada manfaatnya, percuma, ngabisin waktu ayah bunda aja. Stop sampai disini aja.

Eh..udah stop..kok masih dilanjutin bacanya.

Kenapa Anak Thinking jadi malas belajar, bisa jadi karena orang tua selalu mengulang ulang yang anak Thinking udah tau. Karena Anak Thinking itu Sotoy, jangan sampai kita kelihatan sotoy juga dimatanya.

Jelas ya..anak terlahir fitrah, apa adanya sesuai dengan pemberian dari Allah, tapi orang tuanya yang menjadikan Nasrani, Majusi dan Yahudi karena ketidak tahuan akan Fitrah si anak.

Tapi ayah bunda ndak usah khawatir karena sekarang sudah ada Konsep STIFIn yang bisa membuat ayah bunda menjadi sangat sangat mudah 3x, mudah, simple dan aplikatif, mengenali Fitrah Genetiknya anak.

Akan sangat sangat keliru, jika anda mempelajari sebuah Konsep Psikologi untuk mengenali manusia, tapi tidak sedikitpun dikupas tentang Sang Pencipta Manusia di dalam Konsepnya. Padahal yang jauh lebih tahu si manusia itu adalah Penciptanya.

Nah, Konsep STIFIn meyakini adanya “campur tangan” Allah sebagai Sang Pencipta Manusia dalam Karakternya Manusia. Sementara Konsep yang lain, mereka mengabaikan Sisi Sang Pencipta Manusia. Makanya, manusia zaman sekarang banyak masuk UGD (Unit Galau & Dilema) karena virus Andy Lau, “Antara Dilema Dan Galau”, akibat memahami konsep yang menjauhkan manusia dari Sang Pencipta.

Konsep yang benar adalah, ketika kita mengenal diri kita, kita mengenal Allah, Tuhan Pencipta Manusia. Nah, STIFIn bisa menjadi solusi.

Dah..ah kalau diterusin bisa kemana mana ntar bahasannya..maklum Intuiting kalau udah berkata kata suka panjang bin lompat lompat binti mengambang, abstrak gak jelas.

Kalau mau tahu lebih banyak, bisa hadiri Workshop STIFIn

Terimakasih, dan maaf karena saya sudah mengambil sedikit waktu anda untuk membaca sampai disini.


Benarkah Jika Bakat Anak Disalurkan, Akan Mengganggu Prestasi Sekolahnya ??

Banyak orang tua yang takut menyalurkan bakat anaknya karena khawatir akan mengganggu prestasi sekolahnya. Akan tetapi hal ini tidak perlu dikhawatirkan bagi orang tua yang sudah mengetahui Mesin Kecerdasan anaknya melaui Tes STIFIn. Menggeluti Bakat yang sesuai dengan Mesin Kecerdasan justru akan menjadikan anak memiliki prestasi di sekolahnya. Testimoni yang akan di uraikan berikut ini menjadi buktinya.

Testimoni datang dari perbincangan antara istri saya (Renny Wulan Sari) dengan seorang rekan kerjanya bernama Eva Ginting, yang telah melakukan Tes STIFIn sekeluarga ( Ayah Ibu dan dua orang anaknya). Dari perbincangan mereka di BBM ada hal  yang menarik bagi saya, yang membuat saya ingin membagikannya kepada pembaca sekalian.

Ibu Eva memiliki dua orang anak laki-laki. Anak pertama Personality Genetik-nya Feeling extrovert (Fe) dan anak ke dua Intuiting extrovert (Ie). Pembicaraan berawal saat istri melihat Profil BBMnya bu Eva, foto anaknya yang sedang belajar main piano. Istri saya bertanya, “si mike les piano ya mak e..?”  mak e..panggilan akrab sesama emak-emak. Dari sinilah pembicaraan bermula hingga seterusnya – anda bisa melihat pada Gambar diatas dan Gambar dibawah ini.

Bu Eva mengamati anaknya mike (yang pertama) senang pada musik. Sesuai dengan Personality Genetik-nya Fe yang memiliki bakat Seniman. Bu Eva memasukkan anaknya les piano di dekat rumahnya Johor City Medan. Dari percakapan diatas Bu Eva mengatakan, sejak anaknya Ikut Les Piano, pelajaran di sekolahnya semakin bagus.

Fokuslah Pada Kekuatan Bukan Pada Kelemahan

STIFIn menganjurkan agar semua orang menggunakan Mesin Kecerdasan-nya. Karena itulah yang menjadi kekuatannya/kelebihannya, ketika kelebihannya di beri perhatian, maka efeknya akan menjalar pada kelemahannya, sehingga kelemahannya tersebut ikutan meningkat. Akan tetapi, jika sebaliknya berfokus pada kelemahannya, maka kekuatannya akan menurun. Terjadilah ke GALAU-an hidup.

[quote_center]Les kanlah anak sesuai dengan Mesin Kecerdasannya. Inilah Tindakan Yang Tepat.[/quote_center]

Dengan Tes STIFIn bu Eva Ginting memiliki panduan untuk memutuskan les seperti apa yang cocok untuk anaknya. Karena dari hasil Tes STIFIn telah diuraikan beberapa aktifitas yang sesuai dengan Mesin Kecerdasan seseorang. Sehingga orang tua tidak perlu coba-coba/berspekulasi. Coba les ini, coba les itu, yang ujungnya menghabiskan uang secara percuma. Inilah salah satu Manfaat Tes STIFIn bagi orang tua yang telah mengetahui Mesin Kecerdasan anaknya.

Testimoni Tes STIFIn

Gambar B. Testimoni Tes STIFIn

Pada Gambar B.

Terbukti anak feeling yang berbakat sebagai seorang seniman, ketika di leskan, guru lesnya akan mudah mengajarinya sehingga cepat mahirnya. Inilah kehebatannya jika kita memberikan perhatian pada Bakat anak. Anak yang berbakat tidak akan sulit mengajarinya. Anak yang tidak berbakat, butuh perjuangan dan kesabaran tingkat dewa untuk mengajarinya hingga bisa.

Semoga testimoni singkat ini dapat mencerahkan para orang tua untuk tidak lagi khawatir akan prestasi sekolah jika bakat anak disalurkan dengan serius, sungguh-sungguh dan terencana. Jika anak sudah melewati 10.000 jam latihan, dipastikan dia akan menjadi expert. Sehingga Bakat nya bisa menjadi sumber penghidupannya di masa depan.

Bagi yang belum mengetahui Mesin Kecerdasannya, saya sangat menyarankan agar melakukan Tes STIFIn, investasi sekali seumur hidup sebagai panduan dalam menggapai hidup SuksesMulia.