Agar Anak Sensing Mudah Tidur Siang.

By : Dodi Rustandi – STIFInMan – Personal Mastery Expert

Sepertinya hal ini adalah fakta yang paling sering ditemukan saat sesi konsultasi tentang tipe anak yang Sensing. Yakni, anaknya susah di kondisikan untuk tidur di siang hari.

Padahal, sang ibu sudah mengeluarkan jurus andalannya. Yaitu:

  • Langkah pertama, menggiring anak masuk ke kamar.
  • Kedua, mematikan lampu kamar.
  • Ketiga, menemani anak tiduran di kasur.
  • Keempat, ibunya yang ketiduran .. anaknya keluar kamar lagi

Oalahhh.. ternyata jurus ampuh ajah ga mampu membuat anak Sensing tidur siang. Yang ada malah ibunya yang tidur siang. Klo gitu coba deh jurus yang belum dikatakan ampuh ini, namun banyak teruji hasilnya.

Kita berpegang pada informasi dasar dahulu yah. Dasarannya adalah anak Sensing baterainya besar, maka jika waktu yang ditentukan untuk tidur sudah tiba namun baterainya masih full, dijamin bakal ga mau tidur deh. Untuk itu perlu diadakan aktivitas bergerak yang menyenangkan terlebih dahulu sebelum dikondisikan untuk tidur siang.

Klo anak Sensing sudah banyak bergerak, coba deh perhatikan ketika ada waktu jeda antara kegiatan yang satu dengan yang berikutnya, anak Sensing bisa tiba-tiba hilang dari peredaran alias ketiduran karena capek. Tidurnya bisa dimana saja. Bisa pas naik ke mobil dan ga beberapa lama kemudian diajak ngobrol, eh udah tidur. Naik motor juga bisa begitu. Sedang menunggu makanan yang akan datang juga sama.

Oke, Untuk mudahnya, kira-kira beginilah tipsnya :

  1. Lakukanlah aktivitas yang berkeringat atau bergerak lebih banyak sebelum waktu tidur siang.
  2. Waktu tidur siang jangan kaku di satu waktu, misal jam 12 siang adalah waktu tidur siang, bisa disesuaikan dengan kondisi.
  3. Kenali kondisi jeda dari aktivitas yang satu ke yang berikutnya.
  4. Manfaatkan kondisi jeda tersebut, untuk merecharge baterainya anak Sensing.
  5. Saat kondisi jeda datang, arahkan ke situasi yang nyaman dan aman untuk tidur.

Selamat menidurkan yang sudah waktunya tidur yah ..
Tetaplah sabar dalam mendampingi anak-anak dan terus bersyukur atas segala anugerah yang Seruu ini.

 


Pertanyaan :

Pak saya kewalahan menangani anak saya yang Intuiting introvert, usia 5 tahun anak laki laki. Sungguh menguras energiku pak. Aturan cuman sehari doank ditaati begitupun dengan hukuman yang aku berikan hanya diingat satu hari doank.

Dia super duper aktif, kalo lagi dilarang main diluar kalo lagi terik atau hujan maka di dalam rumah dia nggak pernah diam, usil terus. Trus perbendaharaan katanya mulai ada kata kata tidak sopan. Mulai suka menendang pintu, kakaknya atau bahkan saya sendiri biasa kadang kena tendang juga.

Terapi apa yang harus saya lakukan pak. Tambahan lagi dia mudah bosan dengan mainannya. Kalau lagi mengingingkan sesuatu ngotot banget, tapi masih bisa nego. Dia selalu bilang “aqu minta maaf ummi” tapi besoknya diulang lagi kesalahannya

Dia suka sekali nonton robotik, mainannya juga serba robot. Apa karena ini yah dia menjadi usil? Dia suka sekali bermain diluar rumah, naik sepeda dan bahkan kejar kejaran dengan temannya.

Salahkah jika saya melarangnya ke masjid karena setelah ke masjid langsung lanjut main lagi? Atau gimana solusinya ? Dia suka sekali ke masjid. Kebetulan rumah kami sangat dekat dengan masjid. Jadi kalau dia dengar adzan langsung segera ambil wudhu dan langsung lari ke masjid.

Mohon solusinya pak . Terima kasih sebelumnya.

Jawab :

Anak Intuiting normalnya seperti itu. Diusahakan saat menasehati memakai kalimat yang inspiratif, berbentuk cerita, syukur mengandung filosofi. Kemudian kasih juga gambaran besar tentang sesuatu di masa yang akan datang.

Kelemahan seorang ibu adalah sering emosi ketika menangani anak. Dan juga gaya bahasanya sering seperti orang Sensing yaitu memberi target, mendoktrin, menjadwal ketat dll. Pola asuh ibu-ibu di Indonesia ini terpengaruh oleh metode pendidikan Indonesia, dari SD sampe SMA yang diasah hanya otak kiri saja, otak hapalan dan otak hitungan. Hal ini tidak cocok untuk anak Intuiting yang dominan otak kanannya lebih berperan.

Maka pola kalimat ibu coba mulai diubah yaitu dengan kalimat yang inspiratif, kalimat yang indah, syukur romantis dan ada nuansa masa yang akan datang. Misal untuk menasehati dia sholat ke masjid agar tidak langsung main, maka ibu harus sering bicara ke anak sebagia berikut :

“Nak, hidup kita ini sebentar. Nanti suatu saat kita akan meninggal tetapi jiwa kita tetap hidup di akherat. Akherat itu ada surga dan neraka. Surga diperuntukkan anak yang rajin ibadah, taat pada ibu, main secukupnya, sholat di masjid habis itu langsung pulang dan amal amal lain. Di surga itu adik minta apa saja dikasih. Mau coklat, tango, susu dll, semua tersedia tidak usah beli. Sebaliknya neraka itu diperuntukkan anak yang bandel, main tidak tahu waktu, omongannya kasar, suka marah marah, suka mukul , nendang, dll perbuatan yang jelek jelek. Yang suka ngomong jelek dan kasar akan dipotong lidahnya, suka nendang akan dipukul kakinya, tidak mau dengar nasehat orang tua akan di bakar telinganya dll. Semua siksaan itu sangat pedih. Bagaimana, adik mau masuk surga ?”.

Silahkan ibu perhatikan putra ibu tersebut, mau dengar atau tidak nasehat ibu. Kalau dia diam dan mendengarkan, maka itu tandanya nasehat sudah masuk ke otaknya. Ulangilah nasehat tersebut berkali-kali dengan bahasa yang bervariasi dan momen yang berbeda. Setiap ketemu dan sedang santai, terus nasehati seperti itu. Jangan menasehati hanya ketika dia melanggar. Karena kalau pas anak melanggar, biasanya seorang ibu akan keluar kalimat bergaya Sensing (gaya kiri). Maka untuk mengimbangi kalimat-kalimat Sensing yang tidak disukai anak Intuiting (bergaya kanan), maka di saat longgar dan santai, nasehatilah dengan bahasa seperti yang saya jelaskan di atas. Kalau ibu perhatikan, contoh kalimat di atas adalah mengandung cerita tentang masa depan, inspiratif karena menceritakan tentang surga dan neraka (red : karena introvert, lebih banyaklah cerita nerakanya), juga di akhir kalimat ada tantangannya.

Ketika anak marah tidak terkendali, mukul, nendang, ngomong kasar, silahkan dicuekin saja. Biarkan dia melampiaskan kejengkelannya, ibu tidak usah komentar dan tidak usah melihat anak tersebut. Silahkan ibu menyibukkan dengan kegiatan lain. Anak Intuiting ketika marah, semakin ditegur semakin menjadi jadi.

Untuk menghemat biaya terkait mainan, bisa diganti dengan yang murah, misal mewarnai, menggambar, bongkar pasang dll. Atau belikan film yang inspiratif, misal kisah anak sholeh, kisah kisah nabi atau film imajinasi/hayalan/sci-fi, dll. Usahakan ibu juga tahu alur cerita film tersbut. Setelah selesai nonton, dia disuruh menceritakan, dan ditanya : mau tidak meniru kisah tersebut? Ibu juga harus suka membaca buku yang inspiratif, kemudian dia sering diceritakan kisah-kisah tersebut. Kalau pas liburan, silakan diajak jalan jalan ke alam bebas, sambil dijelaskan tentang keagungan ciptaan Allah SWT.

Anak Intuiting itu usil karena kreatifitasnya belum 100% tersalurkan. Silahkan saran saya tadi dilaksanakan, saya doakan anak tersebut akan bisa terkendali. Kemudian untuk sholat ke masjid jangan dilarang, tetapi dinasehati seperti yang saya contohkan tadi.

By : Sofyan Abdillah (Konselor Berbasis STIFIn)


PAHAMI JENIS TITIPAN

Dititipi amanah itu musti PAHAM jenis amanahnya..

Bahkan saat kita mau titip deliver barang saja, perusahaan penitipan akan tanya “isinya apa pak/bu?”

Kalau mudah pecah maka ditulis “fragile”. Dan akan di treatment dengan lebih hati-hati. Kalau titipannya makanan akan diberi tanda agar tidak tumpah. Kalau titipannya alat elektronik juga diberi tanda agar tak mudah rusak..

Nah kita orangtua dititipi amanah yang begitu besar bernama ANAK. Sudahkan kita pahami JENIS titipan Nya???

1.  Pahami JENIS KELAMINNYA.

Anak laki atau perempuan?? Helloww beda lho treatmentnya. Allah marah kalau ada yang saling menyerupai satu dengan lainnya…

2. Pahami JENIS MESIN KECERDASANNYA.

Mesin ini adanya di OTAK. Kalau tahu jenis mesinnya maka kita tahu CARA BERFIKIRNYA
Beda mesin beda treatmentnya…

3. Pahami JENIS DRIVE MOTIVASINYA.

Apakah di drive dari dalam dirinya atau dari luar dirinya?? Beda lhoo cara menanganinya…

4. Pahami Jenis KAPASITAS OTAKNYA.

Yang kapasitas memorinya besar dengan yang kecil beda lhoo jenis aplikasi yang bisa diinstall

5. Pahami JENIS GOLONGAN DARAHNYA.

Manfaatnya untuk memastikan dia anak kita atau bukan hehehe (pelajari ilmu biologi SMP, Red) Selain itu kita jadi tahu respon awal menerima stimulasinya akan seperti apa. Saat urgent membutuhkan transfusi pun kita tahu harus mencari bantuan jenis apa,..

Naaahhh… Sudah pahamkah kita dengan JENIS TITIPANNYA???

Kalau belum, hati-hati kena konsekuensi dosa karena enggan mencari ilmu.

Semoga menjadi inspirasi untuk mau meraih rejeki berupa ilmu.. Aamiin

*misshiday*
Singspirer
PU PARENTING PROGRAM
STIFIn Institute


“BELAJAR SESUAI DENGAN KEHEBATAN ANAK”

Kisah ajaib di siang suntuk saat jemput sekolah.

Azka, ” Pa, tadi lomba renang. I get urutan ke 5!!!”

Me, ” Woooow, I’m so proud of you. You are amazing!!!!”

Azka, ” Yeaaaaaay”

Ibu-ibu entah arisan di belakang, “Mas Ded, yang tanding kan per 6 orang. Masak anaknya urutan ke 5 malah bangga. Anak saya aja urutan ke 3 saya bilang payah. Nanti malas, Mas Ded.”

Me, “Hahaha, iya yah. Wah, saya soalnya waktu kecil diajari ayah & ibu saya kalau tujuan renang itu yah supaya gak tenggelam aja sih. Bukan supaya duluan sampe tembok. Hehehe”

Ibu, “Ah Mas Ded bisa aja. Jangan gitu mas ngajar anaknya. Bener deh nanti malas.”

Me, “Hahah, Azka gak malas kok mbak. Tenang aja, kemarin mathnya juara 3, catur nya lawan saya aja saya kalah sekarang. Eh, anu Mbak, saya juga gak masalah punya anak malas di hal yang dia gak bisa atau gak suka. Yang penting dia usaha. Daripada anak rajin tapi stress punya ibu yang stress juga marahi anaknya karena cuma dapat juara 3 lomba renang.”

Ibu, “Hehehe, Mas, saya jalan dulu yah.”

Me, “Gak renang aja, Mbak?”

Senyap……

Ya, ini kejadian benar dan tidak saya ubah-ubah.
Apa sih yang sebenarnya terjadi secara gamblang?

Tahukah si ibu kalau Azka luar biasa di catur nya?
(Penting? NO!! Sama dengan Renang)

Atau Azka juga mendalami bela diri yang cukup memukau dibanding anak seusianya.

Atau.. Azka.. Atau Azka…
Banyak kelebihan Azka..
Sama dengan kalian.
Banyak kelebihan yang kalian punya. Artinya banyak kelemahan yang kalian punya juga.

Tapi, apabila para orang tua memaksakan kalian sempurna di semua bidang dan menerapkannya dengan paksaan, maka hanya akan terjadi 2 hal.

1. Si anak stress dan membenci hal itu.

2. Si anak sukses di hal itu dan membenci orang tuanya (Michael Jackson contohnya)

Yuk, kita lihat apa yang baik di diri anak kita. (bila anda orang tua)

Yuk, kita komunikasikan apa yang kita suka (bila kita anak tersebut)

Mengajari dengan kekerasan tidak akan menghasilkan apapun. Memarahi anak karena pelajaran adalah hal yang bodoh.

Saya sampai sekarang masih bingung, mengapa naik kelas tidak naik adalah hal yang menjadi momok bagi ortu (kecuali masalah finansial)

Siapa sih yang menjamin naik kelas jadi sukses kelak?

Saya…
Saya 2 kali tidak naik kelas…
Yes, i am. Proudly to say.

Ayah saya ambil raport. Merah semua.
Dia tertawa, “Kamu belajar sulap tiap hari, kan? Sampai gak belajar yang lain.”

Me, “Iya, Pa.”

“Sulapnya jago. Belajarnya naikin yuk.. Gak usah bagus. Yg penting 6 aja nilainya. Ok?
Pokoknya kalau nilai nya kamu 6, Papa beliin alat sulap baru. Gimana?”

Wow… My target is 6…..
Not 8.. Not 9…
NOT 10!!!!
It’s easy….. Its helping… Its good communication between me and my father….
Its a GOOD Deal…
Dan Ibu saya? Mendukung hal itu.

Apa yang mereka dapat saat ini?
Anaknya yang nilainya tidak pernah lebih dr 6/7 tetap sekolah. Kuliah.
Jadi dosen tamu .. Mengajar di beberapa kampus.

Oh.. Anaknya…
Become one thing they never imagine…
World Best Mentalist

Apa yang terjadi kalau saat itu saya dihukum. Dimarahi. Dilarang lagi bermain sulap?

Apa? Maybe I be one of the people working on bus station.
(other Bad… Not Great)

Yuk, stop memarahi anak krn pelajarannya. Karena keunikannya.
Kita cari apa yang mereka suka.
Kita dukung.

U never know what it will bring them in the future.
Might indeed surprise you.

–Deddy Corbuzier–

Tes STIFIn dapat menjadi cara termudah untuk mengenali Kehebatan anak ayah dan bunda. Jangan sampai kita ngotot memaksakan apa yang anak kita tidak bisa, karena kita merasa itu bisa dilakukan anak kita. Seperti ayah bunda yang juga memiliki kekuatan dan kelemahan, anak juga sama. Ayo kenali Kekuatan anak dengan Tes STIFIn.


Mengatasi Amarah Anak Sesuai Mesin Kecerdasan

Mesin Kecerdasan setiap anak berbeda, oleh karenanya sikap yang mereka tampilkan saat marah juga berbeda. Tetapi sayangnya, orang tua mengatasinya dengan perlakuan yang sama. Nah Artikel mengatasi amarah anak sesuai Mesin Kecerdasan STIFIn ini saya kutip dari Bapak Anthony Abdillah rekan saya di Group WSLP Telegram. Beliau berbagi tips bagaimana menangani dan menghadapi amarah dari seorang anak sesuai dengan Mesin Kecerdasan masing-masing anak.

Mesin Kecerdasan Sensing

Anak Sensing yang memiliki kekuatan pada otot, dimana otaknya yang mengendalikan otot, maka anak Sensing ketika mendapat rangsangan dari luar, yang menerima adalah ototnya. Sehingga jika hanya disindir-sindir saja, atau ditegur dengan nada biasa, anak Sensing cenderung tidak sakit hati, bahkan terkadang terlihat cuek. Barulah jika anak Sensing dilecehkan dengan berat, akan marah. Jika anak kita yang Sensing marah, maka yang harus di lakukan adalah minta maaf kepada anak tersebut,  cari saat yg tepat, sebaiknya ketika amarahnya sudah reda.

Catatan penting bagi kita orang tua, bahwa ketika anak kita bermasalah, sekian persen adalah karena kesalahan kita sebagai orang tua. Sehingga kita perlu minta maaf kepada anak sebelum masalahnya diselesaikan. Yang menjadi pertanyaan adalah apakah minta maaf kepada anak tersebut tidak menurunkan harga diri kita sebagai orang tua ? Ketika kita minta maaf kepada anak, maka alam bawah sadar anak akan mencatat : ooo kalau orang salah itu ternyata harus minta maaf, meskipun itu orang tua terhadap anak. Nah biasanya setelah kita minta maaf, anak Sensing akan baik kembali.

Mesin Kecerdasan Thinking

Anak yang Mesin Kecerdasan Thinking, selalu berpikir logis, jika marah, maka dia akan punya alasan yang logis akan amarahnya. Apa yang kita lakukan sebagai orang tua : biarkan emosinya mereda, kemudian minta maaf, dan dilanjutkan dengan nasehat yang mengandung logika.

Misalkan anak tersebut suka mencari alasan ketika mengalami kegagalan dalam belajarnya. Anak Thinking karena suka logika, maka ketika gagalpun dia pandai membuat alasan logis untuk menutupi kegagalannya tersebut.  Seorang anak yang disekolahkan di sekolah favorit, ketika nilainya jelek dan diminta ibunya untuk lebih rajin belajar, dia malah menjawab dengan marah : ibu sich, kan sudah kubilang sekolah ini pelajarannya susah jadi saya ndak mampu. Kalau sudah seperti ini saya pindah sekolah saja bu.

Ibu harus menjawab dengan logika juga, jangan kalah dengan logika anak yang sepertinya benar : Anak yang tidak bisa belajar dengan baik itu diatasi bukan dengan mencari alasan agar bisa lari dari masalah itu nak. Nasehatnya, Karena nilaimu belum bagus, maka harus dicari penyebabnya. Kamu kan kurang belajarnya karena terlalu banyak main sama teman-teman mu, sehingga waktu belajarmu kurang. Coba nanti mainnya dikurangi, trus jadwal kegiatan belajarmu diatur kembali sekaligus nanti ibu carikan tempat les yang bagus, Insya Allah nilaimu akan bisa naik. Begitu ya nak. (Ada Hukum Sebab Akibat yang logis beserta solusinya)

Anak Thinking jika dinasehati dia diam tidak membantah, biasanya nasehat itu telah ngeklik pada dirinya, selanjutnya tinggal di tindak lanjuti untuk mengatur jadwal belajar hariannya.

Mesin Kecerdasan Intuiting

Anak Intuiting kalau marah cenderung diam, menyendiri, mengurung diri, kadang mogok makan, mogok mandi dan juga mogok bicara. Cara mengatasinya tetap standar : biarkan marahnya mereda, kemudian orang tua minta maaf kalau ada kesalahan, baru diceritakan sesuatu yang inspiratif dengan bahasa yang indah (romantis), karena anak Intuiting memang suka sesuatu yang romantis, perfect dan berkelas.

Misalnya dia marah kenapa tidak naik kelas, padahal merasa bisa mengerjakan soal-soal ujian. Orang tua bisa memulai dengan cerita metafora : Nak, sebuah pedati itu rodanya selalu berputar, kadang di atas kadang dibawah. Demikian juga kehidupan manusia, kadang di atas kadang dibawah. Ketika di atas (mendapat kenikmatan) wajib bagi manusia untuk bersyukur, dan ketika di bawah (mendapat kesusahan), sebaiknya manusia bersabar. Roda pedati itu kadang kita lihat bulat dan bagus, tetapi orang lain melihat tidak seperti itu. Apa yang kita lihat di dunia ini baik, belum tentu Allah melihat itu sebagai kebaikan. Sebaliknya ketika kita lihat roda pedati itu sudah jelek, jalannya bergoyang, tapi orang lain melihatnya bagus dan normal ketika berputar. Demikian juga ketika kita melihat sesuatu itu jelek, Allah belum tentu melihatnya sebagai suatu kejelekan. Kejadian adik tidak naik kelas, mungkin di mata adik adalah suatu keburukan. Tapi tidak demikian bagi Allah. Allah pasti punya rencana terbaik untuk adik. Bisa jadi Allah akan memberi surprise kepada adik berupa kenikmatan lain yang tidak disangka-sangka. Maka tetaplah bersabar dan tetap khuznudzon kepada Allah. Tetap semangat ya…. Demikian kira-kira  nasehat untuk seorang anak Intuiting.

Mesin Kecerdasan Feeling

Anak Feeling kalau sudah sakit hati, susah sembuhnya, anak Feeling mudah tersinggung, tetapi kalau dibandingkan, Feeling introvert lebih mudah tersinggung daripada Feeling extrovert. Kalau “Sakitnya Tuh Di sini” terlalu lama tidak terobati, bisa bertahun-tahun dia selalu mengungkit orang yang telah menyakitinya tersebut. Anak Feeling ketika marah seringnya meledak. Ketika anak sedang sewot seperti itu, didengarkan saja sampai dia reda, baru kemudian orang tua minta maaf kalau ada kesalahan. Feeling introvert ketika marah lebih terkontrol, tetapi kalimatnya tetap menyengat. Sedangkan Feeling extrovert biasanya kalau marah lebih keras kalimat-kalimat yang diucapkannya.

Selanjutnya dengan mengelus pundak kepalanya, nasehatilah dengan sangat halus, menasehati dengan menggunakan sebuah cerita, yang mana cerita itu adalah ditujukan untuk menasehati dirinya. Misal dia merasa diperlakukan tidak adil terhadap kakaknya (dia merasa kakaknya diberi sesuatu melebihi dirinya), kemudian marah, maka orang tua silakan cerita seperti ini : Suatu ketika ada seorang Raja yang akan membagi hadiah kepada rakyatnya, tidak peduli anak kecil, dewasa atau yang sudah tua. Ketika hadiah sudah selesai dibagikan, ada seorang tua protes, kenapa yang muda dikasih lebih banyak beras daripada dirinya? Maka Raja menjawab : Silahkan jatah untuk anda ditukar dengan yang untuk anak muda ini. Selang beberapa bulan, si orang tua tadi menghadap Raja, dia mengeluh berasnya belum habis tapi sudah membusuk karena terlalu lama disimpan (disebabkan orang tua tadi memakan berasnya cuma sedikit per harinya). Kemudian Raja berkata : Bapak tua yang saya hormati, adil itu tidak harus yang tua dikasih lebih banyak. Adil itu adalah sesuatu itu bisa dimanfaatkan sesuai kebutuhan. Kenapa dulu bapak saya kasih cuma sedikit, karena memang saya tahu, kalau terlalu banyak, maka belum habis beras itu, tapi sudah membusuk. Tolong dijadikan pelajaran pak tua.

Begitu adik ya kisah pembagian hadiah dari raja. Setelah itu tidak usah anak Feeling dijelaskan lebih detail tentang adil tersebut, biarkan dia berpikir sendiri hikmah dari cerita tadi. Kalau masih juga belum membuat anak memahami nasehat dari cerita tadi, nasehatilah dengan sangat halus (sambil dielus kepala/pundaknya) : Nak, adil itu artinya sesuatu itu bisa digunakan tepat sesuai kebutuhan. Kalau adik minta buku tulis 10, sementara pelajarannya cuma 5, kan yg 5 tidak terpakai, sayangkan. Kalau kakak kan memang pelajarannya 10, sehingga buku tulisnya juga 10. Jadi adik 5 saja, nanti kalo sudah besar seperti kakak, ibu belikan 10.

Mesin Kecerdasan Insting

Anak Insting pemarah. Tapi marahnya spontan. ketika selesai marah, dia spontan baik kembali. Ketika anak Insting kok tiba-tiba tidak reaktif terhadap sesuatu, lamban bergerak, tidak galak, ini tandanya anak Insting tersebut sedang mengalami trauma. Tidak mudah mengungkap kenapa dia trauma (di sini tidak perlu mencari penyebabnya, tapi langsung diterapi saja).

Jadi kalau anak Insting suka marah, tidak perlu dirisaukan. Tetapi kalau dia mulai trauma, maka harus serius menanganinya. Anak Insting tidak suka dinasehati karena dia punya “mata ketiga” yaitu bisa mengambil hikmah dari semua kejadian yang menimpa dirinya (bisa menasehati dirinya sendiri). Obatnya adalah secara spontan dia diajak kegiatan uji nyali, misal : out bond, arung jeram, panjat tebing, mainan wahana di Dunia Fantasi dll. Biasanya setelah diajak kegiatan tersebut, traumanya akan berkurang, bahkan akan sembuh total. Saya pernah menterapi anak Insting yang trauma, hanya gara-gara dijanjikan ustadzahnya setelah ujian mid semester diajak naik perahu di danau (ini merupakan kegiatan uji nyali), eeee…..ternyata rangkingnya langsung bisa naik dari 4 menjadi 2. Atau juga dijanjikan diajak bakti soasial, misal : pengobatan gratis, kunjungan ke panti asuhan dan fakir miskin dll (pernah juga anak Insting tiba-tiba rangkingnya merosot tajam. Kemudian hanya karena di janjikan setelah ujian diajak bakti sosial, Alhamdulillah rangkingnya bisa kembali normal).

Semoga tips mengatasi amarah anak sesuai dengan Mesin Kecerdasan yang disampaikan Bapak Anthony Abdillah ini dapat bermanfaat ketika di aplikasikan ke dalam kehidupan kita para orang tua dalam proses mendidik anak.