Menekuni Profesi atau Pekerjaan ?

Bro, cariin pekerjaan donk. ?
Pekerjaan ada, tapi gak da duitnya, mau ?
Ya..gak lah..,
Nah loh, tapi cari pekerjaan ?

Ada lagi kasus..
Kerja disini enak, gaji tinggi dan fasilitas lengkap.
Tapi aku ngerasa seperti ada yang kurang.

Nah..apa sebenarnya perbedaan antara Pekerjaan dan Profesi ?

Profesi menurut STIFIn, jika di dalamnya ada 3 hal berikut :
1. Profesi merupakan Pilihan Peran
2. Profesi menjadi Penggilan Hidup
3. Profesi pastinya Mendapatkan penghasilan.

Jadi jika anda fokusnya untuk mendapatkan penghasilan, bisa dikatakan anda sedang menekuni Pekerjaan bukan Profesi. Karena Profesi berada di level atas dari pekerjaan. Mereka yang menekuni Profesi pastilah menekuni Pekerjaannya. Tapi yang bekerja belum tentu menekuni Profesinya.

Apa pekerjaan anda dan apa profesi anda ? Pertanyaan ini layak untuk dijawab, karena keduanya sangatlah berbeda.

Nah, seperti apa penjelasan pekerjaan dan profesi, bisa disimak rekaman On Air dari abang Andhikaharya selaku Direktur STIFIn Institute, di Radio Smart FM, beliau akan menjelaskan secara gamblang, sehingga kita bisa melek membedakan pekerjaan dan profesi.

Selamat mencari tahu, apakah anda menekuni Pekerjaan atau Profesi.


Tips Menderaskan Arus Rezeki

by @alif_ABATA
Inspirator Kaya DuniaAkhirat

Semua orang pasti mau rezekinya lancar. Namun kenyataannya cukup banyak orang yang arus rezekinya tidak sederas yang diharapkan. Maka pada kesempatan ini izinkan saya share tentang pemahaman dan pengalaman saya tentang MENDERASKAN ARUS REZEKI.

Yang saya maksud dengan Menderaskan Arus Rezeki adalah ikhtiyar kita agar rezeki senantiasa lancar serta mencukupi kebutuhan hidup bahkan berlebih dan terus meningkat agar kita dapat memberikan manfaat yang besar kepada lebih banyak orang.

Bagaimana cara agar arus rezeki menjadi deras?

Yang pertama adalah dengan memiliki Markas Energi. Yang kedua adalah dengan menyelaraskan profesi sesuai dengan potensi genetik terbaik yang telah diberikan sejak lahir. Dan yang terakhir adalah memiliki Energi Langit yaitu senantiasa berusaha dekat dengan Sang Maha Pemberi Rezeki.

A. MARKAS ENERGI

Kita harus memiliki markas energi sebagai sumber datangnya energi dalam mencari rezeki yang berkah dari Allah SWT.

Markas energi ada 3,

  1. RUMAH

Ya rumah…tempat dimana Anda tinggal beserta semua anggota keluarga. Rumah harus memberi energi untuk pencari nafkah utama dalam keluarga, atmosfer dalam rumah harus dibuat menyenangkan dan dibuat selaras dengan diri sang penanggung jawab rezeki di rumah, dalam hal ini Mesin Kecerdasannya.

Suasana rumah orang Sensing sebaiknya punya kegiatan yang terjadwal secara disiplin, serta punya jadwal jalan2 bersenang2 bersama keluarga.

Rumah Thinking yang dibuat penuh aturan dengan reward dan punishment. Jangan lupa buat jadwal rekreasi ke alam bersama keluarga.

Rumah intuiting yang unik dan senantiasa dibuat berubah dari waktu ke waktu. Untuk Intuiting perlu dijadwalkan nonton film bersama suami/istri atau sekalian sama anak2.

Rumah Feeling yang sering menerima tamu bahkan menginap di rumah. Perlu ada jadwal periodik ngobrol santai atau curhat bersama keluarga.

Rumah insting yang jadi tempat meeting dr kegiatan2 sosial baik di lingkungan RT maupun organisasinya. Buat jadwal shilaturrahim ke teman2 atau ke pengajian akbar.

Rumah dan keluarga adalah salah satu yang terpenting untuk memberikan energi besar dalam mencari rezeki. Jika si penanggung jawab rumah tangga belum mengetahui apa Mesin Kecerdasannya, bisa melakukan Tes STIFIn untuk mengenal Mesin Kecerdasannya.

2. KOMUNITAS

Markas energi yang kedua adalah komunitas. Dalam buku ‘ON’ dari Pak Jamil Azzaini, komunitas yang terbaik adalah memenuhi 3-tif, yaitu Komunitas Positif, Produktif, dan Kontributif.

Jangan asal kumpul-kumpul ngobrol yang gak jelas tujuannya. Pastikan komunitas itu memberi energi positif, ada sesuatu yang dihasilkan, dan saling mendukung memberi kontribusi antar anggotanya.

3. SAHABAT

Sahabat yang saya maksud adalah bukan hanya sahabat dekat tempat curhat atau teman berbagi inspirasi dan solusi dari berbagai tantangan hidup kita, tapi juga termasuk orang-orang yang bisa mempunyai peran sebagai mentor, coach, ataupun guru yang senantiasa memberi motivasi dan nasihat-nasihat kebaikan.

B. PROFESI

Hal yang kedua dalam menderaskan arus rezeki adalah berusaha mencari PROFESI yang paling sesuai dengan MESIN KECERDASAN dalam mencari rezeki, serta MENJALANI PROFESI tersebut dengan GAYA yang juga SELARAS dengan kehebatan Mesin Kecerdasan. Profesi dalam konsep STIFIn bukan sekadar pekerjaan, melainkan sebuah pilihan PERAN yang merupakan PANGGILAN JIWA dan sekaligus menjadi SUMBER PENGHASILAN.

Ketika profesi serta gaya menjalani profesi sesuai dengan Mesin Kecerdasan Insyaa Allah akan memberikan KENYAMANAN yang sangat, sehingga bekerjanya seseorang yang dilakukan dengan nyaman dan menyenangkan, Insyaa Allah akan melahirkan PRESTASI yang mengagumkan. Prestasi yang besar insyaa Allah tentunya akan diikuti dengan REZEKI yang besar pula serta mengalir deras insyaa Allah.

Sedikit berbagi pengalaman, beberapa bisnis saya pernah bangkrut. Setelah Tes STIFIn saya melihat ke belakang dan saya renungkan bahwa ternyata semua bisnis saya yang bangkrut itu ternyata kurang pas buat karakter Sensing.

Jadi…andai masih mungkin, alangkah baiknya bisnis atau pekerjaan kita sesuai Mesin Kecerdasan atau minimal gaya kerja kita sesuaikan dengan Mesin Kecerdasan kita masing-masing.

3. ENERGI LANGIT (ELANG)

Hal ketiga adalah yang paling penting dalam menderaskan arus rezeki, Yaitu memiliki ‘ELANG’ alias ENERGI LANGIT dengan senantiasa mendekatkan diri kepada sang Maha Pemberi Rezeki.
Sebagaimana orang orang yang ingin mendapat proyek berusaha dekat dengan sang pemberi proyek.

Cara mendekat kepada Allah Ar Razzaq dengan melakukan seluruh perintah dan menjauhi semua larangan-NYA. Larangan atau dosa akan menghambat derasnya arus rezeki kita. Maka perbanyaklah istighfar untuk senantiasa membersihkan kotoran penghambat aliran rezeki yang berkah dari Allah.

CERDAS MENGGALI HIKMAH

Selain itu juga senantiasa belajar mencari HIKMAH atas segala kejadian yang dibaliknya pasti ada kehendak dari Sang Maha. Semua itu adalah TANDA dari-NYA yang akan menjadi petunjuk untuk kita melangkah dalam hidup termasuk dalam mengais rezeki yang halal thayyib dan berkah.

‘ABATA’ itu artinya Ayo BAca TAnda…Tanda Qawliyah (Quran)dan Kawniyah (semesta).

Q.S. Ali Imran (3): 190-191 dan Q.S. Fushshilat (41):53 adalah sebagian AYAT QURAN yang mengajarkan kita untuk membaca TANDA-TANDA dari Allah…

Belajarlah MEMBACA TANDA-TANDA KEHIDUPAN dalam semesta agar hidup ini termasuk langkah2 dalam mencari rezeki selalu berada dalam bimbingan Allah SwT.

Semakin dekat kepada Allah, maka Ridha Allah akan semakin melimpah meliputi seluruh rezeki yang akan kita terima dari Allah SwT.

Wallahu a’lam.


Dalam proses bekerja cerdas, tidak semua orang cerdas dapat bekerja cerdas, kerja cerdas membutuhkan kerja keras, sebaik apa kerja cerdas terlihat dari cara merencanakan kerja.

Cara meningkatkan kerja cerdas akan lebih mudah dengan mengenali Mesin Kecerdasan kita dan memaksimalkan potensi di dalamnya. Dibawah ini perbedaan orang yang mampu bekerja cerdas dan tidak cerdas berdasarkan Mesin Kecerdasannya. Belum tahu apa Mesin Kecerdasanmu, yuk Tes STIFIn dahulu.

MESIN KECERDASAN SENSING

Orang Sensing yang Tidak cerdas cirinya : Hampa, membosankan, sakit sakitan, keterampilan dan hafalan tidak bertambah, senang yang instant, tidak setia, ingin adu fisik, tidak disiplin dan tidak bertanggung jawab.

Orang Sensing yang Cerdas cirinya : Optimis, selalu ada program, cepat tanggap, bisa dijadikan tangan kanan, senantiasa jujur, disiplin dan banyak peran.

MESIN KECERDASAN THINKING

Orang Thinking yang Tidak cerdas cirinya : Keras kepala, pandangan sempit, tidak mengkaji, mengabaikan, tidak pasti, ceroboh, tidak mau susah.

Orang Thinking yang cerdas cirinya : Terencana, fokus, penuh inisiatif, terus mencari yang penting, perhitungan, mengendalikan, membedakan fakta dan opini, teliti, rajin dan update informasi.

MESIN KECERDASAN INTUITING

Orang Intuiting yang tidak cerdas cirinya : Suka beralasan, takut konflik dan tantangan, pemimpi, kreatif picisan, memulai dengan sinis, buntu dan mengalihkan, kreatifitas kurang.

Orang Intuiting yang cerdas cirinya : Pandai bersinergi, kreatif, meneruskan ide, punya terobosan baru, fokus pada peluang, solusi yang berharga, menyelesaikan masalah dengan cara baru, ide yang berkualitas.

MESIN KECERDASAN FEELING

Orang Feeling yang tidak Cerdas cirinya : Maunya sendiri, keras hati, senang menyalahkan orang lain, menyalahkan keadaan, sulit diajak kerjasama, puaskan nafsu keinginan sesaat/syahwat, debat kusir, banyak bicara, kurang mendengar, tidak terbuka, senang kongkow, hubungan diametral (memisahkan diri).

Orang Feeling yang cerdas cirinya : Kendali diri kuat, berubah cepat, suka kerjasama, mendukung interaksi, persuasif, empati, banyak mendengar sedikit bicara, menyelesaikan inti perasaan, mengenal relasi lebih dalam, menindak lanjuti janji, siap hubungan dengan musuh, memaafkan, memberi lebih banyak.

MESIN KECERDASAN INSTING

Orang Insting yang tidak cerdas cirinya : Mematahkan, emosional, mulut tajam, bekerja menggerutu, menolak diarahkan, membiarkan, asal asalan, sendirian, cari selamat, memusuhi, mengabaikan perasaan.

Orang Insting yang cerdas cirinya : Sederhana fokus lebih besar, aktif, dan mementingkan orang lain, cepat tuntas, tidak banyak bicara, merangkul potensi yg ada, melancarkan aliran kerja, berkorban, mempermudah, memperlancar, tdk membebani, mengalir.

Berikut ini adalah kualitas orang bekerja cerdas berdasarkan levelnya.

Mesin Kecerdasan Sensing ditingkat Sensing

level I – Lalai dan menunda
Level II – Sibuk menyelesaikan soal / PR yang kemarin
Level III – Sibuk mengerjakan untuk persiapan besok
Level IV – Hari ini sangat sibuk

Mesin Kecerdasan Thinking dilintasan Thinking

Level I – Tidak tahu kalu tidak tahu (tdk mau mencari tahu)
Level II – Tidak tahu, meskipun sebenarnya tahu
Level III – Tahu kalau sebenarnya ia memang tidak tahu
Level IV – Tahu kalau dia tahu

Mesin Kecerdasan Intuiting dilintasan Intuiting

Level I – Ingkar nikmat
Level II –  Sadar nikmat yang besar, tapi syukur dibayar mencicil/bisa jadi kredit
Level III – Sadar nikmat yang besar, syukurnya dibayar kontan
Level IV – Sadar nikmat nikmat yang kecil dan senantiasa selalu bersyukur

Mesin Kecerdasan Feeling dilintasan Feeling

Level I – Mudah menyerah
Level II – Tegar atas musibah kecil
Level III – Tegar atas musibah besar
Level IV – Sanggup diuji

Mesin Kecerdasan Insting dilintasan Insting

Level I –  Diam, ketinggalan
Level II – Hadir, terlibat
Level III – Selalu diperlukan untuk terlibat
Level IV – Terlibat dan melibatkan

Itulah cara cepat mengenali kualitas cerdas diri kita sesuai dengan Mesin Kecerdasan masing masing.

Sumber ; Kuliah Online PeDeCafe Community


JALUR UTAMA REZEKI MU

TERMUDAH, TERBESAR, dan TERCEPAT

by @alif_ABATA

Cukup banyak orang yang mengeluhkan rezekinya kok segini-segini aja. Gak ada perubahan signifikan tambahan rezeki yang didapatkan. Tentu yang saya maksud di sini rezeki dalam bentuk harta. Salah satu sebab kenapa rezeki tidak bertambah besar dengan cepat adalah karena orang yang bersangkutan belum tahu JALUR REZEKI terbaiknya.

Maka saya ingin sampaikan disini pentingnya berada pada JALUR UTAMA REZEKI dari setiap orang. “Allah Menghendaki yang mudah buat kalian, dan Allah tidak menginginkan kesukaran buat kalian” , ini adalah kutipan terjemah dari sebagian ayat Q.S. Al Baqarah (2) : 185. JALUR UTAMA REZEKI yang saya maksud adalah JALUR REZEKI yang TERMUDAH, TERCEPAT, dan TERBESAR.

Ada 3 hal yang perlu diperhatikan agar kita berada pada JALUR UTAMA REZEKI kita masing-masing :

Kenali Mesin Kecerdasan

Yang pertama kenali GENETIKA TERBAIK kita yang bernama MESIN KECERDASAN. Mesin kecerdasan kita dapat diketahui dengan mengenal BELAHAN OTAK DOMINAN kita, yang sekaligus menjadi KEKUATAN UTAMA yang sudah disiapkan Allah sebagai POTENSI TERBAIK untuk kita menjalani kehidupan termasuk bagaimana mencari rezeki yang halal dan thayyib.

Profesi Sesuai Mesin Kecerdasan

Hal yang kedua adalah berusaha mencari profesi yang paling sesuai dengan Mesin Kecerdasan dalam mencari rezeki serta menjalani profesi tersebut dengan gaya yang juga selaras dengan kehebatan Mesin Kecerdasan. Profesi dalam konsep STIFIn bukan sekadar pekerjaan, melainkan sebuah pilihan peran yang merupakan panggilan jiwa dan sekaligus menjadi sumber penghasilan.

Ketika profesi serta gaya menjalani profesi sesuai dengan Mesin Kecerdasan insyaa Allah akan memberikan kenyamanan yang sangat, sehingga bekerjanya seseorang yang dilakukan dengan nyaman dan menyenangkan, insyaa Allah akan melahirkan prestasi yang mengagumkan.
Prestasi yang besar insyaa Allah tentunya akan diikuti dengan REZEKI yang besar pula.

Miliki Energi Langit

Yang ketiga adalah melakukan percepatan dengan memiliki ENERGI TAMBAHAN yang berasal dari MARKAS ENERGI dan ENERGI LANGIT. Markas energi yang saya maksud adalah energi yang datang dari rumah, jamaah atau komunitas, serta shahabat.

Energi langit adalah energi yang datang mencerahkan ruhiyah berupa amalan wajib dan sunnah yang diajarkan oleh Allah lewat kekasih-NYA Nabi Muhammad Saw.

Tentu semua yang saya sampaikan ini adalah ILMU IKHTIYAR. Kita tak mengerti tentang taqdir yang Allah tetapkan untuk hamba-NYA. Yang jelas kita WAJIB BERUSAHA sebagaimana yang Allah sampaikan dalam Q.S. Ar-Ra’d (13):11 “…Sungguh Allah takkan mengubah nasib suatu kaum, sampai kaum itu mengubah nasibnya sendiri…”.

Wallahu a’lam..


Sirkulasi STIFIn Mengalahkan

Dalam Konsep STIFIn ada Teori Sirkulasi STIFIn, Mengalahkan/Menaklukkan dan Mendukung, bisa lihat pada Gambar diatas.

Seperti apa aplikasinya pada berbagai Profesi yang dijalani oleh Setiap Mesin Kecerdasan bisa kita pahami dengan penjelasan singkat berikut :

1. Seorang pengusaha Intuiting, yang memiliki Bisnis jika tidak termanajeman dengan baik, akan dikalahkan dengan Pengusaha lainnya, yang memiliki Bisnis dengan manajeman yang OK. Sirkulasi STIFIn  : T mengalahkan I, atau I dikalahkan T

2. Manager yang mengatur Sumber Daya Manusia (SDM) tidak menggunakan Bahasa Hati, akan di kalahkan dengan Manager yang menggunakan Bahasa Hati. Sirkulasi STIFIn : T dikalahkan F

3. Pemimpin yang lambat beraksi mewujudkan visinya, akan dikalahkan oleh Pemimpin yang beraksi Cepat. Sirkulasi STIFIn : F dikalahkan In

4. Orang Rajin yang tidak punya dream (berpikir jangka panjang), akan dikalahkan sama orang rajin yang memiliki Dream. Sirkulasi STIFIn : S dikalahkan I. Berapa banyak kita dengar cerita seorang Artis (Sensing) yang ketika masih jaya sebagai artis, tidak memikirkan persiapan jangka panjang/investasi, hidup dihari tuanya dalam keadaan miskin. Sebab tenaga dan fisiknya tidak lagi mampu dijadikan sebagai “modal” menjemput rezeki.

5. Orang yang cepat action, akan dikalahkan oleh orang yang actionnya terencana dan tuntas.  Sirkulasi STIFIn : In dikalahkan S. Orang Insting kecenderungannya beraksi secara spontan, tanpa ada perencanaan terstruktur, sebagaimana orang Sensing yang memiliki rencana dalam setiap aktifitasnya.


Tobat Profesi istilah yang kerap dipakai bagi Penggiat STIFIn yang benar benar sudah mengenal dirinya, keberadaannya (makanatsnya). Sehingga dia menjadi lebih mudah memutuskan apa yang membuat dia bisa bahagia dan tidak bahagia ketika menjalankan suatu profesi. Hal inilah yang dirasakan oleh seorang tokoh bernama Jonru, dalam blognya menulis bahwa ia melakukan Tobat Profesi sebagai penulis.

Artikel ini Admin kutip dari Blognya Jonru dengan Judul aslinya : Saya Sudah Tobat Profesi, Berhenti Menjadi Penulis.

— By Jonru Ginting

Sejak kelas empat SD, saya sangat hobi menulis. Cita-cita terbesar saya adalah ingin mengembangkan bakat menulis. Saat kuliah, saya gabung di pers kampus dengan tujuan untuk belajar menulis. Setelah lulus kuliah, saya hanya mau mencari pekerjaan di bidang penulisan. Dan saat berhenti bekerja, saya pun memulai bisnis, dan masih di bidang penulisan; Sekolah Menulis Online (SMO) dan penerbitan buku (Dapur Buku).

Pokoknya all about writing. Saat kuliah saya pernah bikin slogan “Born To Write.” Dan sekitar tahun 2000 saya bikin slogan baru, “Writing is not my hobby. It’s a part of my life.”

Ya, saya menganggap bahwa menulis adalah passion terbesar saya, dan saya hanya mau berkarir di bidang penulisan.

Namun semuanya berubah sejak negara api menyerang. Hehehe… Maksudnya begini:

1. Dulu ketika saya berbisnis di bidan penulisan, hasilnya begitu-begitu saja, perkembangan bisnis saya stagnan, bahkan saya sering mengalami kesulitan keuangan.

Selain itu, dari segi psikologis saya pun sebenarnya kurang bahagia. Saya memang berusaha bekerja seprofesional mungkin. Namun di dalam hati kecil yang terdalam, ada perasaan malas ketika harus mengisi pelatihan-menulis online, ada perasaan jengkel ketika seorang penulis pemula mengajukan pertanyaan yang tidak saya sukai. Akibatnya, itu berpengaruh buruk terhadap layanan bisnisnya. Maka tidak heran, semakin lama bisnis yang saya kelola pun semakin sepi. Mungkin karena banyak pelanggan yang kecewa.

2. Dulu saat masih berbisnis di bidang penulisan, saya berusaha jaim di depan publik. Saya membangun personal branding dan menerapkan kiat marketing sebaik mungkin. Saya sangat hati-hati saat menulis di social media. Namun ternyata, strategi seperti itu tidak berhasil membuat bisnis saya maju pesat. Hasilnya justru begitu-begitu saja.

Berbeda halnya ketika saya mulai tampil apa adanya, blak-blakan, berani dan bersikap kritis. Tiba-tiba jumlah follower saya meningkat drastis. Nama saya makin dikenal. Ini membuat saya berpikir bahwa ternyata dulu itu saya hanya membangun pencitraan. Jonru di era SMO bukanlah Jonru yang asli. Itu hanya masking, sebuah personal branding yang saya bangun untuk tujuan bisnis.

Ternyata ketika saya tampil sebagai diri sendiri, melupakan semua personal branding, kiat marketing dan sebagainya, di situlah gerbang sukses mulai terlihat dengan jelas.

3. Akhir tahun 2014 saya melakukan tes STIFIn, dan akhirnya tahu bahwa Mesin Kecerdasan saya Insting. Dan bulan Maret 2015, saya mengikuti Workshop STIFIn level 1. Dari materi workshop ini, saya mendapat pencerahan mengenai apa profesi terbaik bagi seseorang. Saya pun menerapkan rumus yang diberikan oleh Pak Andhika selaku pembicara pada acara tersebut.

Dan hasilnya: Saya memutuskan untuk menghentikan personal branding sebagai penulis, juga sebagai guru menulis. Saya akhirnya dengan penuh keyakinan memasuki branding yang baru sebagai Talent & Passion Consultant.

Ya, ternyata tanpa saya sadari, selama ini saya punya minat atau passion yang sangat besar di bidang talent, passion, penemuan jadi diri, menjadi diri sendiri, dan hal-hal lain yang terkait.

Itulah sebabnya, ketika saya mulai gabung sebagai Promotor STIFIn, ternyata level kebahagiaan di hati saya seperti mencapai titik maksimal. Seratus persen! Saya dengan penuh semangat menjalankan bisnis ini, tak kenal lelah.

Pernah ada teman yang datang ke rumah saya jam 22.30 WIB untuk tes STIFIn, tetap saya layani dengan senang hati. Padahal saya sudah ngantuk.

Saat tim saya membuat group WhatsApp untuk para alumni workshop “Kuliah & Kerja Gue Banget”, saya dengan penuh semangat melayani pertanyaan-pertanyaan dari teman-teman di sana. Bahkan ketika tak ada yang tanya, saya dengan penuh antusias menunggu mereka.

Padahal ketika dulu saya membuat group Kiat Menulis di WhatsApp juga, entah kenapa saya malas aktif di sana. Ketika ada yang tanya, saya cuekin karena malas. Situasi seperti inilah – antara lain – yang membuat saya makin yakin bahwa profesi terbaik saya bukan di bidang penulisan.

Passion adalah sesuatu yang membuat kita bersedia all out mengerjakannya, dengan perasaan penuh riang gembira dan sangat bahagia, walau tak ada bayarannya sama sekali. Dan situasi seperti ini hanya saya temukan saat fokus mengelola bisnis sebagai Talent & Passion Consultant.

Karena itulah, saya pun dengan penuh keberanian dan keyakinan berkata, “SAYA SUDAH TOBAT PROFESI!!!”

Sekarang saya bukan lagi penulis atau guru menulis. Saya sekarang adalah YOUR TALENT & PASSION CONSULTANT. Saya akan MEMBANTU Anda menemukan diri sendiri, menemukan potensi terbesar dalam hidup Anda, agar bisa hidup GUE BANGET.

Hm, bukan berarti saya berhenti menulis. Sama sekali bukan! Saya insya Allah tetap akan menulis, karena itu memang salah satu passion dan keahlian saya. Saya justru akan tetap rajin menulis, berbagi ilmu mengenai talent dan passion tersebut. Yang saya tinggalkan hanyalah branding dan profesi sebagai penulis. Itu saja.

NB:

(1) Saya BUKAN berkata bahwa menjadi penulis tidak menjanjikan dari segi materi. Sama sekali bukan! Banyak kok orang yang sukses sebagai penulis. Namun saya percaya bahwa setiap orang punya jalan sukses masing-masing. Ada orang yang jalan suksesnya di bidang penulisan. Dan ternyata, jalan sukses saya bukan di situ.

(2) Menurut yang saya baca dari buku ON karya pak Jamil Azzaini, tobat profesi adalah salah satu cara agar kita bisa masuk surga.Kenapa? karena saat kita bekerja di bidang yang tak cocok, pasti kinerja kita buruk, banyak melakukan kesalahan, banyak pelanggan yang kecewa, dan seterusnya. Intinya banyak dosa.

Tobat profesi adalah salah satu cara untuk mengurangi dosa. Sebab dengan bekerja di bidang yang paling sesuai passion dan potensi terbesar kita, di situlah kita bisa memberikan excellent services. Kita akan bekerja all out, melakukan semuanya dengan penuh kebahagiaan. Pelanggan pun merasa puas dan makin senang.. Dan saya sudah membuktikan itu.

(3) Jika ingin tahu bagaimana STIFIn bisa menemukan potensi terbesar dalam hidup Anda, agar Anda juga bisa tobat profesi seperti saya, coba hubungi Promotor STIFIn Seluruh Indonesia.

Sumber


Hidup itu penuh pilihan.
Dan aku memilih untuk mengikuti Kata Hatiku.
Menemukan apa yang terbaik untukku.
Untuk membawaku lebih maju lagi.

Video iklan ini menggambarkan betapa galaunya seorang anak ketika ia memiliki cita-cita ingin menjadi Chef, dilain sisi orang tuanya ingin ia menjadi seorang Pilot (seperti ayahnya). Hal seperti ini banyak terjadi dilingkungan kita, orang tua dokter ingin anaknya menjadi dokter juga., tapi dalam hati terdalamnya, ada dorongan kuat untuk melakukan hal yang tidak sesuai dengan keinginan orang tuanya. Posisi anak menjadi sangat dilema. Satu sisi gak patuh sama orang tua, dianggap anak durhaka, mengikuti kata hati, menjadi siksa batin yang bergejolak setiap hari.

Ada 2 hal yang akan terjadi, video tersebut diatas menggambarkan hal yang positif.

1. Anak mengikuti keinginan orang tuanya untuk menjadi pilot. Setelah menjadi pilot, ia serahkan seragam pilot kepada orang tuanya. Lalu ia jalani apa yang menjadi gejolak hatinya menjadi seorang chef. Tentu hal ini akan membuang waktu, waktu untuk menjalani sekolah pilot, yang pada akhirnya tidak tergunakan ilmunya.

2. Tapi banyak yang terjadi dengan ending yang menyedihkan. Anak tak mampu menahan gejolak batinnya, menjalankan profesi sesuai keinginan orang tua, kuliah di jurusan yang sesuai dengan keinginan orang tua, tidak memiliki Passion (hasrat) yang kuat, sehingga sekadar bekerja, dan tentuanya sesuatu yang di kerjakan sekadar tanpa passion yang kuat, menghasilkan hasil yang juga sekadar buat makan dan hidup. Tak cukup buat beli intan dan permata.

Anak anda bukanlah fotocopy-an dari orang tua. Anak juga memiliki hobi, keinginan, cita-cita yang lain yang pada umumnya bisa berbanding terbalik dengan cita-cita atau hobi orang tua itu sendiri. contohnya saja, saya memiliki teman yang orang tuanya merupakan PNS. Tapi, sang anak lebih menyukai berbisnis dan ingin jadi pengusaha, tidak suka dengan rutinitas jam kerja masuk pagi pulang sore. Berbeda banget kan. ?

STIFIn hadir guna memberi solusi untuk masalah seperti ini, STIFIn tidak bersikap berat sebelah. Apakah akan membela orang tua atau mengikuti keinginan anaknya. Jika anda pahami Konsep STIFIn, sesungguhnya jalan menuju sukses menjadi sangat mudah. Konsep STIFIn memberikan jawaban mengapa anak anda memilih kegiatan, hobi, cita-cita tertentu yang tidak sesuai dengan keinginan orang tua.


Survey dari Jobstreet.com
73% Karyawan Tidak Puas Bekerja.

Menurut “kaca mata” STIFIn, karyawan yang Tidak Puas Bekerja Karena Tidak Sesuai Jati Diri Genetik. Mereka tidak mengetahui apa bakat dan potensi diri yang sebenarnya. Sehingga ketidak sesuaian tersebut menampakkan wujudnya dalam ketidak puasan saat bekerja.

1. 54% Karyawan bekerja tidak sesuai dengan latar belakang pendidikan.

Menurut survey 85% mahasiswa sadar salah masuk jurusan setelah kuliah. Ada yang langsung pindah jurusan, ada juga yang mempertahankan dan menjalaninya hingga lulus. Jika saja sejak dini, para mahasiswa mengenal dirinya, bakat dan potensinya, tentulah mereka tidak akan salah memilih jurusan. Akibat salah jurusan, akhirnya pekerjaan yang diambil “asal dapat” saja, walau tidak sesuia dengan latar belakang pendidikan.

2. 60% Karyawan tidak puas bekerja karena tidak ada jenjang karirnya.

Setiap profesi pasti ada jenjang karirnya. Dalam STIFIn setiap Mesin Kecerdasan memiliki TOP PROFESI, jenjang profesi paling tinggi yang sesuai dengan dirinya, profesi yang gue banget, profesi yang di idam idamkan banyak orang. Dengan STIFIn anda akan berada di jalur yang tepat, sesuai dengan bakat Genetik anda. Setelah Tes STIFIn kami dengan mudah memetakan jenjang karir terbaik yang pastinya akan sesuai dengan kemauan dan jati diri anda.

3. 85% Karyawan tidak memiliki Keseimbangan Hidup.

Hal ini karena mereka Sibuk For Nothing (SiTanSil = Sibuk Tanpa Hasil). Merasa sudah bekerja keras, tapi hasil nihil. Mereka yang sibuk bekerja karena tidak ada hasilnya, sehingga waktu merasa kurang, akibatnya waktu banyak terkuras hanya untuk kerja dan kerja, tidak memiliki ke seimbangan hidup. Seperti orang yang sibuk mengasah pisau pada sisi yang tumpul. Padahal kalau ia mengasah pada sisi yang sudah tajam (bakat dan potensinya), hanya butuh waktu sedikit untuk mengasah, itu pisau bisa langsung dipakai dan menghasilkan potongan demi potongan (prestasi demi prestasi).

Ciri orang yang bekerja tidak sesuai Bakat Genetik, bertahun tahun bekerja hal paling sederhana, dia merasakan tidak ada penambahan ilmu dan wawasan, padahal ilmu inilah pengungkit naiknya prestasi, sehingga tidak punya prestasi yang membanggakan, tidak bisa memiliki materi yang di idamkan. Tidak jua naik jabatan dan gaji yang diinginkan.

4. 53% Karyawan tidak puas bekerja karena karakter atasannya.

Konsep STIFIn dapat membantu anda mengenal karakter diri anda, rekan kerja dan Bos anda. Sehingga anda pasti akan merasa enjoy bekerja. Karena anda sudah bisa menghadapi dan men”triks” bos dan rekan kerja anda. Tak Kenal maka tak sayang. Tak kenal atasan maka tak betah kerja. Tak kenal diri sendiri, makanya sulit beradaptasi dengan atasan dan rekan di lingkungan kerja.