Tes STIFIn Untuk Siapa ?

Tes STIFIn tepat untuk siapa saja yang ingin Mengenal Potensi Unggul yang telah diberikan Allah kepada setiap manusia.

1. PELAJAR

yang ingin mencapai prestasi terbaik dengan waktu studi lebih cepat dengan hasil lebih maksimal sekaligus mempersiapkan masa depannya yang paling “enjoy” dan ”gue banget”.

2. ORANG TUA

yang ingin memberikan bekal terbaik kepada anak-anaknya, dengan mengurangi “biaya kebodohan”  sehingga tidak membuang umur dan uang untuk investasi yang tidak perlu.

3. GURU/PENDIDIK

yang ingin menemukan cara terbaik dan termudah “mendidik” sesuai dengan pintu masuk/’Mesin Kecerdasan’ anak didiknya, sehingga proses pembelajaran lebih efektif dan efisien.

4. ATASAN

yang masih kesulitan mengelola karyawannya sehingga menghambat kinerja perusahaan, dengan  mengetahui “Mesin Kecerdasan” sangat terbantu dalam membina pola hubungan dan kerja karyawan.

5. KARYAWAN

yang masih berpenghasilan “pas-pasan” karena tidak ada prestasi, dan bingung merencanakan karir dan profesi masa depannya.

6. SUAMI-ISTRI

yang masih bermasalah dan belum menemukan nikmatnya berumah tangga karena belum menemukan ‘kemistri’ dan cara berhubungan yang paling tepat.


Memilih Jurusan Sekolah

Saat masuk Sekolah Dasar kita tidak perlu memilih. Orang tua yang memilih akan dimasukkan ke SD dimana. Demikian juga saat masuk SLTP, orang tua jualah yang memilihkan untuk kita. Menanjak dari SLTP ke SLTA, untuk saat ini, orang tua harus memikirkan pilihan dan kemauan anaknya. Orang tua yang bijak akan mendengarkan keinginan anaknya.

Kenyaataannya, anak juga masih bingung terhadap pilihannya. Sebab dilingkungannya banyak orang yang beranggapan bahwa anak IPA adalah murid yang paling top di SLTA, murid terpilih, paling pinter, paling cerdas, dalam kaitan relatif paling tinggi IQ-nya . Tak sedikit juga yang menganggap bahwa anak IPS lah yang merupakan murid buangan,bodoh,bebal pola pikirnya, tak punya masa depan, cuma pelengkap, pelajar santai, urakan . Semakin lama, opini sesat ini semakin menjadi suatu keyakinan.

Apalagi banyak orang tua menginginkan anaknya Memilih Jurusan IPA, hanya karena Jurusan IPA lebih bergengsi dibanding IPS. Saya pernah alami kasus orang tua melakukan Tes STIFIn untuk anaknya. Ketika hasil Tes STIFIn diketahui, saya katakan : “anak Ibu sebaiknya jurusan IPS”. Anaknya langsung nyeletuk : “tuh benarkan ma, adek tuh pengennya IPS, mama siih, maksain adek masuk Jurusan IPA”.

Tapi sekarang hal seperti ini tidak perlu dikhawatirkan dengan adanya Tes STIFIn, orang tua bisa langsung menetapkan pilihan jurusan untuk si anak, ketika si anak memiliki kecenderungan pada jurusan tertentu.

Memilih Jurusan membuat galau para siswa SLTP saat akan menanjak SLTA.
Tabel ini memberikan anda panduan bagaimana Memilih Jurusan berdasarkan Mesin Kecerdasan STIFIn.

 PC Mesin Pilihan Utama Pilihan Pilihan
Kecerdasan Rekomendasi STIFIn Kedua Ketiga
1 Si Bahasa IPS IPA
2 Se Bahasa IPS IPA
3 Ti IPA IPS Bahasa
4 Te IPA IPS Bahasa
5 Ii IPA Bahasa IPS
6 Ie IPA Bahasa IPS
7 Fi IPS Bahasa IPA
8 Fe IPS Bahasa IPA
9 In IPS/Bahasa IPA

Tips Berpuasa Ramadhan Ala STIFIn

Tulisan ini saya kutip dari TrainerLaris.com, yang judulnya Tips jalani bulan puasa ala STIFIn yang di posting oleh Bapak Dodirustandi seorang Trainer STIFIn dengan julukan STIFInMan, judulnya saya ubah menjadi Tips Berpuasa Ramadhan Sesuai Mesin Kecerdasan STIFIn tanpa merubah isinya.

Marhaban yaa Ramadhan, alhamdulillah kita bertemu lagi dengan bulan yang suci, bulan yang penuh dengan ampunan dari Allah SWT. Semoga kita semua bisa menjalani ibadah-ibadah di bulan ini dengan penuh kekhusyuan dan tentunya tetap guee bangeet.

Nah, agar kita bisa maksimal menjalani ibadah puasa di bulan Ramadhan ini, ada tips jalani bulan ramadhan menurut gaya setiap Mesin Kecerdasan STIFIn berikut ini :

1. Tips Berpuasa Ramadhan bagi Sensing.

Ingatlah bahwa kalian sehari-hari selalu aktif bergerak dan senantiasa basah keringetan, untuk itulah bagi orang Sensing saat sahur dan berbuka puasa, dahulukan minum air putih biasa yang banyak atau minum air yang punya kandungan daya serap ke tubuh dengan lebih cepat. Lalu sebagai orang #Sensing yang sudut pandangnya jangka pendek, agar puasanya terasa lebih cepat maka fokuslah kepada waktu sholat terdekat, misalnya ; setelah sholat shubuh fokuslah dengan kegiatan sampai dzuhur, lalu setelah zuhur ke ashar dan seterusnya. Isilah hari-hari di bulan ramadhan dengan banyak-banyak melaksanakan sholat sunnah, karena dengan sholat akan terakomodir kebutuhan bergerak bagi orang #Sensing.

2. Tips Berpuasa Ramadhan Bagi Thinking

Jalani bulan ini memang akan lebih banyak tantangannya. Kenapa begitu ? Karena bagi orang Thinking  ini setiap hal yang lewat di hadapannya akan selalu dipikirkan. Dan kecenderungannya yang dipikirkan adalah hal yang kurang atau negatif dari yang dilihat. Jadi bagi tipe #Thinking saat bulan ramadhan ini dan seterusnya sebaiknya sering-sering mengucapkan istighfar jika terlintas pikiran yang berkecendrungan menganalisa hal yang negatif dari orang lain. Perbanyaklah waktu untuk ikut kajian-kajian tafsir Al-Quran atau tausiah tausiah dari para ulama, agar terpenuhinya logika sebab dan akibat sebagaimana yang direspon oleh Mesin Kecerdasannya. Berfikirlah sesuai dengan porsinya, jangan terlalu berlebihan, karena berfikir yang berlebih akan membakar energi lebih banyak, dan dampaknya membuat tubuh menjadi lemas.

3. Tips Berpuasa Ramadhan Bagi Intuiting

Orang Intuiting saat puasa adalah saat dimana ide dan gagasan muncul beterbangan di langit lebih banyak. Jadi untuk mengisi ramadhan ini penuh manfaat, ambilah satu atau dua gagasan untuk dikembangkan selama 1 bulan ramadhan. Saat sahur dan berbuka usahakan minum minuman yang manis, karena manisnya akan mampu menambah energi untuk seharian. Bisa juga saat setelah sholat tarawih sampai menjelang tidur, ngemil gula jawa sebagai tambahan energi buat besok.

4. Tips Berpuasa Ramadhan Bagi Feeling

Jalani puasa akan juga ada tantangan yang datang. Terutama dari dalam dirinya sendiri, karena orang Feeling itu moody nya kenceng banget. Nah, agar moodnya tidak terganggu dalam pelaksanaan puasa sehari-hari, maka orang #Feeling mesti tebar pesona ke orang yang dia suka, bisa istri atau suami, atau siapapun orangnya. Maksudnya tebar pesona disini adalah menyampaikan komitmen untuk jalani puasa dan ibadah lainnya dengan khusyu. Jika komitmen sudah disampaikan Maka orang #Feeling akan JAIM alias jaga image. Nah.., jaim inilah yang akan menjadi stabilisator mood bagi tipe #Feeling. Oia, jangan lupa upayakan selalu bersama-sama dengan pasangan, keluarga, sahabat, tetangga dll untuk sholat wajib maupun sholat sunnah. Lalu sering-seringlah buka puasa bersama dengan teman-teman agar stabilisator moodnya makin kuat.

5. Tips Berpuasa Ramadhan Bagi Insting.

Bagi orang Insting, menjalani puasa dibulan ramadhan bisa seperti orang yang sedang melakukan pertapaan atau semedi, namun jangan mengkungkung diri di kamar atau dirumah. Tapi sering-seringlah i’tikaf di masjid, lalu banyak-banyaklah berzikir menyebut nama Allah. Dengan begitu, maka kedamaian akan dirasakan dan ibadah di bulan ramadhan pun akan sangat berkualitas dijalani.

Itulah Tips Berpuasa Ramadhan ala STIFIn, mohon maaf jika ada salah salah kata, ini hanya analisa berdasarkan pendekatan konsep manusia yang tidak sempurna. Selamat menjalani ibadah puasa tahun ini, semoga manfaat sebesar besarnya bisa diraih oleh kita semua, dan ingat jalani semua dengan guee.. bangeett !!

Salam SuksesMulia
Yuk, Ngobrol dengan saya
@dodirustandi -STIFInMAN-


Tes STIFIn Menemukan Potensi

Orang tua A, punya keinginan agar anak mudah bersosialisasi, berteman dan berinteraksi dengan anak-anak komplek yang sebaya, karena melihat anak tetangga depan yang supel, sementara anak sendiri senangnya di rumah, main dan belajar asik sendiri tanpa peduli orang lain, seperti tidak butuh teman. Setelah di Tes STIFIn di ketahui Mesin Kecerdasannya Thinking. Setelah saya jelaskan seperti apa Mesin Kecerdasan Thinking, orang tua menjadi paham dengan anaknya dan menjadi lebih beryukur.

Dilain kasus saya temui. Orang tua B, yang anaknya ber Mesin Kecerdasan Feeling, ingin agar si anak di rumah saja, belajar yang rajin di kamar, jangan terlalu banyak main di luar bersama teman sebayanya di komplek. Orang tua ini menghabiskan waktu anaknya dengan memanggil guru private kerumah. Dan sering kesal, saat guru private  datang, si anak malah keluar rumah ngumpul dengan teman-temannya.

Seandainya orang tua A, mengasuh anak orang tua B, apakah masalah bisa selesai ??. Belum tentu, selama orang tua masih sibuk mencari apa yang tidak ada pada anaknya, maka selama itu jualah masalah anak dengan orang tua takkan berhenti. Orang tua acapkali membandingkan anaknya dengan anak lainnya. Rumput tetangga tampak lebih hijau, daripada rumput di halaman sendiri.

Jika anak Ibu dan Ayah tidak memiliki potensi yang dimiliki anak tetangga. Percayalah anak Ibu dan Ayah  memiliki potensi yang tidak dimiliki anak tetangga. Seperti pada contoh diatas. Anak orang tua A, merasa anaknya tidak pandai bergaul ketika melihat anak tetangga yang supel. Orang tua B merasa anaknya senang bermain dengan temannya, tidak seperti anak tetangga yang senang belajar dirumah.

Walau namanya sudah orang tua. Kita ternyata luput dari yang namanya Fokus Pada Kelebihan, bukan pada Kekurangan. Ibu saya sering menasehati saya ketika makan di meja, saya katakan, “gak ada kerupuk ya mak”, dengan enteng Ibu mengatakan, “jan mancari nan indak ado, syukuri nan ado” (bahasa minang), artinya : jangan mencari yang tidak ada, syukuri apa yang ada.

Inilah yang terjadi jika kita tidak mengenal “bibit” anak yang sebenarnya. Orang tua yang memiliki anak berbibit “pepaya”, menjadikan anak ber buah jeruk, karena jeruk sedang laris manis. Anak yang berbakat melukis, di jadikan artis hanya karena profesi artis lebih menjanjikan.

Tes STIFIn bisa membantu Ibu dan Ayah untuk Menemukan Potensi Yang Tidak Ada Pada Anak Tetangga, tapi potensi itu ada pada anak Ibu dan Ayah. Dan Mengetahui Kekurangan yang ada pada anak. Sehingga Ibu dan Ayah tidak menjadi resah gelisah kala melihat anak orang lain berprestasi pada bidang tertentu, contoh Matematika, tetapi anak Ibu dan Ayah lemah Matematika.

Jika Ibu dan Ayah sudah mengetahui Potensi anak. Maka Ibu dan Ayah bisa melakukan pelatihan dan penggemblengan pada Kelebihan si anak hingga 10.000 jam, dan mengabaikan kekurangannya. Karena saat anak fokus menggembleng Kelebihannya, ia menjadi Expert, maka kelemahannya akan berjalan sesuai dengan kebutuhan.

Hanya karena ikan tidak pandai memanjat pohon, kita mengatakan ikan Bodoh Selama hidupnya.( Albert Einstein)

1 6 7 8