Indonesiaku Feeling

1. Di Indonesia ibadah di “lebay-lebay” kan. Orang meninggal di wirit (we read) Yasin kan 3 hari, 7

1. Di Indonesia ibadah di “lebay-lebay” kan. Orang meninggal di wirit (we read) Yasin kan 3 hari, 7 hari, 40 hari, 100 hari. Yaah..namanya juga Feeling, suka mengiris-iris kesedihan, mengingat-ingat kesedihan. Kuburan pake dikeramik, dikasih nama, tanah ditinggikan, diziarahi, padahal gak disuruh demikian, sekali lagi “lebaay”. Celana gantung, bawa siwak, jenggot lebat, ini termasuk “lebaaay” apa Sunnah ya ? Au ah gelap.

2. India juga Feeling bangeet, makanya Film India laris manis di Indonesia. Telenovela, kalau di kita sinetron, laris manis. Liat aja semua sinetron, “lebaaay”. Banyak wajah India bertebaran di TV nasional kita. Kalau anda sesekali nonton TV, bisa salah duga, kirain pake TV Berlangganan, (kok ada TV India), rupanya TV nasional.

3. China itu Sensing, makanya rada Pelit, pedagang profesinya, jual dengan volume banyak untung sedikit. Orang Feeling agak boros, ketemu yang murah, langsung di serbu. Lakulah dagangannya Sensing. Ketika Sensing kaya, Feeling sakit hati. Jadi mudah disulut api cemburu saat kerusuhan mei.

4. Feeling mendukung Sensing. Betahlah Sensing di Indonesia, karena si Feeling jadi pendukungnya. Lama kelamaan Feeling berubah menjadi Sensing, segala hal dipandang Materi, sense of sosialnya, rasa sayang kemanusiaannya menjadi terkikis. Buktinya, Gak ada uang abang ditendang. Ada uang abang di sayang. Udah seperti orang Sensing, empati dan simpati sudah dinilai dengan materi.

5. Unsur Alamnya Feeling adalah Api, gak heran di Indonesia banyak yang berteman dengan Jin dalam kedok pengobatan alternatif yang menggunakan Jin (diciptakan dari Api). Gunung berapi, di Indonesia paling banyak jumlahnya. Sehingga jumlah Jin yang betah tinggal di Indonesia juga banyak.

6. Provokator dan Motivator sama banyaknya (mungkin). Tukang “kompor” dan tukang semangat banyak disini. Sehingga kadang mudah di sulut kadang mudah empati. Gembong narkoba di beri “Garasi Mobil”. Sekarang ragu mau hukum mati “kawannya” yang dari Australia, (takut) nanti dibilang gak punya rasa kemanusiaan (HAM). Orientasi ke orang bangeet kan, inilah Feeling. Kalau mahasiswa Demo, itu yang ngomporin/provokatornya pasti Feeling.

7. Feeling kalau belanja (APBD/APBN) suka gak jelas itungannya, akhirnya banyak proyek yang gak jelas manfaatnya, gak jelas kapan selesainya. Secara personal, gelap mata kala belanja di mall/supermarket, sampe rumah, gak ke pake apa yang dibeli.

8. Semua produk yang ada unsur lebaaay nya di Iklan, akan laris manis di Indonesia, karena pangsa pasarnya Feeling. Orang Korea pake Sandal Jepit Swallow aja, remaja feeling heboh, lebaay minta ampun. Cape deeeh.

10. Yang “ngomporin” pemimpin se ASIA, untuk jadi ASEAN itu gagasannya Feeling, Soekarno Hatta. Kehebatan Feeling sebagai pemimpin, dalam merangkul dan meyakinkan pemimpin se ASIA.

Just Opini tentang Feeling. Jangan masukin Ke Hati. Kecuali kamu Feeling.

Sumber Gbr Ilustrasi - http://www.feelingfacescards.com/
Pin It

Leave a Comment