Mengatasi Anak Intuiting Yang Usil

Pertanyaan : Pak saya kewalahan menangani anak saya yang Intuiting introvert, usia 5 tahun anak laki laki. Sungguh menguras

Pertanyaan :

Pak saya kewalahan menangani anak saya yang Intuiting introvert, usia 5 tahun anak laki laki. Sungguh menguras energiku pak. Aturan cuman sehari doank ditaati begitupun dengan hukuman yang aku berikan hanya diingat satu hari doank.

Dia super duper aktif, kalo lagi dilarang main diluar kalo lagi terik atau hujan maka di dalam rumah dia nggak pernah diam, usil terus. Trus perbendaharaan katanya mulai ada kata kata tidak sopan. Mulai suka menendang pintu, kakaknya atau bahkan saya sendiri biasa kadang kena tendang juga.

Terapi apa yang harus saya lakukan pak. Tambahan lagi dia mudah bosan dengan mainannya. Kalau lagi mengingingkan sesuatu ngotot banget, tapi masih bisa nego. Dia selalu bilang “aqu minta maaf ummi” tapi besoknya diulang lagi kesalahannya

Dia suka sekali nonton robotik, mainannya juga serba robot. Apa karena ini yah dia menjadi usil? Dia suka sekali bermain diluar rumah, naik sepeda dan bahkan kejar kejaran dengan temannya.

Salahkah jika saya melarangnya ke masjid karena setelah ke masjid langsung lanjut main lagi? Atau gimana solusinya ? Dia suka sekali ke masjid. Kebetulan rumah kami sangat dekat dengan masjid. Jadi kalau dia dengar adzan langsung segera ambil wudhu dan langsung lari ke masjid.

Mohon solusinya pak . Terima kasih sebelumnya.

Jawab :

Anak Intuiting normalnya seperti itu. Diusahakan saat menasehati memakai kalimat yang inspiratif, berbentuk cerita, syukur mengandung filosofi. Kemudian kasih juga gambaran besar tentang sesuatu di masa yang akan datang.

Kelemahan seorang ibu adalah sering emosi ketika menangani anak. Dan juga gaya bahasanya sering seperti orang Sensing yaitu memberi target, mendoktrin, menjadwal ketat dll. Pola asuh ibu-ibu di Indonesia ini terpengaruh oleh metode pendidikan Indonesia, dari SD sampe SMA yang diasah hanya otak kiri saja, otak hapalan dan otak hitungan. Hal ini tidak cocok untuk anak Intuiting yang dominan otak kanannya lebih berperan.

Maka pola kalimat ibu coba mulai diubah yaitu dengan kalimat yang inspiratif, kalimat yang indah, syukur romantis dan ada nuansa masa yang akan datang. Misal untuk menasehati dia sholat ke masjid agar tidak langsung main, maka ibu harus sering bicara ke anak sebagia berikut :

“Nak, hidup kita ini sebentar. Nanti suatu saat kita akan meninggal tetapi jiwa kita tetap hidup di akherat. Akherat itu ada surga dan neraka. Surga diperuntukkan anak yang rajin ibadah, taat pada ibu, main secukupnya, sholat di masjid habis itu langsung pulang dan amal amal lain. Di surga itu adik minta apa saja dikasih. Mau coklat, tango, susu dll, semua tersedia tidak usah beli. Sebaliknya neraka itu diperuntukkan anak yang bandel, main tidak tahu waktu, omongannya kasar, suka marah marah, suka mukul , nendang, dll perbuatan yang jelek jelek. Yang suka ngomong jelek dan kasar akan dipotong lidahnya, suka nendang akan dipukul kakinya, tidak mau dengar nasehat orang tua akan di bakar telinganya dll. Semua siksaan itu sangat pedih. Bagaimana, adik mau masuk surga ?”.

Silahkan ibu perhatikan putra ibu tersebut, mau dengar atau tidak nasehat ibu. Kalau dia diam dan mendengarkan, maka itu tandanya nasehat sudah masuk ke otaknya. Ulangilah nasehat tersebut berkali-kali dengan bahasa yang bervariasi dan momen yang berbeda. Setiap ketemu dan sedang santai, terus nasehati seperti itu. Jangan menasehati hanya ketika dia melanggar. Karena kalau pas anak melanggar, biasanya seorang ibu akan keluar kalimat bergaya Sensing (gaya kiri). Maka untuk mengimbangi kalimat-kalimat Sensing yang tidak disukai anak Intuiting (bergaya kanan), maka di saat longgar dan santai, nasehatilah dengan bahasa seperti yang saya jelaskan di atas. Kalau ibu perhatikan, contoh kalimat di atas adalah mengandung cerita tentang masa depan, inspiratif karena menceritakan tentang surga dan neraka (red : karena introvert, lebih banyaklah cerita nerakanya), juga di akhir kalimat ada tantangannya.

Ketika anak marah tidak terkendali, mukul, nendang, ngomong kasar, silahkan dicuekin saja. Biarkan dia melampiaskan kejengkelannya, ibu tidak usah komentar dan tidak usah melihat anak tersebut. Silahkan ibu menyibukkan dengan kegiatan lain. Anak Intuiting ketika marah, semakin ditegur semakin menjadi jadi.

Untuk menghemat biaya terkait mainan, bisa diganti dengan yang murah, misal mewarnai, menggambar, bongkar pasang dll. Atau belikan film yang inspiratif, misal kisah anak sholeh, kisah kisah nabi atau film imajinasi/hayalan/sci-fi, dll. Usahakan ibu juga tahu alur cerita film tersbut. Setelah selesai nonton, dia disuruh menceritakan, dan ditanya : mau tidak meniru kisah tersebut? Ibu juga harus suka membaca buku yang inspiratif, kemudian dia sering diceritakan kisah-kisah tersebut. Kalau pas liburan, silakan diajak jalan jalan ke alam bebas, sambil dijelaskan tentang keagungan ciptaan Allah SWT.

Anak Intuiting itu usil karena kreatifitasnya belum 100% tersalurkan. Silahkan saran saya tadi dilaksanakan, saya doakan anak tersebut akan bisa terkendali. Kemudian untuk sholat ke masjid jangan dilarang, tetapi dinasehati seperti yang saya contohkan tadi.

By : Sofyan Abdillah (Konselor Berbasis STIFIn)

Pin It

Leave a Comment