Batal Berbagi Karena Prof Sarlito Wirawan

Suatu ketika saya di minta oleh seorang kenalan yang juga anggota sebuah komunitas, untuk mengisi materi tentang Mengenal

Suatu ketika saya di minta oleh seorang kenalan yang juga anggota sebuah komunitas, untuk mengisi materi tentang Mengenal Bakat dengan Konsep STIFIn di salah satu Group WhatsApp nya komunitas mereka, setelah saya cari tahu tentang komunitasnya, ternyata cukup dikenal di Indonesia. Karena mendapat tawaran untuk share tentang STIFIn maka saya menyambut baik, dan siap untuk dijadwalkan. Akan tetapi, beberapa hari kemudian, niat kenalan saya itu untuk menjadikan saya sebagai nara sumber di Group WhatsApp mereka, dibatalkan, karena diantara sesama anggota group komunitas mereka banyak yang pro dan kontra dengan Tes Finger Print  dikarenakan tulisan seorang Prof Sarlito Wirawan.

————

“Mas Fery, ternyata STIFIn masih mengundang Pro Kontra. Jadi belum dulu ya sharing ilmu di Komunitas ……….”

Pro Kontranya gimana tuh, kalau boleh tau,.. jawab saya.

Ya tidak sependapat. Masa pendidikan anak tergantung sidik jari. Gampang bangets. Ada juga yang uplod pendapat psikologi tentang kontra Sidik Jari. Ada yang sependapat juga.

Kalau masalah seperti itu udah sering kita hadapi. Gpp pak., jawab saya..

Karena penasaran, saya tanya..

Kalau boleh tau pak, pendapat psikologi mana yang menjadi pro kontra di komunitas bapak?

Teman saya mengirimkan link tentang Pendapat Prof Sarlito Wirawan yang mengatakan Tes Sidik Jari Penipuan.

Hmm.. saya sudah menebaknya pak…

———————–

Seperti apa isi artikelnya Prof Sarlito Wirawan ? Banyak web yang mengutip Artikel Prof Sarlito Wirawan yang di muat di Koran SINDO 15 Mei 2011. Jadi sangat mudah untuk anda menemukannya dengan kata kunci “Prof Sarlito Wirawan Tes Sidik Jari Penipuan”, tapi beberapa sumber terutama dari media online ternama, saya menemukan linknya error, kemungkinan sudah dihapus artikelnya.

Ada juga saya menemukan respon dari seorang yang mengatakan bahwa Artikel Prof Sarlito Wirawan tersebut tidak Ilmiah padahal ia membahas tentang keilmiahan dalam artikelnya. Sedikit saya kutip komentarnya:

Pertama soal klaim bahwa beliau (Prof Sarlito Wirawan) telah melakukan pencarian jurnal dan tidak menemukan sama sekali. Klaim itu patut diragukan karena dengan mesin pencari Google saja bisa ditemukan banyak. Cuma ada dua kemungkinan, Prof Sarlito mencari di tempat yang memang tidak ada, atau klaim itu lebih merupakan dramatisasi padahal tidak dia lakukan dengan sungguh-sungguh. Apalagi dengan tambahan bahwa telah menemukan 40.000 dan tidak ada satupun yang berhubungan, dari situ saja sudah tidak ilmiah kalau ada orang bisa membaca 40.000 jurnal dalam tempo hanya beberapa hari.

Lebih lengkap seperti apa isi Komentarnya bisa dibaca disini.

Akan tetapi apa yang paling penting yang ingn saya sampaikan disini adalah, sebuah respon dari Bapak Farid Poniman atas tulisan Prof Sarlito Wirawan yang hanya beredar di kalangan internal STIFIn saja. Tapi, ternyata saya lihat sudah banyak beredar di Internet juga. Nah, seperti apa tanggapan dan respon Bapak Farid Poniman selaku penemu Konsep STIFIn Finger Print atas artikel Prof Sarlito Wirawan tersebut bisa anda baca lengkapnya : Respon Terhadap Artikel Prof Sarlito Wirawan dalam format PDF atau bisa juga di baca di sini Jawaban Bapak Farid Poniman.

Semoga tulisan ringan ini  dapat menjadi bahan bagi kita dalam mengambil keputusan.

Pin It

2 thoughts on “Batal Berbagi Karena Prof Sarlito Wirawan

Leave a Comment