Ada beberapa penyebab anak lama bicara, mengalami lambat bicara, cadel/pelo, bahkan tidak bisa bicara sama sekali ;

PRA NATAL (masa kandungan) : Ortu stress berat, konsumsi obat berlebihan, pola hidup tidak sehat, dan sebagainya

NATAL (masa kelahiran) : caesar/vacum/tang, keracunan ketuban, ketika lahir tidak langsung menangis.

Itulah sebabnya bayi diupayakan berbagai cara oleh dokter/bidan/perawat agar menangis ketika lahir, seperti dipukul pantatnya. Jadi bukan mereka jahat ya guys.

Semakin lama jeda si bayi tidak menangis maka semakin tinggi tingkat komplikasi permasalahannya kalau dari konteks ranah bicara ya.

PASCA NATAL (Setelah lahir).

Nah ini yang biasanya jauh lebih complicated. Tidak boleh panas tinggi lebih dari 37 derajat atau step. Atau juga tidak sampe step tapi panasnya 3 hari 2 malam di angka 27 derajat celcius karena bisa merusak sistem operasi otak di pusat yang bernama BROCA (itu pusat bicara)

Nah, penyebab anak lama bicara brikutnya;

1. Pola Asuh.

Hal ini terjadi biasanya bilingual, kurang dikasih stimulus, ngajarin anaknya pake bahasa anak-anak (makan dibilangnya maem, minum dibilangnya mimi, susu dibilangnya cucu, dsb). Buat sebagian orang ini lucu & menggemaskan padahal proses pembelajaran bahasa jadi agak terganggu

2. Pola Makan.

Orang tua atau khadimat (pengasuh anak) inginnya simple/terlalu nurutin kemauan anak. Anak dikasih makan yang lembek-lembek secara berlebihan. Seperti hampir tiap hari makannya bubur, mie, dan sebagainya. Hal ini menyebabkan organ motorik mulut & rahangnya kurang teruji. Itulah sebabnya buat sebagian orang tua sebagai proses transisi bayi biasanya dikasih makan pisang ambon.

Atau anak hanya mau makan menunya itu-itu saja padahal anak perlu dikenalkan varian yang lain. Bukan masalah porsinya tapi proses pengenalannya sehingga metabolisme tubuhnya tidak defensif.

3. IQ-nya dibawah/kurang dari 90, juga bisa menjadi sebab anak lama bicara.

4. Dinding langit-langit mulut terlalu tinggi ke atas sehingga lidahnya tidak bisa menekuk/bibirnya pecah (sumbing).

5. Adanya gangguan pendengaran / tuli (tuli parah 50-100 db).Tapi bisa juga ketulian dibawah/kurang dari 50 db tapi tidak ditangani secara cepat seperti pemakaian alat bantu.

Nah, biasanya ketika saya dapat kasus anak lama bicara, dianalisis dulu pra natal, natal, & pasca natal

Tapi dari sekian puluh klien yang saya tangani rata-rata karena anak lama bicara, pas usia 2 tahun pernah sakit panas/kejang.

Untuk penanganan/treatment biasa, standar terapi wicara. Hanya aja ada beberapa yang saya modifikasi dengan pendekatan murah meriah tapi Insya Allah efektif. Orang tua ngak perlu keluar banyak uang ke terapis, kalo lidah gak bisa ditekuk/dilipat atau gak bisa nempel di gigi >> sikat lidah saja.

Oleh : Benny Al Farisi

Pakar Terapis Anak dan Konselor STIFIn

Pin It

Leave a Comment