Apa Itu Tes STIFIn ?

Jika tes IQ mengukur skor kecerdasan secara umum, maka Tes STIFIn mengukur jenis kecerdasan secara spesifik (disebut Mesin Kecerdasan). Caranya Tes STIFIn adalah dengan Scan 10 sidik jari, kirim ke server STIFIn Pusat, diolah oleh aplikasi, keluar hasil lebih kurang 5 menit (membutuhkan koneksi internet).

Mesin Kecerdasan hasil Tes STIFIn ibarat menemukan “sistem operasi” (istilah dalam bidang komputer) otak seseorang, sementara tes sidik jari lain hanya mampu mengukur perangkat keras otak (hardware). Jika Mesin Kecerdasan diketahui maka diketahui pula Cara Kerja Tubuhnya. Dengan mengetahui kedua-duanya maka dapat diprediksi segala kecenderungan (bukan ramalan) dalam urusan sekolah, pekerjaan, pasangan, karakter, jalur sukses, dll.

Mesin Kecerdasan hasil Tes STIFIn nantinya ada 5 : Sensing, Thinking, Intuiting, Feeling dan Insting disingkat dengan STIFIn.

Tiap Mesin Kecerdasan punya drive (pilot). Drive ini ada 2 : introvert dan extrovert. Mesin Kecerdasan yang sudah ada pilotnya (drive) disebut sebagai karakter. Karena Mesin Kecerdasan dan pilotnya bersumber dari genetik, maka karakterpun menjadi karakter permanen atau Personality Genetik.

Personality Genetik dalam Konsep STIFIn ada 9 : Sensing introvert, Sensing extrovert, Thinking introvert, Thinking extrovert, Intuiting introvert, Intuiting extrovert, Feeling introvert, Feeling extrovert, dan Insting


Bakat Anak Disalurkan, Akan Mengganggu Prestasi Sekolahnya ?

Banyak orang tua yang takut menyalurkan bakat anaknya karena khawatir akan mengganggu prestasi sekolahnya. Akan tetapi hal ini tidak perlu dikhawatirkan bagi orang tua yang sudah mengetahui Mesin Kecerdasan anaknya melaui Tes STIFIn. Menggeluti Bakat yang sesuai dengan Mesin Kecerdasan justru akan menjadikan anak memiliki prestasi di sekolahnya. Testimoni yang akan di uraikan berikut ini menjadi buktinya.

Testimoni datang dari perbincangan antara istri saya (Renny Wulan Sari) dengan seorang rekan kerjanya bernama Eva Ginting, yang telah melakukan Tes STIFIn sekeluarga ( Ayah Ibu dan dua orang anaknya). Dari perbincangan mereka di BBM ada hal  yang menarik bagi saya, yang membuat saya ingin membagikannya kepada pembaca sekalian.

Ibu Eva memiliki dua orang anak laki-laki. Anak pertama Personality Genetik-nya Feeling extrovert (Fe) dan anak ke dua Intuiting extrovert (Ie). Pembicaraan berawal saat istri melihat Profil BBMnya bu Eva, foto anaknya yang sedang belajar main piano. Istri saya bertanya, “si mike les piano ya mak e..?”  mak e..panggilan akrab sesama emak-emak. Dari sinilah pembicaraan bermula hingga seterusnya – anda bisa melihat pada Gambar diatas dan Gambar dibawah ini.

Bu Eva mengamati anaknya mike (yang pertama) senang pada musik. Sesuai dengan Personality Genetik-nya Fe yang memiliki bakat Seniman. Bu Eva memasukkan anaknya les piano di dekat rumahnya Johor City Medan. Dari percakapan diatas Bu Eva mengatakan, sejak anaknya Ikut Les Piano, pelajaran di sekolahnya semakin bagus.

Fokuslah Pada Kekuatan Bukan Pada Kelemahan

STIFIn menganjurkan agar semua orang menggunakan Mesin Kecerdasan-nya. Karena itulah yang menjadi kekuatannya/kelebihannya, ketika kelebihannya di beri perhatian, maka efeknya akan menjalar pada kelemahannya, sehingga kelemahannya tersebut ikutan meningkat. Akan tetapi, jika sebaliknya berfokus pada kelemahannya, maka kekuatannya akan menurun. Terjadilah ke GALAU-an hidup.

Les kanlah anak sesuai dengan Mesin Kecerdasannya. Inilah Tindakan Yang Tepat

Dengan Tes STIFIn bu Eva Ginting memiliki panduan untuk memutuskan les seperti apa yang cocok untuk anaknya. Karena dari hasil Tes STIFIn telah diuraikan beberapa aktifitas yang sesuai dengan Mesin Kecerdasan seseorang. Sehingga orang tua tidak perlu coba-coba/berspekulasi. Coba les ini, coba les itu, yang ujungnya menghabiskan uang secara percuma. Inilah salah satu Manfaat Tes STIFIn bagi orang tua yang telah mengetahui Mesin Kecerdasan anaknya.

Terbukti anak feeling yang berbakat sebagai seorang seniman, ketika di leskan, guru lesnya akan mudah mengajarinya sehingga cepat mahirnya. Inilah kehebatannya jika kita memberikan perhatian pada Bakat anak. Anak yang berbakat tidak akan sulit mengajarinya. Anak yang tidak berbakat, butuh perjuangan dan kesabaran tingkat dewa untuk mengajarinya hingga bisa.

Semoga testimoni singkat ini dapat mencerahkan para orang tua untuk tidak lagi khawatir akan prestasi sekolah jika bakat anak disalurkan dengan serius, sungguh-sungguh dan terencana. Jika anak sudah melewati 10.000 jam latihan, dipastikan dia akan menjadi expert. Sehingga Bakat nya bisa menjadi sumber penghidupannya di masa depan.

Bagi yang belum mengetahui Mesin Kecerdasannya, saya sangat menyarankan agar melakukan Tes STIFIn, investasi sekali seumur hidup sebagai panduan dalam menggapai hidup SuksesMulia.


Kenapa Tes STIFIn, 3 Alasannya

Mengenali cara belajar.

Mesin kecerdasan Sensing (S) bagus dalam menghafal, Thinking (T ) hebat dalam menghitung, Intuiting (I) jago dalam kretifitas, Feeling (F) senang jika berdiskusi, dan Insting (In) pembelajar serba bisa namun memerlukan ketenagan untuk mengoptimalkan fungsi otak tengahnya (naluri).

Memilih Profesi Yang Tepat

Memilih profesi secara jitu, sampai anda berkomentar ” ahaa…profesi yang ini gua banget””. Jika pilihan profesi sudah ‘ngeklik’ dengan anda maka proses penggemblengan profesi menjadimudah dan menyenangkan meskipun digembleng dengan cara yang sangat berat (masif). Pendek kata, Konsep STIFIn adalah cara paling tepat untuk melakukan Tobat-Profesi.

Menghindari Spekulasi

Memilih Tes STIFIn sama dengan menghindari spekulasi. Bukan pe-label-an dan bukan peramalan. Pada setiap mesin kecerdasan dan personaliti terdapat kelebihan dan kelemahan dalam satu paket. Tes STIFIn bukan me-labelkan seeorang, karena paket kelebihan dan kelemahan seseorang itu ditemukan kesejatiannya secara meyakinkan, tidak semu dan tidak meraba-raba (sehingga tidak menjadi label palsu). Hasil tes STIFIn juga bukanlah ramalan, nujum, atau tilikan. Kesuksesan yang diraih dengan berusaha di jalan yang tepat menggunakan jalur mesin kecerdasan, bukanlah ramalan sukses yang datang dari garis tangan seperti (palmistry).


Tips Memilih Jodoh Ala STIFIn

Memilih jodoh atau pasangan hidup dalam konsep STIFIn adalah dengan melihat pola hubungan antar Mesin Kecerdasan (MK) yang tergambar dalam hubungan segi lima sesuai dengan Teori Sirkulasi STIFIn (lihat Gambar). Pada Teori Sirkulasi STIFIn ada 2 hal yang menjadi perhatian :

1. Panah Berwarna Biru artinya Mendukung
2. Panah Berwarna Kuning artinya Menaklukkan/Mengalahkan

Dengan mengetahui hubungan saling mendukung dan hubungan saling mengalahkan kita dapat membuat peta hubungan sosial yang ideal atau tidak ideal. Teori Sirkulasi ini tidak terikat hanya untuk hubungan suami istri, tetapi bisa juga diaplikasikan pada hubungan antara Presiden dan Wakil Presiden, hubungan sesama partner kerja, rekan bisnis, dan hubungan sosial lainnya.

Khusus dalam hal memilih jodoh atau pasangan ada dua hal yang perlu diperhatikan :

1. JANGAN Memilih Jodoh yang setipe Mesin Kecerdasan-nya, apalagi Personality Genetik-nya. Alasannya karena jika sama MK atau PG-nya sama, akan membuat tidak terjadi sirkulasi/aliran. Contoh, suami T dan istrinya juga T, suami Fe dan istrinya juga Fe, suami Si dan istri juga Si.

2. JANGAN Memilih Jodoh yang tipe MK istri mengalahkan tipe MK suami. Alasannya karena sirkulasinya melawan arus sehingga suami akan kelelahan sebab : suami harus mengeluarkan paling tidak dua kali lipat energi untuk bisa sukses. Energi sang suami selain harus mengurus dirinya untuk bisa sukses, juga harus berenang melawan arus untuk bisa menundukkan istrinya di rumah. Contoh : Istrinya F dan suaminya T, istrinya S dan suaminya In, istrinya I suaminya S.

Perhatikan contoh berikut ini:

Hubungan Mendukung

Suami yang MK-nya T memilik istri yang MK-nya S. Apakah ini hubungan rumah tangga yang ideal? Berdasarkan hubungan segi lima tadi, Istri yang S mendukung Suami yang T (panah biru), sehingga hubungan suami istri ini bisa dikatakan bagus. Contoh lain : Istri yang MK-nya F memiliki suami yang MK-nya S. Berdasarkan hubungan segi lima tadi, F mendukung S (panah biru), sehingga hubungan suami istri ini bisa dikatakan bagus.

Hubungan Menaklukkan

Sebaliknya apa yang terjadi jika seorang Suami yang MK-nya T beristrikan wanita yang MK-nya F ? Berdasarkan pola saling menaklukkan, sang istri yang MK-nya F akan menaklukkan suami yang MK-nya T (panah kuning), jadi bisa dikatakan ini hubungan tidak ideal.

Bagaimanapun, suamilah yang seharusnya menaklukkan istrinya, atau suami didukung istri, bukan sebaliknya. Istri yang menaklukkan suami, atau Istri yang didukung suami

Sudah Terlanjur Memilih Jodoh

Bagaimana jika sudah terlanjur memilih jodoh atau menikah, apakah selamanya tidak ideal ? Ideal atau tidaknya hubungan yang saya bahas disini adalah, masih berlandaskan pada Personality/Sifat Genetik yang merupakan Level Terendah dari Pembentuk Karakter seorang manusia. Level Kedua adalah Mentalitas, Level Ketiga Moralitas dan Level ke Empat adalah Spiritualitas.

Jika kedua insan memiliki nilai spiritualitas yang bagus, walaupun secara Personality tidak ideal, maka permasalahan yang terjadi dirumah tangga dalam level personality bisa diredam dengan spiritualitasnya. Bahkan sebaliknya, walaupun secara Personality kedua pasangan kategori ideal, jika salah satunya memiliki spiritualitas yang tidak bagus, maka ke idealan tersebut bisa berpeluang menjadi tidak ideal. Suami nya sholeh, istrinya tidak sholeh. Kemungkinan untuk konflik bisa saja terjadi, walau secara Teori Sirkulasi STIFIn sudah ideal.

Diharapkan dengan mengikuti Konsep STIFIn dalam memilih jodoh, minimal kita sudah meminimalisir konflik pada level personality/sifat bawaan setiap pasangan.

Untuk mengetahui lebih luas tentang Konsep STIFIn, anda bisa melakukan Private Session (Konsultasi) dengan Pakar STIFIn yang telah mendapatkan STIFIn Licenced Promotor untuk memberikan Private Session mengenai permasalah dalam memilih jodoh ini.


Kalibrasi STIFIn Dalam Mengatasi Kejenuhan

Rutinitas sehari-hari yang kadang melelahkan membuat kita bisa jenuh. Kejenuhan tersebut sering kita artikan dengan kelelahan fisik. Sehingga tidur dianggap menjadi solusi terbaik. Kejenuhan tanda otak sudah bekerja keras. Fisik yang lelah karena kerja keras butuh istirahat. Otak yang lelah ternyata juga membutuhkan istirahat agar bisa fresh kembali. Istirahat fisik kita lakukan dengan membaringkan tubuh di “pulau kapuk” alias tempat tidur. Akan tetapi tidur tidak membuat otak juga ikutan istirahat. Sehingga jangan heran jika kita sudah tidur setiap hari masih mengalami kejenuhan.

Nah, untuk merefresh agar otak kembali ON dibutuhkan Kalibrasi ala STIFIn. Kalibarasi secara sederhana merupakan proses mengembalikan alat dalam posisi NOL atau netral. Pada manusia otak merupakan alat atau Mesin Kecerdasan yang dipakai dalam bekerja ataupun belajar.

Mengatasi Kejenuhan dengan Kalibrasi ala STIFIn, adalah upaya mengembalikan kondisi otak agar bisa kembali fresh untuk belajar ataupun bekerja. Upaya untuk Mengatasi Kejenuhan ala STIFIn tentunya disesuaikan dengan masing-masing Mesin Kecerdasan. Ada yang merawat taman yang berantakan di rumahnya sudah merasa fresh, tetapi ada yang stress dengan melihat taman yang berantakan. Karena ternyata setiap Mesin Kecerdasan memiliki cara kalibrasi yang berbeda dalam mengatasi kejenuhan.

1. SENSING

Sensing intovert (Si) : Kalibrasinya dengan BERKERINGAT. Aktivitas yang menuntut menggerakkan badan. Melakukan aktifitas fisik yang mengeluarkan keringat. Semakin banyak bergerak, berkeringat ia semakin enjoy. Kalaupun duduk, biasanya gak mau diam tenang duduknya.

Sensing extrovert (Se) kalibrasinya BERMAIN. Rancang kegiatan belajar atau bekerja dalam suasana permainan (game) atau setidaknya bangun suasana yang fun layaknya sedang bermain.

2. THINKING

Thinking introvert (Ti) kalibrasinya KEMBALI KE ALAM. Selipkan aktivitas-aktivitas yang memungkinkan kontak fisik langsung dengan alam, tumbuhan atau hewan. Senang memelihara, merawat, menyirami bunga-bunga di halaman rumah kala liburan. Memelihara hewan peliharaan. Istri yang mengenal Mesin Kecerdasan suami, bisa jadi lebih menerima kala dihari libur, atau pulang kerja sang suami suka bermain dengan hewan peliharaannya.

Thinking extrovert (Te) kalibrasinya WISATA. Selipkan aktivitas mobilisasi sehingga kegiatan belajar atau bekerja tidak hanya berada pada satu titik. Anda yang Te punya bisnis Travel, jalan jalan akan merasa enjoy, selain dapat uang dari bisnis, otak selalu fresh.

3. INTUITING

Intuiting introvert (Ii) kalibrasinya TIDUR. Selipkan kesempatan untuk beristirahat (minimal cukup untuk tidur teta kira-kira 15 menit). Tidur teta maksudnya memejamkan mata sejenak namun masih bisa mendengar suara-suara di sekitar. Sekolah di China, mewajibkan anak sekolahnya tidur selama 15 menit di atas meja belajar.

Intuiting extrovert (Ie) kalibrasinya MENONTON FILM. Selipkan aktivitas menonton sesuatu yang disukai yang bisa menghasilkan hasrat serta inspirasi.

4. FEELING

Feeling introvert (Fi) kalibrasinya CURHAT. Selipkan sesi sharing dalam kegiatan belajar atau bekerja.

Feeling extrovert (Fe) kalibrasinya BERCENGKRAMA. Selipkan sesi interaksi dengan orang yang bisa menghadirkan kedekatan dan keceriaan (bisa diskusi, jalan bareng dst).

Orang Feeling kalau sudah penat, suka ngajak ngumpul atau dia mendatangi temannya dengan niat untuk curhat. Walaupun curhatnya tidak kesampaian, bisa ngobrol dengan temannya saja sudah cukup melegakan.

5. INSTING

Insting (In) kalibrasinya SILATURAHMI. Selipkan kesempatan untuk setiap orang bisa saling berinteraksi (berkenalan, ngobrol, dst) tanpa tujuan tertentu.

Kalibrasi sangat diperlukan jika otak sudah bekerja keras. Ibarat Sinso yang menggergaji pohon, sering dipakai kalau tidak sering juga diasah, maka akan tumpul. Jika otaknya tidak pernah dipakai, yaa buat apa kalibrasi. Mengatasi kejenuhan ala STIFIn sangat membantu kita enjoy bekerja. Jika pekerjaan yang kita lakukan sesuai dengan kalibrasi, misal : Orang Thinking extrovert yang menjual tanaman, selain mendapatkan uang, otak bisa fresh terus. Makanya kita sering temukan orang yang senang mengerjakan sesuatu tanpa bosan, ekspresinya dan bahasa tubuhnya menunjukkan semangat yang tidak ada habisnya. Kita menyebutnya dengan Hoby, padahal itulah “nutrisi” bagi otaknya. Otaknya menjadi fresh dalam bekerja mengendalikan tubuhnya. Si tubuh pun ikutan fresh, tampak semangat selalu.

Makanya gak heran kalau melihat om Mario Teguh yang Feeling membuat acara Golden Ways menjadikannya semangat terus. Duit dapat, bermanfaat untuk orang banyak, otak fresh selalu. Golden Ways membuat om Mario Teguh bisa ngobrol dan bercengkrama.

” Kita sering temukan orang yang senang mengerjakan sesuatu tanpa bosan, ekspresinya dan bahasa tubuhnya menunjukkan semangat yang tidak ada habisnya. Kita menyebutnya dengan Hoby, padahal itulah “nutrisi” bagi otaknya. Otaknya menjadi fresh dalam bekerja mengendalikan tubuhnya. Si tubuh pun ikutan fresh, tampak semangat selalu. “

Inilah uraian singkat mengenai cara mengatasi kejenuhan sesuai dengan Mesin Kecerdasan dan Personality Genetik (PG) masing-masing. Belum tahu apa Mesin Kecerdasanmu, sehingga bingung mau mengatasi kejenuhan pakai cara yang mana. Ayo segera lakukan Tes STIFIn


Tes STIFIn Untuk Siapa ?

Tes STIFIn tepat untuk siapa saja yang ingin Mengenal Potensi Unggul yang telah diberikan Allah kepada setiap manusia.

1. PELAJAR

yang ingin mencapai prestasi terbaik dengan waktu studi lebih cepat dengan hasil lebih maksimal sekaligus mempersiapkan masa depannya yang paling “enjoy” dan ”gue banget”.

2. ORANG TUA

yang ingin memberikan bekal terbaik kepada anak-anaknya, dengan mengurangi “biaya kebodohan”  sehingga tidak membuang umur dan uang untuk investasi yang tidak perlu.

3. GURU/PENDIDIK

yang ingin menemukan cara terbaik dan termudah “mendidik” sesuai dengan pintu masuk/’Mesin Kecerdasan’ anak didiknya, sehingga proses pembelajaran lebih efektif dan efisien.

4. ATASAN

yang masih kesulitan mengelola karyawannya sehingga menghambat kinerja perusahaan, dengan  mengetahui “Mesin Kecerdasan” sangat terbantu dalam membina pola hubungan dan kerja karyawan.

5. KARYAWAN

yang masih berpenghasilan “pas-pasan” karena tidak ada prestasi, dan bingung merencanakan karir dan profesi masa depannya.

6. SUAMI-ISTRI

yang masih bermasalah dan belum menemukan nikmatnya berumah tangga karena belum menemukan ‘kemistri’ dan cara berhubungan yang paling tepat.


Memilih Jurusan Sekolah

Saat masuk Sekolah Dasar kita tidak perlu memilih jurusan sekolah. Orang tua yang memilih akan dimasukkan ke SD dimana. Demikian juga saat masuk SLTP, orang tua jualah yang memilihkan untuk kita. Menanjak dari SLTP ke SLTA, untuk saat ini, orang tua harus memikirkan pilihan dan kemauan anaknya. Orang tua yang bijak akan mendengarkan keinginan anaknya.

Kenyaataannya, anak juga masih bingung terhadap pilihannya. Sebab dilingkungannya banyak orang yang beranggapan bahwa anak IPA adalah murid yang paling top di SLTA, murid terpilih, paling pinter, paling cerdas, dalam kaitan relatif paling tinggi IQ-nya . Tak sedikit juga yang menganggap bahwa anak IPS lah yang merupakan murid buangan,bodoh,bebal pola pikirnya, tak punya masa depan, cuma pelengkap, pelajar santai, urakan . Semakin lama, opini sesat ini semakin menjadi suatu keyakinan.

Apalagi banyak orang tua menginginkan anaknya Memilih Jurusan IPA, hanya karena Jurusan IPA lebih bergengsi dibanding IPS. Saya pernah alami kasus orang tua melakukan Tes STIFIn untuk anaknya. Ketika hasil Tes STIFIn diketahui, saya katakan : “anak Ibu sebaiknya jurusan IPS”. Anaknya langsung nyeletuk : “tuh benarkan ma, adek tuh pengennya IPS, mama siih, maksain adek masuk Jurusan IPA”.

Tapi sekarang hal seperti ini tidak perlu dikhawatirkan dengan adanya Tes STIFIn, orang tua bisa langsung menetapkan pilihan jurusan untuk si anak, ketika si anak memiliki kecenderungan pada jurusan tertentu.

Memilih Jurusan membuat galau para siswa SLTP saat akan menanjak SLTA.
Tabel ini memberikan anda panduan bagaimana Memilih Jurusan berdasarkan Mesin Kecerdasan STIFIn.

 PC Mesin Pilihan Utama Pilihan Pilihan
Kecerdasan Rekomendasi STIFIn Kedua Ketiga
1 Si Bahasa IPS IPA
2 Se Bahasa IPS IPA
3 Ti IPA IPS Bahasa
4 Te IPA IPS Bahasa
5 Ii IPA Bahasa IPS
6 Ie IPA Bahasa IPS
7 Fi IPS Bahasa IPA
8 Fe IPS Bahasa IPA
9 In IPS/Bahasa IPA