STIFIn Brain adalah Brand dari STIFIn Cabang Permanen Kota Binjai Sumatera Utara. Dalam event STIFIn Brain For Kids yang di laksanakan pada tanggal 31 Juli 2019 bertempat di G.H Corner di Jl Dr. Mansyur Medan dari pukul 09.00 sd 12.30 WIB tersebut ada sekitar 18 anak dilakukan Tes STIFIn untuk mengetahui Belahan Otak Dominannya yang menjadi Mesin Kecerdasannya

Event ini terbuka untuk umum dan di hadiri oleh orang tua, dengan investasi Rp. 450.000. Orang tua akan mendapatkan fasilitas sebagai berikut :

  1. Melakukan Tes Mesin Kecerdasan untuk 1 orang Rp. 500.000.
  2. Mendapatkan makan siang, untuk 1 orang.
  3. Mendapatkan Sertifikat Hasil Tes STIFIn,
  4. Seminar Penjelasan Hasil Tes STIFIn,
  5. Mendapatkan e-book 9 Personality Genetic dan
  6. Konsultasi hasil tes anaknya via Group WhatsApp/Japri WA.

STIFIn Brain For Kids program yang kami khususkan bagi orang tua yang ingin mengetahui Mesin Kecerdasan anaknya. Sehingga dengan mengetahui Mesin Kecerdasan anak, orang tua jadi lebih mengenal Potensi Kelebihan dan Kekurangan Anak, jadi lebih mengenal Karakter/Sifat Dasar yang dimiliki si anak. Sehingga orang tua menjadi lebih mudah dan paham dengan perbedaan dirinya dan anaknya. Acara ini kami adakan secara rutin setiap 2x dalam sebulan. Dibatasi 20 Tes STIFIn setiap acara.

Kami juga punya program lainnya yang akan di rilis yaitu :

1. STIFIn Brain For Parent program Tes STIFIn untuk para orang tua, dimana materi seminarnya di khusukan untuk mengetahui Pola Asuh yang tepat bagi anak.

2.. STIFIn Brain For Profesi, program Tes STIFIn untuk mengetahui profesi ideal yang bisa dijalani sejak dini ataupun sejak menjalani pendidikan sekolah/kuliah.


“ Konsep STIFIn telah membantu keluarga kami memetakan diri dalam ruang peran kekhalifahan setiap orang di masa yang akan datang. Sejak mengetahui Personality Genetic Keluarga (setiap anggota keluarga) saya jadi semakin memahami karakteristik setiap anggota keluarga, mengapa ia berbeda, mengapa ia merespon dunia dengan cara itu, mengapa kekurangan dirinya begitu.

“ Saya juga semakin peduli terhadap kekuatan dan potensi diri mereka. Semakin tau cara terbaik dalam belajar setiap individu. Semakin tepat memilih siapa diantara ayah dan ibu yang maju mengatasi permasalahan perilaku anak-anak.

“ Setelah saya mengikuti trainingnya, saya semakin bersemangat untuk mengajak keluarga lain mengetahui Personality Genetic setiap anggota keluarga. Agar semakin fokus pada kekuatan yang dimiliki keluarga untuk menjadi rahmatan lil alamin di muka bumi.

Testimoni Konsep STIFIn oleh : Kiki Barkiah
Penulis Buku “5 Guru Kecilku”
Penggiat Home Schooling
Personality Genetic : Intuiting introvert


“STIFIn membuat saya lebih memahami diri sendiri dan orang lain. Saya bahkan menerapkan Konsep STIFIn ini dalam mengembangkan karakter tokoh dalam cerpen, novel, dan film yang saya buat”

Helvi Tiana Rosa
Penulis, Dosen dan Produser Film
Personality Genetic : Feeling introvert


Ini kisah seorang ibu Dwi Darmawati yang memiliki anak dengan Mesin Kecerdasan Intuiting usia 6 tahun sudah Promosi STIFIn ke teman temannya.

Oleh : Dwi Darmawati

Malam ini dalam acara obrolan rutin sebelum tidur dengan kaka Intuiting introvert (baca : Fa’iq)

Kaka : “umi, aku mah aneh banget sama temenku namanya Febi. Masa ya kadang-kadang dia baik banget tapi nanti tau-tau dia marah-marah. Menurut umi dia itu tipe apa?”

Umi : “tipe apa? maksudnya gimana ka?”

Kaka : “itu loh, kalau dia dites sidik jarinya trus hasilnya apa? Kalo kata aku sih kayanya dia itu Insting deh. Coba ajah umi bilang ke mamahnya supaya dia dites. Aku udah bilangin dia supaya Tes STIFIn soalnya itu penting dan bagus terus dia katanya mau tapi harus bilang mamahnya dulu kan soalnya dia gak punya uang”

Umi : “ooh dia mau dites. OK deh besok umi ngobrol sama mamahnya ya”

Promosi STIFIn

Terharu sambil gak habis fikir ya. Kenapa?
Ko bisa-bisanya kaka promosi STIFIn ke temen-temennya?

Ah….ini pasti akibat dari rasa nyamannya. Nyaman karna dimengerti ke-Intuiting-annya (baca : gak dimarahin saat mulai usil bongkar bongkar peralatan kakeknya untuk modif ini dan itu). Dibeliin mainan-mainan baru yang bersifat creat (mencipta). Diberi ruang dan kebebasan bereksperimen pada waktunya (maklum emaknya Thinking so semuanya harus terjadwal).

Mashaa Alloh STIFIn ini ya. Anak usia 6 tahun sudah bisa promosi STIFIn, cerita karna dia merasakan kebaikan dan keberkahan darinya.

Bagaimana dengan Anda???
Sudahkah Anda mengenal diri Anda?
Sudahkah Anda mengenal pasangan Anda?
Sudahkah Anda mengenal anak-anak Anda?
Sudahkah Anda mengenal orangtua Anda?
Sudahkan Anda mengenal rekan-rekan kerja Anda?


Assalamualaykum Warrohmatullahi Wabarokaatuh. Miss Hiday…. Masya Allah, semenjak ikut Tes STIFIn dan konsul kemaren. Luar biasa efeknya buat kita. Kami jadi lebih saling memahami karakter keluarga. Anak anak juga karena tau karakter dirinya dan anggota keluarga yang lain jadi lebih santai ketika ada gesekan atau masalah.

Memahami Karakter Keluarga

Kemarin Senin kita mendadak kemping ke cibodas, kali ini semua anggota keluarga lebih siap ketika berinteraksi.

Anak Intuiting

Ada Mamas yang banyak ide anehnya. Usilnya level nyebelin, waktu kasih dia tugas. Dia sendiri yang mengingatkan. Umi.. Bilangnya pake kata “bayangin” dong. Setelah saya coba. Hehehehe liat ekspresinya lucu, dia bilang ko aku jadi bener bener bayangin yah dan langsung beranjak menjalankan tugas padahal biasanya perlu ngomel panjang panjang untuk bisa minta mamas beranjak.

Anak Thinking

Ada Kakak yang taat aturan banget dan sering bete sama Teteh ato adeknya kalo laig gak sesuai aturan. Kalo menghadapi Kakak saya Biasanya lebih mudah sih dari dulu. Mungkin karena sama sama Ti (Thinking introvert) yah

Anak Feeling

Menghadapi Teteh yang feelingnya masih belum matang juga bisa lebih sabar padahal sebelumnya bisa jadi sumber konflik, lebih banyak dihargai ketika mau bekerjasama, sentuhan fisik juga gak lupa lagi.

Anak Insting

Yang paling lucu liat Adek Insting yang ga ada diemnya..Grasak grusuk sendiri, sibuuuuk, nimbrung sana sini, dulu sih abinya suka bete, sekarang setelah memahami karakter nya, kita malah menikmati gayanya. Lucu…. Dan ketika dia takut akan sesuatu langsung mengkeret, cenderung “lari” atau merespon berlebihan, kita dah tau kuncinya…. Jelasin pelan pelan, selangkah selangkah kita ajak untuk mengelola rasa takutnya dan meyakinkan bahwa apa yang dia takuti bisa kita lewati bareng bareng.

Ayah Intuiting

Saya ke abinya juga jadi lebih sabar dan memahami karakter abinya. Makannya saya perhatiin dan tidur saya kasih ruang. Dulu klo abinya ngantuk pas nyupir saya suka bete, baru sebentar nyupir dah nguap berkali kali… Klo sekarang liat dia nguap saya langsung menawarkan untuk gantiin nyupir. Saya juga dengan bahagia diskusi bareng tentang banyak hal yang ada di kepala saya, supaya dia bisa memahami apa yang terbaik buat kita, tentang anak anak, dll….

Menjadi Lebih Bahagia Dengan Konsep STIFIn

Dan masih banyak banget deh efek positip yang kita rasakan. Yang terpenting kita jadi lebih bahagia dan menikmati ketika menghadapi setiap anggota keluarga dengan beragam karakter. Insya Allah dengan memahami akan jadi modal utama kita untuk bisa berproses menuju kematangan…

Alhamdulillah saya bersyukur Allah mentakdirkan ketemu sama Miss Hiday, ketemu sama buku Miss Hiday, dan ketemu Tes STIFIn nya.

Terasa banget kalo selama kita mau berikhtiar, Allah selalu menemukan kita dengan orang orang yang tepat disaat yang tepat. Sekarang PR saya, membuat kita matang sesuai karakter dasar masing masing. Semoga Allah mudahkan dan mohon doanya ya Miss Hiday.

Semoga Allah memberikan keberkahan untuk Miss Hiday dan keluarga dan terus menjadi inspirasi untuk banyak orang menjadi lebih baik….

Terakhir….. Ikut Tes STIFIn seperti menemukan jawaban teka teki, dan mungkin buat saya yang Ti (Thinking introvert)…. Pertanyaan tentang “kenapa” yang selalu berputar putar dikepala mulai terjawab satu persatu dan membuat saya bahagia bisa menemukan jawabannya


Lalu kenapa disebut aplikatif? Jawabannya: konsep STIFIn bercirikan multy-angle field yang kurang lebih artinya, STIFIn dapat dipakai untuk menjelaskan bidang apa saja. STIFIn dapat diaplikasikan pada bidang learning, profession, parenting, couple, politic, human resources, dan bidang-bidang lainnya. Kenapa pasangan suami istri tidak harmonis? Kenapa Pak JK kalah dalam pemilu presiden? Kita dapat memakai STIFin sebagai pisau untuk membedah dua pertanyaan itu. Tidak itu saja. STIFIn sudah menyiapkan modul-modul training secara tematik dari masing-masing topik tadi. Ketika konsep lain masih berkutat pada masalah-masalah umum, STIFIn sudah jauh di depan dengan menyiapkan training untuk masalah spesifik.

STIFIn bukan ramalan

Konsepnya dibangun berdasarkaan teori-teori para ahli di bidangnya yang kemudian dielaborasi. Terdapat tiga terori yang menjadi dasar pijakan konsep STIFIn, masing-masing:

  • Teori Fungsi Dasar dari perintis psikologi analitik berkebangsaan Swiss bernama Carl Gustav Jung yang mengatakan bahwa terdapat empat fungsi dasar manusia yakni fungsi pengindraan (sensing), fungsi berpikir (thinking), fungsi merasa (feeling), dan fungsi intuisi (intuition). Dari empat fungsi dasar itu, hanya salah
    satu diantaranya ada yang dominan.
  • Teori Belahan Otak dari seorang neurosaintis Ned Hermann yang membagi otak menjadi empat kuadran yakni limbik kiri dan kanan, serta cerebral kiri dan kanan.
  • Teori Strata Otak Triune (tiga kepala menyatu) dari neurosaintis lain yang berkebangsaan Amerika, Paul MacLean yang membagi otak manusia berdasarkan hasil evolusinya: otak insani, mamalia, dan reptilia.

Di atas segalanya, perlu digarisbawahi, konsep STIFIn bukan sekedar mengubah dari 3 kotak (MacLean) menjadi 4 kotak (Jung dan Hermann) kemudian menambahkan satu lagi kotak menjadi 5 (STIFIn). Jika hanya begitu adanya, STIFIn tidak lebih dari hanya
sebuah rangkuman dan berhenti di situ. Fakta bahwa STIFIn bisa menjelaskan banyak hal, membuktikan bahwa konsep ini memiliki hal-hal baru hasil sintesa.

STIFIn memiliki hal-hal berikut ini:

  1. Teori menyilang sebagai superior dan inferior dalam satu paket,
  2. Teori irisan persamaan (diantara kutub perbedaan pada kuadran dan diagonal)
  3. Teori hubungan sosial segi lima yang unik dan logis (kami menyebutnya dengan Teori Sirkulasi STIFIn),
  4. Teori keselarasan metabolisme tubuh berdasarkan mesin kecerdasannya,
  5. Teori kalibrasi berdasarkan mesin kecerdasannya,
  6. Teori genetika sesuai mesin kecerdasannya,
  7. Teori strata genetik mulai dari Mesin Kecerdasan-Drive Kecerdasan-Kapasitas Hardware-Golongan Darah.

Kelak di kemudian hari, berpeluang muncul banyak teoriteori lain, sekadar untuk menunjukkan betapa universalnya konsep STIFIn. Ini bisa dibilang teori palugada, apa lu mau gua ada.


Sejarah perjalanan konsep STIFIn dimulai tahun 1999 – yang lalu – ketika Farid Poniman bersama partnernya, Indrawan Nugroho, yang kemudian diikuti oleh Jamil Azzaini mendirikan lembaga training Kubik Leadership. Lembaga training tersebut setiap memulai program trainingnya terlebih dahulu memetakan peserta training sesuai dengan jenis kecerdasannya.

Sebagai konsep, STIFIn kala itu bisa dibilang masih embrio. Perbaikan konsep dilakukan disana-sini seiring dengan berkembangnya penyelenggaraan training Kubik Leadership. Namun, kala itu, tesis atau hipotesisnya sudah matang dan kukuh bahwa manusia memiliki kecerdasan genetik. Berapa persisnya, itulah yang saya sebut terus berkembang.

Pada awalnya, Farid Poniman menggunakan empat kecerdasan yakni S, T, I, dan F seperti kita bisa baca dalam buku best seller Kubik Leadership. Pergulatan intelektual dan penyempurnaan terus dilakukan oleh Farid Poniman, sebelum terbitnya buku ke DNA SuksesMulia yang akhirnya berujung pada penemuan kecerdasan ke lima, yakni
Insting.

Sekarang STIFIn sudah final dengan 5 mesin kecerdasan dan 9 personaliti genetik. Artinya tidak akan ada jenis kecerdasan ke-6 dan tidak akan ada personaliti genetik yang ke-10.

Setelah dilakukan riset untuk sekian lama, kini konsep STIFIn sudah sangat kokoh. Kekuatan utamanya terletak pada konsep yang simpel, akurat, serta aplikatif.


Mulai dari simpel. Kenapa disebut simpel? Penjelasannya sederhana karena dari miliaran manusia, oleh STIFIn dikelompokkan hanya dalam 5 mesin kecerdasan dan 9 personaliti genetik. Kita tidak pusing dengan pengelompokan manusia dalam banyak kotak, seperti MBTI dan Socionics yang mengelompokkan dalam 16 kotak.

Jika berkaitan dengan kecerdasan, STIFIn cukup 5 kotak, yaitu:…S,….T,…..I,…..F,…..In. 5 mesin kecerdasan itu mencakup seluruh jenis kecerdasan yang ada yang dimiliki manusia di muka bumi ini. Bahkan alien pun, andaikan alien itu memang ada, bisa dimasukkan satu diantara 5 mesin kecerdasan. Kalau dilihat dari bentuk kepalanya, berdasarkan foto yang beredar yang umum dipercayai sebagai makhluk luar angkasa, alien lebih menyerupai mesin kecerdasan Intuition.

Masih ada penjelasan lain kenapa konsep STIFIn disebut simpel karena bersifat multy-angle theory. Artinya, STIFIn dapat dipakai untuk menjelaskan teori kecerdasan dan personaliti dari disiplin ilmu yang lain.

Seperti konsep otak kiri dan otak kanan (Roger W. Sperry) atau pembagian neokortek sebagai otak atas dan limbik sebagai otak bawah (Paul Broca) atau pembagian 6 Hexagonal Holland (John Holland) juga konsep DISC (Thomas International) atau bahkan teori lama Hippocrates Galenus dapat dengan mudah dibedah menggunakan STIFIn.

Uraian persamaannya sebagai berikut:

  1. Otak kiri dan otak kanan sama dengan S + T dan I + F pada
    STIFIn.
  2. Neokortek dan limbik sama dengan T + I dan S + F pada STIFIn.
  3. 6 Hexagonal Holland, Artistic-Realistic, identik dengan Kanan-Kiri STIFIn,
  4. 6 Hexagonal Holland, Investigative-Social identik dengan Atas-Bawah STIFIn,
  5. 6 Hexagonal Holland, Conventional-Enterprising identik dengan diagonal Organisasi-Produksi STIFIn.
  6. D-I-S-C pada Thomas International identik dengan S-F-I-T pada STIFIn.
  7. Kholeris, Flegmatis, Melancolis, dan Sanguinis sama dengan S, T,I, dan F pada STIFIn.

Perbandingan lebih lengkap dengan berbagai konsep lama yang lain dapat dilihat pada tabel halaman 20 pada buku STIFIn Personality.

STIFIn dengan mudah dapat diaplikasikan untuk anak berkebutuhan khusus serta terapi masalah-masalah kejiwaan dan kesehatan fisik. Jangan terkejut jika kami mengatakan bahwa dunia kedokteran bisa menggunakan konsep STIFIn untuk mendiagnosis penyakit secara akurat.

Namun, aplikasi yang paling jitu adalah ketika konsep STIFIn digunakan untuk praktik penggemblengan diri dengan prinsip fokus-satu-hebat. Konsep kecerdasan tunggal yang dianut STIFIn lebih mampu menjelaskan realitas otak dalam keseharian. Itulah
penjelasan kenapa konsep STIFIn yang menganut kecerdasan tunggal lebih aplikatif ketimbang, sebutlah, konsep kecerdasan majemuk atau Multiple Intelligence (MI) yang bisa digambarkan dengan menggunakan metafora sederhana: kepemimpinan ayah dalam keluarga.

Menurut konsep STIFIn setiap orang memiliki seluruh otak, namun hanya ada satu yang memimpin (sebaliknya menurut MI ada dua,tiga, atau empat yang dominan). “A specialist in the construction of the whole” kata Daoed Joesoef.

Dalam satu keluarga yang terdiri atas bapak-ibu-anak, posisi pemimpin dipercayakan kepada bapak. Jika sang bapak maju, maka semua keluarga maju. Sehingga konsentrasi perhatian keluarga diprioritaskan pada sang bapak. Konsep kecerdasan tunggal yang dipakai STIFIn lebih aplikatif karena ternyata kecerdasan dominan (seperti sang bapak) mampu memiliki daya jalar yang lebih baik. Sementara kalau menurut konsep MI investasi yang dimiliki keluarga disebar kepada semuanya, sehingga postur investasi dalam keluarga terpolarisasi. Ingat bahwa kecerdasan yang lemah (dimetaforkan ibu anak) tidak memiliki daya jalar sebagaimana kecerdasan dominan (dimetaforkan bapak).


Agar Anak Sensing Mudah Tidur Siang.

By : Dodi Rustandi – STIFInMan – Personal Mastery Expert

Sepertinya hal ini adalah fakta yang paling sering ditemukan saat sesi konsultasi tentang tipe anak yang Sensing. Yakni, anaknya susah di kondisikan untuk tidur di siang hari.

Padahal, sang ibu sudah mengeluarkan jurus andalannya. Yaitu:

  • Langkah pertama, menggiring anak masuk ke kamar.
  • Kedua, mematikan lampu kamar.
  • Ketiga, menemani anak tiduran di kasur.
  • Keempat, ibunya yang ketiduran .. anaknya keluar kamar lagi

Oalahhh.. ternyata jurus ampuh ajah ga mampu membuat anak Sensing tidur siang. Yang ada malah ibunya yang tidur siang. Klo gitu coba deh jurus yang belum dikatakan ampuh ini, namun banyak teruji hasilnya.

Kita berpegang pada informasi dasar dahulu yah. Dasarannya adalah anak Sensing baterainya besar, maka jika waktu yang ditentukan untuk tidur sudah tiba namun baterainya masih full, dijamin bakal ga mau tidur deh. Untuk itu perlu diadakan aktivitas bergerak yang menyenangkan terlebih dahulu sebelum dikondisikan untuk tidur siang.

Klo anak Sensing sudah banyak bergerak, coba deh perhatikan ketika ada waktu jeda antara kegiatan yang satu dengan yang berikutnya, anak Sensing bisa tiba-tiba hilang dari peredaran alias ketiduran karena capek. Tidurnya bisa dimana saja. Bisa pas naik ke mobil dan ga beberapa lama kemudian diajak ngobrol, eh udah tidur. Naik motor juga bisa begitu. Sedang menunggu makanan yang akan datang juga sama.

Oke, Untuk mudahnya, kira-kira beginilah tipsnya :

  1. Lakukanlah aktivitas yang berkeringat atau bergerak lebih banyak sebelum waktu tidur siang.
  2. Waktu tidur siang jangan kaku di satu waktu, misal jam 12 siang adalah waktu tidur siang, bisa disesuaikan dengan kondisi.
  3. Kenali kondisi jeda dari aktivitas yang satu ke yang berikutnya.
  4. Manfaatkan kondisi jeda tersebut, untuk merecharge baterainya anak Sensing.
  5. Saat kondisi jeda datang, arahkan ke situasi yang nyaman dan aman untuk tidur.

Selamat menidurkan yang sudah waktunya tidur yah ..
Tetaplah sabar dalam mendampingi anak-anak dan terus bersyukur atas segala anugerah yang Seruu ini.

 

1 2 3 10